The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX
Mau jalan sampai mana?
Berisik! Ikut saja.
Kenapa mereka ada di rumahmu?
Kau yang memanggil Si-woo si bereng…
Apa hubungannya denganmu?
Beraninya kau datang pukul sebegini dan membuat masalah?
Kenapa?
Ha-kyung…
Jangan membuatku takut.
Kau takut? Sikapmu wajar, sedangkan sikapku menakutkan?
Jangan begitu.
Aku ke sini untuk minta maaf kepadamu.
Apa?
Maafkan aku, Ha-kyung.
Maaf.
Aku…
minta maaf yang sebesar-besarnya.
Aku memang bajingan.
Bukankah pernikahan mereka batal?
Benar.
Lantas kenapa dia kemari?
Entahlah.
Kelihatannya dia mabuk berat.
Apa kita tak perlu keluar?
Itu urusan mereka.
Biar kuperiksa.
Aku juga pamit kalau begitu.
Seok-ho.
Rumahmu tepat di atas sini?
Ya, kenapa?
Begitu rupanya.
Begini, terus terang…
aku tak merasa nyaman di sini.
Jadi, aku…
- Kau akan segera terbiasa. - Ya, benar.
Tentu. Selamat beristirahat.
Baiklah. Selamat malam.
Dia kaku sekali.
Apa kau juga merasa sesakit ini waktu itu?
Bicara apa kau sejak tadi?
Ketika aku mengkhianatimu dahulu,
apa hatimu juga
sesakit ini sampai terasa bagaikan dicabik-cabik?
Tidak.
Alih-alih karena sakit,
hatiku terasa seperti dicabik-cabik karena malu.
Jadi, tolong pergi saja. Berhenti membuatku malu.
Begitu rupanya.
Ha-kyung sayangku ternyata malu.
Karena itulah hatimu sakit.
Hei, tutup mulutmu…
Kau gila? Ada apa denganmu hari ini?
Ha-kyung.
Tampaknya aku sedang dihukum.
Apa?
Aku sedang dihukum karena telah mengkhianatimu.
Hei, jangan bersandiwara.
Aku tetap tak akan membantu artikel spesialmu.
Lee Si-woo…
ternyata pernah tinggal
bersama Yu-jin sebelum kami menikah.
Aku harus bagaimana sekarang, Ha-kyung?
Padahal aku sudah mengkhianatimu demi menikah dengannya.
Aku sudah rela menjadi bajingan tengik
setelah menanamkan paku besar di hatimu,
tetapi dia tega membalasku dengan cara ini.
Kenapa dia tega mengelabuiku habis-habisan?
Bicara yang benar.
Dia hanya tak memberi tahu, bukan mengelabuimu.
Selain itu, kalian sudah menikah.
Bagaimana perasaan istrimu saat tahu
kau sakit hati akibat masa lalunya yang tak diceritakan?
Mencintai itu
harus bisa memaklumi masa lalu pasangan.
Paham, Han Ki-jun?
Hei, kau tidur?
Hei.
Hei.
Kau sinting? Menjauh dariku.
Bangun.
Hei.
Si-woo.
Kau tahu rumahnya?
Tidak, aku tak tahu.
LEE SI-WOO
LEE SI-WOO
Halo.
Ada apa menelepon malam-malam begini?
Ki-jun.
Maaf.
Maafkan aku.
Bagaimana membopongnya?
Kenapa kau yang mengantar suamiku?
Tanya saja suamimu.
Ini.
Sudahlah. Biar aku saja.
Kenapa kau minum-minum sampai semabuk ini?
Ki-jun.
Bangun, Ki-jun. Ya?
Sadarlah.
Dia habis minum-minum di mana?
Maaf.
Maaf.
Kau sungguh merasa bersalah?
Aku sungguh menyesal,
Ha-kyung.
Aku…
benar-benar minta maaf, Ha-kyung.
Cuaca yang menjengkelkan itu bukan hanya langit mendung,
hujan dan salju yang tak terduga,
serta angin kencang dan topan.
Kenapa tidak masuk?
Sudah kau antar dia sampai rumah?
Maaf aku jadi merepotkanmu.
Ayo.
Apa kau juga sakit hati?
Soal apa?
Saat kuberi tahu
aku pernah tinggal bersama Yu-jin.
Cuaca panas dan lembap
dapat memancing perasaan manusia.
Aku penasaran apa kau juga
merasa dikhianati layaknya Ki-jun.
Entahlah.
Aku tak sampai merasa dikhianati,
tetapi tidak merasa senang pula.
Apa rasanya
seperti saat aku tahu bahwa kau yang menuliskan kolom Han Ki-jun?
- Kita bisa uring-uringan sendiri begini… - Begitu?
Kau tahu dari mana?
Ceritanya panjang.
Lalu, kenapa tak bilang?
Memang itu bisa mengubah keadaan?
…atau memancing keributan tanpa alasan.
Kau kenapa? Mau mengajakku bertengkar?
Coba berdalih kalau begitu.
Kita pun diserang cuaca menjengkelkan
di saat yang tak terduga.
Hai…
Hai, Si…
Astaga, panas sekali.
EPISODE 8 INDEKS KETIDAKNYAMANAN
Kemarin ada apa?
Apa maksudmu?
Kau mabuk berat,
dan bahkan pulang dibopong oleh Si-woo.
- Kau lupa? - Kita bicarakan nanti.
Tidak, aku ingin dengar penjelasanmu sekarang.
Kita bicara nanti, Yu-jin.
Kau kenapa? Ada masalah?
Aku…
hanya butuh waktu berpikir sendiri.
Aku pergi dahulu.
Padahal biarkan saja. Tadinya mau kubereskan begitu bangun.
Lain kali, tolong bereskan sisa makanan segera.
Bau makanan sulit hilang, jika terlalu lama.
Baik, lain kali segera kubereskan.
Selamat pagi…
Lalu, makanan olahan di rak kiri atas, alat makan di rak kanan atas,
sedangkan bahan makanan seperti roti tawar, mentega,
selai, dan susu ada di kulkas,
jadi, buatlah sarapan sendiri.
Sampai nanti.
Ya, sampai nanti.
Kami segera berangkat.
Mau makan mi instan?
- Apa? - Mi instan di mana, ya?
Mi instan ada di sini.
Ini dia.
Lalu, pancinya
- ada di sini. - Sebentar.
Kau paham betul tempatnya.
Ini…
Nona Jin tadi menjelaskannya sebelum pergi, 'kan?
- Begitu rupanya. - Benar.
Biar kumasak airnya.
- Ya. - Baik.
Astaga. Pagi-pagi sudah panas, ya?
- Aku mandi dahulu, ya? - Baik.
Cuaca Seoul siang hari ini diperkirakan akan panas
melampaui 30 derajat,
ditambah kelembapan tinggi.
Sebagian besar warga Seoul bisa mudah kesal
karena indeks ketidaknyamanan yang tinggi, yaitu 76,7 persen.
Suhu sendiri tak beda jauh dengan beberapa hari ini,
tetapi rasa panas yang tak nyaman
lebih parah seiring meningkatnya kelembapan udara.
Suhu tertinggi Seoul hari ini 31 derajat,
Cheongju 30 derajat…
Apa rasanya
seperti saat aku tahu bahwa kau yang menuliskan kolom Han Ki-jun?
Begitu?
Kenapa tak bisa?
Sial.
Nona Soo-jin.
- Lihat ini. - Selamat pagi.
- Selamat pagi. - Pagi.
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA KOREA
No comments yet. Be the first to leave one.