Specials

Release info

A Gentlemans Dignity Episode 14 2012
A Commentary by ImGreatGal
please rate, vote and comment. thx a lott

Tags

other
Published on: 2012-10-04
Downloads: 37
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Maaf

membuat kalian semua kemari.

Secepatnya... ini akan berakhir.

Apa dia akan mati?

Apa aku gemetar?

Tidak...Itulah yang membuatku takut

Kalau aku takut...

Ucapkan kata terakhirmu.

Benarkah?

Kau harus membiarkannya pergi sekarang.

Ke mana?

Ke manapun.

Ke manapun selain di sini.

Hei,

"Apa aku... gemetar?"

"Bagaimana ini?"

"Kau pikir aku akan takut pada hal seperti itu?"

Ya~!

"Kalau aku melakukannya, aku bisa memilikimu".

Kenapa? Apa sudah berakhir?

Kurasa nggak ada orang sama sekali.

Ada apa? Apa Tae Soo mati?

Apa yang kau lakukan di sekolah

sampai nggak lihat Hourglass (Jam pasir)?

Tae Soo mati atau nggak? Beritahu aku!

Kalau sangat penasaran, lihat saja pemutaran ulangnya!

Kalian akan terus begini?

Ok, kalian nggak perlu memberitahuku. Aku bisa tanya mama.

- Wah, itu Hp! - Sangat keren!

Halo.. Ya, Ma! Tae Soo...

Dia mati.

Dia dihukum mati.

Apa ini sungguh Hp?

Tentu saja sungguhan.

Saat aku mengambilnya kemarin,

para gadis terpikat.

Hei, hei, hati-hatilah!

Wow, keren. Tapi akan lebih baik kalau ukurannya lebih kecil dan lebih ringan.

Pshhhh

Hei, bagaimana bisa lebih kecil dari ini?

Kenapa nggak kau lenyapkan saja semua tombolnya

dan lakukan begini untuk membuat layarnya lebih besar?

Pshhh!

Kau paling hebat dalam hal omong kosong.

Kenapa nggak sekalian kau buat agar bisa nonton TV, mendengarkan musik dan video chatting di Hp?

Pshhhhh!

Menyangkut hal itu, buat saja TV layar datar yang bisa dipasang di dinding dan AC di langit-langit!

Psshhh!

Hei, kemarin kau bilang ingin membuat komputer kecil seperti buku yang bisa digunakan begini.

Dan sebut saja NOTEBOOK (Sebutan laptop di Korea).

Aku cuma mengatakannya untuk seru-seruan!

Bilang saja kau akan membayar minumnya.

Apa kau gila, kenapa membayar untuk minum?

Ah, kalian menyebutkan hal yang sama!

Kalau saja percakapan bodoh bisa mengubah dunia . . .

Kalau saja fantasi bisa menjadi awal sebuah revolusi . . .

Kalau saja kita menemukannya sedikit lebih awal...

Kita mungkin akan bisa bertemu dalam kondisi seperti ini...

Karena itulah 1 homerun lebih baik daripada memukul 2x.

Kamu nggak bisa memuaskan seseorang cuma dengan teknologi.

Kau harus meraih hati mereka.

Kalau kutarik kesimpulan dari percakapan kalian sejauh ini, kualitas lebih penting daripada kemasan.

Kita bisa tahu arahnya.

Kita harus punya visi....

A Gentleman's Dignity

Episode 14

Ke mana dia pergi setelah meninggalkan tas di sini?

Mencari sesuatu untuk dicuri?

Kau mengagetkanku!

Dari mana kau?

Beli kopi.

Apa kamu makan siang dengan nyaman?

Jadi kamu pikir aku nggak bisa makan siang tanpamu?

Apa yang dimakan pacarku?

Pacarmu makan cumi goreng dan nasi. Dia harus segera kembali ke kelas dalam 20 menit untuk jam ke-5.

Kita masih punya 20 menit.

Kamu nggak cukup baik dalam menghabiskan 20 menit dari waktuku!

Wow, membahas kehidupan, aku sudah dengar semua, terlalu!

Oh, kamu semakin jelek. Ingin ke tempat yang gelap? Terlalu mencolok di sini.

Terlalu...

Apa yang kau lakukan?

Aku nggak ingin wajahmu ternoda, karena kamu nggak cantik lagi.

Tapi, kamu mau ke mana? Ada tiket pesawat di mobilmu.

Ah, anak yang kamu lihat waktu itu mau pergi.

Aku nggak bisa ke manapun tanpamu.

Dia mau pergi?

Kalau dia nggak mau, kami harus memulangkannya.

Dia masih muda dan mengkhawatirkan.

Siapa yang kau khawatirkan?

Cinta pertamamu, Kim Eun Hee?

Kamu.

Kamu.

Kamu meresahkan hal itu.

Nggak akan lama, jadi tunggu aku. Kita makan malam.

Hari ini?

Kita baru bertemu, kamu ingin bertemu lagi?

Berapa kali kamu makan dalam sehari?

Kamu makan 3x, tapi nggak mau bertemu aku 2x sehari?

Lelucon macam apa itu?

Jadi kamu bisa tertawa saat sendirian mengingat betapa lucunya ini.

Lihat saja nanti bahwa kataku benar. Sampai ketemu nanti.

Ah, anak ini...

Hei, dia kabur. Dia mengemasi barangnya dan pergi.

Ada sesuatu yang perlu kukatakan pada kalian berempat.

Tentang alasanku ke Korea.

Di antara kalian berempat, salah satunya adalah ayahku.

Siapa itu?

Apa maksudmu? Kenapa nggak kamu cari mamamu juga?

Kamu terserang panas?

Apa mungkin aku?

Kapanpun kudengar hal seperti ini, kenapa kurasa orang itu aku?

Hei, panas. Ayo kita ajak dia pergi sambil bicara di perjalanan.

Pesawatnya sudah berangkat.

Ambil barangmu.

Apa kita nggak perlu membantu membawa tasnya?

Kalau dia bawa sendiri tasnya, dia nggak akan bisa kabur.

Kalau kau kabur, mati kau! Jalan terus! Kiri! Kiri!

Kiri!

Apakah kau?

- Nggak mungkin aku. - Kenapa nggak?

Kau bercanda? Aku berharap punya kesempatan melakukan itu dengan Eun Hee.

Kau bilang saljunya lebat di luar jendela motel, khan?

Kau sendiri yang bilang ketinggalan kapal terakhir di sebuah pulau.

Saat kapalnya berhenti, aku bersama wanita lain.

Lalu berarti kau! Kau bilang naik kereta ke Choon Chun bersamanya. Dan kau menyanyikan lagu.

Kami sedang rekreasi bersama 40 orang lainnya. Kau pikir cuma aku yang menyanyi?

Lupakan saja. Kita nggak perlu begitu dan tes darah saja.

Kita berempat!

Kenapa harus tes darah? Kalau Park Min Sook tahu, dia bisa membunuhku. Ini masalah hidup dan mati bagiku.

Kita nggak perlu tes darah. Belakangan ini, yang diperlukan cuma sehelai rambut.

Kau orangnya! Bukan aku!

Di depan anak ini...!

Hei, kau menginginkan rambut ini?

Hei!

Ini lainnya!

Kembalikan padaku!

Jadi kau pikir salah satu dari kami adalah ayahmu?

Siapa?

Aku nggak tahu.

Kalau kamu nggak tahu, lalu siapa yang tahu?

- Ayahku? - Jangan bermain-main.

Jadi kamu sengaja kemari?

Bukan sengaja, tapi

saat tiba di sini, aku ingin menemukannya.

Kapan kau tahu tentang ayah kandungmu yang terpisah?

Saat aku umur 10 tahun.

Teman-temanku bilang nggak mungkin aku anak mama dan papaku.

Papaku berkulit putih dan rambutnya pirang.

Kamu pasti sangat kaget.

Jadi Eun Hee...menikah dengan orang asing.

Kurasa kalian yang kaget.

Lalu kenapa kamu nggak mencarinya?

Nggak ada alasan untuk mencarinya.

Merupakan pilihan mama untuk membesarkanku dan kami hidup sendiri.

Papa mengantarku ke kelas sepak bola tiap minggu.

dan saat mama mengomeliku,

papa akan duduk denganku di tangga.

Dan aku sibuk dengan hal-hal lain.

Jadi, ayah yang kau cari nggak tahu tentang kamu?

Ya.

Tapi jangan khawatir, aku nggak terlibat obat-obatan karena hal itu.

Aku juga rindu hari-hari di sekolah.

Lalu kenapa sekarang kau mencarinya?

Suatu hari, saat cuci muka, kulihat wajahku di cermin. Aku sangat tampan.

Jadi aku ingin mencarinya.

Aku ingin tahu mirip siapa bisa begini tampan.

Seberapa jauh,

di mana,

bagaimana?

- Kenapa nggak bilang saja orang itu aku-- - Duduklah!

Apa kata mamamu? Kamu nggak tanya padanya siapa ayahmu?

Kalau aku sudah tanya, nggak mungkin aku melakukan hal ini.

Kau... lahir bulan apa?

Keluarkan passportmu.

Collin Black. USA 20 September 1994.

Kamu... lahir tahun 1994?

Kamu... lahir tahun 1994?

1994?

Kau bilang tahun 1995.

Kalau dipikir-pikir,

Kurasa akulah ayahmu.

Ah, aku lapar. Apa dia datang agak terlambat?

Ya Tuhan! Kau bersikap seolah punya banyak sejarah dengan Eun Hee, tapi

sebenarnya di kampus, aku yang paling tampan.

Ya, itu benar. Cuma Eun Hee yang tahu siapa yang paling disukainya di kampus.

Belakangan ini, cuma aku yang bertemu Eun Hee.

Lalu kurasa akulah ayahnya!

Belakangan kapan?

Oh, itu... sebenarnya, saat kita ketahuan oleh istriku, aku bertemu Eun Hee saat itu.

Benarkah?

Benar!

Setelah Colin ke Korea, dia nggak bisa menghubunginya.

Dia memintaku menghubunginya kalau Colin menemui kita, lalu pergi.

Tapi... Eun Hee memintaku nggak memberitahu siapapun.

Mama kemari?

Hei, kau! Kenapa baru bilang sekarang?

Lupakan. Itu nggak akan merubah apapun.

Yang baru kau katakan, apa itu benar?

Maaf...

Bisakah kalian tinggalkan kami?

More Indonesian subtitles for A Gentleman's Dignity

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left