The first 200 lines.
Persembahan BMCI Jatim
Diterjemahkan oleh Ananda Rizki Chauhan Situbondo
Pak, kita mendapat keuntungan 75 crores ...
dari klub pertarungan Xantray kita.
50 crores dari klub pertarungan Hong Kong.
40 crores dari klub pertarungan Korea.
Raghav... kami temukan dia!
Di mana?
Hyderabad.
Cut! Cut! Cut!
Minggir!
Berkemas!
Sayangku terluka... Aku hancur!
Putriku bernilai 100 crores.
Panggil ambulans. Panggil dokter!
Pak... kau mau ke mana?
Tunggu sonny boy!
Apa kau tidak dengar?
Aku berkata keras dan jelas... Berkemas!
Apa yang kalian lakukan di sini?
Berkemas ya berkemas!
Syuting dilanjutkan besok.
Dan senjata palsu yang kau pegang ini.
Harus kuakui aksi itu bukan keahlianku.
tapi kembali ke rumah orang menggunakan senjata nyata dengan peluru tajam untuk melepaskan ikat pinggang mereka.
Seperti ini...
Mereka menembak... seperti ini...
Lihatlah...
Seperti ini...
Maka tembak...
Aku...
Aku akan mengembalikan uangmu!
Maksudku...
Ayah, apa yang...
Apa? Raghav!
Tidak, tidak, tidak! Polisi setempat tidak bisa membantumu.
- Pak... - Bicaralah pada Menteri atau seseorang.
Pergilah sekarang!
Kita tidak bisa mengambil tindakan apapun terhadap Raghav.
Dia alasan kita mendapatkan suara.
- Tapi... - Maaf!
Aku minta maaf atas apa yang terjadi dengan putrimu.
Tapi masalahnya adalah...
kita tidak memiliki perjanjian penyerahan tawanan dengan Thailand.
Maksudku, aku bisa memberitahu petugas.
Tapi itu akan membutuhkan banyak waktu.
Rama! Rama!
Film ini sudah disimpan 3 kali.
Tidak mungkin.
Bukan Tuhan saja yang bisa menyelamatkan pahlawanku, putrimu,
Ada seseorang.
Ya.
Lihat, Ronny.
Laporan pengujian Subbus telah tiba.
Dan dia pasti bisa bicara lagi.
Yang perlu kau lakukan adalah mengatur keuangan sesegera mungkin.
Karena Dr. Robert akan di India hanya dalam beberapa hari lagi.
Baik.
Kau Ronny?
Aku Guddu Sohan.
Produser Film.
Aku mulai membuat film 2 tahun yang lalu.
Dan reshot tiga kali.
Pahlawan pertamaku... lari dengan kekasihnya.
Yang kedua... hamil... dan kabur.
Dan yang ketiga...
Nah, dia tidak lari.
Dia diculik ... dan membawanya ke Bangkok.
Sialan...
Kau harus membawa dia kembali.
Kau..
Aku siap untuk membayar harga berapapun..
Ini fotonya.
Siya!
Kau harus membawa dia kembali...
dan menyelesaikan syutingku.
Tidak pernah!
Selamatkan dia.
Kau mencintainya.
Tolong... dengarkan aku.
Rama! Rama! Rama! Rama!
Dia tak mau melakukan itu.
Dia membencinya.
Aku takut bahwa dia mungkin telah berhenti membenci dirinya.
Tapi ada sesuatu yang masih tersisa.
Kalau tidak, dia tidak akan begitu khawatir.
Apa yang terjadi?
Berubah pikiran?
Aku akan melakukannya...
Tapi hanya untuk uang.
Uang?
Pak, bisa kau matikan laptopmu?
Kami siap untuk lepas landas.
Terima kasih!
Hei...!
Mengapa kau berhenti?
Merasa malu?
Cukup dengan sikapmu.
Kau tahu aku mencintaimu.
Kumohon hujan... kumohon hujan.
Hujan begitu deras... dan tidak berhenti.
Kau tidak mau?
Kau tidak mau?
Baiklah! Aku takkan bicara padamu!
Dah.
- Sudah selesai? - Apa?
Periksa aku...
Apa aku tampak baik-baik saja...
atau aku harus menurunkan berat badan lagi?
Kau harus membaca di belakang truk!
"Horn OK Please!"
"Jaga Jarak!"
- Baiklah, Aku menunggu saja. - Untuk diapa?
Tentu saja kau.
Maksudku... jika kau selesai, maka...
Bisakah aku berbicara pada awan juga?
Kau gila.
- Bagus. - Siapa? Aku?
Kau humoris.
Kau akan membuat sesuatu yang besar suatu hari nanti.
- Sungguh? - Ya.
Ke manapun kau pergi, orang-orang akan bilang...
"Pergilah."
Dari mana saja kau?
Di mana Ayah?
PP Khurana, kebanggaan Ludhiana ... telah memasuki Selatan.
Membuat persiapan untuk syuting...
Pak Naidu... pahlawan ini yang terbaik.
Aku sudah melatihnya dalam tarian, drama dan pertahanan diri.
Dia akan tampak menakjubkan di layar lebar.
Orang-orang akan mulai rusuh. Mereka akan gila.
Bunuh diri.
Membakar gedung bioskop.
Maksudku... bioskop akan dihidupkan kembali.
Orang akan membuat kuil untuk menghormatinya.
Baiklah... 15 menit kereta...
Terlalu kau.
Telepon aku lagi.
Gantilah!
Aku akan segera menggantinya.
Ya ampun!
"Lungi Dance. Lungi Dance. Lungi Dance. Lungi Dance."
Aku akan periksa mengapa kereta berhenti.
Halo, pak.
Pak, masalah air di trek, sir.
Pak, tolong duduklah di kabin, Pak. Tolong.
Pak, tolong.
Ada yang lain pak? Teh atau kopi?
Mau ke mana kau?
Keluar.
Ayahmu akan marah.
Tetaplah duduk.
Tapi ayah di luar sana.
Dengar.
Hai.
Berhentilah tebar pesona padaku.
Itu takkan berhasil.
Tetaplah pada batasanmu.
Dan tolong hilangkan ide salahmu di pikiranmu!
Mengapa kau pikir aku hanya punya ide yang salah tentangmu?
Aku bisa mendapatkan ide yang benar juga.
Kau akan benar-benar mewujudkan itu suatu hari nanti.
Tapi ini ... cukup.
Selesai.
Begitu cepat?
Aku baru saja memulai.
Zulfon Se Baandh Li Baadal Aku sudah mengikat awan dengan rambut panjangku.
Seene Pe Se Udne Laga Aanchal Selendangku terbang jauh dari dadaku.
Mujhse Naina Milaake Setelah menatap mataku.
Mausam Hone Lage Paagal Cuaca telah menjadi gila.
Sabse Hoke Befikar Tanpa peduli.
Nachun Main Aaj Aku ingin menari hari ini.
Nachun Main Aaj Aku ingin menari hari ini.
Main Nachun Aaj Aku ingin menari hari ini.
Baarishon Ki Taal Pe Yeh Pada irama dari curah hujan.
Khanak Mere Dhadkano Ki Detak jantungku bergemerincing.
Keh Rahi Hai Jee Le Tu Zara Mereka memintaku untuk tinggal sebentar.
Baar Baar Saath Mere Saare Ab Thirakne Lage Semua orang berharap bersamaku.
Dole Zameen Naache Aasmaan Bumi berguncang dan langit menari.
Main Toh Hawa Hoon Aku bagaikan angin.
Haath Na Aaun Aku tak bisa ditangkap.
Marzi Se Apni Udti Hi Jaaun Aku terbang sesuai keinginanku sendiri.
Ho… Khud Ki Karun Main Kya Taarifein Apa yang harus kukatakan dalam pujianku sendiri?
Raat Ne Churaaya Mera Kaajal Sang malam telah mencuri celak mataku.
Mujhse Naina Milaake Setelah menatap mataku.
Mausam Hone Lage Paagal Cuaca telah menjadi gila.
Sabse Hoke Befikar Tanpa peduli.
Nachun Main Aaj Aku ingin menari hari ini.
Rain Drops Bouncing... Hujan turun dengan deras.
My Heart is Announcing. Hatiku memberitahu.
You got to take me away. Kau akan membawaku pergi jauh.
Let's Start Jumping, My Heart Goes Pumping Mari kita melompat, Jantungku mulai memompa.
I Love You In Every Way Aku mencintaimu dengan segala cara.
Dhadkanon Pe Boondein Jo Giri Bagaikan hujan yang turun di setiap detak jantungku.
Toh Nachun Aaj Aku ingin menari hari ini.
Main Nachun Aaj Aku ingin menari hari ini.
Sab Naache Aaj Semua orang ingin menari hari ini.
Hei... ada apa?
- Ayah tidak di kereta. - Kau yakin?
- Oke, tenang. Aku akan periksa. - Oke.
No comments yet. Be the first to leave one.