The first 200 lines.
"Episode 61"
Astaga, ibu merasa makin lelah saat kamu memegang ibu.
Ibu, tetap saja...
Astaga, ibu amat kepanasan.
Ibu.
Aku juga mau masuk.
- Ibu. - Tidak, Da Bin.
Haruskah kita tetap di sini dan makan yoghurt?
Ibu, biar kubantu.
Tidak apa-apa.
Panas. Pergilah berganti pakaian.
Kenapa kamu berdiri di sini begitu? Sudah ibu bilang bergantilah.
Baik.
Paman, ada yang tidak beres dengan Mi Ri, bukan?
Apa maksudmu?
Atmosfer pernikahan
dan wajah Ibu tampak aneh.
Tidak ada yang salah dengannya.
Itu karena udaranya panas.
Astaga, itu tidak masuk akal, Paman.
Dia menikahi keluarga yang baik.
Lantas, kenapa Ibu tampak sedih?
Serta bukan hanya Ibu.
Kenapa Mi Sun dan Mi Hye tampak seperti itu juga?
Putrinya diambil. Akankah kamu senang jika begitu?
Itu mungkin keluarga kaya,
tapi akankah kamu tersenyum lebar pada hari pernikahan Da Bin?
Itu masuk akal, tapi...
Uruslah urusanmu sendiri.
Lantas, Paman sudah dengar.
Ya, paman sudah dengar. Kenapa?
Kamu amat berpikiran pendek.
Kamu tidak boleh punya persembunyian yang amat dekat dari rumah.
Aku tahu. Paman benar.
Aku seharusnya menyembunyikan itu di dekat kantor.
Kurasa aku tidak berpikir panjang.
Astaga.
Bagaimanapun,
Mi Ri akan menjalani kehidupan pernikahan bahagia, bukan?
Tentu saja.
Bibi amat cantik.
Benarkah?
Jadi, apa artinya
kita bisa merayakannya?
Tentu saja kita harus merayakannya.
Mi Ri tidak melompat ke lubang api atau semacamnya.
Omong-omong,
kamu harus berusaha yang terbaik untuk menyenangkan Mi Sun.
Kenapa harus? Paman kira aku gila?
Untuk apa aku menyenangkan Mi Sun?
Dia yang berusaha menjual semua barang berhargaku.
Aku tidak punya alasan untuk menyenangkannya.
Astaga, Paman.
Astaga, kamu memang menyedihkan.
Kak, hentikan.
Apa?
Yang benar saja.
Kakak menghadiri pernikahan Kak Mi Ri dengan wajah cemberut.
Selain mertua Kak Mi Ri salah paham dengan Kakak,
Kak Mi Ri pasti amat risi.
Risi karena apa?
Dia menginginkan pernikahan itu. Kenapa malah merasa risi?
Kak.
Kita pergi ke pernikahan itu untuk melakukan penipuan.
Apa maksud Kakak?
Apa kita memaksa mereka untuk menikah?
Kak Mi Ri juga tidak merayunya agar pria itu menikahinya.
Kak Mi Ri tidak mau menikah.
Tapi pria dan itu dan keluarganya menggembar-gemborkan pernikahan.
Dengan kita tidak memberi tahu bahwa Bibi berasal dari keluarga ini...
Kita sudah seperti putus hubungan dengannya selama 30 tahun.
Kita baru saja tahu soal ini. Kenapa harus memberi tahu mereka?
Itu hanya akan saling melukai dan menghancurkan.
Tapi tetap saja kita seharusnya memberi tahu kebenarannya.
Serta kita seharusnya menghentikan pernikahan ini.
Pernikahannya sudah selesai.
Apa kamu bahkan tahu Ibu gemetar sampai hampir pingsan?
Jadi, kakak harus memeganginya sepanjang pernikahan.
Kamu mau ibumu yang mendedikasikan dirinya untuk membesarkan Mi Ri
gemetar seperti kriminalis selama pernikahan?
Kenapa Kakak bilang begitu? Kriminalis?
Dia melakukan yang terbaik dalam membesarkan Kak Mi Ri.
Itulah maksud Kakak Kang Mi Ri itu jalang.
Dia bukan jalang. Nasibnya saja yang sial.
Apa?
Ayahnya tewas.
Ibunya membuangnya dan menikah kembali.
Walaupun tumbuh di sini,
dia menjalani seluruh hidupnya dengan keluarga lain.
Anggaplah beberapa bulan sebelum pernikahan dia mengetahui
bahwa pria yang dia cintai dibesarkan ibu kandungnya
yang sudah tidak dia temui selama lebih dari 30 tahun.
Memangnya kenapa? Haruskah dia melepaskan pria itu?
Dia tidak pernah mencintai orang lain.
Kakak mau Kak Mi Ri, yang tidak pernah menikmati hidup, menyerah?
Aku memahami Kak Mi Ri.
Begitu rupanya. Kamu pasti senang sudah bersikap pengertian.
Lagi pula dia bukan putra kandung atau keponakan kandung Bibi.
Hei.
Mereka tidak sedarah. Apa masalahnya?
Apa semua anak zaman sekarang seperti dirimu?
Pasti nyaman sekali bersikap santai dan sepele.
Kak.
Cukup. Kakak tidak mau bicara denganmu lagi.
Jalani hidupmu baik-baik dengan memahami Kang Mi Ri.
Kakak tidak akan menemui Mi Ri mulai sekarang.
Astaga.
Ayolah, Kak!
Astaga, dia memusingkan.
Apa membenci Kak Mi Ri akan mengubah apa pun?
Ibu.
Kamu sebaiknya pergi.
Bawa Jin Soo dan Da Bin pulang, lalu beristirahatlah.
Kamu
sudah melalui banyak hal hari ini.
Tidak perlu membahasnya.
Ibu pasti sudah melalui lebih banyak lagi.
Lantas, ibu bisa apa lagi?
Ibu rasa inilah yang ibu dapat dari membesarkan Mi Ri.
Jangan cemas. Aku sudah menghabisi Kang Mi Ri.
Kenapa kamu melakukan itu?
Dia mungkin tidak punya pilihan yang lebih baik juga.
Dia hanya mendapatkan takdir yang malang.
Ibu kasihan kepadanya.
Mulai sekarang,
biarkan saja dia.
- Ibu... - Astaga.
Ibu lelah, pergilah.
Ibu butuh waktu sendiri.
Kang Mi Sun, aku amat kecewa.
Bisa-bisanya kamu bahkan tidak mengirim undangan ke orang tuaku?
Setidaknya aku memberi tahu mereka.
Mereka amat kecewa saat kubilang jangan datang.
Kamu tidak melihat pernikahan hari ini?
Orang-orang dari keluarga kaya amat sombong.
Kenapa aku harus membawa mereka dan melukai harga diri mereka?
Da Bin, pergilah ke kamarmu dan berganti baju.
Ya.
Aku yakin ada sesuatu.
Aku tahu putrinya akan menikah.
Tapi Ibu tampak amat sedih sepanjang pernikahan.
Dia bahkan lebih sedih saat aku menikah.
Astaga.
Aku bahkan tidak mau mengajakmu ke pernikahannya tadi.
Apa?
Aku dengan keras memikirkan apa harus mengajakmu
karena kamu suamiku.
Lalu Da Bin sedih karena bibinya mau menikah.
Karena dia mau melihat Mi Ri memakai gaun pernikahan,
aku harus membawanya.
Tapi aku tidak mau orang mengira dia tidak punya ayah.
Bagaimana jika ada yang bertanya, "Kenapa ayahnya tidak datang?"
"Karena suamiku di Motel Arabian Night."
Aku tidak bisa bilang begitu.
Hei, Kang Mi Sun. Apa kamu benar-benar...
Apa aku salah?
Lupakan saja.
Apa yang kamu lakukan terhadap hartaku yang berharga?
Kamu kira apa? Aku menjualnya.
Bak pemandu acara saluran belanja, aku menjual semuanya.
Apa ada masalah?
Apa? Kamu menjual semuanya?
Ya.
Bagaimana dengan robotku?
Ternyata ada beberapa pria di Korea yang mengoleksi robot.
Bagaimana dengan joranku?
Ahli memancing membelinya.
Dia pria yang amat terkenal. Dia bahkan tampil di TV.
Ini katanya soal joranmu.
Katanya itu terlalu mewah dan mahal untuk orang biasa.
Dia juga berkata, kamu menyedihkan dan tidak pengertian.
Beraninya kamu.
Bagaimana dengan sepedaku?
Sayang. Kamu tidak mungkin... Sepeda favoritku...
Kamu tidak menjual sepeda favoritku, bukan?
Entahlah. Menurutmu? Aku menjualnya atau tidak?
Kamu tidak menjualnya. Kamu tidak menjual sepedaku.
Benar?
Aku yakin orang yang pengertian sepertimu tidak akan menjualnya.
Aku tahu kamu baik, pengertian,
dan berkarisma.
Berhenti beromong kosong. Singkirkan tanganmu dariku.
Jangan berani-berani menyentuhku.
Jika kamu mau beromong kosong, keluar saja.
- Keluar. - Sayang...
- Keluar! - Bolehkah setidaknya aku berganti?
- Keluar sekarang juga. - Aku hanya mau...
- Keluar. Diam. - Sayang.
- Hei, Kang Mi Sun. - Keluar!
Dia membuatku gila.
Bu Jeon, kerja bagus hari ini.
Terima kasih, Pimpinan.
Tapi ada apa dengan ibunya Mi Ri? Dia tampak amat sedih.
Apa karena dia merasa putraku tidak cukup baik untuk putrinya?
Kukira dia akan senang sekali dengan pernikahan ini.
Semua ibu yang punya putri merasakan hal yang sama.
Terutama ibunya, dia sudah melakukan semua yang dia bisa untuk menyokong.
Dari yang kulihat hari ini,
hanya Bu Kang putri yang baik dari ketiganya.
Dia pasti amat sedih menikahkan putrinya ke keluarga lain.
No comments yet. Be the first to leave one.