Mr. Corman

Mr. Corman

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

ㅡMr Corman S01E04 RT-00:23:08
A Commentary by DD_Movie
glhf | dongdotmovie.my.id

Tags

other
Published on: 2021-08-20
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 190 lines.

Hai.

Ini dia.

Kalau kau tak keberatan.

- Terima kasih. - Tentu.

Jadi aku berkata, "Baik. Hai. Halo. Kau tak bisa memperlakukanku begini."

Ya, tidak. Tepat sekali. Aku berkata, "Kita sudah dewasa,

tapi salah satu dari kita bertingkah seperti anak kecil."

Bukan salahku dia benci hidupnya sendiri.

Dia harus bertanggung jawab atas hidupnya dan tak melampiaskannya kepadaku. Ya.

Aku memesan salad tanpa bawang. Seharusnya yang datang salad tanpa bawang.

Itulah yang harus terjadi sekarang.

- Aku tahu. - Ini dia.

Dan aku benar-benar sedang tak ingin bertengkar, kau tahu?

Kau punya...

Bajingan.

Astaga, Victor.

Maaf. Aku tak bermaksud mengagetkanmu.

Tanganku penuh. Kau dapat meletakkannya.

Ya. Lanjutkan. Akan kuurus. Jangan khawatir.

Kau akan menonton pertandingan Dodger akhir pekan ini?

Aku sudah beli tiketnya,

- tapi kuberikan kepada orang lain. - Apa? Benarkah?

Ya. Putriku tak begitu menyukainya terakhir kali kami ke sana.

Dulu dia menyukainya, tapi tidak lagi. Jadi, kami akan melakukan hal lain.

- Tidak apa-apa. Ya. - Berapa umur putrimu?

- Tiga belas tahun. - Masa remaja itu sulit.

- Apa akan membaik? - Aku tidak tahu.

Putriku tinggal bersama ayahnya, adiknya tinggal bersamaku,

dan dialah anak yang kubenci.

- Baiklah. - Aku...

- Sampai jumpa lagi. - Ya. Baik.

Selamat berakhir pekan.

Hei, Victor, apa itu terlalu serius?

Tidak juga. Keseriusannya pas.

- Ya. Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Jika kau ingin pergi Ikut denganku

Kita melaju dengan mobil fo Dengan emas D

Oh, kenapa aku hidup seperti ini? Hei, pasti karena uang!

Jika kau ingin pergi dan tinggi denganku Mengisap ganja di kursi belakang Benz E

Tn. Morales

Oh, kenapa aku merasa seperti ini? Hei, pasti karena uang!

- Bung. - Hei.

- Sedang apa kau? Itu saus bolognese? - Bukan, Pak.

- Ini saus lasagna spesialku. - Yesus. Benarkah?

- Bisa berhenti menyebut nama-Nya? - Maaf.

- Gabi datang besok. - Dia tak ada di sini, 'kan?

Tidak, tapi kau bisa tak sengaja mengucapkannya.

- Tapi tunggu. Itu untuk Gabi? - Ya.

Tapi dia baru datang besok.

Eh, memang. Tapi dia tak suka memasak bersamaku lagi,

jadi, waktuku bersamanya hilang.

- Karena itu kumasak sehari sebelumnya. - Tapi apa yang akan kau lakukan?

Memasak semua ini lalu menyimpannya di kulkas?

Apa?

Kau bisa memakannya setelah dia selesai besok.

Tapi jika aku menyimpan porsiku...

Kenapa kau bernegosiasi?

- Ada apa denganmu? - Agar baru matang...

- Keluar dari dapurku. - Baiklah.

Sial.

Sial.

- Halo. - Hei.

Gabi, Ayah di sini!

Benar-benar tema hutan.

Ini bukan tema hutan.

Tidak, maksudku adalah kau terlihat cantik.

Gaba Gaba, apa kabar?

Kau akan mengabaikan ayah? Halo?

Kenapa dia?

Teman-temannya menginap di rumah Adriana tadi malam.

Dan dia tak diundang.

- Kenapa tidak? - Aku tidak tahu.

Seperti itulah tingkah lakunya sepanjang hari.

Tidak. Kau harus ganti baju.

- Kenapa? - Gabi, dengarkan saja ibumu.

Aku baik-baik saja.

- Semoga beruntung. - Ya.

Jadi, kau mau apa?

Aku bilang aku tidak lapar.

Ayah tahu, tapi ini sudah jam makan siang. Kau harus makan.

Hanya karena ini jam makan siang bukan berarti aku harus lapar.

Aku mencoba mendengarkan tubuhku.

Baik. Tubuhmu...

Bagaimana kalau ayah membelikanmu sesuatu sekarang

dan kau bisa memakannya nanti ketika kau lapar?

- Kau ingin ayam pedas? - Apa mereka menjual makanan vegan?

Kau vegan sekarang?

Aku bukan vegan, aku hanya makan makanan vegan.

Tapi kau bukan vegan. Kau makan hot dog Dodger sebelum ini.

Ya, dan itu menjijikkan. Perutku sakit selama tiga hari.

Perutmu sakit karena kau tidak makan teratur.

- Berhenti. - Kau tak pernah makan teratur.

Berhenti bicara. Aku tidak lapar.

- Bisa kita pergi? - Kita ada di antrean.

Di depan ada mobil, di belakang ada mobil, di sana ada pembatas,

dan menu yang super besar.

- Kau ingin ayah ke mana? - Jadi, kita hanya akan duduk di sini?

Ayah akan membeli roti lapis ayam pedas untuk ayah,

lalu kau bisa melakukan apa pun yang kau mau.

Bagaimana? Terdengar bagus?

Setuju? Bagus.

Setidaknya ayah bisa buang air besar.

Hei.

Hei.

- Kau baik-baik saja? - Ya.

Sedang apa kau?

Hanya melihat keluar jendela.

- Hei, Gabi di sini. - Baik.

- Apa kau ingin aku... Baik. - Aku baik-baik saja. Hei, Gabi.

Hei.

Baik. Taruh barang-barangmu Ayah akan mengajakmu mendaki.

Tak bisa. Tugas sekolahku banyak.

Kau selalu bilang begitu, tapi lalu kau main ponsel.

Untuk mengerjakan tugas sekolah.

Kau butuh udara. Manusia butuh udara.

Ini udara. Aku punya udara.

- Indah, 'kan? - Kurasa.

- Pemandangannya akan semakin indah. - Kapan?

Segera.

Kenapa kita tak menonton pertandingan Dodger?

Kau serius?

- Dua minggu lalu kau bilang itu jelek. - Aku tak mengatakan itu.

Kau bilang, "Aku tak ingin datang ke sini lagi."

Terserah. Aku siap berbalik kapan pun ayah siap.

Ayolah. Bukankah kau vegan?

Kau pasti suka berolahraga seperti ini.

- Tidak? - Itu hanya stereotip.

Semuanya baik-baik saja?

Hei, bisa kau melakukannya nanti?

- Tidak bisa. - Ayolah, kita sedang berada di alam.

Hei. Apa pun itu,

- ayah yakin itu bisa menunggu... - Sebenarnya tak bisa.

Mereka bukan teman Ayah, mereka temanku.

Ayah tak tahu apa yang Ayah bicarakan.

Ayah juga punya teman, kau tahu.

- Itu tidak sama. - Tapi ayah ingat bagaimana rasanya.

Aku yakin saat itu berbeda.

Pasti, tapi ayah yakin itu tak jauh berbeda.

Ayah tahu bagaimana anak perempuan.

- Benarkah? - Ya.

Baik. Seperti apa anak perempuan?

Sangat kejam. Terutama kepada satu sama lain.

Terserah.

Mija, jika kau merasa tersisihkan,

kau tahu ayah selalu ada untukmu, 'kan?

Ayah akan selalu ada di sini.

Selalu. Ayah tak akan ke mana-mana.

Ibu memberi tahu Ayah tentang Adriana? Kenapa? Dia bodoh sekali.

Hei. Jangan mengatai ibumu seperti itu. Apa kau mengerti?

Baik. Itu cukup. Berikan ponselnya.

- Tidak. Ayah, aku harus melakukan ini. - Ayah sudah meminta baik-baik.

- Berikan ponselnya. - Tidak.

- Akan ayah kembalikan nanti. - Lepaskan.

Berikan saja ponselnya.

Mija, ayah yang membelikan ponsel ini, jadi berikan ponsel sialannya.

Lepaskan tangan Ayah!

Dengarkan ayah. Semua ini tidak penting.

Kau pikir itu penting karena kau selalu sibuk dengan ponsel itu.

Jangan melihatnya selama sehari, dan kau akan merasa jauh lebih baik.

Percayalah kepada ayah.

Ayah benar-benar tua.

Aku hanya punya visi. Dan aku berusaha mencapai visi itu.

Dan aku ingin menyebarkan cinta.

Aku sangat mencintai kalian. Sungguh.

Baiklah.

Sampai jumpa.

Ayah lihat apa yang kubicarakan?

Dia berpura-pura di tengah-tengah video.

- Bukan itu intinya. - Tapi dia memang berpura-pura.

Kau tak merasakannya? Dia terisak terlalu keras.

- Ayah, dengarkan aku. - Apa?

Setelah video ini dirilis,

- dia kehilangan 75.000 pengikut. - Baik.

Padahal dia tak bisa pergi ke pabrik di Tiongkok

untuk memastikan semuanya aman dan tak ada merkuri di lipstik.

Secara teknis, itu bukan salahnya.

Tapi semua orang menyalahkannya seolah-olah dialah penyebabnya,

padahal mereka tak tahu seberapa keras dia bekerja.

- Kau tahu seberapa keras dia bekerja? - Ya.

Dia bangun pukul 06.30, butuh dua jam untuk menata rambut dan riasannya.

Dia memotret dan mengedit semuanya sendiri.

Jadi, tak adil hanya karena satu kesalahan kecil,

seluruh komunitas membencinya.

Itu bukan kesalahan kecil. Dia menjual riasan beracun.

Itu sangat berbahaya. Dia harus ditegur.

- Astaga. Apa Ayah serius? - Ya.

Kau tahu berapa orang yang dia dukung ketika mereka sedang jatuh,

tapi ketika dia sedang jatuh, tak ada yang mau mendukungnya.

- Kau tidak harus seperti itu. - Seperti apa?

Sangat emosional, Sayang. Ini hanya pendapat ayah.

More Indonesian subtitles for Mr. Corman

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left