The first 200 lines.
Januari 2011 KAIRO, MESIR
Apa yang terjadi?
- Listrik padam. - Mengapa?
Ini sudah biasa.
Energi sedang bermasalah di seluruh penjuru dunia.
Sebenarnya banyak energi di seluruh Mesir.
Memang seperti ini suasana sekarang, Bukan hanya listrik saja.
Listrik bukanlah hal paling bermasalah bagi kita.
Semua anak muda di jalanan mengatakan: "Nyalakan lagi listriknya, "bung"."
Siapa maksudnya "bung"?
Orang yang bertanggung jawab untuk menghidupkan listrik lagi.
Ya tentu saja para Rezim.
- Apakah sedang merekam? - Ya
- Benar sudah merekam? - Ya.
OK. Lakukan yang terbaik menurutmu.
Biar kuceritakan bagaimana seluruh kisah ini dimulai.
Mesir hidup tanpa martabat
Ketidakadilan ada di mana-mana.
Sebelum revolusi, aku hidup dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya.
Aku mulai bekerja ketika usiaku delapan tahun.
Saat kelas lima, aku bisa membiayai sekolahku sendiri
dengan cara berjualan lemon di jalanan.
Tidak ada harapan masa depan yang lebih baik di negeri ini .
Kami terikat oleh ketidakadilan rezim serta kediktatoran
Mubarak adalah pemimpin rezim
Yang memaksa kami untuk hidup selama 30 tahun di bawah hukum darurat.
Aku hidup di bawah ketidakadilan rezim Mubarak.
Rezim selalu bekerja dengan cara menindas rakyat.
Mereka menyiksa, menyetrum, dan meyingkirkan orang-orang.
Tidak ada yang berani bicara politik
Politik hanyalah untuk para rezim saja
Ya Allah, lihat orang itu.
KHALED SAEED, KORBAN PENYIKSAAN
Kami ingin pergi ke Tahrir Square
Jika kami memiliki martabat dan ingin hidup sebagai manusia di negeri ini,
Maka kami harus turun ke jalan.
Kami akan turun dan meminta hak asasi milik kami.
Aku akan turun ke jalan dan mengatakan "tidak" terhadap korupsi, 'tidak' untuk rezim ini
Aku turun ke jalan
banyak orang di sekitarku
Serasa seperti yang selama ini ingin kulakukan.
Rakyat ingin memberantas korupsi!
Damai! Damai!
Polisi mencoba memecah kami dengan semua cara
Rakyat sedang marah...
dan mereka tidak memiliki rasa takut
Aku tidak takut apa yang terjadi padaku Aku takut sesuatu terjadi padamu
Dan ini demi masa depan.
Semua orang turun ke jalanan. Ayolah, demi Allah.
Peringatkan mereka yang sedang tidur
Demi anak-anak kalian dan keluarga mereka untuk hidup.
Ayo bicaralah, Penguasa!
Biarkan saya berbicara kepada para pemuda Mesir di Tahrir Square
Saya berbicara kepada kalian semua dengan hati nurani
Sebagai seorang ayah kepada putra-putrinya
Saya bangga pada kalian,
Sebagai simbol generasi baru Mesir,
Yang bertekad untuk membuat perubahan
Mesir sedang menghadapi masa-masa yang sulit .
Saya khawatir dengan situasi seperti ini
Bahwa bagi para pemuda yang sekarang meminta perubahan
Adalah yang pertama akan menerima konsekuensinya
Kami adalah Tahrir Square!
Rakyat menuntut jatuhnya rezim!
Seluruh bangsa meledak...
sekaligus memerangi ketidakadilan, korupsi, kemiskinan, kebodohan,
segala sesuatu yang kita telan selama 30 tahun terakhir
Kami semua sama
Saling bersatu dengan yang lain
Kebebasan!
Kebebasan!
Kebebasan!
Aku bersumpah demi Allah
Aku tidak akan meninggalkan Lapangan
Demi terpenuhinya persyaratan kami.
Kami bertemu Magdy Ashour di Plaza
Magdy adalah anggota Ikhwanul Muslimin
Pelurumu tidak akan menghalangi kami!
Khalid Abdalla
Warga Mesir yang lahir di luar negeri, tetapi tidak pernah kembali lagi kesana.
Aida
Kebebasan adalah untuk rakyat!
Ramy Essam
Dikenal sebagai penyanyi revolusi
Makanan, kebebasan, keadilan sosial!
Aku bersumpah akan tinggal di sini bersama kalian.
Kami melihat cinta satu sama lain, kesadaran
Hey teman-teman!
- Apa kita harus pulang? - Huh! Jangan!
- Kita harus pulang? - Jangan!
Jadi, di sinilah kita!
Tinggal di sini!
Tinggal di sini!
Sampai Mubarak keluar!
Sampai Mubarak keluar!
Tidak peduli Muslim ataupun Kristen
Kami semua adalah anugerah Tuhan
Kami semua hadir. dan bersatu
Bersatu!
Bersatu!
Bersatu!
Kami akan mengisi dunia dengan puisi.
Kata-kata kami akan berkumandang di alun-alun.
Dan puisi ini akan menjadi seperti peluru dalam perang.
Revolusi sampai menang!
Revolusi di setiap jalan Mesir!
Keluar, Mubarak!
Ini adalah saat kami menyadari bahwa rakyat memiliki kekuatan sejati.
Setiap detik, ribuan orang bergabung
Kami tidak akan meninggalkan alun-alun sampai tuntutan kami dipenuhi.
Hak-hak kita sudah dirampas!
Akhirnya, kita memiliki sejengkal tanah untuk menyuarakan hak kita sendiri
Dan untuk mengklaim hak-hak kita . Dan sekarang jadi milik kita.
Rakyat tidak terlalu banyak menuntut
Tahrir Square bukanlah apa-apa dibandingkan dengan ribuan hektar yang mereka curi.
Ada yang mau teh?
Ada yang mau teh?
Aku sudah bilang kita akan minum teh bersama
Kau juga minum teh.
Jika aku berbicara atas nama beberapa kelompok Islam...
Siapa yang akan mengatakan bahwa "siapa" yang sudah mencontoh Islam?
Ide-ide kami telah diadopsi sejak awal untuk menciptakan revolusi yang indah.
Dengan gagasan bahwa Kami adalah salah satu kelompok masyarakat.
Yang membayangkan bahwa suatu hari aku akan berdiri di Tahrir Square
- Dalam solidaritas demi semua yang dilakukan - Aku tidak bisa membayangkan hal itu.
Pada awalnya, kami hanya tidur beralaskan koran.
Dan kami tidak punya selimut, hanya beberapa lembar saja.
Dan hanya beberapa orang yang bersedia tidur di sini.
Sekarang, semuanya berubah menjadi satu komunitas dan memiliki banyak tenda
Hubunganpun menjadi sangat kuat.
Kami sedang menunggu pengunduran dirinya malam ini.
Menunggu, menunggu, menunggu. .
Entahlah aku tidak tahu. Kami semua sangat gugup
Aku hanya sedang menunggu pidato.
kau tidak akan punya banyak waktu
Untuk mencoba dan bertindak dimana kau akan berpihak
Ketika sesuatu yang bersejarah terjadi. Dan si Bandit itu membuat kami menunggu.
Para pengunjuk rasa yang tadi saya bicarakan sebelumnya
Hidup mereka sangat prihatin, dalam arti harafiah kehidupan mereka,
Jika mereka meninggalkan Square.
Polisi Rahasia dan intelijen masih berkeliaran
Mereka akan terus menangkap mereka satu per satu,
Saat mereka kembali ke rumah
Khalid, Anda adalah seorang aktor terkenal
Apa anda tidak khawatir bicara seperti itu saat berada di tengah para demonstran?
Apakah anda tidak takut bahwa andapun bisa jadi target?
Yah, aku...
Aku tidak peduli
Maksudku, aku tahu mengapa aku ada di sini dan aku tahu mengapa aku ingin berada di sini
Maksudku, aku datang dari .. .
Aku datang dari tiga generasi yang telah berjuang
Untuk reformasi sosial dan kebebasan politik di negeri ini
Di sini kami memiliki wacana demokrasi,
kebebasan, keadilan sosial, reformasi politik,
Demi perubahan di Timur Tengah, bagi kami semua.
Dan atas dasar alasan tersebut, aku sangat bangga berada di sini. .
Semoga Allah selalu bersamamu.
Aku bilang. Hal-hal baik akan datang.
Hal-hal baik.
Alhamdulillahirobbil Al-Amien!
Ganyang Mubarak!
Ganyang Mubarak!
Ganyang Mubarak!
Presiden Mohammed Hosni Mubarak...
Memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden,
Dan menyerahkan kepada angkatan bersenjata
untuk mengurus administrasi pemerintahan
Agar semua dapat mengerti
Atas besarnya keputusan ini
Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata
Para revolusioner yang kehilangan nyawa mereka
11 Februari 2011
Ia mengundurkan diri
Ia mengundurkan diri!
Allahu Akbar!
Mesir!
Tahrir Square Mesir. Pandangan dunia beralih ke negeri ini
Untuk pertama kalinya dalam hidup kami tidak dibungkam
Kembalinya kebebasan kami
Dan kami bermimpi bahwa suatu hari,
seluruh Mesir ada di Tahrir Square
Revolusi!
Mari kita rayakan.
Kita semua adalah satu
Dan tuntutan kami sama
Sebuah negara untuk rakyat
Bagi rakyat
Untuk rakyat
Khalid, ayahnya hadir di sini
Apa dapat memberitahu kami apa yang terjadi di sini?
Keadaan di sini benar-benar luar biasa
Saya pikir apa yang terjadi di sini benar-benar menarik,
Bagi saya, kenyataan bahwa Mubarak sudah turun tahta
Tapi itu belum cukup bagi rakyat
Yang penting adalah pernyataan yang akan dibuat oleh Angkatan Darat
Setelah pernyataan dilontarkan,
Apakah akan memenuhi aspirasi rakyat?
Aspirasi rakyat tidak bertujuan hanya menyingkirkan Mubarak saja,
Tapi membangun masyarakat Mesir yang benar-benar demokratis.
Sebenarnya, saya tidak begitu percaya
No comments yet. Be the first to leave one.