The first 200 lines.
Pak, tunggu.
"Episode 91"
Apakah kita
pernah bertemu sebelumnya?
28 tahun yang lalu,
apa kamu mengelola kantor pinjaman?
Apa kau benar?
Tidak.
Pak! Kamu tidak mengingatku?
Kamu tidak tahu soal pembunuhan
yang terjadi di depan kantormu?
Bukankah kamu menyatakan kamu saksi
kasus pembunuhan itu?
Kamu dia.
Apa?
Pak.
Kamu pria itu.
Apa aku benar?
Pak.
Namaku Kim Young Hoon.
Kim Young Hoon?
Benar.
Kamu mengenaliku?
Aku belum pernah mendengar nama itu.
Aku tidak paham maksudmu.
Kenapa kamu melakukan ini kepadaku?
Kamu tidak mengenalku?
Kamu sungguh
tidak mengenalku?
Kurasa
kamu salah orang.
Dia sudah menua,
tapi kurasa itu dia.
Apa aku salah?
Ada apa denganku?
Minggir.
Astaga.
Minggir.
Kamu tidak bisa ke mana-mana.
- Astaga. - Minggir.
Tidak...
Ini sudah terlambat.
Itu terjadi hampir 30 tahun yang lalu.
Di samping itu,
dia sudah menjalani hukumannya.
Menyerahkan diriku
tidak akan membuat perbedaan kini.
Aku lebih baik pura-pura tidak bersalah.
Tidak, aku tidak tahu semua ini.
Aku tidak tahu apa pun.
Aku yakin dia pria yang waktu itu.
Pencuri!
Berhenti!
Benar, pria itu.
Aku sebaiknya mencarinya satu kali terakhir.
Aku harus menemukannya dan bertanya kepadanya
soal kebenaran yang tidak kuingat.
Anda mencari seseorang?
Atau Anda mencari perusahaan?
Omong-omong,
apa Pak Kim ada?
Sekuriti.
Aku sekuriti dengan marga Kim.
Ada yang bisa kubantu?
Sungguh?
Aku ingin menanyakan sesuatu waktu itu
dan dia bilang kamu tahu jawabannya
karena kamu yang paling lama bekerja di sini.
Itu benar.
Aku sudah bekerja di gedung ini 20 tahun.
Begitu rupanya. Kalau begitu, Pak,
apa kamu ingat
kantor rentenir
yang ada di lantai dua
sebelum pengembangan ulang?
Kantor rentenir?
Maksudmu, kantor Pak Yang?
Pak Yang?
Benar, Pak Yang. Kamu mengenalnya?
Dia bangkrut dan pindah
sudah lama
bahka sebelum pengembangan ulang.
Dia bangkrut?
Dia menikahi istri pegawai
dan punya anak juga.
Dia tampak tidak bermasalah untuk beberapa waktu,
tapi tiba-tiba bangkrut dalam semalam.
Lalu aku diberi tahu
istrinya meninggal muda
dan dia nyaris tidak selamat dengan putranya.
Hanya itu yang kutahu.
Begitu rupanya.
Terima kasih atas jawabanmu.
Bisakah kamu menelepon
jika berhubungan dengannya
atau mendengar kabar darinya?
Omong-omong, apa urusanmu dengan Pak Yang?
Kenapa kamu mau menemuinya?
Aku ada alasan tersendiri.
Aku menghargai bantuanmu.
Bahkan ada rumor terkait kematiannya,
jadi, sayangnya aku sepertinya tidak akan mendengar kabar soal dia.
Tapi untuk berjaga-jaga,
tinggalkan nomormu di sini.
Baik, terima kasih.
Ini.
Pukul aku sesuka Kakak.
Aku saja yang dipukuli.
Pukul aku atau lempari aku dengan batu.
Selama Kakak memaafkannya,
aku bisa menerima hukuman apa pun.
Tolong maafkan dia sekali ini saja.
Setidaknya demi aku,
tolong maafkan aku.
Bagaimana bisa dia berniat tinggal dengan seseorang
yang membunuh suami kakaknya?
Berandal gila.
Dia pasti kini bersamanya.
Selamat datang.
Di mana Hong Joo? Di mana adikku?
Dia tidak di sini.
Bedebah keji.
Beraninya kamu tetap dekat dengan adikku.
Memangnya membuat keluarga kami sengsara belum cukup?
Bagaimana bisa kamu menginginkan adikku juga.
Kamu bukan manusia.
Kamu monster.
Apa semua ini?
Apa ini?
Apa...
Itu tidak benar. Kamu salah.
Aku salah?
Lantas, kamu akan terus membalas dendam kepada kami
dengan tinggal bersama adikku?
Kamu mau membuatku makin sengsara?
Kamu pembunuh. Kamu bedebah hina.
Kamu pembunuh.
Ayah.
Ayah.
Ini cukup.
Anda dan putri Anda bergantian
berbuat onar di toko sekarang?
Jangan menguji kesabaran kami.
Dia sudah dipenjara
dan negara membebaskannya.
Apa lagi yang Anda inginkan darinya?
Siapa kamu?
Apa hakmu bilang
dia sudah membayar kejahatannya?
Apa yang kamu tahu soal rasa sakit?
Walaupun begitu, Anda tidak boleh melakukan ini.
Anda tidak bisa menyerangnya hanya karena Anda korban.
Ini penggangguan bisnis dan penyerangan.
Aku akan menghubungi polisi.
Apa? Penyerangan?
Baik, silakan. Teleponlah polisi.
Katakan ada pembunuh di sini.
Laporkan dia ke polisi.
"Da Ya"
Ibu.
Ada apa?
Ibu.
Ibu ditahan polisi.
- Apa yang harus kita lakukan? - Apa?
Dia ditahan?
Kenapa?
Kita harus ke mana?
Ke sana, Ibu. Astaga.
- Cepat. - Baik.
"Kantor Polisi"
Bu Na Hong Joo.
Kenapa Anda pergi ke Toko Kue Ayah?
Pria itu membunuh suamiku.
Dia membunuh suamiku yang tidak berdosa.
Serta dia...
Dia mengincar adikku satu-satunya.
Jadi, aku pergi mencari adikku.
Apa Kang Soo Il
menculik adik Anda atau semacamnya?
Tidak. Dia mengencani adikku.
Bagaimana bisa dia mengencani adikku setelah membunuh suamiku?
Bukankah itu salah, Detektif?
Suamiku sudah tiada
dan dia berkeliaran.
Detektif, penjarakan dia kembali, kumohon!
Hong Shil, bisakah kamu tenang?
Bu Na, aku kasihan dengan Anda,
tapi kami tidak bisa menghukum pria dua kali atas kejahatan yang sama.
Anda tidak boleh melakukan ini walaupun merasa dijahati.
Jika kusebutkan kejahatan yang Anda lakukan di tokonya,
ada penyerangan tubuh, perusakan properti,
penggangguan bisnis, dan penyerangan,
serta semuanya merupakan tuntutan pidana.
Hei.
Itu tidak masuk akal!
Maaf menyela.
Aku tidak mau dia dihukum.
Anda yakin, Pak Kang?
Anda mau dia dibebaskan?
Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.