Enemies from the Past

Enemies from the Past (전생에 웬수들)

Download Indonesian Subtitle

Release info

전생에 웬수들-Forever Enemies E 19 NEXT
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton :):) Kunjungi www.sultankhilafsub.wordpress.com

Tags

other
Published on: 2017-12-22
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

- Sulit dipercaya. - Kamu sering menyebutkan ayahmu.

Apa katamu?

Kamu tertarik dengan pria kaya yang cukup tua untuk menjadi ayahmu?

Aku tidak peduli jika kamu menyukai pria tua

atau pria kaya.

Tapi kamu tidak bisa mengencani pria yang tadi bersamamu.

Dia bukan pria hidung belang yang bisa kamu rayu.

Sulit dipercaya.

Lepaskan aku.

Jika kulepas, kamu bisa bangun?

Seharusnya kamu mengenali lawanmu.

Aku punya sabuk hitam judo, kendo, dan taekwondo.

Apa-apaan ini? Kamu sakit?

Kamu demam.

Itu licik. Aku baru saja mencemaskanmu.

Seharusnya kamu mengenali lawanmu.

Aku bekerja di pencucian mobil selama tiga tahun,

mengecat rumah selama tiga tahun,

dan tiga tahun lagi dengan perusahaan pengantaran.

Lepaskan aku.

Jika kulepas, kamu bisa bangun?

- Kenapa kamu di sini? - Apa pedulimu?

Kenapa kamu

memedulikan urusanku?

Cara bicaramu sangat manis.

Tidak semanis omong sampahmu.

- Sampah? - Apa kamu tahu

kebohongan yang kamu katakan

mungkin bisa menghancurkan impian seseorang?

Omong kosong yang kamu ucapkan

bisa menyakiti hati orang lain lebih daripada yang kamu bayangkan.

Tidak, kamu tidak tahu.

Karena kamu berengsek.

Tidak, aku orang baik.

Biar kukatakan sekali lagi.

Berhentilah mengganggu hidupku.

Pergi saja!

Astaga, dia selalu berbicara sebelum pergi.

Dia pandai berbicara.

Hei! Kamu harus berobat selagi masih di sini.

Kamu demam.

Kapan Paman selesai bekerja?

Wanita?

Paman tidak punya pacar.

Tidak masalah jika Paman punya pacar.

Usia Paman belum 60 tahun. Paman masih muda.

Apa?

Tapi Paman tidak memacarinya.

Siapa?

Wanita yang Paman ajak bicara di lorong.

Siapa?

Tunggu, maksudmu kakaknya Go Woon?

Dia wali pasien paman.

Dia wanita materialistis.

- Apa? - Paman ingat

soal wanita yang selalu kutemui?

Dia orangnya.

- Apa? - Aku tidak yakin sampai sekarang,

tapi dia sungguh wanita materialistis.

Awalnya dia mengincarku, tapi kini dia merayu Paman.

- Dia tidak seperti itu. - Bagaimana Paman bisa sangat yakin?

Lalu bagaimana denganmu? Bagaimana bisa kamu sangat yakin?

Apa kata Paman tadi?

- Paman bilang dia wali pasien. - Lalu kenapa?

Untuk apa seorang dokter memberikan uang kepada wali pasien?

- Apa? - Kulihat Paman memberi dia amplop.

Baik, tunggu.

Pikirmu wanita itu menemui paman untuk meminta uang?

Dia bilang kepada Paman

bahwa dia besar tanpa ayahnya

dan Paman mengingatkan dia kepada ayahnya?

Ekspresi Paman membenarkannya.

Dia selalu melakukan itu.

Dia juga sering menyebutkan ayahnya untuk mendekati pria beristri.

Aku bahkan melihatnya disiram air oleh istri pria itu.

Apa itu benar?

Kini Paman tahu dia wanita seperti apa?

Astaga.

Kenapa hal yang sekonyol itu terjadi kepadanya?

- Paman. - Hei.

Perselingkuhan bibimu mengajari paman satu hal.

Kamu tahu apa itu?

Mata yang jeli terhadap wanita.

Dia bukan wanita materialistis.

Paman sudah teperdaya olehnya.

Aku tahu kesepian bisa sangat menyakitkan,

tapi Paman telah sepenuhnya hilang akal?

Tidak. Dia yang luar biasa.

Dia bisa memperdaya pria bijak seperti Paman.

Tapi dia juga hampir memperdayaku.

Seharusnya aku tidak membiarkan dia pergi begitu saja.

Kamu mengatakan sesuatu kepadanya?

Ya, aku menyuruh dia menjauhi Paman.

Apa?

Kubilang, meskipun aku mengerti dia menyukai pria kaya,

tapi dia harus menjauhi Paman.

Ini masalah serius.

Paman ingin disakiti lagi oleh wanita?

Sadarlah. Jangan biarkan wanita seperti dia menipu Paman.

Dia tidak akan menipu paman!

Paman membayarnya untuk pengalaman hidup masa lalu.

- Apa? - Kamu tahu

paman membuat peserta kuliah paman merasakan masa lalu mereka?

Paman membayar pesertanya dengan uang.

Kamu tahu soal itu, bukan?

- Aku tahu. - Ya, itu.

Itu sebabnya paman membayarnya.

- Apa? - Astaga.

Bagaimana paman bisa menemuinya lagi?

Situasi di antara kami menjadi canggung karena kamu.

Astaga.

- Benarkah? - Tentu saja.

Wanita materialistis mana yang bekerja siang dan malam

untuk membayar biaya rumah sakit adiknya?

Dia juga bekerja sebagai sopir.

Anggap saja kamu benar

dan dia ingin mengeruk harta para pria kaya.

Lalu untuk apa dia bekerja begitu keras?

Lalu bagaimana dengan ayahnya?

Paman yang membahasnya.

- Apa? - Paman

sudah mengenalnya selama 10 tahun.

Paman ingin menghiburnya.

Dia pasti sangat merindukan ayahnya.

Pasti sulit baginya untuk menggantikan peran ayahnya.

Paman yang lebih dahulu membahasnya.

Kamu tahu dia bilang apa?

Dia bilang itu memang berat,

tapi dia tidak terlalu merindukannya karena ayahnya bukan ayah yang baik.

Itu membuat paman sadar.

"Ayah" mungkin kata yang paling menyakitkan baginya.

Seharusnya paman tidak membahasnya.

Lalu apa?

Dia mendekati pria menggunakan ayahnya?

Katakan saja paman pria impian Audrey Hepburn.

Itu akan lebih meyakinkan.

Kamu terlalu sering menyebutkan ayahmu.

Astaga, bedebah itu.

Go Ya.

- Bibi Tae Ran. - Kamu terlambat.

- Kamu baru pulang kerja? - Ya.

Bibi mau pergi bekerja?

Pak Kim yang menjaga toko. Bibi agak terlambat.

Saat merajut syal untuk San Deul, bibi lupa waktu.

Para guru harus menjaga tenggorokannya.

San Deul sangat beruntung. Ibunya sangat menyayanginya.

Begitu mendapatkan pacar,

dia tidak akan membutuhkan cinta ibunya lagi.

- Kamu sudah makan? - Sudah.

Lalu kenapa kamu lemas begitu?

Kamu tampak sangat lesu.

Kamu harus mencari pacar.

Apa yang Bibi bicarakan?

Pelembap mahal tidak berguna.

Kamu membutuhkan cinta dan perhatian dari pacar.

Ada apa? Apa sesuatu terjadi lagi?

- Bibi Tae Ran. - Ya?

- Aku sakit. - Kamu sakit?

Astaga. Kamu demam. Sejak kapan kamu sakit?

Sudah beberapa hari.

Ibuku tidak tahu.

Kami tinggal di rumah yang sama, tapi dia tidak tahu.

Kamu harus memberitahunya.

Jika tidak, dia tidak akan tahu.

Bibi mengetahuinya.

Kapan pun San Deul sakit...

Tidak, bahkan sebelum dia sakit,

Bibi tahu dia merasa tidak enak badan.

Seharusnya para ibu seperti itu.

Dengan hanya melihat punggung anak-anak mereka,

mereka mengetahui perasaan anak-anaknya.

Jika suasana hati anaknya sedang buruk atau mereka sakit,

mereka mengetahuinya.

Dahulu ibuku juga begitu.

- Tapi dia berubah. - Itu tidak aneh.

Suaminya meninggalkan dia dan anak-anaknya

demi wanita lain.

Perasaannya tersakiti.

Tidak. Dia hanya begitu kepadaku.

- Apa? - Hanya aku.

Ayah yang meninggalkannya. Kenapa dia membenciku?

Dia masih baik kepada Go Bong dan Go Woon. Dia hanya membenciku.

Ada apa?

Dia mengetahui sesuatu?

Kenapa kamu menunggu begitu lama?

Kamu hampir kehilangan jarimu.

Untuk berjaga-jaga, pergilah ke dokter.

Bahkan dalam situasi itu dia mengkhawatirkan jariku.

Dia sangat baik.

Hei, Kakak masih sakit?

Aku tidak mau tertular penyakit Kakak.

Tidurlah di kamar lain.

Kamu saja.

Ibu!

Astaga, dia sangat menyebalkan.

Ada apa lagi?

Aku tidak mau tidur sekamar dengan Kak Go Ya.

Dia batuk terus.

Sungguh?

Ya. Jika aku terkena flu,

Enemies from the Past subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Enemies from the Past

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left