The first 200 lines.
Ayo, matahari sudah muncul. Cuacanya bagus.
Ayo, ayo pergi.
Bisa bangun sekarang, Sayang?
Sayang, napasmu.
Kau menyukainya.
- Bangun. - Oke.
Ya.
- Pergilah. - Ayo. Ya.
- Jangan ganggu aku. - Ayo pergi, ayo.
TROLL WALL NORWEGIA
Hei! Pelan-pelan.
Ayo, Pak Tua. Kau pasti bisa.
Ampun, makin dingin.
Itu karena kau orang Australia.
- Kau siap naik sampai puncak? - Belum, Sayang.
Ayo.
Ya! Kau pasti bisa.
Santai saja.
Kau aman.
Selalu saja di spot yang sama. Kita bisa terjebak di sini.
Butuh bantuan?
Aku bisa.
Aku sanggup. Aku bisaโฆ
Aku pasti bisa.
Pelan-pelan saja.
Bagus.
Apa?
Kurasa cukup sampai di sini.
Ini pitch terakhir, Tommy.
Masih bisa ke puncak besok, aku janji.
Dan cuacanya juga mulai memburuk. Lihatlah.
Biar kucoba sekali lagi.
Kita bisa sampai puncak dan pasang tenda dalam sejam.
Kita pasti bisa. Aku mau ke puncak hari ini.
- Makanyaโฆ - Tidak, aku mau ke puncak hari ini.
Makanya kita punya partner mendaki
agar ada yang menentukan saat salah satu tak berpikir jernih.
Jadi, aku yang menentukan. Oke?
Sash, tidak apa-apa.
Pendakiannya luar biasa, sampai titikโฆ Sampai akhirnya itu berubah.
Aku kepikiran apa sebaiknya kita menunda besok.
Kau bercanda? Ini cuma badai kecil.
Kau kenapa?
Tidak, hanya sajaโฆ
Kadang kau seperti terlalu memaksakan, itu saja.
Ada lagi?
Entah berapa kali lagi aku bisa mendaki gunung.
Dengar, jangan salah paham. Aku suka ini.
Aku suka hubungan kita. Aku mencintaimu.
Hentikan. Kau selalu begini.
Begitu pendakian mulai berat, tiba-tiba kau mulai bicara seperti ini.
Aku cuma ingin kita lebih santai sedikit, jangan terus-terusan ekstrem.
Astaga.
Ada pepatah lama.
Keberuntungan itu seperti perbekalan di gunung,
lama-lama pasti habis.
Kau serius?
Kau mau bilang keberuntunganmu sudah habis di tengah pendakian?
Kalau kompas keberuntunganku menyuruhkuโฆ
Astaga. Hentikan soal kompas sialan itu.
Maaf, Sash.
Aku lagi terlalu sensitif saja.
Mendekatlah.
Bagian mana yang sakit?
Ya, di sana.
- Di sini? - Ya.
Astaga.
Janji kita akan kembali setelah badai berakhir.
Kita akan jalan pagi, oke? Aku janji takkan bangun kesiangan.
Benaran janji, ya?
Menempel ke tebing.
Oke.
Tetap menunduk.
Oke. Aku ingin kita turun sedikit.
Di sana lebih aman, di tepian itu, oke?
Oke.
- Kau baik-baik saja? - Ya.
Kau boleh jalan duluan kalau mau.
- Oh, ya? - Ya.
Kini kau mau aku jalan duluan?
- Ya. - Baiklah.
Kau aman?
Astaga.
Kau tak apa-apa?
Tommy! Turunlah!
Simpul pengaman sudah kau pasang?
Ya!
Astaga! Tommy, tunggu!
Tunggu sebentar.
Tommy!
Tidak!
Astaga.
Tommy!
Tommy, sadarlah!
Kau menarik kita turun ke bawah!
Aku sudah tak kuat lagi menahan!
AUSTRALIA LIMA BULAN KEMUDIAN
TIDAK ADA SINYAL SATELIT
Pendakian seperti ini yang benar-benar sulit. Rasanyaโฆ
Ini butuh ego besar.
Kalau kau baik, akan kubagi sedikit egoku.
TAMAN NASIONAL WANDARRA
- Hai. - Halo.
Kau akan pergi sendirian?
Sebaiknya jangan.
Banyak yang tersesat di hutan ini.
Dan di sini, mereka tak pernah ditemukan.
Bisa isi data dulu?
Agar kami tahu tujuanmu.
Nasib. Itu jatahmu.
Itu barang bagus.
Nah, itu baru mantap.
Dagingnya tebal? Buatmu, itu sudah cukup tebal.
- Ini dia. - Baik, terima kasih.
Pelan-pelan.
Halo.
Hei.
Sudah dapat yang kau butuhkan?
- Hei. - Wah, si pembuat onar muncul.
Apa kabar, Mel? Mau tambah lagi?
Oh, ya. Itu laris manis.
- Kau sudah coba? - Jangan konyol. Anjingku saja tak makan.
Anjingmu melewatkan yang enak.
Permisi.
Terima kasih.
Di tempat asalmu tak diajarkan bilang "permisi", ya?
Kau tak dengar? Aku bilang terima kasih.
Kau mau ke mana? Kami bisa jadi pemandumu.
Kami sangat kenal area ini.
- Tak perlu. - Kami cuma mencoba bersikap baik.
Dia baik-baik saja, Kawan.
Sepertinya dia tak butuh apa-apa lagi.
Isi penuh bensin di pompa enam.
Maaf soal barusan.
Aku merasa perlu mengatakan sesuatu.
Ya, kau tak perlu begitu. Tak apa-apa.
Oh, oke.
Tak masalah.
Terima kasih, Mel. Aku segera kembali. Aku mau ambil mobilku.
Ya. Enam puluh.
Terima kasih.
DENDENG JENNO - $7,95
Bisa tambahkan ini?
Hai, halo?
Hai. Bisakah kauโฆ
Hei.
Aku mau ke Kawasan Ngarai.
- Ya? - GPS-ku mati. Ya.
- Kau mau ke ngarai itu? - Ya.
Ya.
Mau jalan mudah atau jalan sulit?
Aku mau jalan terbaik.
Oke. Jadi, kita di sini.
Di sini belok kiri,
lalu ada belokan tajam, terus lurus sekitar 50 km.
Oke, itu mudah.
Maaf, boleh kuberi saran? Ini sangat berbeda.
Mulailah dari Blackstone Bay.
Di sini.
Lanjut kira-kira sembilan kilometer.
Tepat sebelum jalan bercabang, ada area perkemahan yang luar biasa.
Oke.
Tempat ini agak tersembunyi, tepat di tepi pantai.
- Terima kasih. - Kau yakin kau sanggup?
Ya, kurasa aku sanggup.
- Oke. - Oke.
Kau pasti suka. Airnya luar biasa.
Oke, bagus. Terima kasih banyak.
Oke. Ada satu hal lagi.
Semoga kau tahu apa yang kau lakukan karena ini bisa jadi intens.
- Intens, aku tahu. Tak apa. - Berbahaya.
Umumnya dilakukan berdua.
- Aku akan pergi. - Oh, oke.
Bukan maksudku kita pergi berduaโฆ
SEMPROTAN MERICA
Sial.
Wanita itu lagi.
Kau mau bir, Sayang?
Kurasa dia ingin sendirian.
Kau gantung yang kecil itu.
Oi! Hei, tenanglah.
Dia ingin keluar.
Maaf, tak bisa mundur sekarang.
Aku bicara padamu.
Kami cuma mencoba bersikap baik.
Oke.
- Kau tak kebagian potongan terenaknya. - Itu akibatnya jika diam di mobil terus.
- Lihat, ini indah sekali. - Ya.
Oke, ayo. Diesel, Ripper, naik ke truk.
Apa?
Apa-apaan ini?
Di mana tasku?
Sialan.
Astaga!
Halo?
Halo?
Hei!
Hei.
Kau berhasil!
Ini aku, yang di pom bensin.
No comments yet. Be the first to leave one.