Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba

Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba (鬼滅の刃)

Download Indonesian Subtitle

Season 4

Release info

Kimetsu No Yaiba - Katanakaji - S3 - E08 [1080p HEVC]
A Commentary by Popopupo1
Untuk releasan Nyaa, Judas, Asw, Anime Time, Jangan lupa berikan Ratings ya*Ig : @Sebastianus_Ariston20

Tags

1080
HEVC
TS
Published on: 2023-05-30
Downloads: 73
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 140 lines.

Rasa kebasnya parah...

gara-gara jarum-jarum ini.

Meski berhasil keluar dari bejana air, tapi aku sudah...

Ko... Kotetsu...

Sulit mengerahkan tenaga.

Aku sudah...

Kamu pasti bisa, Muichiro.

Ayo, coba berdiri.

Ayah?

Pemburu Iblis

Arc Desa Pedang

Ke mana aku harus berlari dalam gelapnya malam?

Satu-satunya pemandu hanyalah sinar rembulan

Aku tidak bisa menghapus rasa sakit serta kepedihan

Namun, aku tak akan membiarkan kobar api dalam hatiku mati

Untuk siapa kita harus mengemban kehendak ini?

Haruskah kita emban hingga sinar mentari menyingkap kegelapan?

Dengan diselimuti api yang menyala dari hati yang bebas

Aku melesat jauh, dan kini, bisa melewati fajar

Sampai aku bisa mencintai dunia ini tempat kamu berada sekali lagi

Akan aku teruskan meski harus meregang nyawa

Menyambung keajaiban yang terlahir dari ikatan batin yang telah kita jalin

Episode 8: Arti "Mu" dalam Nama Muichiro

Aku ingat. Ayahku adalah seorang penebang kayu.

Sebagai putranya, sudah sewajarnya aku membantunya menebang.

Aku...

Aku suka membantu pekerjaan ayahku.

Apa Ibu baik-baik saja?

Ayah masih keluar memetik tanaman obat-obatan.

Ibu!

Suhu tubuhnya tinggi.

Pakai futonku saja. Bagaimana, Ibu?

Dingin.

Ayah akan segera pulang!

Hari itu...

aku kehilangan kedua orang tua yang kusayangi sekaligus.

Mereka meninggal waktu aku berusia sepuluh tahun.

Di usia sepuluh tahun, aku hidup sebatang kara.

Muichiro.

Tidak, bukan begitu.

Aku jadi sebatang kara saat berusia sebelas tahun.

Aku...

Aku punya saudara kembar.

Kakakku bernama Yuichiro.

Kebaikan tidak akan menguntungkan orang lain.

Meski kamu menolong orang lain, itu tidak akan ada artinya.

Kamu salah.

Maknanya, membantu orang lain akhirnya berujung pada kebaikan sendiri.

Begitu kata Ayah.

Jangan percaya orang yang mati karena mencoba menolong orang lain.

Kenapa kamu bilang begitu?

Ayah mencoba menolong Ibu.

Mana ada tanaman obat yang bisa menyembuhkan kondisinya saat itu.

Ayah bodoh maksimal.

Kakak jahat.

Andai dia tidak pergi saat badai, kita cuma akan kehilangan Ibu saja.

Jangan bilang begitu! Kakak kelewatan!

Aku hanya bilang kenyataannya.

Berisik, jangan keras-keras, nanti didatangi babi hutan.

"Mu" dalam "Muichiro" diambil dari "Munou" yang berarti tidak mampu.

Pembicaraan kita tak ada manfaatnya.

Pada akhirnya, masa lalu tak bisa diubah.

"Mu" dalam "Muichiro" diambil dari "Muimi" yang berarti tidak berarti.

Kakakku memiliki lidah yang tajam.

Aku merasa aku mirip Kakak saat aku kehilangan ingatan.

Hidup berdua bersama Kakak terasa menyesakkan.

Aku kira dia membenciku.

Aku kira dia orang yang dingin.

Musim pun berlalu.

Musim semi tiba.

Kakak, aku akan ambil air dulu.

Masih belum kamu lakukan toh?

Dia tampak begitu cantik.

Awalnya, aku kira dia adalah peri pohon betula.

Wanita itu bilang bahwa dia adalah istri Tuan Besar.

Dia jauh-jauh naik ke gunung hanya untuk menawarkan sesuatu pada kami.

Akan tetapi...

Pada akhirnya, Kakak menolak Nyonya Amane dengan kata-kata kasarnya.

Bukankah itu hebat? Katanya, kita keturunan pendekar pedang!

Apalagi, keturunan orang hebat pengguna ilmu napas pertama!

Peduli setan. Cepat cuci berasnya.

Hei! Ayo kita jadi pendekar pedang!

Memang sulit dipercaya kalau ada yang namanya iblis di dunia ini,

tapi kita bisa berguna.

Ayolah!

Ayo kita tolong orang-orang yang menderita karena iblis!

Aku yakin kita pasti—

Memangnya apa yang kamu bisa?!

Anak yang bahkan tidak bisa mencuci beras mau menjadi pendekar pedang?!

Kamu mau menolong orang?!

Goblok juga ada batasnya!

Kamu memang persis Ayah dan Ibu!

Terlalu optimis, tahu!

Apa otakmu geser?!

Sama seperti Ibu, yang bersikukuh bekerja, lalu sakit tanpa bilang-bilang!

Sama seperti Ayah, sudah tahu badai malah pergi mencari tanaman obat!

Padahal...!

Padahal sudah kularang!

Aku juga berulang kali menyuruh Ibu untuk beristirahat!

Menolong orang lain hanya bisa dilakukan oleh orang-orang terpilih!

Meski leluhur kita pendekar pedang, memangnya yang bisa kita lakukan?

Kamu mau tahu apa yang kita bisa?

Ada satu yang kita bisa!

Mati sia-sia karena hidup kita tak ada harganya!

Karena kita anak Ayah dan Ibu!

Pada akhirnya, wanita itu cuma mau memanfaatkan kita!

Dia pasti merencanakan sesuatu!

Pembicaraan kita selesai! Paham?

Buruan bantu siapkan makan malam!

Sejak saat itulah, kami berhenti bicara satu sama lain.

Tapi pernah sekali kami bertengkar lagi,

saat Kakak menyiram Nyonya Amane karena selalu menemui kami.

Musim panas tiba.

Saking panasnya, sampai-sampai membuat kami gampang marah.

Waktu malam pun panas. Bunyi tonggeret di mana-mana.

Owalah, cuma ada dua bocah.

Ya sudahlah.

Muichiro!

Kakak! Kakak!

Sakit! Sakit!

Berisik! Bisa diam enggak?

Jangan heboh.

Palingan penebang kayu miskin seperti kalian enggak ada gunanya.

Ada atau enggak ada, enggak akan mengubah apa pun.

Nyawa kalian enggak berharga.

Saat itu, aku hanya bisa melihat warna merah.

Pertama kalinya dalam seumur hidupku,

aku merasakan kemurkaan luar biasa yang seolah membeludak dari dalam.

Aku tidak ingat kejadian setelahnya.

Sampai sekarang pun aku sulit percaya bahwa...

raungan dahsyat itu keluar dari tenggorokanku sendiri.

Begitu sadar, iblis itu sudah sekarat.

Tapi dia tersiksa karena tidak mati-mati meski kepalanya remuk.

Tak lama kemudian, matahari terbit.

Iblis itu menjadi debu dan lenyap.

Terus terang, aku tidak peduli.

Aku hanya ingin ke tempat Yuichiro sesegera mungkin,

tapi tubuhku menjadi berat dan sulit digerakkan.

Bahkan untuk mencapai rumahku butuh waktu yang cukup lama.

...wa, tolong... matkan dia.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left