The first 200 lines.
Dengar, kau harus kembali ke tempat tidur sekarang, ya?
Ini tengah malam di sana.
- Di mana Ayah? - Bisa berikan ponselnya ke Nenek?
Aku mau Ayah.
Cameron?
- Hei, Cam? - Di mana Ayah?
Cameron?
Ayah.
Cameron!
- Dia ingin bicara denganmu. - Ya.
Hei, Kawan. Apa kabar?
- Baik! - Kami menyayangimu.
Sampai jumpa besok.
Aku akan membantumu.
Aku tak mau kau pergi.
Sayang, kau bisa datang ke LA.
Aku ingin kau ikut ke Los Angeles.
Apa?
Aku ingin kau datang ke Los Angeles.
Selamat pagi.
Ini dia.
Diva baru Palermo.
Kau mau kopi?
Aku mau. Terima kasih.
- Hugo. - Ya.
Jadi, bagaimana Niccolo?
Maksudku, malam itu seperti mimpi.
Kami hanya ingin kau memiliki perpisahan yang sempurna.
Perpisahan. Apa?
Kita harus meninggalkan Villa Pisano dan membawamu kembali ke Taormina.
Andai aku bisa membawa kalian semua...
Melipat di bagasiku dan membawa kalian bersamaku.
Sungguh.
Kami semua mungkin bisa muat.
Itu benar.
Indah sekali bisa mendapatkan teman baru di usia tua.
Usia tua?
Itu pepatah Prancis.
Tard dans la vie.
- Begitu. - Tua. Ya, itu...
- Baiklah. - Pepatah Prancis.
Begitu banyak pepatah Prancis.
Hei, ada yang melihat Portia?
- Apa dia di sini? - Tidak.
Ada yang melihatnya di pesta?
Dia mungkin berjalan-jalan di ladang dengan Jack di suatu tempat.
Inilah nasibku.
Nasib burukku dengan asisten.
Mereka menjadi bosku.
Aku menerima perintah dari mereka dan mereka memerintahku.
Lalu mereka mulai mencuri obat-obatanku...
Lalu mereka menghilang.
Begitulah aku.
Apa yang kau lakukan?
Aku tak bisa menemukan ponselku. Di mana ponselku?
Bagaimana aku tahu?
Aku mengisinya semalaman. Ada di sini.
- Aku... - Aku yakin akan ketemu.
Pasti ada di suatu tempat. Kembalilah ke tempat tidur.
Aku butuh ponselku. Aku harus menelepon Tanya.
Tak apa-apa. Aku mengirim pesan ke pamanku.
Semua baik-baik saja.
Ayo.
Semua akan baik-baik saja.
Ponselku, aneh sekali.
Mungkin tertinggal di bar.
Tidak, aku jelas membawanya semalam...
Karena aku berusaha mencarimu di Instagram dan tak bisa kutemukan.
Aku tak melakukan itu.
Bahkan Instagram?
Astaga. Selamat pagi.
Permisi!
Jangan pernah masuk ke ruangan tanpa mengetuk dahulu!
Mereka tidak mengajarimu?
Astaga! Ini sudah siang!
Aku tak bisa menemukan celana dalamku.
Di mana... Aduh!
Di mana celana dalamku?
Persetan, aku akan pergi tanpa itu.
Valentina.
Kau suka semalam?
Kau hebat.
Sungguh.
Tampaknya, dia sangat marah di kantor.
- Marah? Adam? - Ya. Dia menggila...
Dia melempar yoghurt ke wajah asistennya.
Dia dipecat karena melempar yoghurt? Astaga.
Kau tak boleh melempar yoghurt ke wajah seseorang.
Itu asistennya. Siapa peduli?
Aku bertemu istrinya di pusat kebugaran. Itu mengerikan.
Astaga.
Dua anak di sekolah swasta.
Keluarganya bisa membantu mereka sedikit, tapi...
Astaga.
Sejak kapan dunia dikelola oleh biarawati?
Kau bahkan tak seharusnya sukses lagi, bukan?
Karena jika kau sukses...
Sial, kau bisa membuat orang lain merasa bersalah.
Kau bisa membahayakan semua pecundang menyedihkan di dunia.
Kau bodoh.
- Hei. - Hei.
Bagaimana tidurmu?
Nyenyak. Ayah?
Ya?
Aku butuh 50.000 euro.
Lima puluh ribu euro?
Untuk apa?
Jangan bilang gadis itu.
Lupakan saja.
Aku punya semua informasi rekening bank.
Jadi, kau bisa menelepon akuntanmu dan minta dia mentransfer uangnya.
Ya. Tentu. Aku akan meneleponnya sekarang.
Ya. Berikan saja...
Tidak.
- Apa? - Kau bisa membuat hidup seseorang...
Lima puluh ribu euro?
Dan kau baru bertemu gadis ini tiga hari lalu.
Lalu kenapa?
Ayolah, Albie. Sadarlah.
Banyak orang butuh bantuan di dunia.
Aku bukan LSM.
Kau tak membutuhkannya. Itu tak berarti bagimu.
Itu tak berarti bagimu karena kau tak bekerja untuk uang.
Itu tak berarti bagimu.
Lalu apa? Kau hanya akan menjalani hidup...
Mencoba menyelamatkan tiap gadis putus asa yang kau temui?
- Mungkin. Ya. - Semoga berhasil.
Jangan harap aku akan menyubsidi.
Anggap saja sebagai pembayaran karma.
- Pembayaran karma? - Ya.
- Untuk apa? - Untuk semua perbuatanmu.
- Sepuluh ribu euro. - Apa kita bernegosiasi?
Tidak. Entahlah. Maksudku...
- Dia tak butuh 50.000 euro. - Ya, dia butuh.
- Kenapa dia membutuhkannya? - Ada pria menguntitnya.
Kau melihatnya.
Dia terjebak dan entahlah.
Lima puluh ribu dolar.
Aku tak akan pernah bisa...
Tidak dengan hati nurani yang baik.
Hati nurani? Kini kau punya hati nurani untuk ini?
Lakukan saja.
Berikan saja.
Lalu apa? Apa kau akan...
Memiliki semacam hubungan dengan gadis ini?
Kenapa tidak? Aku menyukainya.
Kami sudah bicara soal dia datang mengunjungi LA.
Ayolah, Albie.
Maksudku, bagaimana kau akan bertahan dalam hidup...
Jika kau sebodoh ini?
Aku tidak bodoh.
Aku akan membantumu dengan Ibu.
Beri aku 50.000 dan aku akan membantumu dengan Ibu.
Bagaimana kau akan membantuku?
Entahlah.
Aku akan bilang betapa menyesalnya kau...
Dan bilang di seluruh perjalanan ini...
Kau hanya bisa memikirkan dia.
Sepertinya kau benar-benar sudah berubah.
Dan sebagainya.
Kau mau melakukan itu?
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
- Apa yang kita bicarakan? - Bukan apa-apa.
Bukan apa-apa.
Aku bermimpi kita mengunjungi kerabat kita.
Ternyata mereka sekelompok banshee, lalu mengusir kita dari kota.
Semalam ibuku membuat arancini...
Putih dan merah.
Sangat lezat. Aku bisa bawanya besok jika kau mau.
Maaf, aku harus bicara dengan Valentina.
- Halo. - Halo.
Kukira kau tak di sini, aku tak melihatmu datang.
- Tidak? - Tidak.
Karena aku datang lewat belakang.
Baiklah.
Kau sudah memikirkan soal Rocco?
Untuk mengembalikan dia.
Ya! Sudah. Tentu saja!
Ya, mari kembalikan dia.
- Benarkah? - Ya.
Terima kasih.
Kau tak akan menyesalinya. Kami akan sangat profesional.
Kami akan bersikap baik.
Salvatore.
Salvatore.
Salvatore.
Permisi.
Maaf, Salvatore...
Tapi aku harus mengirimmu kembali ke pantai.
Karena, Salvatore...
Kau terus merayu gadis yang bisa menjadi putrimu...
Kau menempatkannya di posisi sulit.
Jadi, tolong kembali ke pantai dan beri tahu Rocco untuk kemari.
Permisi, Valentina.
Tempo hari, aku ada di pantai...
Lalu aku di sini, di meja resepsionis.
Lusa, di mana?
Di dapur, mencuci piring. Pergi.
Ayo.
Pergi, Salvatore.
No comments yet. Be the first to leave one.