The first 200 lines.
.: Diterjemahkan oleh Baalthazar :. IDFL™ SubsCrew
(Karakter, tempat dan peristiwa dalam serial ini adalah fiksi dan bukan fakta sejarah)
"Bodoh."
Katakan.
Bodoh.
Bodoh! Lakukan peranmu dengan benar!
Bodoh! Lakukan peranmu dengan benar!
.: Episode 2 :. MELARIKAN DIRI
Yang Mulia, mohon jangan meninggalkan istana seperti ini.
Kenapa tak boleh kalau aktor penggantiku sudah ditemukan?
Mungkin dia perisai yang melindungi Anda,
namun dia juga dapat menjadi pedang mengarah kepada Anda.
Sebaiknya kita latih dia sungguh-sungguh untuk menjadi aktor pengganti Anda,
atau akan menjadi bumerang bagi kita.
Makhluk rendah itu hanya memiliki satu peran di istana ini.
Dia dibunuh atau diracuni ketika pura-pura menjadi diriku.
Untuk itu butuh persiapan apa?
Laksanakan saja.
Apakah sangat berat untuk bertahan?
Berhari-hari,
aku tak bisa memejamkan mata.
Rasanya musuh mengacungkan belatinya padaku dari segala penjuru.
Bila terus begini,
aku khawatir tanganku akan berlumuran darah lagi.
Saya mengerti.
Bila itu titah Anda,
saya siap laksanakan.
Apa? Aku menjadi aktor pengganti Raja?
Mana mungkin.../ Tutup mulutmu.
Aku tak bisa. Aku tak mau. Aku mana berani?
Itu titah Raja.
Menolak bukan pilihan.
Tuan,
cambuk dan buang saja aku.
Bila kau tak patuh,
adik perempuan dan paman angkatmu...
akan diseret ke sini agar disiksa dan dihukum.
Tunggu. Kau mengancamku?
Aku mempertaruhkan nyawa dalam pertunjukanku.
Terserah padamu.
Takkan lama. Hanya beberapa hari.
Kalau aku menghilang, adikku akan cemas.
Kau akan dianugerahi kekayaan yang tak habis tujuh turunan.
Aku tak boleh begini.
Sial.
Karena itu titah Raja,
tak baik bila aku terus menolak.
Yang menabur akan menuai.
Lagipula aku berbuat salah,
maka akan kuanggap ini sebagai hukumanku.
Apa yang harus kuperankan?
Dia Kasim Cho,
pelayan pribadi Raja.
Begitu.
Masalah apa yang kau lihat dalam dirinya?
Cara bicaranya kasar...
dan cara membawa dirinya, harus diperbaiki.
Kita bahkan belum mulai.
Dan tak perlu bersikap formal.
Kalau seperti itu, orang akan langsung tahu bila Anda palsu.
Berbicara dengan Anda seperti ini adalah tindakan terbaik.
Sebaliknya, karena Anda berperan menjadi Raja
maka bicaralah nonformal pada saya.
Harus kukatakan, kau sangat handal.
Bicara nonformal pada saya, bukan menyentuh saya.
Kau boleh menjadi Raja sehari,
jadi turuti perkataanku.
Hari Yang Mulia dimulai sebelum matahari terbit.
Yang Mulia, Apakah Anda sudah bangun?
Yang Mulia.
Yang Mulia.
Ya.
Mohon bersihkan hidung Anda.
Yang Mulia, berkah Anda melimpah.
Setelah membasuh wajah,
Dayang Kim akan membantu berpakaian.
Dayang Kim adalah kepala dayang...
yang paling dekat melayani Yang Mulia.
Dia yang pertama harus kau perdaya...
kalau kau aktor pengganti.
Yang Mulia, Anda merasa tak nyaman?
Tidak.
Lanjutkan.
Jangan makan hidangan yang sama lebih dari dua kali.
Karena seseorang mungkin...
meracuni makanan kesukaan Yang Mulia./ Racun?
Itu hanya sekedar formalitas sejak raja terdahulu.
Mohon jangan takut.
Yang Mulia, mohon maaf.
Tak apa.
Tak setetes pun tumpah, tak usah dipikirkan.
Airnya sangat segar.
Hadang!
Tunggu, kau...
Aku senang kita bertemu.
Aku tak percaya aku kalah.
Menurutku aku sudah bagus. Bukan begitu?
Sebaiknya Anda lebih menahan diri.
Menahan diri?
Menahan diri dari apa tepatnya?
Sudah saya katakan...
jangan mengulurkan tangan, menunjukkan emosi, tersenyum,
dan hal semacamnya.
Jangan lakukan apapun?
Benar.
Yang Mulia.
Yang Mulia.
Siapa wanita itu?
Dia Baginda Ratu.
Barusan kau bilang apa?
Dia Baginda Ratu.
Baginda Ratu?
Dia Ratu?
Hindari siapa saja dari Istana Internal.
Terutama, Baginda Ratu harus dihindari.
Yang Mulia. Di sana.
Yang Mulia, Baginda Ratu menghampiri Anda.
Apa?
Yang Mulia.
Yang Mulia.
Yang Mulia sering melewatkan pertemuan kerajaan,
namun selalu hadir dalam diskusi kerajaan.
Tak ada hukum yang relevan...
maupun contoh untuk diterapkan dalam kasus ini.
Menunjuknya sebagai pejabat sipil...
adalah cara yang adil untuk mengatasinya.
Baiklah.
Berikutnya.
Yang Mulia, tidur Anda nyenyak semalam?
Berkat dirimu, tidurku nyenyak.
Apa keperluanmu?
Syukurlah kalau begitu.
Tabib istana memberi tahu saya...
Anda sulit tidur dikarenakan masalah Tuan Yoo.
Saya tak bisa tidur semalaman karena khawatir.
Apakah Anda telah memutuskan hukumannya?
Soal itu...
Hukuman...
Tuan Yoo...
Yang Mulia, mohon berikan contoh dengan menjatuhkan hukuman mati.
Agar istana dan abdi Anda terbebas dari kekhawatiran.
Mohon dikabulkan.
Bila ada yang minta persetujuan,
jawab mereka, "Laksanakan".
Laksanakan.
Maaf?
Baik.
Saya percaya Anda akan memberi jawaban...
sekarang saya mohon diri.
Kupikir aku hampir ketahuan.
Tadi siapa?
Dia Penasihat Negara Kiri.
Penasihat Negara Kiri?
Siapa Tuan Yoo?
Dia...
Yang Mulia. Yang Mulia. Ada kabar buruk.
Ada apa?
Baginda Raja...
menyetujui ayah Anda dihukum pancung.
Umumkan kedatanganku pada Baginda Raja.
Yang Mulia. Mohon maaf...
Baginda Raja sedang beristirahat siang.
Silakan datang lain waktu.
Yang Mulia.
Yang Mulia. Mohon jangan seperti ini.
Lancang. Kau berani menghalangiku?
Yang Mulia. Baginda Ratu tiba.
Yang Mulia.
Baginda Ratu.
Saya ingin membuktikan dengan nyawa saya bahwa ayah saya tak bersalah.
Apa yang kau lakukan?
Pada saat Anda menyetujui ayah saya dipancung,
Anda tak berpikir saya akan berbuat begini?
Tapi...
Lepaskan saya.
Tunggu.
Ratu. Ratu.
Saya hanya dapat mengakhiri hidup saya sendiri.
Mengapa Anda tak biarkan saya mati?
Apa yang harus kulakukan agar kau berhenti?
Saya hanya punya satu keinginan.
Ampuni nyawa ayah saya.
Baik. Akan kulakukan.
Anda sungguh-sungguh?
Aku tak berbohong soal nyawa manusia.
Maka berjanjilah pada saya.
Kau berjanji lebih dulu. Takkan mengulangi hal ini lagi.
Saya akan berjanji.
Itu keputusan yang benar. Aku juga berjanji.
Ini aku yang simpan.
Kau pikir...
di sini taman bermainmu?
Apa kau sadar yang telah kau perbuat?
Menghindar? Dasar bodoh!
Kurang ajar.
Tenang. Tenang dulu.
Dasar bodoh.
Kasim Cho, pegangi dia.
Aku tak salah.
Siapa yang menyuruhku menjawab...
No comments yet. Be the first to leave one.