The Bear

The Bear

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

The Bear S02E04 WEBRip 6CH x265 HEVC-PSA
The Bear S02E04 WEB h264-EDITH
A Commentary by ranon
Durasi 29:25, Terima Kasih kepada Coffee_Prison dan Amanda T Supriadi

Tags

webrip
web
BRip
x265
HEVC
Published on: 2023-07-22
Downloads: 490
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 197 lines.

Alur Waktu The Bear - akuntansi dan pesanan

BERHENTI PAKAI KARTU KREDIT

Izin Pembongkaran

Izin Bangunan

Izin Perbaikan HVAC

Isap Bokongku! Fak

Benci sekali HIDUPKU

Bagaimana kondisi kita?

Sudah tujuh minggu, pengajuan nama kita ditolak.

Pencegah kebakaran belum datang.

Harus jadwalkan pembersihan total kedua

karena kini gedung kita dianggap bahaya biologis.

Hanya ada beberapa dinding yang tersisa.

Kenapa ditolak?

- Karena mengajukan nama baru. - Itu masalah?

Karena nama yang pertama tak kita daftarkan.

Kita, mereka, Mikey, tak beroperasi dengan benar

karena mereka tak pernah mendaftarkan nama usaha.

Jadi, kini kita harus berbisnis sebagai The Bear,

dan didenda karena awalnya tak berbisnis sebagai The Beef.

Menurut Dinas Pajak, kita berengsek.

Jadi, ini soal uang?

Ya. Semuanya soal uang, Carm.

Kapan pembersihan totalnya?

Baru bisa besok, sepertinya. Sial.

Bisa bilang itu lagi.

Sial.

Kau tak apa-apa?

Ya, izin penamaan membuatku stres.

Hei. Kau tak apa-apa?

Ya.

Jangan beri tahu siapa pun, ya?

Ini masalahku dan aku tak mau ini mengubah apa pun.

Ya? Aku tak mau diperlakukan berbeda.

- Paham? - Baik.

Aku takut sekali.

Aku hanya memberitahumu karena... Entahlah.

Untuk berjaga-jaga?

Jangan anggap aku tak antusias,

karena aku sangat antusias.

Karena cara kita dibesarkan.

Aku sangat ingin ini penuh cinta, kebaikan, dan kebahagiaan.

Aku hanya tak mau orang lain tahu.

- Tentu. - Ya?

Aku sungguh tak mau Richie tahu.

Baiklah.

Karena aku merasa lebih memegang kendali jika memutuskan

kapan dan siapa yang tahu aku hamil.

- Selamat! - Selamat!

Selamat!

Sudah kuduga!

Nat, dindingnya jatuh.

Aku tahu, Sayang.

TUJUH PEKAN HINGGA BUKA

Aku punya tantangan.

Aku akan magang di tempat yang luar biasa.

Aku harus naik pesawat, ke luar negeri.

Kau tahu bagaimana perasaanku tentang itu. Aku antusias.

Saat aku di sana,

aku harus membuat tiga hidangan penutup hebat.

Tiga.

Ibu punya ide?

Ya, aku tahu.

Aku agak gugup soal itu karena sungguh tak mau mengacaukannya.

Namun, aku antusias.

Juga jangan cemas.

Saat aku pergi, ada Kristy dan Chester di sini,

dan aku bisa ditelepon jika butuh apa pun.

Kurasa perbedaannya, delapan atau sembilan jam?

Itu tak penting.

Aku sayang Ibu.

Kau tampak kesal.

Apa pun itu, telepon aku kapan saja.

- Aku akan bangun dengan ponselku. - Dia akan baik.

Jika berkedip tiga kali, dia haus.

Dia suka setengah diselimuti,

- jangan sampai bahu. - Aku tahu.

- Ya, aku hanya... - Aku tahu.

Hei, aku menjaganya.

Hei, mode pesawat itu nyata. Pastikan ponselmu mati.

Itu bisa mengacaukan menara sel,

dan kau akan berakhir di Jersey atau Pittsburgh.

- Tunjukkan paspormu. - Sudah kubawa.

- Tunjukkan itu. - Aku bawa pasporku.

Kau bicara dengan Tn. Lintas Benua.

Tahu berapa kali aku lupa? Tunjukkan.

Ya, baiklah. Terserah. Sial.

Astaga.

Apa kau serius?

- Kawan. - Kau bercanda?

Aku hanya bercanda. Di sini.

Jangan menggodaku. Biar kulihat...

- Tampan di paspor! - Baiklah.

Berikan itu.

Bisa bantu cek ibuku jika kau sempat?

Sudah akan kulakukan.

Akan kucek dia setiap pagi saat pergi kerja.

- Terima kasih. - Tarik napas panjang,

masukkan kebaikan.

Ketahuilah, aku belajar beberapa istilah Dansk,

jadi kita terhubung saat kau pulang.

Kau belajar apa?

Flyvemaskine. Sepertinya artinya pesawat.

Baiklah.

Lalu, Klimaanlage.

- Pendingin ruangan. - Penting pada musim dingin.

Bisa saja.

- Pemanasan global makin buruk. - Ya.

- Aku menyayangimu. - Baik.

- Aku juga. Ya. - Baiklah.

Jangan sebut Ikea di sana.

Itu di Swedia, bukan Denmark. Mereka serius soal itu.

Aku dapat pelajaran sulit.

UNTUK MARCUS INI WIFI-NYA. KELUARKAN SAMPAHNYA.

SAPU HALAMAN DEPAN.

PASTIKAN ISI MANGKUK COCO DENGAN AIR.

SIRAMI TANAMAN.

NIKMATI WAKTUMU DI SINI.

SALAM SAYANG UNTUK CB

Ya, Koki.

Koki, aku Marcus Brooks dari...

Aku tahu. Aku Luca. Bagian pastri.

Kita mulai pukul 05.00. Bagianmu di pojok meja.

Ya, Koki.

SETIAP DETIK BERHARGA

Searah pukul enam, selalu menghadap tamu.

Ya, Koki.

Cobalah.

Tekan irisan itu ke puding agar menempel.

Ya, Koki.

Tidak, searah jarum jam, Koki. Mulainya sama.

Ya, Koki.

Tidak. Lagi, Koki.

Maaf. Aku agak gugup.

Lebih buruk.

Jangan takut untuk menempelkannya saja.

Kau harus yakin.

- Jangan meragukan dirimu. - Ya, Koki.

Kau tahu cara membuat jeli shiso?

Ya, Koki.

Baiklah.

Cara buat jeli...

Dekstrosa.

Apa itu dekstrosa?

Resep.

Terima kasih, Koki.

Itu terlalu kental. Tambahkan sari nanasnya.

Ya, Koki.

- Boleh tanya kenapa? - Makin kental, makin kuat.

Jika terlalu kental, mengalahkan komponen lainnya.

Ini disajikan dengan apa, Koki?

Kita sajikan dengan irisan tipis marsepen dan kerupuk karamel.

- Kedengarannya lezat. - Ya. Itu hidangan yang bagus.

Lalu, air.

Kecepatan rendah.

Lihat perubahan warnanya.

Lihat, warnanya mulai makin terang.

Tuangkan saja ke sana.

Lalu, beri dua sendok itu ke sana

- dan kembangkan saja gelatinnya. - Ya, Koki.

Kami mencari orang untuk hari-hari awal, lima hari seminggu.

Jumat aku tak bisa.

Baik.

- Resumemu luar biasa. - Terima kasih.

Kapan bisa bicara dengan koki?

Sedang kau lakukan.

Kami mencari orang yang bisa berkomitmen dengan jadwal penuh.

-Aku mengerti. Aku bisa. - Kau diterima.

- Pernah membuat es krim, Koki? - Belum, Koki.

- Kau mau? - Ya, Koki.

Baik.

Ini quenelle. Sedikit air hangat.

Jangan terlalu panas atau dingin.

Tarik, angkat kembali.

Paham?

- Cobalah. - Baik.

Tarik, angkat kembali.

- Coba lagi. - Baiklah. Ya.

Tidak. Lagi, Koki.

Tidak, itu lebih buruk. Lagi, Koki.

Hei.

Aku hanya menelepon agar Ibu dengar suaraku.

Aku sangat suka kota ini. Keren sekali.

Aku tinggal di sebuah kapal.

Restorannya indah.

Aromanya enak di sana dan ya,

aku sangat senang di sini.

Andai Ibu juga di sini.

Tadi aku masak sesuatu.

Kukirimkan fotonya kepada Kristy agar bisa dia tunjukkan kepadamu.

Aku sayang kau.

Perhatikan saja aku. Saat merasa nyaman, bergabunglah.

Jangan sok pahlawan lalu mengacaukannya.

Ya, Koki.

Seperti main Operasi.

Baiklah, selesai.

Rasanya seperti...

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left