The first 200 lines.
Hari terakhir perjalanan kami dimulai dengan tenang.
Para warga memulai hari mereka dengan joging dan bersih-bersih
seperti biasa.
Tapi hari ini sudah jauh lebih bermakna bagi kami.
"Hari terakhir kedua pelancong di Kuba"
Hari ini kami kembali ke Havana, tempat kami pertama mendarat.
Setelah malam yang gelap,
kami akan terbang ke Korea.
Itulah sebabnya kami tidak ingin menyia-nyiakan waktu.
Begitu aku bangun, langit cerah menarik perhatianku
dan membawaku ke balkon.
Aku tidak percaya laut ini berada di sampingku sepanjang malam.
"Aku tidak percaya laut ini berada di sebelahku sepanjang malam"
Aku tidak bisa menahan rasa sedih akan pergi,
tapi aku tidak mau ketinggalan momen saat ini karena hal itu.
Untuk menikmati laut dari dekat,
aku dan Je Hoon memutuskan untuk berjalan-jalan di sepanjang pantai.
Ombak di sini selalu tampak sangat tenang.
Ternyata, bukan hanya kami yang ingin menikmati
ketenangan laut itu.
Burung pelikan.
Dia terbang dan duduk di atas air.
Aku masih belum bisa terbiasa pada kenyataan
bahwa pantai ini hanya berjarak beberapa langkah.
"Kamera Jun Yeol"
Astaga, pasirnya...
Pasirnya sangat lembut.
Pasir yang menutupi kakiku dan sinar matahari yang menggelitik wajahku
terasa hangat.
Kami memejamkan mata, mencoba merasakan mereka lebih baik.
Kami bisa melihat jejak kaki kami dengan sangat jelas.
Tidak seperti tadi malam, laut bersinar berwarna biru,
seperti senyum orang-orang pagi ini.
Pasirnya terasa begitu nyaman dan lembut.
Aku bisa berjalan dengan mudah ke ujung pantai itu.
Kegelisahan pada hari terakhir perjalanan
ditenangkan oleh ombak.
Kamu mau segelas susu kocok gandum?
- Segelas apa? - Susu kocok gandum.
Aku suka susu kocok gandum.
Bahkan aromanya seperti mereka.
Aku belum pernah melihat
pasir sehalus ini dalam hidupku.
Kemarin, aku tidak menyadarinya karena memakai sepatu. Indah sekali.
Pasirnya benar-benar lembut.
- Susu kocok gandum? - Ya.
Bagaimana kalau kita sarapan?
Ayo.
Kami akan memikirkan bagaimana menghabiskan hari terakhir kami
sambil sarapan.
"Mereka memasuki prasmanan untuk sarapan"
Halo.
Kita bisa masuk begitu saja?
Ini besar sekali.
Dari berbagai hidangan telur,
roti dan sosis, hingga hidangan penutup,
hotel berfasilitas lengkap ini menawarkan segala jenis makanan.
Siapa sangka Kuba memiliki sebuah hotel seperti ini?
Sundae.
Sosis.
Ini adalah
sarapan ala Amerika yang sesungguhnya.
"Hidangan telur yang lezat sedang disiapkan"
"Tersenyum"
"Jun Yeol ramah seperti biasanya"
"Mereka mengambil makanan sebanyak yang mereka inginkan"
Selamat menikmati makananmu.
Kamu tidak pernah melewatkan sarapan.
Di rumah, aku sering melewatkannya.
Tapi aku tidak pernah melewatkan sarapan saat melakukan trip.
Aku tidak pernah melewatkan waktu makan apa pun.
Aku bahkan makan camilan.
Makan tiba-tiba menjadi sangat penting.
Akhirnya aku makan sangat banyak.
- Selera makanmu meningkat. - Ya.
"Dengan selera makan yang meningkat"
"Mereka memulai acara makan sarapan Kuba"
- Jun Yeol. - Ya?
Ayo kita makan siang di sini juga.
Ini menyenangkan.
Je Hoon.
Ini hari terakhir kita.
Ini hari terakhir kita.
Benar. Ya, benar.
Saat sadar itu hari terakhir kami, Je Hoon tiba-tiba menjadi sedih.
Benar.
Tapi rasanya seolah bisa berlanjut selamanya.
Momen ini.
"Rasanya momen ini seolah bisa berlanjut selamanya"
Jun Yeol, kamu mau tinggal di sini kalau kuminta?
- Di Kuba? - Ya.
Tentu saja.
Tinggal sedikit lebih lama?
Tapi kamu punya banyak pekerjaan begitu kamu kembali.
Aku mulai memikirkan pekerjaan yang harus kulakukan
saat aku kembali.
"Aku harus melakukan ini, ini, dan ini."
Kamu mulai memikirkan itu.
Ada beberapa hal
yang harus kita lakukan setelah sarapan.
Pertama, kita harus menyewa mobil.
- Mobil? - Ya.
- Kita harus bertanya-tanya. - Baik.
"Hal pertama yang harus dilakukan: menyewa mobil"
Lalu...
Kita juga harus bermain di kolam renang dan minum.
Pendaftaran keluarnya saat tengah hari.
Saat tengah hari? Baiklah.
"Perjalanan mereka dimulai di Havana"
"Dan akan berakhir di sana"
Benar. Perjalanan kita belum berakhir.
Ayo kita manfaatkan sisa waktu kita sebaik mungkin.
"Mereka selesai sarapan dan siap untuk tugas selanjutnya"
Karena ini hari terakhir di Kuba, kami ingin kendarai mobil sendiri.
Di hotel mewah seperti ini pasti ada layanan mobil sewaan yang bagus.
Hai, aku sedang mencari perusahaan penyewaan mobil.
- Penyewaan mobil? - Ya.
Pergilah ke Hotel Sol Palmeras.
Hotel itu memiliki layanan 24 jam.
Apakah hotel itu berjarak hampir lima menit?
Jaraknya 200 meter.
Jaraknya 200 meter? Baiklah.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Hotel ini besar sekali. Bahkan ada perusahaan penyewaan mobil.
Itu bagus sekali.
"Pada hari terakhir mereka, bahkan sinar matahari pun sempurna"
- Mestinya kita naik itu. - Apa?
"Sebuah kereta melewati dua pria yang lelah itu"
Mestinya kita naik itu.
Ayo kita naik itu saat kita kembali.
Ayo.
Sepertinya dia berpikir, "Kalian berjalan sampai kemari?"
"Teman-teman, kalian berjalan sangat jauh.
"Apakah mereka akhirnya bisa mengemudikan mobil di Kuba?"
Kami ingin pergi ke Havana dengan mobil.
- Jadi... - Kapan?
Hari ini.
Hanya untuk satu hari, ini tarifnya.
Tarif sewanya 110
dan 15 untuk asuransi. Totalnya 125.
Kamu harus meninggalkan deposit 200 dolar.
Setelah kamu selesai, uang itu akan kukembalikan kepadamu.
Tapi masalahnya,
kami ingin mengembalikan mobil ini di Havana.
Itu tidak bisa.
Kamu harus menyewa minimal tiga hari
- dan membayar biaya tambahan. - Biaya tambahan?
Biayanya 25 dolar.
Kami harus tahu sebelumnya untuk mencari mobil dari Havana.
Nanti kami tidak akan punya satu pun yang tersedia.
Minimal sewa tiga hari untuk mengembalikan mobil di Havana.
"Mereka harus menyewa mobil minimal selama tiga hari"
Begitu rupanya.
Kenapa?
Dari terjun payung sampai menyewa mobil,
sepertinya tidak ada yang sesuai dengan keinginanku.
Terima kasih.
Astaga.
Sayang sekali.
"Kecewa, Je Hoon meletakkan tangannya pada mobil itu"
Lain kali...
Kita akan menyewa mobil di bandara.
Kali ini, kita tidak bisa berbuat apa-apa.
Baiklah.
Aku juga bisa berkorban.
Aku akan tinggal di sini selama tiga hari lagi.
Tidak. Kamu salah satu aktor terbaik Korea. Kamu tidak boleh lakukan ini.
Kamu harus kembali ke Korea.
Lagi pula, kurasa aku tidak bisa tinggal di sini sendirian.
- Aku akan terlalu kesepian. - "Jun Yeol!"
Je Hoon, misi kita sekarang adalah
mencari tahu bagaimana cara kembali ke hotel.
- Kalau kita melakukan ini... - Kereta itu...
- Ini? - Satu, dua, tiga.
"Sepertinya mereka melakukan teleportasi ke hotel"
Tidak?
"Mereka harus berjalan untuk kembali ke hotel"
Kami kesulitan mencari transportasi
bahkan pada hari terakhir kami.
Waktu berlalu.
Kami tidak ingin membuang waktu lagi berusaha menyewa mobil.
Kami memutuskan untuk memesan taksi di hotel sebagai gantinya.
- Hai. - Hai.
Kamu bisa membantu kami memesan taksi?
- Ke mana? - Ke Havana.
Havana. Kapan? Hari ini?
- Ya. - Hari ini
- Pukul 2 siang. - Pukul 2 siang.
- Pukul 2 siang hari ini. - Atau pukul 2.30 siang.
"Mereka memesan taksi untuk pukul 2.30 siang"
Kita tidak akan terlambat, bukan?
- Baiklah. - Tidak. Butuh waktu 1,5 jam.
Baik. Akan kupesankan untukmu.
- Berapa tarifnya? - Biasanya,
tarifnya kurang lebih 90-100 dolar. Nanti kukabari.
- Baiklah. Terima kasih. - Sama-sama.
Sekarang, ayo kita pergi ke kolam renang.
Karena kami sudah memesan taksi,
kami tinggal menikmati Varadero sebanyak mungkin.
Bersama seluruh staf yang sudah bekerja keras selama dua minggu.
No comments yet. Be the first to leave one.