The first 200 lines.
"Lee Jae In, Kim Woo Seok, Choi Ye Bin"
"Cha Woo Min, An Ji Ho, Jung So Ri"
"Penulis Naskah, Kang Min Ji"
"Sutradara, Im Dae Woong"
"Night Has Come"
"Semua orang, organisasi, lokasi, dan kejadian"
"Dalam drama ini hanyalah fiksi"
"Malam telah tiba"
"Pembunuhan Kupu-kupu Putih"
"SMA Yooil"
- Bukan aku. - Hai, Teman-teman.
- Sungguh bukan aku. - Berhentilah berbohong. Itu kamu.
- Kenapa kamu tidak mendengarkanku? - Yang benar saja. Pasti dia.
- Kamu serius? - Hei.
- Sudah kubilang bukan aku! - Pasti kamu. Ayolah.
- Pikirkan saja. Jika aku Mafia, - Aku tahu itu kamu!
kenapa aku membantumu - Ayolah.
Saat kamu dicurigai?
- Bukan begitu! Aku... - Sungguh. Heo Yul adalah Mafia.
- Itu kamu. - Baiklah.
- Baiklah. Baik. - Benar.
Warga tidak bersalah telah kalah, dan Mafia menang!
- Hore! - Apa?
- Sudah kubilang aku warga! - Astaga.
Kamu tidak mau memercayaiku.
- Kamu andal dalam permainan ini. - Kamu bilang kamu warga!
- Sudah kubilang dia Mafia. - Itu kamu?
- Mari bermain lagi. - Baiklah. Mari bermain lagi.
- Mereka berisik sekali. - Cepat.
Mulai permainan berikutnya,
- aku mengawasimu sekarang. - Yang kalah akan mentraktir
camilan kali ini. Kamu mau?
- Aku mau! - Sial.
- Hei. - Mari mulai sekarang.
Suruh mereka tutup mulut.
Heo Yul akan menjadi orang pertama yang kubunuh di babak berikutnya.
- Hei! - Cepat.
Kyung Jun sedang tidur.
Kalian berisik sekali.
Para bedebah itu.
Hei, hentikan.
Hei, Na Hee.
Jangan bicara dengan Na Hee.
Kamu akan dimarahi lagi.
Hei. Ganti. Ayo, lakukan.
Dia menyukainya. Tukar tempat duduk dengannya.
Hei. Bukankah dia terlihat tampan?
Ini pantas masuk majalah, bukan?
Bagaimana dia bisa terlihat setampan ini?
Aku akan memberi tahu Jun Hee besok bahwa kamu diam-diam memotretnya.
Bisakah kamu melakukan itu? Biarkan kugoda dia selagi kita membahasnya.
Kamu terus mengatakan itu sejak tahun lalu. Kapan mau melakukannya?
- Kamu bisa melakukannya sekarang. - Aku akan segera melakukannya.
- Jun Hee. - Hentikan.
Lihat ini.
Kenapa kamu tidak duduk saja di sampingnya jika mau menatapnya?
Aku tidak menatap.
"Kontes Pengembangan Gim"
"SMA Yooil, Kelas 2-3"
Halo, Bu Kim.
- Kamu menemukannya? - Apa?
- Saat ini, aku... - Halo.
- Apa katamu? - Aku tidak bisa...
- Halo? Tidak. - Kamu tidak bisa mendengarku?
- Aku tidak bisa mendengarmu. Halo? - Haruskah kita pergi?
- Tentu. - Apa?
- Hei, Hyun Ho. Bisakah bantu? - Hanya kelas kita yang tiba?
Berikan itu.
Aku...
Hei.
Apa kita pernah ke sini? Kenapa aku merasa pernah ke sini?
Semua pusat retret sama saja.
Hei, Lee Yoon Seo.
- Aku akan masuk. - Baiklah.
- Yoon Seo. - Apa?
Apa yang kamu lakukan? Ayo masuk.
Baiklah.
Sial. Menyebalkan sekali.
"Pindai kode QR untuk terhubung ke Wi-Fi"
"Dan pasang aplikasi fasilitas pusat retret"
Masih belum memutuskan hadiah ulang tahunmu?
Sebaiknya kamu memberitahuku hari ini.
Aku tidak akan membelikanmu apa pun jika baru bilang lewat tengah malam.
Astaga. Kamu sangat picik.
Tapi aku masih belum memutuskan.
Novel misteri?
- Ya. Itu. - Baiklah.
Astaga. Kamu dan novel misteri.
Ponselku tidak mendapat sinyal. Apa ini normal di sini?
Permisi. Boleh aku menelepon?
Saluran teleponnya terputus sekarang.
Apa yang harus kulakukan? Haruskah aku mendatangi mereka?
"Selamat datang di Pusat Retret Muryeong"
Astaga.
Lihatlah So Mi menggoda. Yang benar saja.
- Hei. - Apa?
Berhenti menatapnya. Kamu membuatnya terlihat jelas.
Aku tidak menatapnya.
Yang benar saja.
"Peta Panduan Pusat Retret Muryeong"
Payah sekali.
Aku bisa membuatnya dalam sehari.
Apa maksudmu?
Kamu tidak memindai kode QR-nya?
Itu terpasang secara otomatis.
Berikan ponselmu. Biar aku saja.
Apa? Tidak.
Aku bisa membaca ini.
Kamu mau membawanya selama dua hari penuh?
- Ketua Kelas. - Ya.
Bapak harus pergi menjemput murid-murid di kelas lain.
Jangan lakukan apa pun. Tetaplah di kamar kalian.
Awasi kelasmu agar mereka tidak membuat masalah.
Baiklah. Pasti.
- Bantu dia, Wakil Ketua Kelas. - Baiklah.
Begitu bapak kembali, kita harus berfoto bersama di malam hari.
Suruh mereka tetap memakai seragam.
- Baiklah. - Bapak pergi sekarang.
Baiklah.
Apa yang terjadi? Kenapa dia sibuk sekali?
Wi-Fi tidak berfungsi di sini. Tempat ini mengerikan.
Tapi kenapa kita berfoto bersama di malam hari?
Entahlah.
Aku tidak mendapat sinyal sama sekali.
"Anda berada di luar jangkauan"
Hei. Dia merekam kita lagi.
Sungguh. Standarnya tinggi.
Dia tidak merekam kita. Hanya aku.
Apa yang bisa kulakukan? Ini semua salahku.
Sadarlah. Yang benar saja.
Ayolah. Apa ini?
- Apa yang terjadi? - Apa ini?
Hei, nyalakan lampunya.
Apa yang kamu lakukan?
- Ada apa? - Apa?
Apa yang terjadi?
- Berhentilah bercanda. - Ayolah.
- Kamu serius? - Astaga.
- Hei. - Kamu!
Dia sangat menyebalkan.
- Ayolah. - Astaga.
- Sial. Dasar gila. - Apa itu tadi?
Hei, dengar baik-baik.
Ini yang kudengar di sini.
Dahulu, seorang gadis SMA bunuh diri di sini.
Jadi, ada beberapa hal yang tidak boleh kamu lakukan di sini.
Jangan bercermin dan berbalik di tengah malam.
Jika seseorang memegang pergelangan kakimu saat kamu tidur,
jangan melihat ke bawah.
Jika kamu melanggar peraturan ini,
hantu akan muncul!
- Hei! - Enyahlah. Si berengsek gila itu!
Apa?
- Dasar gila. - Ayolah.
Kamu takut?
Hentikan itu.
- Ayo kembali ke kamar kita. - Baiklah.
Hei.
Kapan kamu bisa mengembalikan uangku?
Aku harus membayar uang sekolah di akademi.
Ju Won.
Jangan seperti itu. Kita teman.
Sudah kubilang aku juga akan membayar bunganya.
Beri aku waktu lagi.
- Aku butuh kali... - Diam! Sialan kamu, Berengsek.
Apa kamu rentenir?
Kita di sini untuk liburan. Kenapa kamu menagih uang kepada kami?
Kamu melakukan taruhan olahraga lagi? Benarkah?
Da Bum! Kamu juga meminjamkan mereka uang?
Apa?
Ya.
Tapi aku bisa menunggu uangku. Tidak perlu terburu-buru.
Berapa totalnya?
Aku akan membayarmu kembali.
Sebagai balasannya,
bermainlah basket denganku. Kamu mau?
"Tidak bisa terhubung ke internet"
Aku harus menonton kuliah khusus tentang pemrograman daring.
Kenapa tidak berfungsi?
Apa yang kamu lakukan?
Astaga. Kamu mengejekku karena membaca buku.
Hei. Siapa yang belajar saat karyawisata?
Jangan terlalu kentara bahwa kamu peringkat pertama di kelas.
Itu sebabnya mereka mengejekmu dan memanggilmu Mensa.
Mensa adalah nama masyarakatnya.
Anggota masyarakat itu disebut Mensan.
Berapa kali harus kukatakan?
"Memasang"
Apa ini?
Sudah kubilang aku tidak butuh ini.
Bukan aku.
"Selamat datang"
"Permainan Mafia akan dimulai sekarang. Periksa identitasmu"
"Lee Yoon Seo, identitasmu adalah warga"
Apa ini?
Aku warga.
- Bagaimana denganmu? - Aku juga.
"Menu utama, Obrolan, Pilih, Aturan, Status pemilihan, Peserta"
"Identitas peserta akan ditetapkan diam-diam"
"Identitasnya adalah"
No comments yet. Be the first to leave one.