The first 200 lines.
Luke, berhentilah begitu.
Terima kasih.
Apa masalahmu, Luke?
Aku bertanya!
Apa masalahmu?
-Maaf, itu hanya... -Tak apa.
Terima kasih banyak.
Maaf.
-Mau pasang musik? -Ya.
-Hubungkan. -Dengan Bluetooth.
Sudah masuk?
Ya.
Lagu bagus. Aku suka ini.
Ya.
Hari ini akan bagus.
Datang.
-Chitty Chitty Bang Bang. -Angkat papan, Luke.
-Hei! -Apa ini tak bodoh?
Ya, tetapi banyak hal juga bodoh. Tetap dilakukan.
SELAMAT DATANG
-Hei! -Hei.
Selamat datang, Ibu.
-Senang melihatmu. -Aku juga.
-Selamat datang. -Bagaimana bulan madumu?
Menakjubkan.
Ada vila dengan kolam.
Panoramanya luar biasa
dan Kroasia juga bagus.
-Dasar kau. -Sejarah Kroasia bermasalah,
tetapi indah dan cerah.
-Itu yang penting. -Kami naik
perahu ke Pulau Brač.
-Aku rindu itu. -Menakjubkan.
Biru langit dan lautnya hampir sama.
Ayo minum kopi dan ceritakan.
-Ya. -Alex, kubantu dengan kopermu?
-Tak usah... -Baik.
tetapi mungkin bawakan saja tas Leah.
Ya, tentu.
Sial!
Ally.
-Ally? -Ya?
-Kita bertemu lagi, Tn. Bond. -Serius, punggungku sakit.
-Bisa bantu? -Maafkan aku.
-Luke, tasnya! -Tahan aku.
Ya. Ambil tas ayahmu.
-Astaga, Luke. -Maaf, aku...
Aku tak peduli!
Jangan sentuh aku. Terima kasih.
Ini yang paling buruk.
Bagai ada penyodok panas dari dubur ke alis.
-Yang ini? -Ya.
Tas obat Nenek.
Astaga, Ibu medis militer?
Seusiaku ini butuh beberapa pil dan ramuan.
Yang ini bagus, sangat ringan. Cocok dengan anggur putih.
Ini keras sekali.
Jangan jalan jauh-jauh. Dunia jadi labirin.
Hentikan, Ibu. Paul, kau harus ke dokter,
yang sungguhan, bukan "Dr. Trainspotting" ini.
Aku tak bisa ke dokter jika tak bisa bergerak.
Maaf soal ini, Leah.
Ini seharusnya jadi... Sial!
...momenmu.
Bulan madunya.
-Bagaimana? -Mengerikan.
-Apa? -Alex terlalu baik.
Dia selalu baik kepada semuanya.
Selalu tersenyum, mengobrol, mendengarkan kisah hidup orang.
Pasti tak seburuk itu.
Buruk. Aku menikahi Yesus dan kini aku tahu kenapa disalibkan.
Hentikan, nanti dia dengar.
Tidak, dia menidurkan mobilnya.
Takkan dengar bom bunuh diri.
Itu dia, menguji klaksonnya.
Ini pukul berapa?
Ava harus dijemput dari gereja.
-Tidak, tetap di situ. -Tak apa.
Aku akan baik saja. Bantu aku...
-Aku tak mau terlambat. -Butuh codeine banyak, Paul.
200 mg. Hanya minuman pembuka.
Akan kukeluarkan. Ini dan antinyeri,
kau bisa bicara dengan hantumu.
Atau padukan sendiri saja.
Berhenti pakai obat.
Baik.
Apa...
Tuhanku. Apa Leah pakai opioid selama aku mengenalnya?
Yesus! Seperti apa jika dia tak pakai?
Sial, pukul lima. Kalian kuantar,
lau jemput Ava dari gereja.
Luke, ingat pencuci piringnya. Itu tugasmu.
Ya Tuhan!
-Maaf. -Bukan salahmu.
-Aku agak cepat. -Baik, itu salahmu.
Luke.
-Luke. -Ya?
Bisa ambilkan segelas air?
Ya. Bagaimana punggungmu?
Masih sakit.
Kurasa tas obat ajaib Nenek Leah tak berhasil.
Terima kasih. Bisa lakukan pencuci piringnya seperti kata Ibu?
Boleh nanti? Ada proyek Sejarah.
Ya, tak masalah.
Ambil minuman. Di sini sebentar.
Hanya ada bir.
Minumalh bir. Usiamu hampir 15.
Usiaku 13.
Aku tahu.
Pintar.
Terima kasih.
-Duduklah. -Proyekku.
Tenang saja. Nanti kubantu.
Duduklah, ayo menonton TV.
Santai saja.
Orang dulu bilang itu, ya?
Menyebalkan.
Ayo, aku tak menggigit.
Hanya tulang ekor bermasalah.
Nyonya.
Di mana kendali TV-nya?
Daffy.
Sedikit Daffy.
Ini satu. Bebek meledak itu apa?
Apa?
Itu lelucon. Tanya aku.
Entahlah. Bebek meledak itu apa?
"Kwek-bang api."
Astaga, lucu sekali.
"Kwek-bang api."
Ya ampun.
Minum lagi. Walau aku tak yakin ini...
berhasil.
Kurasa ini pil plasebo.
Pil plasebo.
Pil plasebo.
Ya. Untuk Ratu!
Benar. Ayo. Bagus.
Calon Lewis Hamilton.
Aku suka.
Belokan bagus di sudut.
Kau bisa dapat kerja tetap di sini.
Ibu.
Hai.
Kau senang?
Alarm kebakaran berbunyi dan Ava bercanda,
bahwa itu berarti pengangkatan akan terjadi.
Satu anak pun menangis.
Aku harus yakinkan tak ada alarm pengangkatan.
Jika ada, bunyinya akan berbeda.
Ya, tak elektronik, tetapi seperti malaikat.
Ya.
Ava, ambillah tasmu.
Senang jumpa lagi.
Aku juga.
Bagaimana Ava?
Dengan...
Dengan apa?
Saat mendapat haid pertama, aku seminggu di ranjang,
makan banyak cokelat.
Dia belum bilang, ya?
Bilang apa?
Kenapa tak bilang?
Aku tak mau jadi kecemasan.
Masalahmu banyak.
Aku tahu.
Namun, aku selalu siap bicara. Apa pun yang terjadi.
Baik, terima kasih.
Apa membantu bicara dengan Susie?
Ya.
Bagus.
Aku senang sekali.
Apa itu... Tidak.
-Tembak itu untuk menembak. -Ini?
-Ya. -Wah.
-Tidak. -Kau tembak dirimu.
Sial!
-Hai. -Hai.
Hai.
Luke, itu bir?
Ayah bilang boleh.
Dia sedang kacau karena obat punggung.
Siapkan tugasmu untuk besok.
-Boleh habiskan birnya? -Tidak, besok sekolah,
dan kau masih anak-anak.
-Ava, bagaimana grup gerejanya? -Biasa.
Tunggu. Kau baik saja?
-Ava baik saja? -Dia haid.
Wah.
-Bagus baginya. -Minggu lalu, dia tak bilang.
Kepada siapa?
Kepadaku! Ibunya!
Astaga, Paul. Pergilah ke dokter.
Aneh sekali kau kembali kemari,
tetapi girang karena Valium kedaluwarsa.
Hanya beberapa hari.
Ini pengalih dari sakitnya, selama alam
menyembuhkan.
Lalu semuanya mudah.
Frasa itu aneh, ya?
No comments yet. Be the first to leave one.