The first 200 lines.
Kau tahu, aku baru saja punya ide.
Kenapa aku tak menginap di hotel untuk istirahat, sedang kau pergi menemui orang tuamu?
John. Kau ingin bertemu mereka, ayo kita temui mereka. Lebih cepat kita menemuinya lebih baik.
Ibu juga mungkin tak ada di galeri, mungkin dia keluar makan siang. Ayah di kantornya.
- Kau mungkin tak bertemu mereka hingga makan malam. - Kau mungkin salah terhadap mereka.
Harusnya kau telepon lalu bilang ke mereka kita akan datang.
Kau mungkin akan jadi kejutan terbesar di masa mudamu.
Setelah 23 tahun tinggal di rumah yang sama bersama mereka, kau pikir aku tak tahu dengan ibu dan ayahku sendiri?
Aku harap begitu.
Tak ada masalah.
Kami cuman sebentar setelah itu kami ingin ke Claremont Drive.
Baik.
Aku mau lihat apa ibu ada di ruang kerjanya.
- Joey? - Hilary, hai. Apa kabarmu?
Sungguh mengejutkan!
- Aku temui kau sebentar lagi. - Baiklah.
- Aneh. - Patung favorit Hilary.
- Dinamakan patung kinetis. - Apa?
Lihat.
Tidakkah ini sesua...
- Sayang, apa yang kau lakukan di sini? - Kupikir mungkin ibu ada di sini.
Mrs. St. George, aku ingin kau berkenalan dengan Dr. Prentice.
Dr. Prentice. Aku senang sekali berkenalan denganmu.
Mrs. St. George, senang bertemu denganmu.
Christina sedang makan siang dengan Mr. Cazelet. Bila kau mau, aku bisa meneleponnya.
Tidak, bilang saja padanya aku kembali, itu artinya aku pulang.
Ada sesuatu yang terjadi? Apa ada masalah?
Ada sesuatu yang terjadi, tapi semuanya baik saja. Terima kasih, Hilary.
- Bagaimana Hawaii? Menyenangkan? - Hawaii sungguh luar biasa.
Kau tinggal di San Francisco, dokter, atau kau sedang berkunjung?
- Aku cuman lewat. - Begitu.
Menyenangkan bisa berkenalan denganmu, Mrs. St. George.
- Terima kasih. - Sampai jumpa.
Bukan, Hilary yang kelola galeri itu sekarang, tapi ibu yang punya semua idenya.
Idenya memenuhi kamar hotel dengan konsep brilian yang orisinil.
Memberikan orang-orang yang menginap waktu memutuskan apa mereka cukup suka untuk menempatinya.
Hotel memberi dekorasi secara gratis,
para tamu bisa lihat lukisan yang bagus daripada barang tiruan yang jelek,
pelukis punya kesempatan menjualnya, dan ibu terima komisinya.
Belok kanan.
- Bukankah itu cerdas? - Itu memang cerdas.
- Berapa hutangku padamu? - $10.50, bung.
$12, bagaimana?
Baiklah.
Baiklah.
Oh, John, kita temui Tillie.
Tillie, dia Dr. Prentice. John, Nona Matilda Binks.
Senang berkenalan denganmu, Nona Binks. aku tentunya sudah dengar banyak tentangmu.
Untuk apa kau pulang tiba-tiba ini? Orang tuamu tak tahu kau datang. Kau sudah beritahu mereka kau pulang?
Ya, aku tinggalkan pesan buat ibu di galeri.
Senang melihatmu, Tillie! Aku rindu denganmu.
Kau masih belum bilang padaku kenapa kau pulang lebih awal. Kau ingin kopor itu dibawa ke atas?
Tidak dengan kedua koporku. Aku datang bukan untuk tinggal.
Itu alasan pribadi, Tillie. Aku akan ceritakan semuanya.
Kau sudah makan siang, atau kau mengharapkannya sekarang?
Bisa kau buatkan kami sandwich dan kopi? Kami akan memakannya di teras, bagaimana?
Kau suka?
Bagus.
Ayo keluar untuk melihatnya dari teras.
- Oh. - Apa?
Hey, siapa itu?
Itu Dorothy. Dia menarik? Dia bantu Tillie selama seminggu.
- Hari apa saja? - Lupakan.
Hey, aku harus hubungi orang tuaku untuk segera mengabarinya.
Baiklah, gunakan telepon di ruang kerja.
- Kau akan perkenalkanku? - Tidak di telepon.
- Kau tak mau bilang ke mereka tentangku? - Sebaiknya aku tulis surat ke mereka.
Aku harus berkenalan dengan mereka, kan, sebelum aku datang ke Jenewa?
Atau kita akan terus merahasiakan pernikahan kita dari mereka?
Kenapa aku tak kepikiran hal itu? Lihat, itu baru ide.
Aku akan rahasiakan hal ini hingga Dorothy pergi.
Los Angeles, tolong. Kode area 213.
Axminister 246-99. Waktu dan biaya.
Aku punya hak untuk pendapatku sendiri, kau ingin pendapatku?
Aku tak peduli lihat bangsaku sendiri mementingkan dirinya sendiri.
Dan aku tak mau pendapatmu, bila aku benar membutuhkannya aku akan minta...
Tillie, maafkan aku. Aku tak bermaksud seperti itu.
Tapi bukan berarti kau seperti yang kau bilang juga, kau sangat keliru.
Dengar, kau orang terakhir yang aku harapkan punya penilaian yang bodoh.
Kau tahu aku selalu menyukaimu, kau cuman hitam seperti dirinya.
Bagaimana mungkin itu tak masalah buatku menyukaimu dan salah buatku untuk menyukainya?
Bisa kau berhenti beranggapan seperti itu?
Dengar, apa yang kita punya buat makan malam nanti malam? Harus punya sesuatu yang spesial.
Sup seledri dan rump steak.
Ayo, Tillie! Sup penyu dan tournedos.
Dan resep pai terbaikmu?
Itu ibu!
Joey? Sayang?
- Di mana dia? Joey? - Ibu!
- Halo, sayang, kau baik saja? - Ibu, senang sekali bertemu ibu!
Tidak, tak ada masalah. Semua baik saja!
Ibu telepon galeri tepat setelah makan siang untuk memberitahu Hilary bahwa Cazelet sepakat meminta ibu...
- Benarkah? Itu bagus sekali! - Ya. Dia sungguh aneh.
Dia bilang kau pulang. Dia pikir barangkali kau punya kejutan buat ibu.
Apa yang dia maksud?
Ibu dengar seseorang? Ada orang di sini?
Ibu, aku bahagia sekali! Aku belum pernah sedemikian bahagia selama hidupku! Aku cuman...
Datang tiba-tiba. Ya, ibu bisa melihatnya.
Ibu sudah rasakan kebahagiaanmu. Ibu mengenalnya?
Belum, belum, itu dia. Aku hanya bertemu dengannya sendiri 10 hari yang lalu.
Dan ibu tak bakal percaya apa yang terjadi hanya dengan 10 hari!
Kupikir ibu tak bakal percaya, bila kau menyimpan hal ini cukup lama untuk diberitahukan pada ibu.
- Ibu...ibu, dia sungguh mengagumkan. - Segala hal mengagumkan terjadi dalam...
Aku belum pernah kenal pria sepertinya. Tak pernah tahu yang seperti ini.
Aku jatuh cinta dengannya dalam waktu 20 menit!
Astaga! Itu cepat.
Ayah, aku ingin ke sana sudah sejak lama, tapi waktu begitu singkat,
aku harus kembali bekerja.
Ya, tapi ayah masih tak mengerti kenapa kau tak bisa habiskan satu hari bersama kami.
Sebenarnya, ayah, aku bertemu wanita.
Kau apa? Kau bertemu wanita? Kenapa kau tak bilang dari tadi? Mary, dia bilang dia bertemu wanita.
Itu baik. Itu kabar baik. Dia tinggal di San Francisco?
Ya. Dia tinggal di sini. Aku di rumahnya sekarang.
Dia di rumahnya sekarang, di rumah kekasihnya. Itu beda, nak. Di mana kau bertemu dengannya, di Hawaii?
Ya, di Hawaii. Aku mau bertemu orang tuanya.
Itu terdengar baik, nak. Maksud ayah, serius.
Ya. Ini serius.
Ini sungguh kejutan.
Ya, dia mengejutkan dengan banyak hal, ayah.
Ibumu bilang, "Dia cantik?"
Ya, dia cantik.
Bilangnya dia cantik. Apa?
Ibumu bilang, "berapa usianya?" Mary, apa perbedaan yang bisa ditimbulkan?
Dia baru 23, ayah.
23, itu bagus.
Kau ingin pendapat ayah? Kau 37, itu baru benar-benar berbeda.
Usia perempuan lebih cepat dari pria. Kau paham maksud ayah?
Kau berniat menikahi wanita itu, nak?
Kami sedang membahasnya, tapi...
Ayah, ada 1-2 masalah, ayah tahu,
yang ingin aku tuliskan pada ayah dalam pesawat ke New York malam ini.
Bagaimana?
Dia tenang sekali dan yakin akan semuanya.
Dia tak punya tekanan dalam dirinya.
Dia tahu yang dia yakini dan apa yang dia pikir itu benar,
kenapa, dan ke mana dia akan pergi.
Ibu, ada satu hal yang harus aku beritahukan pada ibu.
Dia sudah menikah sebelumnya, dan dia punya seorang putra.
Itu sungguh menyedihkan.
Keduanya, istri dan putranya tewas dalam kecelakaan kereta di Belgia delapan tahun yang lalu.
Dan John...
Aku bahkan belum bilang pada ibu namanya.
Ibu, namanya John Wade Prentice. Bukankah itu nama yang bagus?
John Wade...
Joanna Prentice, akan jadi namaku.
Tapi, bu. Ibu?
Ada hal lain yang harus aku sampaikan pada ibu,
di mana John menaruh perhatian akan hal ini, menaruh perhatian sangat dalam.
Dia mengkhawatirkannya seminggu terakhir apa ibu dan ayah akan kecewa bila...
Aku sudah tunggu lama. Aku bertanya-tanya kau di mana.
Ibu, ini John.
Dok...Dok... Dr. Prentice?
Aku senang sekali bertemu denganmu.
Aku senang bertemu anda, Mrs. Drayton.
Aku pikir Joanna sudah beritahu anda kabar yang penting.
Dia sudah bilang padaku banyak hal, dan semuanya sangat cepat juga.
Dia baru mengenalku 10 hari, makanya dia tidak beritahu anda meskipun aku malu.
Itu bisa jadi masalah lain buat kita.
Mrs. Drayton, aku secara medis memenuhi syarat, jadi aku harap anda tidak mengganggap ini suatu kelancangan
bila aku minta anda untuk duduk sebelum anda terjatuh.
Dia pikir ibu akan jatuh pingsan karena dia seorang Negro.
Itu...
Aku tak berpikir aku akan jatuh pingsan.
Tapi aku akan duduk bagaimanapun juga.
Bisa kita semua duduk?
Aku...
Aku pikir ini tak jadi masalah bila aku bilang,
"Ya Tuhan," benar, kan?
Ya Tuhan.
Kita keberatan ibu bilang "Ya Tuhan"?
Aku tidak keberatan.
- Mereka bilang apa? Kau sudah beritahu mereka tentangku? - Ya.
- Mereka bilang apa? - Mereka bilang aku terlihat serius
lalu bertanya apa kau cantik. Aku bilang kau cantik.
Mereka bilang itu kejutan yang besar. Aku bilang itu benar.
Apa yang mereka bilang saat kau beritahu mereka aku bukan wanita berwarna?
Aku belum bilang. Itu serasa seperti kejutan yang besar di telepon.
Bagaimanapun juga, banyak orang akan berpikir kami pasangan yang sangat mengejutkan.
- Itu benar, Mrs. Drayton? - Aku tahu yang kau maksud.
Tillie membuatkan kita sandwich. Ayo pergi keluar.
Ya, mari.
Ayo, Dr. Prentice.
Aku bisa jelaskan segala keadaan ini dalam waktu dua menit.
Ibu tahu, John diundang untuk memberi kuliah di Universitas Hawaii.
Kami bertemu di pesta besar di rumah dean, setelah pesta kami melakukan perjalanan jauh.
Terima kasih.
Sejak saat itu kami ke mana-mana bersama tiap malam. Kami berenang tiap hari.
Setelah itu John harus terbang kembali ke Los Angeles di hari sabtu untuk menemui orang tuanya.
Disitulah mereka tinggal.
Terima kasih, Tillie.
Coba yang ini. Ini enak.
- Ibu mau kopi? - Tidak. Tidak, terima kasih. Tidak kopi.
Ayahmu tahu kau pulang?
Belum, aku mau meneleponnya. Ibu pikir dia akan pulang lebih awal bila...
Dia akan pulang lebih awal, tentu saja. Dia akan bermain golf bersama Monsinyur Ryan.
Itu bagus sekali! Berarti dia bisa bertemu John dan kita bisa mengobrol sepanjang makan malam.
Karena, ibu tahu, John harus terbang ke New York malam ini untuk menemui temannya di Universitas Columbia.
Lalu besok malam, dia terbang ke Jenewa melakukan tugas selama tiga bulan untuk Organisasi Kesehatan Dunia.
Apa yang jadi niatanku terbang ke Jenewa minggu depan agar kami bisa menikah.
- Itu seluruh keadaannya. - Secara ringkasnya.
No comments yet. Be the first to leave one.