The first 200 lines.
Relax and Enjoy
Bonus 5% DEPOSIT PERTAMA Untuk Permainan Casino Bonus 5% CASHBACK SPORTSBOOK
Bonus 0.25% COMMISION SPORTSBOOK Grade A Bonus 0.7% ROLLINGAN LIVE CASINO
Itu cepat./ Hai.
Senang bertemu denganmu./ Kau juga.
Hai, sayang! Ini anjingku. Aku akan masukkan dia ke kamar.
Silakan masuk.
Kau tahu kita tetangga? Aku tinggal tak jauh dari sini.
Aku akan mulai dengan lemari.
Itu terdengar bagus.
Ini berantakan. Kami sedang renovasi. Anggap saja rumah sendiri.
Ayo. Ayo, Jax!
Itu buku catatan?/ Benar.
Boleh aku lihat?/ Ya. Ini
Setiap pameran punya buku tersendiri.../Benar.
Katakan padaku soal pembukaan malam ini?
Selamat./ Terima kasih.
Kau temukan ponsel di jalan.
Kau tidak tahu itu milik siapa.
Aku mulai mewawancarai orang dari kontak telepon ponsel itu...
...soal pemilik ponsel itu sebenarnya, Arthur Anderton.
Aku melihat riwayat GPS-nya,
Tempat-tempat yang dia datangi, kemudian mengunjunginya,
Memotretnya, mendengarkan musiknya.
Aku mulai melihat ponselnya sebagai prisma...
...sebagai caraku untuk bisa melihat orangnya.
Apa ada yang tidak kau lihat?
Aku tidak melihat riwayat webnya atau membaca emailnya.
Aku mau perangkat itu yang menawarkan informasi...
...yang mungkin bisa dibagikannya sendiri denganku...
...dibawah keadaan yang berbeda, tentunya.
Bagaimana pendapat Arthur Anderton tentang ini?
Selagi mengembangkan pameran,
Teman-temannya berpikir dia akan menyukainya.
Tapi dia tidak suka?
Tidak
Kau juga menampilkan penampilan kerja?
Yang kau sebut penyatuan tema...
"Penyatuan tema"?/ ...dibalik semua yang kau kerjakan?
Kesempatan.
Aku mau situasi tampil dengan sendirinya...
...kemudian aku akan bangkit untuk menemuinya.
Situasi adalah penentu pekerjaanku.
Seperti seutas tali,
Aku mengambilnya, mengikutinya, dan melihat ke mana itu membawaku.
Terima kasih, sekali lagi terima kasih...
Dan kuharap kita bisa bertemu lagi.
Aku juga./ Terima kasih. Dah.
Dia sudah di ajak jalan?/ Tidak sejak jam 11:00.
Oke, aku akan ajak dia jalan. Ayo.
Aku takkan di sini saat kau kembali... Aku harus pergi dan bersiap.
Oke, sampai nanti malam./ Ya.
Berapa lama kau sudah mewakili dia?
Berapa lama aku mewakilimu?
Sangat lama, kami teman lama.
Dia mentorku di sekolah seni.
Menyeramkan.
Terima kasih banyak. Terima kasih sudah datang.
Kupikir kau mengenalnya./ Sangat orisinil.
Tidak, kami baru bertemu. Ini Paul.
Dia kuratorku, Paul.
Arthur Anderton.
Dengan teknologi ini, kita semua berjalan dengan ponsel ini...
...dan hanya fokus terhadap diri kita sendiri.
Kita tak ingat nomor telepon orang lagi.
Sama sekali tidak./ Benar?
Itu benar./Semuanya dibangun didalam kotak kecil ini.
Arthur?
Aku sangat senang kau bisa datang malam ini.
Apa Ibuku memberimu foto ini?
Benar.
Aku senang kau datang.
Kau tak merasa canggung bertemu denganku?
Manusia sungguhan.
Senang bertemu denganmu.
Domain kecil ini, itu milikku.
Tubuh ini, tangan ini, kaki ini, milikku.
Kau melakukan hal buruk.
Menurutku malam ini berjalan sangat-sangat lancar.
Mereka akan menampilkan hasil wawancaramu di halaman depan.
Ya. Menurutku pertunjukkan malam ini sangat bagus.
Bagaimana menurutmu soal pemotretan besok?
Bisa berikan aku waktu sebentar?
Ya.
Arthur akan menuntut.
Apa?
Ya, aku sedikit berbicara dengannya.
Kau mau ke mana?/ Mengambil air. Kau mau?
Tidak.
Sial, siapa yang pindahkan ini?
Kau tahu, jika dia menuntut, semua akan menjadi bagus.
Halo?
Tidak, tak ada yang bernama itu di sini.
Paul?
Hei!/ Paul?
Hei! Hentikan itu! Berhenti!
Ada apa? Apa yang terjadi?
Ada seorang wanita, dan pria itu...
Di mana? Apa yang terjadi?/ Di bawah.
Apa yang terjadi?
Pria itu telungkupkan wanita itu ke tanah dan mau menghantamkan kepalanya.
Pria itu melihat ke arahku.
Bajingan! Sialan!
Kita hubungi polisi.
Dan beritahu mereka apa?
Beritahu mereka!
Aku tidak bisa. Itu tidak adil.
Itu tidak adil.
Aku akan hubungi dari ponselku secara anonim, informasi anonim.
Itu bukan anonim, Miranda!/ Apa wanita itu baik-baik saja?
Menurutmu pria itu masih mengikutinya?
Apa yang akan kau katakan pada mereka?/Seperti apa orangnya?
Dia orang kulit putih. Rambutnya hitam.
Astaga!
Kertas?
Wanita itu memakai mantel.
Kau melihat wajah pria itu?/ Dia menatap ke arahku.
Kau menghubungi 911.
Teleponmu penting untuk kami. Silakan tunggu.
Ada apa?
Aku diminta menunggu./ Menunggu?
Halo? Ya, aku mau melaporkan penyerangan...
...yang terjadi di sudut Jalan Revery dan 4th.
Tidak, itu tidak sedang terjadi.
Sekitar 5 menit lalu.
Apa-apaan?
Menurutku itu aneh kau mengangkat teleponku.
Kenapa kau melakukan itu?
Itu berdering.
Siapa yang menghubungi?/ Salah sambung.
Apa yang membuatmu mengangkatnya?
Halo. Ya, aku bisa.
Pria kaukasia, mantel kecokelatan, rambut hitam.
Ya, itu benar. Itu aku.
Benar. Miranda F-A-L-L, Fall.
Terima kasih. Terima kasih banyak.
Mereka mengirim seseorang ke sini besok.
Bagus.
Sial.
Bisa kau beritahu yang lainnya tentang seperti apa orang itu?
Rahang yang tegas. Rambut hitam.
Wajah berbentuk huruf "V," mungkin tidak.
Mungkin tidak.
Aku hanya ingin memahaminya sedikit lebih baik...
Jadi, kau jadi aku, dan aku menjadi kau.
Aku duduk di sini. Telepon berdering.
Aku pergi mengangkatnya.
Dan aku yakin melihat serangan itu terjadi di bawah.
Pria itu berada di sekitar sini.
Dan...
Tangan kanannya berada di posisi ini...
...lalu melingkarkan tanganku ke belakang.
Dan dia seperti menghantamkannya...
Menghantamkannya ke aspal.
Lalu aku membuat keributan di sana dan dia menatap ke arahku.
Aku suka yang di sebelah kiri, kurasa.
Oke. Kami akan segera mengerjakannya.
Terima kasih.
Jangan khawatir, bos, mulai dari bawah.
Halo.
Tidak mungkin!
Kau menghubungi polisi.
Pertama, jangan terlalu bersemangat. Ini bukan kebetulan.
Kau akan izinkan kami masuk?/ Masuklah!
Aku dengar kau menghubungi.
Kau mendengar?/ Ya.
Kau termasuk sosok yang di bicarakan di kantor polisi, jadi...
Apa?
Dulu, aku teman satu kuliah dengannya.
Benarkah?
Maaf. Miranda, Ini Nn. Snow. Dia ahli sketsa wajah.
Boleh aku menyiapkan alat-alatku?/ Ya.
Ini bagus./ Terima kasih.
Maaf, mau aku buatkan teh?/ Tidak terima kasih, aku tak apa.
Kau punya reputasi cukup dengan kepolisian.
Sesuatu yang kau lakukan dengan kamera pengintai.
Kamera./ Ya.
Itu membuatmu mendapatkan teman.
Itu sangat aneh.
Tangan kanannya seperti ini, seperti menahan wanita itu.
Tangan wanita itu dipelintir ke belakang punggungnya.
Dan pria itu menghantamkan wanita itu ke aspal.
Aku membuat suara, lalu dia menatap ke arahku.
Kita mulai dengan mata.
Mata?
Ya, selalu mata duluan.
Oke.
Matanya gelap.
Ya, aku ingat sekarang, matanya besar dan gelap.
Rahang yang tegas.
Rambut hitam.
Wajah berbentuk huruf "V," mungkin tidak
Mungkin tidak.
Boleh aku menyimpan ini selama semalam?
Aku tak keberatan.
Terima kasih. Aku hargai ini.
Aku akan hubungi kau besok pagi jika ada perubahan.
Selamat untuk ulasan pagi ini.
Apa, kau tak suka ulasan yang bagus?
Orang yang aku jadikan bahan pameran tidak senang.
No comments yet. Be the first to leave one.