The first 200 lines.
Muteki no egao de arasu, media
Shiritai sono himitsu, mysterious
Nuketeru toko sae kanojo no area
Kanpeki de usotsuki na kimi wa
Tensaiteki na idol-sama
Kyou nani tabeta?
Suki na hon wa?
Asobi ni iku nara doko ni iku no?
Nanimo tabetenai
Sore wa naisho
Nani o kikaretemo
Norarikurari
Sou tantanto
Dakedo sansanto
Miesoude mienai himitsu wa mitsu no aji
Are mo nai nai nai
Kore mo nai nai nai
Suki na type wa?
Aite wa?
Saa kotaete
"Dareka o suki ni naru koto nante watashi wakaranakute sa"
Uso ka hontou ka shirienai
Sonna kotoba ni
Mata hitori ochiru
Mata suki ni saseru
Daremo ga me o ubawareteiku
Kimi wa kanpekide kyuukyoku no idol
Konrinzai arawarenai
Ichibanhoshi no umarekawari
Sono egao de
Aitoshiteru de
Daremo karemo toriko ni shiteiku
Sono hitomi ga
Sono kotoba ga
Uso demo sore wa
Kanzen na Ai
Oleh karena itu,
orang yang akan mengisi posisi center di JIF
adalah Arima Kana!
Hore. Tepuk tangan!
Silakan komentarnya setelah terpilih menjadi center.
Benar juga...
Pertama-tama, matikan dulu kameranya.
Aku kan sudah bilang
beberapa kali kalau aku tidak mau jadi center.
Apa kalian sengaja, ya?
Kalian kira perempuan yang gampang terbawa suasana sepertiku
akan menurut begitu saja jika kalian membuatnya
seolah kita sedang syuting sesuatu?
Gawat, kita ketahuan!
Bukan begitu, kok.
Sebenarnya kami sudah membahasnya saat karaoke.
Jika salah satu di antara kami yang jadi center, rasanya ada yang kurang.
Lalu, saat itu kami menonton musik video milik Arima dulu...
Kalian nonton itu, ya...
Karena penjualan "Senam Paprika Hijau" lebih dari memuaskan,
semua orang salah sangka dan mengira aku punya bakat menyanyi,
lalu berakhir menjadi bencana bagi semuanya.
Lupakan saja.
Itu adalah gambaran kebimbanganku.
Sejarah kelam Arima Kana yang bingung mempromosikan dirinya.
Kau tidak perlu menggambarkannya seperti itu...
Bukan, tingkat ketidakpopuleranku saat itu memang separah itu.
Seluruh pihak yang terlibat pun ingin melupakan semuanya.
Kalau boleh jujur, nyanyianmu di "Senam Paprika Hijau" memang jelek,
tapi kemampuan bernyanyimu di lagu kedua jelas meningkat banyak.
Di lagu ketiga, kau bahkan menjadi lebih baik lagi.
Kau pasti berlatih dengan keras, 'kan?
Berlatih sangat keras untuk memenuhi harapan semua orang.
Aku ingin menyerahkan posisi center
pada Senior yang sangat bertanggung jawab...
Cukup!
Kau pasti mengira aku akan patuh setelah dipuji dengan asal, 'kan?!
Jangan meremehkanku!
Aku benar-benar tidak mau melakukannya.
Kalian mohon berapa kali pun aku tidak mau jadi center!
Maaf, aku terlalu memaksa.
Tidak akan aku bahas lagi.
Namun,
setidaknya tolong dengarkan nyanyian kami.
Idola kesayanganmu.
Kodenya adalah B.
Bukankah yang tadi itu sangat bagus?
Sudah kuduga Arima cocok menjadi center!
Aku yakin kita akan sukses di JIF nanti!
Benar-benar, deh!
Kenapa aku selalu begini?!
Aku tidak sangka kita bisa memutar balik situasi bagai neraka itu
jadi seperti ini.
Aku, sih, sudah tahu akan jadi begini.
Diam kalian, si payah dan tidak berbakat!
Aku tidak menyangka orang yang ingin menjadi idola ternyata payah sekali dalam bernyanyi.
Aku bisa lihat kalian hanya
memanfaatkan wajah cantik saja dari cara bernyanyi kalian.
Pedas banget.
Kalian benar.
Kalau begini, lebih baik aku yang menjadi center.
Namun, aku benar-benar tidak mau melakukannya.
Kalian semua benar-benar payah tanpaku!
Jadi, kalian berusaha keraslah untuk mendukungku dengan baik.
Siap.
Syukurlah.
Kenapa mulutku ini selalu bilang hal yang berbeda dari perasaanku?
Kita tidak punya masalah dengan formasinya, pasti akan baik-baik saja.
Sepertinya kalian bertiga sudah sepakat.
Dirut!
Kita sudah semakin dekat dengan hari-H.
Kurasa sudah saatnya kita mempercepat beberapa hal.
Aku sudah memanggil anak yang bisa membantu kalian.
Kalian atur saja sendiri.
Anak yang membantu kita?
Jangan bilang orang itu Aqu-
Halo, Semua.
Lah, kenapa jadi kau?!
Pieyon, lama tidak ketemu.
Eh? Orang aslinya?!
Bukannya kau itu penghasil uang agensi ini?!
Kerja yang rajin saja sana!
Dulu Pieyon penari profesional, 'kan?
Kau pernah bilang di salah satu videomu pernah membuat koreografi untuk grup idola...
Ternyata begitu.
Bagaimana penampilan kami dari sudut pandang seorang profesional?
Kurasa dari bentuk saja sudah bagus...
Banyak anak-anak seperti kalian yang naik ke panggung dengan kualitas ini...
Jika kalian mau penampilan yang lebih baik,
pertama-tama tingkatkan stamina kalian!
Lakukan sepuluh kali sprint di lintasan menanjak.
Setelah kelelahan, mainkan daftar lagu yang kalian bawakan sebanyak 3 kali.
Bentuk stamina yang membuat performa kalian tidak jatuh meski sudah sangat lelah!
Jangan lupa senyum!
Sebelum masuk ke chorus lagu kedua...
Ka
Ka
Ru
Pasti lebih keren kalau kita berputar dari kiri sambil mengubah formasi.
Boleh juga, kalau begitu, untuk bagian yang ini jika kita semua bergerak bersama...
Dari mana mereka dapatkan tenaga sebanyak itu?
Apa kau menyesal?
Sudah menjadi seorang idola.
Pieyon...
Tidak, ini keputusanku sendiri, aku tidak menyesal...
Namun, aku merasa tidak cocok.
Aku tidak merasa bisa menjadi seorang idola,
apalagi mengisi posisi center.
Bukankah kau pandai menyanyi? Kenapa tidak mau menjadi center?
Bukankah center itu wajah dari sebuah grup?
Itu sama sekali bukan tempat untuk orang sepertiku.
Apanya yang "orang sepertimu"?
Kurasa Arima Kana adalah orang yang hebat.
Bukankah itu yang dikatakan semua orang?
Padahal mereka tidak tahu apa-apa.
Memangnya kalian tahu apa soal aku?
Apa, ya...
Pekerja keras yang tak pernah bolos joging dan
latihan vokal setiap hari,
sebenarnya minder karena kata-kata kasarmu,
kau lebih senang saat karyamu dipuji daripada mendapat pujian untuk diri sendiri.
Kau sebenarnya sangat benci paprika.
Kau benar-benar memperhatikanku?!
Senangnya.
Benar-benar menusuk ke jantung...
Gawat, sepertinya aku mulai menyukai Pieyon.
Jangan-jangan kau penggemarku?
Benar.
Yang benar?
Ternyata aku masih punya penggemar.
Padahal aku tidak pernah bilang aku benci paprika,
kenapa kau bisa tahu soal itu?
Karena aku juga tidak suka.
Wah, teman!
Rasa paprika itu terlalu kuat,
ia membuat seluruh masakan terasa seperti paprika.
Setuju!
Saat "Senam Paprika Hijau", aku juga berusaha keras memakannya.
Sekarang aku alergi saat melihatnya.
Sungguh menyedihkan.
Kau juga tidak suka sawi, 'kan?
Benar, dia sama pahitnya seperti paprika.
Aku juga tidak tahan baunya...
Baunya kuat saat digoreng atau dikukus.
Mengobrol biasa ternyata menyenangkan jarang bukan berarti tidak akan terjadi.
Benar.
Sepertinya aku bisa mulai menyukai orang ini.
Lebih baik aku buang saja Aqua dan beralih padanya.
Penghasilannya juga 100 juta yen dalam setahun,
sudah tidak perlu ditanyakan lagi.
Aku yakin Pieyon itu sibuk sekali, tapi dia baik sekali mau datang
setiap hari untuk membantu kita.
Iya, benar-benar berbeda dengan kesan dalam video.
Aku kira dia juga punya badan yang lebih berisi.
Tidak kusangka, aslinya dia lebih ramping.
Posturnya juga mirip sekali dengan Aqua.
Jika Kakak berbicara dengan suara bebek seperti itu, aku bisa tertawa seumur hidupku.
Yang tadi bagus banget, 'kan?
Ya! sudah jauh lebih baik.
Kerja bagus.
Terima kasih, Pieyon.
Dia baik sekali,
berbeda sekali dengan Aqua.
Arima ternyata sebenci itu pada Aqua...
No comments yet. Be the first to leave one.