Release info

수요미식회 tvN Wednesday Food Talk E192 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Guest: Chef Lee Yeon Bok, Kim Seung Soo

Tags

other
Published on: 2019-01-31
Downloads: 7
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Kemegahan menarik"

"Dan candu aneh dari rasa pedas Tiongkok menyimulasikan lima indra"

"Rempah yang membuat mulutmu mati rasa"

"Rasa panas dari bawah perutmu"

"Lebih ganas"

"Lebih ganas dan panas"

"Dunia baru dari rasa pedas yang menarikmu"

"Saat kamu tertarik, kamu tidak bisa menghindari"

"Saus mala pedas"

Selamat datang di episode ke-192 dari Wednesday Gourmet.

Selamat datang.

Kita kedatangan tamu hari ini.

Kita bahkan tidak perlu menjelaskan dia.

Ahli dari hidangan Tiongkok, Chef Lee Yeon Bok.

Halo.

Senang bertemu denganmu. Lama tidak bertemu.

Bibirnya terlihat makin mirip bibir Angelina Jolie.

Sudah kubilang itu terlalu merah.

Sudah kubilang itu terlalu merah.

- Dia tidak menyukainya. - Kami bilang tidak masalah.

Dia adalah Park Bo Gum di antara wanita.

Dia idola paruh baya.

Dialah Kim Seung Soo.

- Halo. - Senang bertemu denganmu.

Ini kali kedua aku berkunjung ke sini.

- Benar. - Aku terus memakai panggilan itu,

tetapi tetap memalukan.

Kamu bisa terus menggunakan itu

- karena Bo Gum tidak mengeluh. - Aku mendapat izin darinya.

- Itu bagus. - Aku selalu tahu

kalau dia adalah penyanyi hebat

dan lucu di acara ragam,

tetapi belakangan ini dia tampil di drama yang sedang tayang.

Dia adalah Solbin dari LABOUM.

Aku menyukaimu.

Halo. Aku Solbin yang memiliki pesona tidak terduga

di LABOUM.

Dia masih melakukannya sendiri.

Ketika dia bersama anggota lain,

Pernahkah kamu berbicara dengan anggotamu

tentang seberapa lama kamu akan melakukan ini?

- Ya. - Seperti, mari berhenti di usia 40.

Apakah kamu masih melakukannya di "Gayo Stage"?

- Kami setuju sampai akhir. - Sampai akhir.

Benar. Tidak ada tanggal kedaluwarsanya.

Benar, tidak ada.

Mari mulai Wednesday Gourmet sekarang.

Topik untuk hari ini adalah

yang dicintai oleh banyak orang belakangan ini.

Saat kamu mencobanya,

kamu akan terkejut dengan rasa pedas yang unik

yang membuat mulutmu mati rasa.

Mencobanya dua kali,

dan kamu tidak akan pernah bisa menghindarinya.

Menu untuk hari ini adalah

rasa pedas dari Tiongkok.

Namanya mala pedas.

"Rasa pedas dari Tiongkok, Mala"

"Warna merah pekat"

"Dan penuh dengan beragam rempah"

"Makin kamu memakannya"

"Makin kamu menginginkannya"

Kapan kali pertama kamu mencoba mala, Seung Soo?

Sekitar lima tahun lalu,

aku berkesempatan untuk mencobanya saat memakan hot pot.

Saat kenalanku menyarankan untuk mencobanya, aku tidak tahu itu apa.

Aku bertanya padanya apa itu dan dia berkata

itu hanya makanan pedas ala Tiongkok.

Jadi, saat aku pertama mencobanya,

Aku mengira aku mengalami alergi.

- Mulutku - Benar.

Terasa mati rasa, tetapi orang lain terlihat biasa saja.

Itu masuk akal.

Apa pun yang kamu makan setelahnya, kamu tidak bisa rasakan.

Kukira aku alergi akan itu.

- Kamu mungkin merasa begitu. - Itulah yang aku kira.

tetapi ketika aku bertanya pada mereka,

mereka bilang kalau memang begitu rasanya.

Setelah aku mencobanya, aku tidak tahu tentang hari pertama,

tetapi dua hari kemudian,

- Aku menginginkannya lagi. - Kamu menginginkannya lagi.

- Aku terus menginginkannya. - Benar.

- Adiktif. - Adiktif.

Aku bertanya pada temanku

untuk Wednesday Gourmet.

Aku bertanya kepada sembilan orang,

dan lima dari mereka bilang kalau mereka menyukainya.

Aku sadar kalau ada banyak orang yang makan mala

- belakangan ini. - Mala menjadi terkenal.

Segera setelah aku melihat Seung Soo hari ini,

aku tahu kalau dia seorang profesional. Tidak dapat dipercaya.

Karena hari ini Spesial Mala,

dia menumbuhkan kumis seperti Chang Chen dari "The Outlaws".

Kukira dia sengaja melakukannya.

Aku mengira

- dia sangat teliti. - Kamu tidak perlu melakukannya.

- Seorang ahli. - Waktunya menikmati mala longxia

- yang akan datang. - Astaga.

Kamu seharusnya berbicara dengan dialek itu juga.

Omong-omong,

saat kamu mencobanya kali pertama,

kamu tidak paham kenapa orang memakannya.

Seperti makan ketumbar untuk kali pertama.

Ada beberapa makanan Korea yang tidak langsung kamu suka.

Aku dengar dari staf

bahwa saat Young A mencoba mala kali pertama delapan tahun lalu,

dia sangat terkejut.

Saat itu aku berkeliling Hongkong.

Ada restoran Tiongkok.

Di menunya,

tertulis "Sup Pedas Khas Sichuan".

- Itu sup mala. - Jadi, kurasa

aku bisa makan makanan pedas,

jadi aku memesannya.

"Dia memesan sup mala karena pedas"

Segera setelah aku mencobanya, aku bisa langsung merasakannya.

Seperti ditembak peluru penenang,

aku menjadi mati rasa.

Rasa pedas itu bukanlah sesuatu yang biasa untukmu.

- Benar. - Kepedasan yang biasa kita rasakan

hanya terasa satu kali, sepedas apa pun itu.

- Rasa dari lada. - Tetapi kepedasan dari mala

terasa licin.

Tidak hanya dirasakan sekali, namun menggelincir ke dalam mulutku.

Kurasa aku memakai kosmetik.

Aku tidak yakin apakah itu rasa pedas yang tepat.

Aku berpikir, "Apa ini? Aku tidak akan pernah memakannya lagi."

"Ini bukan makanan." Kukira itu adalah

sesuatu yang tidak perlu kamu coba di hidupmu,

tetapi setelah seminggu, sama seperti dia,

aku berpikir, "Apa itu?"

"Aku ingin mencobanya lagi."

Kamu merasa mati rasa. Saat aku mencobanya kali pertama,

aku juga merasa mati rasa, jadi kukira aku harus mencabut gigiku.

- Aku merasa seperti di dokter gigi. - Terasa seperti

- suntikan obat bius di dokter gigi. - Itu terasa seperti dibius.

Joon Woo

yang mempunyai selera seperti anak kecil di acara kami.

aku tidak bisa berhenti menyebutkan itu hari ini

karena kudengar kamu tidak bisa memakan makanan pedas.

Apakah kamu tidak bisa

merasakan rasa pedas yang fantastis ini?

Apakah kamu tidak senang melihatku setelah disebut selera anak-anak?

Ya, aku tidak pernah mengenal orang lain yang lebih bayi dariku.

Aku di tingkat tiga.

Apakah kamu memanggilnya bayi karena dia mempunyai selera bayi?

Ya, tentu saja. Dia juga mencuci kimchi sebelum dimakan.

Tidak, aku makan kimchi.

- Benarkah? - Itu sebabnya kamu terlihat sedih?

Karena dia belum masuk TK akhir-akhir ini.

Maaf karena memanggilmu untuk syuting.

- Tidak masalah. - Kamu anak TK.

Tidak masalah, Tunggu.

Untuk rasa pedas,

aku tidak bisa makan apa pun yang pedas seperti

ceker ayam pedas atau tteokbokki pedas.

Dan aku suka wasabi, moster, lada hitam

dan lada Sichuan.

- Itu pedas. - Itu rasa pedas yang berbeda.

Aku hanya lemah pada lada dan capsaicin,

tetapi aku suka makanan lain.

Itu masuk akal.

Sebenarnya, orang Korea suka rasa pedas,

tetapi orang terkejut saat mencoba mala

untuk kali pertama.

Rasanya pedas,

tetapi bukan rasa pedas yang biasa kita nikmati.

Itu panas.

Mala juga punya aroma rempah yang kuat.

Saat pertama, aku mengira aneh dan ganjil,

tetapi rempah itu yang memberi rasa,

benar?

Benar. La pada kata mala adalah rasa pedas dari penggunaan cabai Sichuan.

Jadi, bagaimanapun kita terbiasa.

Namun, ma adalah perbedaannya.

- Benar. - Itu termasuk rempah seperti

lada hitam, cengkih,

pala, dan lada Sichuan.

Lada Sichuan yang memberikan rasa terbakar.

Dalam bahasa Inggris, lada Sichuan

berarti lada hitam Sichuan.

Di Tiongkok, disebut lada bunga

berarti bunga atau lada gunung

berarti lada hitam dari pegunungan.

Mirip seperti

- marten di Korea. - Marten.

- Kita tambahkan di sup ikan lumpur. - Di sup ikan lumpur,

itu punya rasa yang membakar.

Tetapi karena tanahnya berbeda,

lada Sichuan terasa

- lebih pedas dari marten Korea. - Lebih kuat.

Itu memberi rasa terbakar.

Omong-omong,

mala adalah salah satu makanan Sichuan.

Apakah makanan Sichuan salah satu dari makanan autentik Tiongkok?

- Bukankah itu sangat terkenal? - Benar. Itu salah satu dari

empat besar makanan Tiongkok, dan delapan besar makanan.

Kamu bisa menemukan

banyak restoran Sichuan di seluruh Tiongkok.

"Penuh dengan semangat Tiongkok"

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left