The first 200 lines.
Apa itu? Siapa yang sudah datang sepagi ini?
Bagaimana ini? Aku bisa gila.
Ada apa? Apa yang terjadi?
Ku... kurasa ada seseorang di bawah sini.
- Apa? Orang? Pencuri? - Astaga.
Keluar! Keluar!
Kalian di sini? Sudah datang?
Kenapa datang pagi sekali?
Kami datang pagi untuk rapat.
Tapi, apa yang sedang kau lakukan di bawah bangsal?
Kaget sekali, ya?
Apa? Kau diusir dari asramamu?
Ya. Saya tidak bisa menemukan tempat lain dengan harga terjangkau,
jadi saya menginap di sini selama beberapa hari.
Maafkan saya.
Tapi, Anda tidak akan menjatuhkan penalti karena menyebabkan keributan, 'kan?
Saya tidak pantas meminta seperti ini, tapi tolong jangan mengurangi poin saya.
Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Apa yang terjadi ini? Ruang terapi pasti sangat dingin saat malam.
Ini masalah besar. Masalah besar.
Aku merasa iba pada Nam Woo.
Iya, 'kan? Ini masalah besar. Masalah besar.
Ke mana dia pergi malam ini kalau tidak punya uang?
Tidak bisakah dia tinggal di asrama rumah sakit sementara waktu?
- Asrama rumah sakit? - Ya.
Saya rasa, biaya hidupnya akan terjangkau untuk Nam Woo.
Apartemen sebelah kami saat ini memiliki dua ranjang kosong.
Aku mengerti dia dalam kondisi sulit,
tapi asrama itu untuk staf rumah sakit, bukan peserta pelatihan.
Saya yang akan bicara kepada mereka.
Tidak akan ada masalah kalau memang tersedia ranjang kosong.
Saya akan bicara langsung pada Direktur.
Sungguh? Terima kasih.
- Maafkan saya. Maafkan saya. - Kau ingin seperti ini?
Kau ingin terus terlambat?
Masalahnya adalah... rumah sepupu tempat saya tinggal terlalu jauh.
Ye Seonsaeng, tolong mintakan satu lagi sekalian.
Aku ingin menyurukkan bocah ini ke asrama bersama Nam Woo.
Aih, Kepala, Anda harus tanya dulu apa Min Ho tidak keberatan.
Kenapa? Itu bagus.
Dengan Woo Seonsaeng tinggal di sebelah,
bisa memastikan Min Ho masuk kerja tepat waktu.
Kau tidak merasa Ye Seonsaeng jadi aneh?
Apanya?
Kenapa coba dia membantu Nam Woo?
Mungkin karena Ye Seonsaengnim merasa kasihan juga pada Nam Woo.
Menurutmu itu masuk akal? Dia itu robot yang tidak tertarik pada orang lain.
Kurasa dia melakukannya karena kau menginginkannya.
Kenapa?
- Karena dia menyukaimu. - Apa?
Mustahil.
Kau bilang dia mengakui karaktermu yang baik saat kita tugas sukarelawan.
Menurutmu apa maksudnya?
"Aku menyukaimu," itu maksudnya!
- Aey, itu tidak masuk akal. - Kenapa tidak? Oh!
- Bagaimana kalau kau menjadi Nyonya Ye? - Apa?
Nyonya Ye?
Ya. Istrinya Ye Seonsaengnim.
Nyonya Ye.
Jangan seperti itu.
Seonsaengnim.
- Tolong hentikan! Kenapa seperti ini? - Nyonya Ye di sini!
Nyonya Ye. Nyonya Ye.
Waah, Dae Bang, Dae Bang, Kim Dae Bang!
- Senang bertemu denganmu, kawan. - Kawan?
Kau bilang tidak ingat kita menjadi teman.
Oh, tapi setelah aku berjalan pergi...
...mendadak aku teringat semua kenangan berharga kita bersama.
- Kawanku. - Begitu? (*formal)
"Begitu?" Jangan bicara formal.
Karena kita teman, datanglah ke ulang tahun pertama anak kembarku.
Apa? Ulang tahun pertama?
Ya! Besok hari ulang tahun pertama anak kembarku.
Auh, jika saja kita berteman lebih awal,
aku pun akan datang ke ulang tahun pertama anakmu.
Maaf, kawan.
Aku... jomblo.
Sudah kukatakan kepadamu aku jomblo saat kita minum dan sepakat berteman,
- tapi sepertinya kau tidak ingat. - Benarkah?
Tolong diingat untuk berlatih secara rutin.
Sampai jumpa Senin.
- Hati-hati. - Terima kasih.
Oh, benarkah?
Kalau begitu tidak ada pilihan. Aku mengerti. Aku akan mencari orang lain.
Ye Seonsaengnim.
Terima kasih.
Berkat Seonsaengnim, temanku bisa tinggal di asrama.
Tidak, yang mengusulkan itu pada awalnya adalah Woo Seonsaengnim.
Tapi, itu jadi mungkin berkat bantuan Seonsaengnim.
Kapan pun Anda sekiranya membutuhkan bantuanku, silakan katakan saja.
Aku akan membantu.
Kalau begitu,
- bisa kau membantuku hari ini? - Apa?
Juniorku yang sudah setuju membantu dalam demonstrasiku tidak bisa datang hari ini.
Di antara banyak sebab nyeri leher,
penyebab paling umum adalah kelemahan dalam kelenturan penahan,
dan ketegangan di bagian tengkuk yang menyebabkan depan kepala...
Waah... suaranya sangat manis.
Bagaikan madu. Madu.
Telingaku, suaranya sangat manis, 'kan? Ini hari keberuntunganmu.
Itulah latihan penyelarasan leher.
Tingginya proporsional.
Dan otot-ototnya adalah keindahan alami.
Mataku, kau sangat bahagia, 'kan?
Aku akan mengaitkanmu dengan talinya.
Kau sangat beruntung hari ini.
Aku tidak tahu tapi siapa pun yang menjadi Nyonya Ye nantinya akan sangat bahagia.
Apa? Apa yang kukatakan? Aku harus sadar!
Aku akan menurunkan bangsalmu.
Baik, setelah menempatkan mereka pada posisi yang nyaman,
Anda harus mengontrolnya agar dapat mengangkat dagu mereka.
Silakan angkat seperti ini.
Dan pada posisi itu, aku akan mengangkat bahumu...
Dan menaikkan punggungmu. Wajah menghadap ke langit-langit.
Angkat kakinya. Satu...
Jantungku, kenapa kau begini?
Kuatlah, jantungku. Kumohon, kuatlah.
Anda tidak perlu mentraktirku makan malam.
Tidak, aku ingin membalas bantuanmu hari ini.
Tapi, aku tidak tahu apa kau suka hot pot (*daging dengan sayur).
Sejujurnya, aku belum pernah mencicipinya sama sekali.
Kelihatannya unik. Ada dua sup.
Ya, ini adalah kaldu pedas, sedangkan ini kaldu tawar.
Pilih salah satu dan makanlah seperti mengonsumsi shabu-shabu.
Seonsaengnim lebih suka yang mana?
Aku lebih suka kaldu tawar.
Ah, aku lebih suka kaldu pedas.
Ada dua jenis daging juga. Sogogi (daging sapi), Yanggogi (daging domba).
Seonsaengnim lebih suka yang mana?
Aku lebih suka Yanggogi.
Ah, aku lebih suka Sogogi.
Kurasa, kita tidak akan bertengkar gara-gara makanan karena selera kita berbeda.
Kita bisa menjadi teman makan yang cocok.
Kau benar.
Tapi, selera kita akan makanan mungkin bukan satu-satunya.
Kita mungkin menyukai orang-orang berbeda juga.
Apa? Apa maksud Anda?
Woo Seonsaengnim menyukaiku.
Dan aku menyukai Woo Seonsaengnim. Bukan begitu?
Apa?
Aku sangat menyukai Woo Seonsaengnim.
Maukah kau menjadi kekasih--
Maksudku...
...maukah kau menjadi istriku?
I--istri?
Kalau begitu, aku akan menjadi Nyonya Ye?
Ya, kau akan menjadi Nyonya Ye.
Woo Seonsaengnim.
Tolong jadilah Nyonya Ye-ku.
Ya.
Woo Seonsaengnim.
- Woo Seonsaengnim? - Ya?
Boleh aku memberimu saran?
Tolong singkirkan tanganmu.
Kau tidak suka sawi putih? Haruskah kutinggalkan saja?
Ah tidak, tidak.
Ah... gila, gila.
Kalau ini bagaimana?
Kenapa juga sih Kim Seonsaengnim mengatakan tentang Nyonya Ye...
...dan membuatku terobsesi akan hal itu?
Omong kosong apa pula Nyonya Ye itu?
Kami kan tidak hidup di era Joseon. Argh. (*di zaman modern, wanita menikah tetap dipanggil dengan marga keluarganya, tapi pada zaman Joseon, dipanggil dengan marga suaminya.)
Aku seharusnya jalan sendirian saja.
Tidak apa. Aku juga suka berjalan.
Mari kita jalan bersama.
Jika tanganmu dingin, masukkan ke dalam saku.
Ah, ya.
Bukan di sana. Di sini.
Kenapa kau tertawa?
Ini hanya imajinasiku.
Apa maksudmu?
Aku sungguh meraih tangan Woo Seonsaengnim dan memasukkannya ke dalam sakuku.
Aku sungguh menyukaimu, Woo Bo Young Seonsaengnim.
Ye Seonsaengnim.
Sebab itulah, Woo Seonsaengnim.
Maukah kau menjadi Nyonya Ye?
Nyonya Ye?
Aish, ini pasti imajinasiku saja.
Woo Seonsaengnim.
Woo Seonsaengnim.
- Ya? - Boleh aku memberimu saran?
Tolong keluarkan tanganmu. Ini sakuku.
- Kau baik-baik saja? - Ya?
- Ya. - Kalau begitu, mari jalan.
Apa itu? Barusan itu nyata, 'kan? Aku tidak berimajinasi, 'kan?
"Love and Happiness" oleh Jung Yeon Bok.
"Karena mencintaimu, aku bahagia."
"Dan karena bahagia, aku menjadi lebih mencintaimu."
"Kebahagiaanku bertumbuh bersama dengan cintaku terhadapmu."
"Cintaku, apakah tak mengapa menjadi sebahagia ini?"
"Ketika aku berusaha menekan dengan lembut cinta luar biasa yang kumiliki untukmu..."
"Karena mencintaimu, aku bahagia."
Woo!
Yay! Ya-hoo!
Woo-hoo!
Astaga. Kenapa dia?
Kelihatan seperti akan terbang ke langit.
Woo-hoo!
Yay!
Yay!
No comments yet. Be the first to leave one.