The first 200 lines.
"Acara ini mungkin tidak sesuai untuk pemirsa di bawah 15 tahun"
"Kebijaksanaan pemirsa disarankan"
Ae Ra. - Kubilang berhenti.
Ae Ra!
Ada apa?
Dong Man.
Ada apa? Ada masalah apa?
Katakan! Ada apa?
Kenapa...
Kenapa kamu berbicara seperti itu?
Apa?
Kenapa kamu tidak bersuara?
Kenapa semuanya begitu sunyi?
Kenapa?
Kenapa sunyi sekali? Kenapa?
Badai sudah berlalu
dan dunia pun menggelap.
"Episode 15"
Aku tidak menyangka kamu akan datang.
Berbaringlah.
Apa?
Berbaringlah.
Bukankah seharusnya kita berbicara lebih dahulu?
Kamu tidak bisa mengobati punggungmu sendiri.
Kenapa kamu melakukannya?
Kenapa...
Kenapa kamu...
Sikapmu saat ini sungguh konyol.
Aku tidak keberatan
jika kamu berpacaran dengan Chan Ho.
Apa?
Aku akan menunggu.
Kuharap kamu tidak berpacaran dengannya,
tapi meskipun kamu berpacaran,
aku akan menunggumu.
Kamu boleh menyakitiku.
Kamu boleh menyakitiku sesukamu,
tapi aku akan tetap menunggumu.
Apa aku harus berpacaran dengan Chan Ho
hanya untuk menyakitimu?
Aku akan
menunggumu sampai aku berumur 50 tahun.
Lakukan saja sesukamu.
Aku tidak seperti dahulu lagi.
Aku tidak akan tertipu tipu dayamu yang payah.
Sul Hee, kenapa cara bicaramu seperti Ae Ra?
Pada zaman Joseon,
orang yang berselingkuh diberi cap.
Kakimu tersandung saat memindahkan paket Ye Jin.
Punggungmu melepuh terkena arang tadi.
Kamu sedang dihukum.
Jadi, aku tidak kasihan sedikit pun.
Aku hanya mengoleskan krim kepadamu. Hanya itu.
Berbaringlah.
Apa?
Berbaringlah.
Apa yang terjadi?
Apa dia baik-baik saja?
Dia mengalami gegar otak,
jadi, dia tidak bisa mendengar untuk sementara.
Berdasarkan hasil pemindaiannya,
kerusakannya tidak parah,
jadi, dia akan segera pulih.
Syukurlah.
Masalahnya,
ada keretakan halus
di daerah temporalisnya.
Sejujurnya,
aku sedikit menangis
saat melihat ponsel lipat itu.
Sedikit?
Tidak, aku menangis tersedu-sedu.
Hanya ponsel lipat itu cara untuk menunjukkan
seperti apa kehidupan Hwang Bok Hee yang asli,
bukan Hwang Bok Hee yang konyol.
Simpanlah ponsel itu baik-baik untuk saat ini.
Kupikir
kamu adalah pejuang
yang tidak terusik oleh apa pun, tapi...
Tapi ternyata aku cengeng?
Tidak. Kamu justru terlihat lebih keren.
Saat
aku masih muda,
aku menjadi asisten di Studio Foto Rose.
Aku sangat suka berada di depan kamera.
Saat bertemu suamiku, aku memutuskan untuk berhenti,
tapi hasrat
di dalam diriku tidak padam.
Aku ingin berada di depan kamera
dan menjadi aktris.
Jadi, karena itulah
kamu mengikuti audisi film itu.
Kudengar peluangnya 1.000 banding 1.
Aku menyembunyikannya untuk mengalahkan
peluang 1.000 banding 1 itu.
Dahulu,
tidak ada yang menginginkan aktris baru yang punya anak.
Saat itulah hidupku mulai kacau.
Ayolah. Itu tidak benar-benar kacau.
Kamu peri dalam poster di kamarku.
Jalan yang kupilih
sungguh sulit.
Dong Man, saatnya makan.
Ayo bangun.
Dong Man tidur berhari-hari.
Makanlah.
Ibu Negaramu, Choi.
Benar. - Ya.
Kita lihat penampilannya di babak berikutnya.
Mari beri tepuk tangan yang meriah.
Benar.
"Memakai"
"Topi merah"
"Aku badut yang selalu tersenyum"
"Di balik"
"Senyuman biru"
"Badut Selalu Tersenyum Pada Kita"
"Air mata yang tidak terlihat siapa pun"
Aku benar-benar akan tampil di televisi?
Itu acara MMA,
jadi, tidak banyak yang menonton,
tapi itu acara terkenal di antara para penggemar.
Tapi kenapa aku...
Kami selalu memakai pembawa acara pria
dan semuanya terlihat menjemukan setelah sekian lama.
Yang terpenting,
kurasa kamu akan menunjukkan inovasi dan keberanian.
Jadi, aku merekomendasikanmu.
Sutradara produksi melihat videomu
dan langsung menerimamu.
Memang agak mahal
untuk menjualnya di acara belanja televisi, jadi,
kita bisa memasukkan saus untuk menjadikannya paket.
Pak Kim, apa kamu mau capit dan isi perutnya
dipisah?
Ya.
Kita harus memberi lebih banyak pilihan kepada konsumen
untuk membuat pendekatan yang strategis.
Strategi apa?
Pak Kim, kamu baik-baik saja?
Sebentar.
Kamu menangis?
Ini gaji pertamaku.
Aku ingin mentraktirmu makanan enak,
jadi, aku mencari-cari di seluruh Cheongdam-dong.
Joo Man. - Kita harus membeli apa?
Keju? Cabai?
Kudengar dari suatu tempat
kecoak kukus
rasanya sama seperti lobster.
Apa? - Kamu tahu?
Aku sedikit jijik. Aku tidak bisa memakan ini.
Ayo kita pergi ke restoran lain.
Kamu khawatir harganya mahal, ya?
Bukan.
Tapi bukankah 57 dolar terlalu mahal?
Itu hanya serangga dari laut.
Sul Hee, tidak bisakah kita menikmati waktu kita?
Ya?
Baiklah. Pesan saja.
Ini.
Kenapa kamu memberiku semuanya?
Kamu hanya akan memakan kentangnya?
Apa?
Setiap kamu melakukan ini,
aku menjadi agak sedih.
Ada apa, Joo Man?
Kenapa hidungmu membesar lagi?
Kenapa kamu membuatku terlihat seperti orang jahat?
Jangan begitu. Kamu akan membuatku sedih.
Baiklah.
Aku akan memakan ekornya.
Sudahlah...
Cukup.
Kamu harus berhenti.
Sul Hee, tadi aku menangis di kantor.
Aku mempermalukan diri sendiri.
Aku tahu. Itu menjadi buah bibir di kantor.
Chan Ho tahu kita pernah berpacaran.
Itu bagus...
Apa?
Kita sudah berpacaran enam tahun dan menjalani dua bulan yang buruk.
Sisanya sangatlah menyenangkan.
Bisakah kamu melupakan semuanya?
Aku merindukan kebersamaan kita selama enam tahun,
tapi karena dua bulan terakhir,
aku tidak mau kembali ke sana.
Aku melihatmu berubah.
Aku tidak bisa melakukannya lagi.
Kamu juga berubah.
Kenapa kamu bersikap seakan kamu tidak berubah?
Apa yang berubah dariku?
Dahulu kamu tidak pernah mencemaskan apa pun
dan kamu naif. Sebelumnya kamu
seperti anak anjing putih yang lugu.
Kenapa kamu mengaitkannya dengan anak anjing?
Setelah bertemu denganku, kamu menjadi dewasa
dan mulai sadar akan dirimu.
Setiap kamu melakukan itu, aku menyalahkan diri sendiri.
Itu menyakitkan bagiku.
No comments yet. Be the first to leave one.