Release info

나도 엄마야ㅡI'm a Mother tooㅡE07 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-06-06
Downloads: 8
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 7"

- Kami pulang. - Hei.

- Kami pulang. - Hai.

Apa kalian pergi bermain golf dari tadi?

Tidak, kami minum bir setelah selesai.

Kamu bahkan tidak membawa sopir. Apa kalian pergi berkencan?

Ya, kami menghabiskan waktu bersama.

Itu pasti menyenangkan.

Apa dia bermain golf dengan baik?

Ya, dia mencetak 2 birdie.

Apa? Dia mencetak 2 birdie?

Kamu seharusnya bermain untuk mengesankan para pembeli,

kamu tidak pergi untuk menunjukkan betapa bagusnya kemampuanmu.

Kamu harus tampak berusaha, tapi membiarkan mereka menang.

Aku memang membiarkan mereka menang.

Aku mendapat nilai terendah.

Baik.

Di mana kamu bermain? Apa kamu bermain di lapangan kita?

Tidak, itu di tempat lain.

Mereka sudah memesan tempat.

Di mana?

Bukit Gangwon.

Apa?

Bukit Gangwon?

Bukankah

Bukit Gangwon tempat Hyun Joon

bermain golf dengan Sun Jung?

Benar. Dia bermain dengan Profesor Kim.

Aku sengaja menyuruhnya pergi ke sana

dengan harapan terjadi sesuatu di antara mereka.

Tapi aku penasaran bagaimana Kyung Shin mengetahui

Profesor Kim ada di sana.

Ini masih misteri bagiku.

Kamu seharusnya bekerja dengan rapi jika akan menggunakan trik.

Kamu malah

mempermalukan dirimu sendiri tanpa mendapatkan apa pun.

Tidak ada yang tahu apa yang terjadi malam itu.

Hyun Joon tidak pernah membicarakan apa yang terjadi.

Tapi aku punya firasat sesuatu mungkin terjadi malam itu

karena Profesor Kim masih belum menikah.

Dia menyukai Hyun Joon sejak dia muda.

Astaga, sayang sekali.

Kenapa si bodoh itu tidak bisa bercerai?

Istrinya jelas menguasainya.

Dia bukan apa-apa dibandingkan dengan Sun Jung.

Astaga.

Dia mungkin tampak berhati lembut,

tapi dia sangat pintar.

Lihatlah bagaimana dia berhasil mempekerjakan ibu pengganti.

Dia selalu mendapatkan keinginannya.

Kamu benar.

"Restoran Chungju"

Hati-hati.

- Ibu harus berbaring. - Baik.

Ji Young.

Maafkan aku, Bu Choi.

Ibuku tiba-tiba jatuh sakit.

Tapi kamu tidak boleh menghilang tanpa memberitahuku.

Sudah kubilang jangan pergi ke mana pun tanpa memberitahuku

dan memintamu untuk melapor padaku jika kamu pergi.

- Bukankah kamu sudah setuju? - Maafkan aku.

Aku harus segera membawa ibuku ke rumah sakit,

jadi, aku tidak membawa ponselku.

- Aku sangat menyesal. - Kenapa kamu tidak memberitahuku?

Kamu seharusnya memberitahuku.

Aku pikir kamu akan khawatir.

Aku tidak bermaksud pergi lama, jadi, aku tidak ingin kamu khawatir.

Segeralah kembali ke Seoul.

Maaf, tapi ibuku kurang sehat.

Bisakah kamu mengizinkanku merawatnya untuk beberapa hari?

Di mana kamu?

Aku di Chungju.

Chungju?

Di mana tepatnya?

Aku tidak bisa memberitahumu itu.

Apa?

Kamu bahkan tidak akan kembali atau memberi tahu lokasimu?

Tidak, aku ingin kamu kembali sekarang.

Dengan siapa kamu bicara?

Maafkan aku. Izinkan aku tinggal sehari saja.

Ji Young.

Aku akan menjawab semua panggilanmu.

Maafkan aku. Sampai nanti.

Di mana dia?

Siapa itu?

Bukan siapa-siapa.

Sepertinya ibu mendengar seorang wanita bicara.

Ya, dia direktur perusahaan desain tempatku bekerja.

Begitu rupanya.

Apa yang dia inginkan? Apa dia ingin kamu kembali?

Aku tadinya akan tinggal selama beberapa hari,

tapi sepertinya aku harus kembali besok.

Baik, kamu harus pergi.

Tadi rasanya sakit sekali, jadi, ibu pikir ibu akan mati.

Itu sebabnya ibu menelepon. Ibu pikir tidak akan melihatmu lagi.

Tapi karena itu tukak lambung, ibu hanya perlu minum obat.

Ibu harus makan dahulu sebelum minum obat.

Aku akan membuatkan bubur. Tunggulah di sini.

Halo?

Hei! Apa yang terjadi?

Aku dengar kamu pergi menemui ibumu.

Apa kamu tahu aku dimarahi seperti apa karena kamu?

Bukankah seharusnya kamu bertanya bagaimana keadaan ibuku?

Kita masih keluarga.

Keluarga, apanya.

Di mana kamu?

Katakan padaku di mana kamu berada. Aku akan menjemputmu.

Itu bukan urusanmu.

Hei, kita bisa tidak dibayar jika kamu bertindak seperti itu.

Kenapa kamu selalu bertindak sesuka hati?

Apa kamu lupa berapa upah dari pekerjaan ini?

Aku akan kembali besok.

Ada apa?

Bukan apa-apa.

Kenapa kamu muntah?

Apa kamu makan sesuatu yang basi?

Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

"Restoran Chungju"

Sudah lama kita tidak tidur bersama seperti ini.

Kamu benar.

Begitu semua utang kita lunas, mari kita hidup sederhana.

Mari kita mencari cukup uang untuk hidup layak.

Hidup tanpa harus mencemaskan uang adalah yang terbaik.

Bagaimana Ibu bisa sampai di sini?

Ini restoran teman ibu,

dan dia tinggal sendirian.

Tapi dia sedang sakit sekarang,

jadi, ibu membantunya dengan imbalan tidur dan makan di sini.

Apa Ibu akan terus tinggal di sini?

Ibu tidak punya tempat tujuan lain.

Ibu akan memikirkan apa yang akan ibu lakukan selama tinggal di sini.

Apa yang Ibu bicarakan?

Apa Ibu akan memulai bisnis lagi?

Tidak, bukan itu maksud ibu.

Ayah dibebaskan dari penjara.

Apa? Bagaimana bisa?

Orang-orang itu tidak akan pernah membebaskannya tanpa dapat uang.

Semuanya sudah beres.

Bagaimana? Bagaimana masalah ini diselesaikan?

Kami mengatakan kepada mereka akan membayar dengan rutin.

Astaga, aneh sekali. Mereka kerasukan apa?

Ayah memintaku memberi tahu Ibu agar Ibu menelepon.

Kurasa dia merindukan Ibu.

Apa gunanya bertemu dengan dia? Ibu akan bercerai.

Ibu.

Ibu hanya membawa masalah. Ini hubungan yang nahas.

Ibu merasa lebih nyaman di sini.

Kenapa kamu tidak tidur?

Aku takut.

Aku tidak tahu berapa kali lagi Ji Young membuatku takut.

Kita berurusan dengan manusia lain.

Dia memiliki keluarga sendiri, dan dia mungkin punya masalah.

Dia tidak bisa selamanya menuruti kita.

Sebaiknya kita maklumi dan lupakan kejadian ini.

Apa kamu pikir bayi kita akan bisa melihat kamar ini?

Tentu saja.

Jika sesuatu yang buruk terjadi pada bayi kita,

aku tidak akan pernah memaafkan Ji Young.

Aku akan menunjukkan padanya apa arti kejahatan.

"Restoran Chungju"

Aku membuat banyak bubur, jadi, makanlah bubur dahulu.

Dan belilah obat lagi setelah obat Ibu habis.

Baik.

Bisakah Ibu merawat diri sendiri?

Astaga, jangan khawatir.

Ibu tidak menderita kanker, jadi, ini tidak akan makin parah.

Ibu akan merawat diri sendiri dengan baik.

Aku tidak akan bisa berkunjung untuk sementara waktu.

Jadi, Ibu benar-benar harus mengurus diri sendiri.

Kenapa kamu tidak bisa datang? Apa sesuatu terjadi?

Aku sibuk dengan banyak hal.

Kamu melalui masa-masa terburuk.

Semuanya berjalan dengan baik.

Setelah kita melewati tahun ini, semua kesulitan kita akan hilang.

Selamat tinggal kemalangan. Selamat datang kebahagiaan.

Astaga.

Ini.

Kamu harus makan.

Ada apa denganmu?

Apa kamu sakit?

Tingkah lakumu seperti orang hamil.

Kamu tidak hamil, bukan?

Tentu saja tidak.

Ibu seharusnya tahu dengan siapa ibu bicara.

Ibu pasti sudah gila menanyakan itu padamu.

Bu Choi.

Aku minta maaf karena pergi tanpa memberitahumu sama sekali.

Aku dengar golf adalah olahraga yang sangat serius.

Aku tidak ingin membuatmu khawatir atau terganggu.

Aku tidak berniat pergi lama, jadi, aku pikir

semuanya akan baik-baik saja selama aku menjawab panggilanmu.

Tapi aku rasa aku seharusnya lebih peka.

Apa bayiku baik-baik saja?

Apa yang kamu makan?

Ceritakan semuanya kepadaku.

Aku mual, jadi, aku tidak bisa makan sebanyak itu.

Aku baru makan nasi.

Apa kamu bersama seorang pria?

Jujurlah padaku. Jangan berbohong.

Aku pergi menemui ibuku.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left