Release info

Seoul Check-in E03 x265 720p WEB-DL-LoveBug
A Commentary by _ch_911_
RT 01:01:42 | Sub by VIU | DL : https://dramaday.net/seoul-check-in/

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
720p
720
x265
Published on: 2022-04-23
Downloads: 5
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Hei, masuk.

"Hei, masuk?"

Sudah berapa lama, Ji Won? - Hei, Nona Pulau Jeju.

Kamu belum berubah. - Kamu juga belum berubah.

Shinji! - Halo.

Jong Min. - Hei.

Halo, DinDin.

Omong-omong, kami semua tampil di "SBS Gayo Daejeon".

Dahulu kami tampil di sanggraloka ski pada tahun '90-an.

Aku sangat terkejut saat pergi ke Pasar Ikan Noryangjin

dengan Fin.K.L. - Kenapa?

Mereka hanya memakan kepala gurita.

Itu tidak benar. - Astaga.

Mereka memakannya seperti ini.

Dia sangat menyebalkan.

Dahulu kami mengadakan hari olahraga dengan penggemar kami.

Itu fase yang sangat berharga.

Lalu apa mereka harus membayar untuk berpartisipasi di kamp itu?

Ya. - Tentu saja.

Begitulah cara kalian berbisnis.

Jangan bilang begitu.

Jadi, kamu menghasilkan uang seperti itu.

Itu bukan tentang uang. - Itu bukan tentang uang.

Itu interaksi dengan penggemar. - Jumpa penggemar kami indah.

Benar.

Kami semua melalui masa sulit.

Omong-omong, kita mau pergi ke mana?

Kamu masih tidak tahu?

Mari minum. - Bersulang.

Kapan ciuman terakhirmu?

Ayo main Jujur atau Tantangan. Baiklah.

Astaga, ini menakutkan.

Aku tidak melakukannya tahun ini.

Baru kali ini mesin pendeteksi kebohongan tidak berguna.

Aku tidak tertarik melakukan itu.

Bukankah seharusnya kita tidur lebih awal?

Kita harus bermain ski besok.

Kita bermain ski di pagi hari. - Kita harus bangun bersamaan.

Kapan kita harus bangun? - Kapan kita harus bangun?

Bagaimana kalau pukul 7.30 pagi?

Pukul 7.30 pagi? - Pukul 7.30 pagi?

Kita harus melakukan yoga.

Agar kita tidak cedera. - Yoga?

Tentu saja.

"Seoul Check-in"

"Naik kereta luncur di salju putih"

Hyo Ri. Aku sudah bangun. - Kamu sudah bangun.

Shinji. - Ya?

Di luar masih bersalju, bukan?

Hyo Ri. Aku tidak yakin salju turun

atau salju yang menumpuk tertiup angin.

Kapan kamu bangun?

Aku bangun pukul 6.30 pagi.

Aku melihat orang naik lereng ski. - Benarkah?

Mereka sudah berpakaian lengkap dan sedang naik.

Tidak mungkin.

Lihatlah botol soju dan birnya.

Botolnya tampak kesepian di luar. - Bukankah itu manis?

Botolnya tampak kesepian di luar.

Mereka tidak akan datang, bukan? Haruskah aku menelepon Jong Min?

Telepon dia. Mari kita lihat apakah dia menjawabnya.

"Bergetar"

Halo? - Kenapa kamu tidak di sini?

Apa aku yang terakhir?

Ya, kamu yang terakhir.

Benarkah?

"Apa aku yang terakhir?"

Masuklah. - Masuklah.

Kenapa kamu berpakaian rapi?

Kamu baik-baik saja, DinDin?

Aku sangat lelah. - Kamu tampak lelah.

DinDin. Hei, kalian belum sadar.

Hei, aku sangat lelah.

Berbaringlah di sini.

Kita harus melakukan yoga. Tidak. - Kamu tidak siap untuk yoga.

Kondisi Jong Min cukup baik untuk yoga.

Kalau begitu, berbaringlah. - Bagaimana?

Berbaringlah di lantai, Jong Min.

Tanpa apa pun? - Lepaskan topimu.

Kenapa kamu menyembunyikan gaya rambut anehmu?

Jong Min, menelungkuplah. - Kamu ingin aku menelungkup?

Ya. Biar kuperiksa kondisimu hari ini.

Letakkan kedua tanganmu di bawah bahu.

Rentangkan jari-jarimu. Letakkan di bawah bahu.

Lalu lemaskan kakimu.

Lalu angkat tubuh bagian atasmu secara perlahan.

"Ini posenya"

Naiklah perlahan. Itu dia.

Coba dekatkan tanganmu ke wajah.

Rentangkan jari-jarimu. Letakkan di bawah bahu.

Lemaskan punggungmu.

Jong Min ternyata kaku. - Hei, dahulu kamu penari.

Tidak. Letakkan tanganmu di bawah bahu.

Kamu berenang?

Astaga. Ini sangat menyakitkan.

Turunkan tubuh bagian atasmu dahulu. Lihat.

Taruh tanganmu di samping wajahmu.

Tanganmu jauh dari wajahmu.

Taruh tanganmu di samping wajahmu. Lalu luruskan lenganmu perlahan.

Santai saja.

Ini sulit bagi orang-orang. - Kamu tidak bisa melakukan itu?

Rentangkan tanganmu perlahan. - Sudah.

Rentangkan tanganmu sepenuhnya.

Rentangkan tanganmu... Ya. Kamu berhasil.

Tahan.

Astaga. Ini sangat menyakitkan. Ini terlalu sulit.

Di mana yang sakit? - Jangan mendorong tubuhmu ke bawah.

Lemaskan kakimu.

Jong Min. Apa yang akan kamu lakukan? Tubuhmu terlalu kaku.

Astaga.

Lalu berbaring telentang.

Rapatkan telapak kakimu.

Telapak kakimu... - Seperti ini?

"Gemetar"

Telapak kakimu... - Seperti ini?

Rentangkan lututmu ke samping!

Rentangkan lututmu ke samping!

Seperti ini? - Ya.

Pantas saja. Aku tidak bisa. - Lalu...

Kaitkan jemarimu. Pegang ini. - Seperti ini?

Lalu...

Coba letakkan kepalamu di bawah kakimu.

Di bawah kakiku? - Ya.

Bagaimana caranya? - Kamu bisa.

Masukkan kepalamu.

Aku yakin itu membangunkanmu. - Turunkan.

Turunkan. Istirahatlah.

"Napas yang berat"

Makin tua usiamu,

harus makin sering peregangan. - Benarkah?

Kamu harus sering melakukan peregangan.

Regangkan salah satu kakimu seperti ini. Kaki satunya tetap di sini.

Letakkan salah satu tanganmu di punggung.

Bersandarlah di sisi kananmu perlahan.

Coba dekatkan kepalamu ke kaki kananmu.

Santailah. Bersandarlah di sisi kananmu.

Lakukanlah.

Bersandarlah ke sisi kananmu. - Aku tidak bisa.

Lakukanlah, Berandal.

Aku hanya bisa sejauh ini. - Itu saja?

Letakkan kepalamu di kaki kananmu.

Kepalaku?

Melihatnya membuatku pusing.

Astaga. Yang benar saja.

Ji Won bangun dan sudah mandi.

Dia sedang mandi? - Benarkah? Namun, kita memutuskan

untuk mandi setelah bertemu. - Cobalah sekarang.

DinDin. Kemarilah. - Ya. Cobalah. Astaga.

Biar kucoba. - Rasanya enak, DinDin.

Melakukan apa? - Ini sulit, tapi rasanya enak.

Rasanya enak, DinDin.

Lakukan apa yang baru saja Jong Min coba.

Rentangkan kaki kananmu ke samping. Tekuk kaki kirimu.

Lalu coba turun ke arah kakimu.

Aku bisa melakukannya.

Tidak. Dia tidak bisa melakukannya.

Ini tidak benar.

Tidak. Di sini.

Jangan lakukan ini.

Letakkan tanganmu di belakang.

Kakimu. - Lebarkan kakimu sedikit lagi.

Tidak. Tahan kaki itu di sana.

Apa harus bergerak bersamaan? Apa ini?

Maksudku... - Lebarkan ke arah berlawanan.

Tidak. Jangan gerakkan bersamaan. - Apa yang harus kulakukan?

Biarkan kaki itu di sana. - Dia terlihat seperti robot.

Tahan lututmu di sisi itu.

Tidak. Tekuk kakimu.

Tahan lututmu di sisi itu.

Lalu regangkan kakimu ke sini. Benar.

Cobalah turun ke sisi ini secara perlahan.

Tunggu. - Apa yoga memang membuatku

Kakimu... - merasa bodoh seperti ini?

Baiklah. Berbaringlah telentang.

Rapatkan bagian bawah kakimu seperti Jong Min.

Telapak kaki.

Lalu pegang dengan tanganmu.

Tarik ke arahmu.

Kaitkan jemarimu.

Kaitkan jemarimu.

Pegang bagian tengahnya. - Astaga.

"Mengerang"

Astaga. - Tarik ke arahmu.

Angkat kepalamu juga.

Letakkan kepalamu di bawah kakimu.

Kamu pasti bisa.

Masukkan. Masukkan kepalamu ke sini.

Biar kuputar. - Tunggu. Ini...

Masukkan.

Apa ini?

Ini sangat memalukan.

Itu memalukan. - Dia bilang itu memalukan.

Ini sangat memalukan.

Apa ini?

Baiklah. Maafkan aku. Biarkan aku membalikmu.

Apa yoga seharusnya membuat kita merasa malu?

Ini sangat memalukan.

Aku sakit kepala.

Baiklah.

Dia datang.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left