Grace and Frankie

Grace and Frankie

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Grace And Frankie - First Season (2015) - Netflix Retail Completed
A Commentary by Chesapeake_Ripper
Retail Netflix

Tags

other
Published on: 2021-06-03
Downloads: 26
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SERIAL ASLI NETFLIX

Halo, Brandy. Mereka sudah tiba?

"Telepon pukul 9:00. Katakan kucingnya kejang."

Aku sangat menantikan ini.

- Aku juga. - Jadi, para pria belum tiba?

Tak ada yang melewatimu.

Kami tak memerlukan ini lagi.

Tunggu! Kau makan apa dengan sausnya?

Aku tak makan saus.

Aku pesan martini vodka yang sangat kering.

Dengan dua buah zaitun. Terima kasih.

Kau tahu vodka dibuat dari kentang.

Alkohol punya aturan sendiri.

Jadi...

Jadi...

Apa yang penting sampai kita harus makan malam?

Aku merasakan sesuatu.

Firasatku sangat kuat bahwa mereka akan umumkan pensiun malam ini.

Aku memikirkan hal yang sama. Tentu aku bukan cenayang.

Sayang, kau tak tahu itu.

Tidak, aku tahu, karena cenayang itu tidak ada.

- Kuharap mereka pensiun. - Aku juga.

- Halo. - Hai.

Hai, Sayang.

Jangan pesan pembuka atau penutup.

Apa kabar?

- Halo. - Halo.

Remis ini lezat. Kepitingnya juga sangat segar.

Mereka berikan tiga macam saus.

Lihatlah tiram ini.

Apa mereka sadar mereka hidup dalam sendok sendiri?

Kita sudah sering makan hidangan laut ini.

- Sol gelisah malam ini. - Terjadi sesuatu di kantor?

Sebenarnya kami mau bicarakan sesuatu kepada kalian.

- Bukan begitu, Sol? - Baik.

Begini.

Seperti kalian ketahui, semakin tua, kita semakin baik.

Mungkin kita akan membuka satu bab yang sangat menarik

dalam buku kehidupan.

Terasa hidup dengan banyak kemungkinan.

Juga perubahan.

Frankie sendiri berkata, "Perubahan itu selalu baik."

Terutama saat membuka bab baru kehidupan kita.

Bab baru ini akan berakhir jika kau tak katakan.

- Akan kukatakan. - Jangan.

Tak apa-apa.

Kumohon, Sol.

Yang ingin Sol katakan adalah

aku mau cerai.

Dia juga menceraikanmu.

Untuk bab baru kehidupan kami.

- Kau menceraikanku? - Benar.

- Siapa wanita itu? - Tak seperti itu.

- Dia seorang pria. - Apa?

Aku jatuh cinta kepada Sol.

Kami saling mencintai.

- Sol-ku? - Benar.

Maksudmu, kau homoseksual? Dia pasanganmu?

- Aku mencintainya. - Astaga.

Tidak, ini tak masuk akal.

Kalian rekan bisnis. Bukan kekasih. Hanya teman.

Sudah berapa lama?

Ini sudah...

- Aku tak tahu. - Sudah 20 tahun.

Tak ada waktu lain lagi?

Suatu waktu selama 20 tahun terakhir?

Aku mau muntah.

- Maaf. - Kenapa baru sekarang?

- Kami ingin menikah. - Menikah?

- Kini kami bisa menikah. - Aku tahu! Aku bawakan acara itu!

Astaga. Itu alasan kalian mengajak kami ke sini.

Kau tak mau aku ribut. Benar, Robert?

Kau pikir ini melindungimu.

Dasar pengecut!

- Hentikan! - Kalian lihat?

- Kau mau ribut? Kukabulkan! - Jangan.

- Aku tak mau ribut. - Dasar berengsek!

- Aku tak percaya ini. - Bernapaslah.

Bernapaslah. Dalam hitungan ketiga.

Singkirkan tanganmu dari dadaku!

Kumohon!

Grace.

Aku...

Tentu saja.

Maafkan aku, Frankie. Aku tak tahu cara menghadapinya.

Kerja bagus memilih cara terburuk.

Kadang, tak ada cara yang terbaik.

Bagaimana aku menceraikan wanita yang kucintai selama 40 tahun

- jika aku mau bahagia? - Jangan.

Teruskan. Tetaplah menderita. Aku punya kabar untukmu.

Bab berikutnya takkan lama.

- Tunggu. Itu alasanmu beli Cialis? - Semua orang seusiaku membelinya.

Mungkin kau harus tidur di luar.

Grace?

Bisakah kita bicara sebentar?

Entahlah. Tak bicara itu keahlianmu.

Aku mau bicara sekarang dan aku menyesal.

Aku tak mengira kau semarah ini.

Menurutmu apa reaksiku?

Jujur, kukira kau akan merasa lega.

Lega? Benarkah?

Kurasa kau yang merasa lega.

Aku merasa telah ditipu selama 40 tahun.

Ayolah. Penipuannya hanya terjadi dalam 20 tahun terakhir.

Itu lelucon.

Kau tak boleh bercanda.

Kau tak boleh bersikap seolah ini bukan apa-apa.

Kau benar. Ini perkara penting.

Seharusnya aku beri tahu sejak lama.

Ayo jujur.

Kau merasa bahagia bersamaku?

Aku cukup bahagia.

Kita bukan pasangan paling romantis,

tapi menurutku kita normal.

Kukira kita sama seperti semua orang dan kupikir inilah kehidupan.

Kukira kita lebih daripada itu.

Lebih mudah jika kau mati.

Aku tak ingat terakhir kali kita tak tidur bersama.

Aku tahu itu pernah terjadi, tapi aku tak bisa ingat.

Kemarilah.

Aku benci menyakitimu.

Aku mencintaimu.

Kau selalu mencintaiku...

Apa adanya?

Ironis, 'kan?

Anak-anak.

Hai, Ayah.

Ibu.

- Kita perlu bicara. - Astaga.

Ini intervensi lagi?

Ayah, aku sudah bersih 90 hari. Sumpah.

Aku makan Advil PM semalam, tapi hanya sesuai anjuran.

Ini bukan intervensi.

Silakan pastikan sponsormu tak sibuk,

karena ini akan mengejutkanmu.

Grace, kubatalkan janji dengan anak-anak.

Jangan.

Mereka akan curiga.

Aku belum siap bicara kepada mereka.

Apa kau yakin?

Ya.

Bersikaplah normal untuk satu acara makan lagi.

Ayah homoseksual?

Paman Robert homoseksual?

Ayah memang selalu punya kepribadian yang besar,

tapi tak pernah kukira...

- Kalian berdua - Aku tak menduganya.

Astaga. Kini, aku tahu.

Bu, aku tak bisa lupakan.

Kenapa tak panggil terapis?

- Ada terapis saat anjing mati. - Tunggu. Ada lagi. Katakan.

- Belum cukup untuk sehari? - Mereka mau menikah.

Karena mau menikmati sisa hidupnya.

Itu tak masalah.

Ibu selalu bermimpi habiskan sisa hidup Ibu sendirian.

Mau hummus?

- Apa yang terjadi? - Hai, Anak-anak.

- Mana Mitch dan anak-anak? - Ayah homoseksual?

Bud tadi telepon. Kapan mau beri tahu kami?

Ibu hanya mau satu acara makan terakhir yang normal.

Ada yang mau jelaskan ada apa?

- Tanyakan ayahmu. - Ayah?

Anak-anak.

Begini...

Itulah yang terjadi.

- Penjelasan yang bagus, Ayah. - Duduklah.

Jika aku dengar Ayah didakwa, aku bisa menerimanya.

Kabar ini?

Astaga. Aku harus katakan apa kepada anak-anakku?

Bisa mulai dengan, "Kalian tahu asal kotoran?"

Kenapa aku dalam masalah sekarang? Maaf, Ayah.

Ayah menyesal kalian tahu dengan cara seperti ini,

- tapi, jujur, hal ini menyiksa Ayah. - Ibu.

Itu sebabnya Ibu belum mau membahasnya.

Ibu tak mau menangis di depan kalian.

Tak apa-apa, Bu. Wajar saja jika Ibu menangis.

Kami akan segera bicara dengan Ayah.

Tolonglah.

Kami akan membantu Ibu melewati ini.

Ayo cari orang untuk bicara.

Orang yang paham masalah Ibu.

Ada grup istri yang suaminya menjadi homoseksual di usia 70 tahun?

Ayo ke Palm Springs akhir pekan ini.

Ada satu kelompok di sana, Bu.

Kita bisa bermain tenis, pergi ke bioskop...

Ibu tak bisa berencana.

Ibu berusaha agar tidak muntah.

Apa yang bisa kami bantu?

Tidak ada.

Bagaimana dengan Valium?

Baiklah.

Ibu pasti bisa menghadapi ini.

Ibu bicara soal pintu tertutup,

jendela tertutup atau terbuka.

Intinya, Ibu berkata...

Perjalanan dimulai di titik tak diketahui.

Ada kupu-kupu muncul dari kepompong.

Itu omong kosong.

Bu, hidup dia berantakan tiga bulan yang lalu.

Benar. Dosen mana yang ambil kokain dari siswanya?

More Indonesian subtitles for Grace and Frankie

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left