The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"Episode 72"
Kamu mau ke mana?
Ini bukan jalan ke Grup Gangin.
Siapa kamu?
Berhenti. Berhenti sekarang juga.
Masuklah. Dia sudah menunggu.
Siapa?
Anggota Dewan Jin.
Benar. Aku juga ayahnya Hae Rim.
Ini penculikan namanya.
Aku minta maaf jika menyakitimu.
Silakan duduk karena sudah di sini.
Jika Anda berkata aneh,
aku akan menelepon polisi.
Kudengar kamu baru-baru ini kehilangan.
Kudengar anakmu juga terluka.
Pasti berat.
Aku yakin bukan itu yang ingin Anda katakan.
Baiklah. Aku langsung saja.
Kudengar kamu menggunakan rekaman di ponsel
untuk mengancam Hae Rim, anakku, dan ibunya Jae Wook.
Apa maumu?
Mauku
adalah kebenaran, yang selama ini diputarbalikkan dan disembunyikan.
Serta aku akan mencari tahu
siapa yang menyebabkan kematian Jae Wook
dan terlukanya anakku.
Jika seperti yang kamu klaim,
bukan Jae Wook,
berarti suamimu, Han Ji Sup, adalah putra menantuku.
Sebagai ayah dengan seorang putri, itu tidak bisa diterima.
Aku akan menyingkap kebenaran yang kamu inginkan,
jadi, berikan ponsel itu.
Jika yang kamu sampaikan benar,
itu sesuatu
yang harus disingkap demi anakku.
Bukankah Anda sudah tahu bahwa Kang Jae Wook
adalah Han Ji Sup?
Suh Ra, jika rekaman di ponsel itu
memang bukti nyata,
bagaimana bisa Jae Wook dan ibunya
amat percaya diri di hadapanmu?
Aku akan mendengarkan pendapat lebih banyak orang
dan membiarkan hukum menentukan
entah itu bukti nyata atau bukan.
Aku permisi.
Dari 15 direktur yang hadir hari ini untuk menentukan
pemecatan Kang In Wook,
delapan orang memutuskan untuk memecatnya
dan tujuh orang menentang.
Dengan suara delapan melawan tujuh,
dewan memutuskan untuk memecat Kang In Wook...
Tunggu sebentar.
Sebelum kalian memutuskan untuk memecat Kang In Wook,
ada sesuatu yang mau kuberi tahu.
Apa? - Apa yang kamu lakukan?
Apa hakmu menerobos kemari?
Hak?
Bagaimana denganmu?
Aku lebih baik menanyakan apa kamu berhak
memecat Kang In Wook. - Apa?
Keluarlah. Bicaralah denganku.
Aku tidak mau bicara denganmu.
Kang Jae Wook, bukan, Han Ji Sup.
Apa kamu berhak melakukan itu?
Apa maksudnya? - Han Ji Sup?
Apa yang kalian lakukan?
Kalian tidak bisa mencegah satu wanita gila masuk?
Seret dia keluar dari sini. Sekarang!
Han Ji Sup.
Wakil pimpinan yang kalian kira adalah Kang Jae Wook,
bukanlah Kang Jae Wook. Dia Han Ji Sup.
Dua orang berwajah sama ditukar.
Lepaskan aku.
Orang-orang ini harus tahu yang sebenarnya.
Seret dia keluar dari sini! - Aku punya bukti.
Aku punya bukti.
Lepaskan dia.
Kalian mendengarku.
Lepaskan tanganmu darinya!
"Orang Hilang"
Lihat.
Ini suamiku, Han Ji Sup, yang hilang beberapa bulan lalu.
Pria itu, Kang Jae Wook,
adalah orang di selebaran ini. Suamiku, Han Ji Sup.
Ada apa ini? - Dia tampak identik.
Aku punya lebih banyak bukti bahwa dia bukan Kang Jae Wook.
Ini.
Aku punya rekaman percakapan
antara dia dan Kang Jae Wook asli.
"Kamu lihat, aku menyukaimu"
Ada apa ini?
Tidak mungkin.
Ini tidak masuk akal.
"Rekaman suara"
"Hapus Fail"
"Rekaman suara, Hapus Fail"
Ini tidak masuk akal.
Jangan tergesa-gesa, cari baik-baik.
Kalian akan berdiri saja di sana?
Lepaskan dia.
Lepaskan wanita itu.
Sebagai istri Pak Kang Jae Wook, kumohon kalian semua
memahami situasi ini.
Wanita ini
adalah Ki Suh Ra, yang turut serta dalam pengembangan
menu baru kita.
Baru-baru ini suaminya, yang identik dengan Kang Jae Wook,
meninggal dalam kecelakaan, dan putrinya terluka parah.
Sudah sewajarnya dia mengalami masa-masa sulit
dan tidak stabil.
Hae Rim.
Sebagai istri Pak Kang Jae Wook,
aku tidak bisa memaafkan dia yang sering datang dan mengganggunya,
tapi dia amat membantu mengembangkan menu baru
dan berperan besar dalam membangkitkan Pangan Gangin,
jadi, tolong maafkan dia atas kesalahan lancangnya
kali ini saja. Kumohon.
Aku mohon kepada kalian semua.
Aku yakin ini ulah Hae Rim.
Dia menukar fail di ponsel.
Aku yakin.
Kamu yakin rekaman itu antara Jae Wook
dan Han Ji Sup, bukan?
Kamu juga tidak memercayaiku?
Aku bertanya karena ada banyak hal yang mencurigakan.
Hasil tes DNA antara Kang Jae Wook dan ibu kami
serta masalah diskon subkontraktor.
Kurasa Jae Wook mengatur semuanya untuk menjebakku.
Jika semua itu benar,
Jae Wook... Bukan, Han Ji Sup.
Aku akan menyeretnya keluar dari sini.
Akan kubuat para dalang kematian adikku, Jae Wook,
membayar dosa-dosa mereka.
Kang Jae Wook, bukan, Han Ji Sup.
Dia bukan lagi ayah Hae Sol.
Akan kutanggalkan topengnya
dan kubuat dia berlutut di hadapan Hae Sol.
Suh Ra, kita harus menguatkan diri.
Orang-orang yang harus kita hadapi
amat menyeramkan.
Apa yang terjadi dengan fail di ponselnya?
Seperti pikiranmu.
Kamu selalu selangkah di depanku.
Bukankah kamu seharusnya membahasnya denganku dahulu?
Tidak ada waktu untuk itu.
Dia mau memakan kita hidup-hidup.
Bahkan ayahku terlibat dan menemui Suh Ra demi kamu.
Apa? Ayahmu?
Lihat bagaimana Suh Ra masuk ke ruang konferensi
walaupun ayahku terlibat.
Wanita itu tidak bisa berpikir jernih saat ini.
Karena kini dia sudah tahu siapa diriku,
istriku tidak akan mundur dengan mudah.
Tolong, bisakah kamu berhenti menyebutnya istrimu?
Sampai kapan dia menjadi istrimu dan kamu suaminya?
Baik, maaf.
Salahku. - Ini mungkin terdengar dingin,
tapi kamu tidak bisa kembali walaupun Hae Sol tewas.
Kamu tidak boleh menunjukkan kelemahan apa pun.
Bahkan jangan stres karenanya.
Pikirkan saja aku dan bayi kita yang kukandung.
Baik.
Kamu tidak bisa memercayai tes DNA itu.
Aku juga tahu seseorang yang memalsukan
hasil tes DNA-nya sendiri.
"Pusat Informasi Genetik Korea"
Permisi.
Maaf, ada saltik
dan ini tertukar dengan hasil orang lain.
Aku sungguh minta maaf.
Tidak apa-apa.
Benar juga.
Itu mungkin ditukar saat itu.
Jika memang Han Ji Sup,
kamu sebaiknya bersiap.
Selamat datang kembali.
Bagaimana perasaanmu?
Berkatmu, aku baik-baik saja.
Apa yang dipikirkan Pak Jung dari Pangan Naeil
sampai menjebakmu seperti itu dan kabur?
Entahlah. Aku harus menyingkap kebenaran.
Kamu? Menerima suap?
Aku tidak tahu
bagaimana sesuatu sekonyol itu bisa terjadi.
Siapa yang mengusulkan pemecatanku?
Memecatku sebelum investigasiku bahkan berakhir. Waktunya tepat.
Kecuali itu bagian dari rencana seseorang untuk menyingkirkanku,
pemecatanku tidak mungkin berjalan secepat itu.
Kamu benar. Itu ideku.
Aku mengusulkan pemecatanmu sendiri.
Apa? - Itu upaya mendesak.
Harga saham terus anjlok
selagi para pegawai dan direktur cemas.
Aku harus memikirkan
perusahaan.
Kamu setuju, bukan?
Kamu masih di sini?
No comments yet. Be the first to leave one.