Release info

선배-그-립스틱-바르지-마요-She-Would-Never-Know-E14-NEXT-iQIYI 💕
A Commentary by ParkMinYoung
‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏💚‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏

Tags

other
Published on: 2021-03-02
Downloads: 15
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Karakter, kejadian, tempat dan lainnya dalam drama ini hanya fiksi belaka

Jangan pergi, Song-ah.

Maaf.

Aku ingin pergi, Hyun-seung.

Aku sudah mempertimbangkan banyak hal.

Semakin mempertimbangkan, aku semakin ingin pergi.

Terus ingin pergi.

Ingin mencoba.

Ingin melakukan dengan baik.

Sekarang, waktu bersamamu juga sangat berharga bagiku.

Namun, jika melepaskan kesempatan ini, kali ini aku mungkin akan sangat menyesal.

Maaf, aku terlalu egois.

Sungguh ingin pergi, 'kan?

Baik, pergilah.

Kita coba saja.

Meski hubungan jarak jauh sulit dijalani,

jika sama-sama serius bekerja, lima tahun akan cepat berlalu.

Bukan sama sekali tak bisa bertemu.

Bisa melakukan panggilan video.

Saat liburan, kita bisa atur waktu untuk bertemu.

Hanya lima tahun.

Kita coba saja.

Terima kasih.

Namun, aku akan berusaha agar tak membuatmu terlalu lelah.

Coba saja.

EPISODE 14

Kenapa beli baju untuk Ha-eun lagi?

Sudah cukup banyak.

Merasa sangat cocok untuk Ha-eun.

Terima kasih.

Kau datang untuk mengantar ini?

Aku datang karena ingin menemuimu.

Jika karena masalah saat itu, sudahlah.

Hari itu aku terlalu sensitif.

Kami yang salah.

Sebenarnya pacarku adalah Manajer perusahaan Hyun-seung.

Perusahaan Hyun-seung?

Karena pacar Hyun-seung juga di perusahaan yang sama, jadi, aku tahu.

Maaf tak memberitahumu dulu.

Kelak tak akan membuatmu sedih lagi.

Terserah padamu.

Kenapa wajahmu begitu pucat?

Saat itu juga terlihat tak terlalu baik.

Sungguh merasa tak enak badan?

Hanya tak tidur nyenyak saja.

Jangan-jangan kau punya masalah.

Keluarga kami bisa punya masalah apa?

Kakak, aku tak tidur nyenyak, sedikit lelah.

Hari ini bisa pergi dulu?

Yun-seung, jika ingin bicarakan, cari aku kapan pun itu.

Aku akan selalu berada di sisimu.

Tak perlu antar.

Ruang Rapat Utama

Semuanya sudah lihat isi yang diperintahkan, 'kan?

Song-ah memutuskan pindah ke tim TF Eropa mulai hari ini.

Karena di sana lebih buru-buru, jadi semua dijalankan dengan cepat.

Masih belum memutuskan siapa yang mengambil tanggung jawabnya.

- Hyun-seung. - Ya.

Kau ingin kembali mengurus kosmetik warna?

Aku?

Dulu kau ada di bagian ini,

posisinya kosong, jadi sekalian kutanyakan.

Jika ingin menggantikan posisi Song-ah,

dandanan dasar harus cari orang baru.

Aku akan ke sana.

Aku juga merasa kosmetik warna lebih cocok denganku.

Hyun-seung dan Song-ah lakukan serah terima.

Satu lagi, Song-ah.

Aku sudah diskusi dengan BM Choi, sampai minggu ini,

kau kerjakan pekerjaan dua tim, kau sudah tahu?

Iya, sudah tahu.

Seharusnya kau bisa mengatasinya, 'kan?

Mohon bantuanmu untuk serah terima.

Baik.

Kapan kita buat acara perpisahan?

Tentu bisa, tapi Song-ah sedikit sibuk.

Tentukan sesuai jadwal Song-ah saja.

Terima kasih.

Hatiku merasa sedikit sedih.

Begitu dengar akan segera pergi langsung...

Mari mulai rapat untuk tugas minggu ini.

Baik.

Terima kasih.

Masih memikirkan kesalahan di kegiatan donatur?

Sungguh maaf.

Semua masalah dariku, membuat kalian berdua sibuk sampai begitu malam.

Kenapa bilang masalah?

Saat bekerja memang akan terjadi kesalahan yang tak terduga.

Yang ini bukan apa-apa.

Jika pemasaran produk tak tepat waktu atau promosi dibatalkan, itu baru masalah besar.

Lagi pula tak ada yang mengingat hal itu.

Kau juga bersemangatlah.

Meski salah, yang penting harus semangat.

Mau bekerja di bidang kita, tak bisa kalah begitu cepat.

Baik, terima kasih, sudah membuatmu khawatir.

Minumlah kopinya.

Terima kasih kopinya.

Rasa kopinya sangat aneh.

- Jangan minum lagi, aku sampaikan... - Tunggu.

Ini punyaku.

Maaf.

Aku melihatnya di televisi, sangat ingin makan.

Bisa makan yang ingin kumakan di Seoul, sungguh bagus.

Chuncheon juga ada tempat ini.

Aku malu datang sendiri ke tempat seperti ini.

Karena itu, carilah teman,

atau pergi ke pusat kebudayaan,

bergaul dengan para bibi di sana.

Baik.

Namun, kenapa kau memanggilku datang ke perusahaan untuk mentraktirku makan?

Aku dipindahkan ke cabang Eropa.

Bulan depan harus pergi.

Eropa? Kau mau keluar negeri?

Kira-kira lima tahun.

Putriku sungguh hebat.

Kenapa tak melarangku pergi?

Kenapa harus melarangmu pergi?

Kau bisa pergi karena kau punya kemampuan, 'kan?

Bulan depan tinggal beberapa hari lagi.

Kenapa begitu buru-buru?

Aku sungguh boleh pergi?

Aku sedang introspeksi diri.

Maaf selama ini membuatmu begitu lelah.

Ibu tak akan bersikeras denganmu lagi.

Aku sudah membuang semua surat dan foto ayahmu.

Apakah ibu merasa sakit lagi?

Kenapa? Takut aku tiba-tiba mengerti sebelum meninggal?

Jika aku masih begitu walau tahu kau begitu lelah, itu salahku.

Aku ingin jadi Ibu yang baik.

Sebelum pergi, aku boleh tinggal di Seoul?

Aku tak akan mengganggumu.

Terserah padamu.

Jika begitu lebih baik makan makanan korea, ke sana tak bisa makan lagi.

Kau ingin makan apa, katakan saja.

Ibu masakkan untukmu.

Baik.

Kau masuk dulu.

Baik.

Kakak.

Ada apa?

Ah, Manajer?

Iya.

Ji-seung.

Ah.

Chae Ji-seung, Chae Hyun-seung.

Nama begitu mirip, aku malah tak tahu.

Betapa bagusnya jika memberitahuku.

Aku takut kau terbebani.

Adik juga baru tahu tak lama ini.

Aduh, mungkin karena inikah?

Pantas saja selalu merasa lumayan menyukainya.

Aku tak melakukan hal yang membuatmu sedih, 'kan?

Apakah aku baik padamu?

Tidak.

Jangan pedulikan ini, kelak perlakukan aku seperti biasa saja.

Itu lebih nyaman.

Jika ada masalah, cari saja aku.

Aku akan membantumu.

Satu lagi, mohon bimbingannya.

Baik.

Cepat makan.

Baik.

Mari, coba ini.

Ini yang paling enak di restoran ini.

Terima kasih.

Kuserahkan dulu produk yang sedang dikembangkan padamu.

Ini paling penting.

Baik.

Bagaimana makan siangmu dengan Bibi?

Kau bilang mau ke Eropa, dia baik-baik saja?

Dia bilang apa?

Dia bilang aku sangat hebat.

Memintaku menjaga diri.

Bagus sekali.

Awalnya aku masih khawatir.

Dia pasti berpikir banyak setelah tahu aku mengetahui masalah ayahku.

Jika tahu begitu, aku tak perlu menanggungnya sendiri, langsung katakan lebih baik.

Bagaimanapun masalah sudah diselesaikan, aku juga senang.

Satu lagi, tak tahu pantas kukatakan atau tidak.

Ibu Senior sungguh manis.

Seperti seorang gadis.

Ibuku?

Saat Senior di luar negeri, katakan saja jika perlu aku menjaga Bibi.

Baik.

Saat bisa lihat, ingin lihat sampai puas.

Apakah hari ini bisa pulang agak larut?

Setelah ini selesai aku harus ke tim TF.

Semalam ini?

Aku juga harus serah terima beberapa hal.

Akhir minggu ini kita terus bersama saja.

Bagaimana?

Sebenarnya kenapa mau cerai?

Bahkan bukan cerai karena masalah biasa.

Rumah dan rumah sakit akan diberikan pada Ibu Ha-eun.

Apakah kau selingkuh?

Aku sudah mengatakan semuanya, aku pergi dulu.

Jangan hubungi Yun-seung.

Kurang ajar.

Anak yang kurang ajar.

Meremehkan orang tua juga ada batasannya.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left