The first 189 lines.
Subtitle bY iQIYI Resynced == ANANG KASWANDI ==
[Tayangan berikut mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 19 tahun]
[Tayangan ini memiliki iklan virtual dan tidak langsung]
[Nama, bisnis, tempat, dan insiden yang disebutkan hanyalah fiksi]
Mari kita batalkan
rencana pernikahan kita.
Kenapa?
Kurasa
aku tidak akan bahagia bersamamu.
Aku tidak pernah menjanjikan kebahagiaan.
Jika itu alasanmu, aku tidak bisa menerimanya.
Aku mencintai orang lain.
Aku tidak bisa menghubungimu selama sebulan
dan sekarang kau bilang sedang jatuh cinta?
Kau bercanda? Kau jatuh cinta?
Kau?
Kenapa?
Apa aku tidak bisa mencintai seseorang?
Tidak.
Selama bertahun-tahun, aku tetap di sisimu.
Aku hanya melihatmu dan mencintaimu, tapi kau tidak mencintaiku.
Tapi kau mencintai orang lain?
Kepada pria yang baru kau kenal selama sebulan?
Hanya butuh tiga detik untuk jatuh cinta.
Sama seperti guntur dan petir.
Lupakan itu.
Kita tidak pernah membahas ini.
Aku akan menikahinya.
Dia membuatku
ingin hidup untuk kali pertama.
Aku tidak mau kehilangan dia.
Kau berusaha membuatku gila?
Kau mungkin bisa gila,
tapi aku bisa mati.
Selamat tinggal.
Sedang apa kau di sini?
Hotel ini terlalu sesak, jadi aku menerobos masuk.
Kau sudah gila?
Ini masuk tanpa izin. Kau tidak tahu itu?
Kalau begitu, laporkan saja aku.
Aku juga punya banyak keluhan.
Astaga, aku sangat lelah.
Astaga.
[Ahn Gung-cheol dan Nam Jeong-hae Minggu, 17 Oktober 2004, pukul 12.00]
No, nyo, nu, nyu, neu, ni!
- Hei, ini penting! - Lihat ini!
- Kau harus melihat ini! - Apa?
Baek Hae-suk mengencani Profesor Han.
- Apa? - Sudah kuduga.
Itu sebabnya dia selalu merendahkan kita.
Dia angkuh karena didampingi Profesor Han.
- Benar sekali. - Sudah pasti.
Dia sangat tidak tahu malu. Bisanya dia merayu pria beristri.
Bukankah dia sangat menakutkan?
- Hei, lihat. Aku merinding. - Itu menjijikkan.
- Astaga. - Coba kulihat.
- Tunjukkan padaku. - Sedang apa kalian?
- Dia datang. - Ayo.
- Lanjutkan pemanasan. - Baiklah.
Ayo teruskan.
Kita harus pemanasan.
A, ya, eo, yeo.
[Katamu sesuatu terjadi antara Gung-cheol dan Jeong-hae.]
Ada apa?
Itu bukan urusanmu.
Begitukah?
Ini tiba-tiba muncul di benakku.
Apa kau merencanakan
apa pun yang terjadi pada mereka?
Bersulang!
Aku tahu dia tipe senior yang akan melakukan itu.
Senior? Terserah.
Aku malu karena penipu sepertinya masuk ke sekolah kami.
Mungkin hanya Ji-uk yang menganggapnya sebagai senior.
Hei, dia pernah mengatur kencan butaku
dan aku dipermalukan.
Dia sangat jual mahal hanya karena agak manis.
Dia hanya bintang porno.
Tunggu, apa itu Kang Mi-ra?
Bagaimana kau tahu namanya?
Dia menjodohkanmu dengannya juga?
Dasar berengsek. Dia dari panti asuhan yang sama dengannya.
Dia juga pernah menjodohkanku dengannya. Aku berusaha kencan dengannya,
tapi dia tidak pernah menyerah.
Dia merasa terlalu baik.
Mari minum.
Apa orang tuamu tidak mengeluhkan itu?
Apa aku salah bicara?
Beberapa orang tua
kecewa dengan pekerjaan seperti ini, tapi ada yang mendukung.
Aku harus pergi.
Hei, Ji-uk, kau mau ke mana?
Alasan
aku tampak murung hari itu
bukan karena
aku kecewa padamu, tapi karena aku teringat ibuku.
Ibuku
juga bintang porno.
Jadi, tolong jangan salah paham.
Dan maaf aku bicara tentang orang tuamu seperti itu.
Tentu saja, mereka bisa mendukungmu.
Aku tidak memikirkannya baik-baik.
Maaf.
Aku akan pergi sekarang.
Kenapa kau begitu baik?
Apa?
Apa sebenarnya aku ini?
Aku bahkan tidak sepenting itu.
Kau bisa mengabaikan aku salah paham atau tidak.
Kenapa kau datang kemari untuk meminta maaf?
Bagaimana bisa aku mengabaikanmu?
Kau orang pertama yang kuberikan hatiku.
Jangan menangis.
Kau tidak boleh menangis
karena orang sepertiku.
Jangan pergi dan habiskan semua.
Kau akan merasa lebih baik.
Terima kasih.
Di mana Yu-bin?
Dia di sekolah.
Benarkah?
Cobalah makan lagi.
Aku tidak bisa makan lagi.
Sayang, bisa buatkan aku secangkir kopi?
Terima kasih.
Jeong-hae.
Kau punya waktu untuk bicara denganku?
Kemarin adalah peringatan kematian ibumu, bukan?
Bagaimana kau tahu?
Jae-hun memberitahuku.
Dia bilang kau memberitahunya di pertemuan malam sebelumnya.
Jangan khawatir.
Bagaimana tidak?
Bagaimana bisa aku, suamimu, tidak tahu
kapan ibumu meninggal sementara Jae-hun tahu?
Kau tidak memberitahuku apa pun tentang keluargamu.
Kau bahkan melarangku menanyakan apa pun.
Kau tahu betapa aku ingin mendengar hal-hal itu?
Teganya kau melakukan itu.
Itu tidak penting.
Jika penting, aku pasti sudah memberitahumu.
Aku sudah terlambat. Aku harus pergi.
Jeong-hae.
Apa kau merahasiakan hal lain dariku?
Apa yang ingin kau ketahui?
Aku hanya
mempertanyakan arti diriku bagimu.
Belakangan ini aku merasa skeptis.
Skeptis?
Kenapa kau merasa skeptis soal itu?
Apa karena Hae-suk?
Kenapa kau mengungkitnya sekarang?
Kenapa kau sangat membencinya? Dahulu kalian adalah sahabat.
Sahabat?
Jika kami bersahabat,
haruskah aku tetap berteman, padahal tahu suamiku mencintainya?
Kata siapa aku mencintainya?
Berhentilah bersikap tidak rasional.
Berhentilah berbohong.
Kau pasti lupa pekerjaanku.
Aku tahu apa yang kau pikirkan
hanya dari tatapanmu dan suara napasmu.
Bukankah kau yang berbohong?
Apa?
Aku
pergi ke panti jompo di Hongcheon kemarin.
Aku bertemu
dengan Do-hae di sana.
Aku melihat
Profesor Koo Yeong-seon di sana.
Dan pengurusnya adalah Do-hae.
Dia memberitahuku
bahwa Man-sik mengurus Profesor Koo.
Lalu?
Kenapa itu menjadi masalah?
Kau bilang dia depresi,
jadi kau sarankan agar panti jompo menjadi semacam terapi.
Jadi bagaimana bisa istri
Profesor Han Eung-sik yang meninggal 20 tahun lalu
ada di panti jompo itu?
Itu kebetulan.
Kebetulan?
Apa ada alasan Man-sik tidak boleh mengurus Profesor Koo?
Dia ingin merasa puas dengan mengurus seseorang
dan itu kebetulan Profesor Koo.
Kenapa kau rewel sekali?
Aku harus berangkat.
Hei. Ada apa?
Pak Yang kerja sama dengan perusahaan alkohol itu
No comments yet. Be the first to leave one.