The first 193 lines.
Manisnya Cinta Pertama
Episode 10
Sampai jumpa.
Bagaimana?
Kondisi Le Diyin lumayan bagus
Maksudku tentang magang hari ini.
Cukup bagus.
Ouyang Yu bilang apa?
Banyak, kau ingin dengar yang mana?
Kalau kau bekerja di tempatnya,
kau pasti akan menyesal.
Menyesal? Aku memang menyesal.
Menyesal kenapa tidak pergi lebih awal.
Dia tidak hanya mengajariku banyak pengalaman,
juga memberiku
kesempatan magang di kantor pusat Ouyang Group di Amerika.
Dan membiarkanku,
pergi menghadiri simposium di Amerika yang kulewatkan gara-gara kau.
Iri, kan?
Kau tidak merasa ganjil?
Kenapa?
Kau merasa masih kurang baik?
Bukan tidak baik.
Sebaliknya, ini terlalu baik
hingga sulit untuk dipercaya.
Kenapa tiba-tiba ada orang
yang begitu memercayai kemampuanmu?
Disertai dengan serangkaian hal baik yang jatuh dari langit.
Kau tidak merasa ini aneh?
Percaya padaku.
Jangan pergi.
Ayah
Ayah
Ada apa denganmu?
Cepat masuk.
Ada apa denganmu?
Zihui!
Kau kenapa!
Su Muyun! Su Muyun!
Baju tidurku sudah sedikit usang,
dan bukan baju bermerek.
Kau jangan keberatan ya.
Barang bermerek
adalah barang yang paling tak berguna di dunia ini.
Sudah selarut ini,
bagaimana kalau menghubungi orang tuamu?
Aku tidak mau minum lagi.
Berapa nomor telepon orang tuamu?
Kubantu hubungi.
Mari, minum.
Yang satu adalah pencegah demam,
yang satunya lagi pereda pengar. Semuanya harus diminum.
Patuhlah.
Setelah meminumnya,
kau boleh istirahat di sini.
Lalu aku akan mengabari orang tuamu.
Kalau tidak, mereka akan sangat khawatir.
Mereka juga begitu,
di tengah hujan selebat ini,
kenapa tidak menelepon menanyakan keadaanmu.
Jangan ungkit ayahku,
dia sama sekali tidak akan memedulikanku.
Ayah,
aku tidak enak badan.
Kebetulan sekali,
minumlah bir, untuk menghangatkan perut.
Aku benar-benar tidak bisa minum lagi.
Ini putriku.
Cantik, kan?
Putriku, wakilkan Ayah
menyulang Manager Zhao tiga kali.
Kau bisa merias diri secantik ini
dan masuk di universitas yang bagus,
semua berkat Manajer Zhao.
Eh bukan, ini berkat Paman Zhao.
Mari.
Ambil.
Cepat.
Cepat.
Habiskan.
Habiskan.
Cepat.
Cepat sedikit.
Baik.
Gadis ini tidak pengertian!
Lihat saja bagaimana aku membereskanmu nanti!
Bangun!
Langsung pergi begitu saja.
Mau kuletakkan di mana mukaku ini!
Ayah,
aku hari ini benar-benar kurang enak badan.
Kau sama saja dengan ibumu!
Orang tak berguna!
Kau sebenarnya peduli terhadap putrimu ini tidak?
Atau di matamu hanya ada uang!
Kenapa melihatku? Tidak terima?
Setiap uang yang kau habiskan,
adalah hasil kerjaku!
Apa yang kau lakukan?
Mulai dari sekarang,
aku tidak akan menggunakan uangmu lagi!
Berhenti!
Aku sendiri saja tidak tahu di mana ibuku.
Selain kau, di dunia ini
tidak ada lagi orang lain yang akan memedulikanku.
Waktu kecil,
hanya ada seekor anjing yang menemaniku.
Berikan.
Kembalikan anjingnya padaku!
Duduk di sana!
Apa yang kau tangiskan?
Tidak boleh menangis!
Kuberitahu kau,
menangis
adalah hal yang paling tak berguna di dunia ini.
Jangan seperti ibumu, orang yang tak berguna!
Ibuku dulu memiliki kariernya sendiri,
tapi ayahku menyuruhnya mengundurkan diri, menjadi ibu rumah tangga.
Kemudian dia merasa kesal karena ibuku tidak menghasilkan uang,
dan bisnisnya sendiri kurang lancar.
Lalu sering memukul dan memaki ibuku.
Ibuku sering menangis di tengah malam.
Terakhir dia sudah tak tahan lagi.
Dia minggat dan menelantarkanku seorang.
Setelah itu, saat ayahku mabuk berat,
dia sering melampiaskan emosinya padaku
karena dia merasa kesal terhadap ibuku.
Setelah dia minum bir,
dia tidak akan menganggapku sebagai manusia.
Universitas Mingxian
Baik, pelajaran hari ini sampai sini.
Mahasiswa sekalian, kelas berakhir.
Kawan, ayo pergi makan.
Haruskah kau memanggilku seperti itu?
Kau adalah orang pertama
yang mendapatkan penghargaan ini.
Melalui rapat ORMAWA seksi sastra dan budaya,
kami memutuskan untuk memberikan lomba tambahan.
Sebagian peserta debat yang tereliminasi sebelumnya,
sore minggu ini
dipersilakan berkumpul di aula sekolah untuk mengikuti lomba.
Aku sudah trauma
terhadap aula itu.
Lagi pula, kenapa memilihku?
Ingin mempermalukanku, ya?
Sebelumnya karena tidak ada persiapan.
Kali ini berbeda.
Kali ini ada waktu 4-5 hari untuk mempersiapkannya.
Serang dia habis-habisan.
Tidak.
Aku benar-benar tidak pandai berdebat.
Tapi, ada hadiah uang sebesar 10.000 yuan.
Berusahalah demi uang.
Ayo.
Lomba Debat Tambahan Universitas Mingxian
Aturan dalam lomba tambahan adalah
mengambil undian dalam pemilihan rekan.
Dua orang sekelompok.
Orang yang telah terpilih tidak perlu mengambil undian,
langsung membentuk kelompok.
Perlombaan menerapkan sistem konfrontasi secara acak.
Juri Semuanya bergegas.
Lomba akan dimulai setengah jam kemudian.
Mohon para peserta datang ke area pemilihan peserta
mengambil undian.
Ayo, ambil undian.
Entah akan berpasangan dengan siapa.
Berharap bisa dengan orang yang hebat.
Lin.
Kita satu kelompok.
Benarkah?
- Lihatlah. - Coba kulihat.
Sungguhan.
Bagus sekali.
Ding Xiaoqing
Xiaoqing.
Teman, kau melihat Xiaoqing tidak?
Tidak lihat.
Teman, permisi.
Kau telah menghalangi mahasiswa yang di belakang.
Baik.
Sudah beres.
Beraninya menindas ketua dewi kami.
Lihat saja akibatnya nanti.
Su Nianfeng, mana rekan setim-mu?
Ding Xiaoqing
Halo, nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.
Ding Xiaoqing
Halo, nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.
Sesuai aturan, kalau tidak ada pasangan,
kau harus memilih antara berlomba 1 lawan 2,
atau langsung menyerah.
Aku memilih 1 lawan 2.
No comments yet. Be the first to leave one.