Release info

HeartBeat S01E05 1080p AMZN WEB-DL DDP2 0 H 264-MARK
A Commentary by Luh_Fil
AMZN Version

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
Published on: 2023-07-10
Downloads: 31
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

HEARTBEAT

SELURUH TOKOH, NAMA, ORGANISASI, GRUP, PERISTIWA,

SERTA LATAR BERSIFAT FIKTIF, DAN ATURAN KESELAMATAN HEWAN DITAATI

Hae-sun.

Itu kau, bukan?

Ada apa ini?

Apa maksudmu?

Kau bermimpi?

Hae-sun.

Jangan bersikap manis kepadaku!

Mataku!

"Kapsaisin"?

Sepertinya ampuh juga untuk vampir.

Hebat juga.

HEARTBEAT EPISODE 5

Kau tiba-tiba mendekatiku, aku jadi takut.

Maafkan aku.

Bisa-bisa kau membuatku menangis darah begitu aku menakutimu lagi.

Kalau begitu katakan.

Kenapa kau mengetuk pintuku selarut ini?

Sebaiknya kau punya alasan bagus.

Ceritanya cukup mengharukan.

Kau siap?

Dahulu kala...

ada seorang wanita

yang mengorbankan dirinya untuk menyelamatkanku.

Apakah namanya

Hae-sun?

Namun, kenapa kau memanggilku dengan namanya?

Apa kami mirip?

Tidak! Tidak sama sekali!

Sedikit pun tidak mirip.

Apa-apaan ini?

Sebelum Hae-sun meninggal,

dia bilang akan mencariku...

lalu kami akan saling mencintai sepenuh hati.

Itu sebabnya aku ingin menjadi manusia.

Aku ingin merasakan cinta

yang membuat jantungku berdebar bersamanya.

Jadi, saat kau membuka peti matiku

sehari sebelum genap 100 tahun,

itu membuat darahku mendidih.

Soal itu, maafkan aku.

Itu tidak disengaja,

tetapi gara-gara aku...

Ya, semua gara-gara kau.

Kurasa peti matinya

terbuka karena kau.

Apa maksudmu?

Untuk sesaat,

aku merasa kau mungkin Hae-sun.

Aku?

Aku?

Itu akan menjelaskan

kenapa kau bisa membuka peti matinya,

dan kenapa aku bisa tahu setiap kali kau dalam bahaya.

Kau berkhayal.

Sebelumnya, aku keturunan kepala pelayanmu,

lalu kini, aku kekasihmu di kehidupan lampauku?

Aku mati saat berusaha melindungimu?

Jangan menatapku seperti itu. Itu membuatku tidak nyaman.

Jika dia dan aku bahkan tidak mirip, kenapa kau berpikir begitu?

Tempo hari...

saat aku merasakan setetes darah dari bibirmu,

aku merasakan Hae-sun di dalamnya.

Kau sedang membicarakan

kehidupan lampau, reinkarnasi, dan semacamnya?

Sungguh?

- Ya. - Jangan konyol!

Kau pasti bercanda.

Hidupku saat ini sudah melelahkan, jadi, berhentilah bicarakan kehidupan lampauku.

Lalu, sekalipun aku wanita itu,

bukankah seharusnya kau membiarkanku menjalani hidup

karena aku pernah mati bagimu?

Kau terus mengikutiku selama beberapa kehidupan.

Itu dianggap kejahatan belakangan ini.

Itu disebut menguntit.

Menguntit?

Ya, menguntit.

Perbuatanmu itu bukan cinta. Itu obsesi.

Itu penyakit.

Kenapa kau terobsesi dengan satu orang selama berabad-abad?

Sangat mengerikan.

"Mengerikan"?

Tidak apa-apa.

Asalkan kau benar-benar Hae-sun,

aku bisa menerima apa pun yang kau katakan.

- Kau Hae-sun, bukan? - Berhenti! Sudah kubilang bukan!

Kehidupan lampau? Aku tidak peduli.

Reinkarnasi? Itu lebih mengerikan.

Aku akan menganggap hidup ini yang pertama dan terakhir,

jadi, jangan menyeretku ke dalam omong kosongmu!

- Hae... - Astaga.

Aku?

Aku tidak percaya dia mengatakan itu.

Aku tidak menduganya.

Jika dia serius dengan ucapannya,

tidak ada gunanya aku menjadi manusia.

Dia ingin bebas.

Relakan saja dia.

Ada banyak wanita di luar sana.

Meski tidak ada yang menyukaiku.

Aku tidak setuju.

Kau belum tahu pasti.

Dia mungkin bukan wanita yang kau tunggu.

- Apa? - Katamu, dari perilaku dan penampilannya,

mereka sangat berbeda.

Lalu yang terpenting,

darahnya sangat beracun.

Padahal wanita yang kau tunggu mustahil memiliki darah seperti itu.

Kau benar.

Untuk menjadi manusia, kau harus minum darahnya setelah dia jatuh cinta.

Jadi, fokuslah mencapai tujuan itu dahulu.

Benar.

Kau benar.

Meski begitu,

- bisakah aku membuatnya jatuh cinta? - Apa?

Kenapa serius sekali?

Aku tidak melihat masalahnya. Buat dia tergila-gila kepadamu.

- Tergila-gila? - Kau Seon Woo-hyeol yang perkasa.

Kau bukan pria yang mengkhawatirkan wanita.

Dia benar.

Dahulu kau sering membuat wanita menangis. Ada apa denganmu?

Kali ini, dia membuatku menangis.

Apa?

Bukan apa-apa.

Lupakan saja.

Meski begitu,

sejujurnya, aku agak tersinggung.

Kenapa?

Kami tidak pernah diberi tahu

alasanmu ingin menjadi manusia saat kami bertanya,

tetapi kau malah menceritakan semua kepadanya.

Kami mengenalmu berabad-abad lalu, sementara dia baru bertemu denganmu.

Apa pertemanan kita tidak berarti bagimu?

Begitu, ya?

Maafkan aku.

Aku tidak ingin menunjukkan sisi diriku yang itu.

Itu juga kenangan yang menyakitkan bagiku.

Kalian tidak akan mengerti jika kubilang ingin menjadi manusia demi merasakan

cinta yang membuat jantungku berdebar.

Kak Woo-hyeol.

Hei, kenapa kau...

Inilah

yang membuatku menyukai Kak Woo-hyeol.

Apa?

Dia tinggi, tampan, dan modis.

Terlalu indah untuk menjadi nyata,

tetapi selalu ada kesedihan yang tertinggal darinya.

Itu membuatku ingin memeluknya.

- Kau setuju, bukan? - Ya.

Dia sangat jantan dari luar,

tetapi lembut dan hangat di dalam

seperti tahu sutra.

Sepertinya kau selalu membuat analogi makanan.

Terima kasih atas pengertiannya.

Entah apa boleh mengatakan ini, tapi...

Kau mulai lagi. Jangan katakan.

Satu, dua, tiga. Setelah kupikirkan, sepertinya perlu.

Wanita bernama Hae-sun ini...

Apa dia cantik?

Jika kau punya fotonya, boleh kulihat?

Tunggu. Dia terlalu tua untuk ada fotonya.

Bagaimana dengan gambar?

Karena inilah aku tidak bisa memercayaimu.

- Apa salahnya penasaran? - Hentikan.

Omong-omong, Kak. Jangan terlalu khawatir.

- Kami akan berusaha membantu. - Pasti.

Terima kasih, Teman-Teman.

Ayo bersorak!

- Kita pasti bisa! - Semangat!

Kita pasti bisa, Kak Woo-hyeol.

Aku tidak menduga kau akan menjemputku sendiri.

Aku terharu.

Kalau begitu, rencanaku berhasil.

Terima kasih. Aku tahu kau sibuk.

Aku selalu bisa meluangkan waktu untukmu.

Namun, kenapa kau tiba-tiba ke Korea?

Ada wastu tua yang pernah kulihat sekali.

Aku terus memikirkannya.

Seolah-olah itu milikku.

Aku ingin tahu lebih banyak tentang obsesi barumu.

Wastu itu di Gongcheon-dong.

Gongcheon-dong?

Kau tidak asing dengan area itu?

Aku pernah ke sana beberapa kali.

Itu sebabnya aku datang ke Korea.

Aku tidak bisa melupakannya.

Sudah kubilang jangan bergerak.

Aku tidak mau.

- Kau saja yang tanya. - Ada apa denganmu?

- Cepatlah. - Ayo.

Tanyakan dia.

- Kumohon. - Hentikan.

Apa yang ingin kalian tanyakan?

Tanyakan saja.

Ayo, tanya.

Jika ingin bicara secara pribadi, datang saja ke ruanganku nanti.

Apa Bu Guru memacari petugas kebersihan tampan itu?

- Apa? - Ada rumor yang beredar

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left