The first 165 lines.
Fushi yang telah mendapatkan wadah bernama Bon
dan membangkitkan teman lamanya.
Fushi dan pasukan abadinya...
bertarung bersama-sama.
Kemudian...
Menang! Kita menang!
Syukurlah!
Kita menang!
UNTUKMU YANG ABADI MUSIM 2
- Episode 20 : Akhir Zaman --
Terus, terus!
Cam!
Ternyata, kau masih hidup?
Kudengar, kau sudah mati.
Setelah aku melepaskan tenaga dalamku, aku berhasil hidup kembali dengan lancar.
Hebat, bukan?
Hebat, hebat!
Syukurlah, kau baik-baik saja.
Yuiss, jangan memaksakan dirimu.
Yuiss, tanganmu baik-baik saja?
Aku sudah mendengar dari Miguel,
demi keluarga kami,
kau berdiri dan melawan musuh dengan berani.
Terima kasih.
Kau tidak boleh sedekat ini denganku!
Miguel akan marah.
Kenapa Miguel akan marah?
Itu karena dia adalah kekasihmu, bukan?
Kekasihku?
Bukan, dia adalah kekasihnya ibu.
Apa? Ternyata seperti itu?
Kau tidak tahu?
Syukurlah, Cam!
Kau pikir, aku meninggalkan Renryrr untukmu itu, demi apa?
Apa itu untuk membiarkan Alme mati?
Tunggu setelah aku menyelesaikan pemakaman ayah dan adik kita,
akan kuputuskan bagaimana menanganimu yang telah mengecewakan kebaikan raja.
Sebelum itu, tahan dia di dalam ruangannya!
Melakukan itu agak keterlaluan.
Apa?
Kurasa, kaulah yang telah meninggalkan Renryrr,
tidak berhak untuk menyalahkan Messar.
Ternyata, kau punya teman yang bisa berbicara demi dirimu.
Kupikir, kau itu selalu menyendiri.
Aku mengubah pikiranku.
Begini saja.
Kuberi kau dan teman-temanmu waktu sepuluh hari untuk meninggalkan Renryrr.
Jika tidak, kalian akan kuhukum atas kejahatan membuat kota ini menjadi puing.
Apa katamu?
- Aku mengerti. - Messar!
Jangan bicara lagi, ayo pergi.
Pangeran, Anda salah paham terhadap mereka...
Sebentar lagi rumor di sini
akan terdengar oleh para pengikut Gereja Bennett.
Meminta Messar dan kelompoknya pergi,
juga bisa menghindari masalah untuk melindungi mereka.
Dengan begini, aku sudah kehilangan semuanya.
Namun, pangeran bilang bahwa kita adalah teman, bukan?
Lalu, memangnya kenapa dengan itu?
Apakah hanya aku yang merasa itu tidak buruk?
Aku juga merasa kalau itu lumayan bagus.
Kalian menjijikkan sekali.
Terserah saja kalian mau bilang apa.
Bagaimana dengan suhu airnya?
Tidak begitu panas, bukan, March?
Fu-chan juga, ayo mandi sama-sama!
Kubantu kau membersihkan badanmu!
Baiklah, kedengarannya bagus.
Aku akan mandi setelah bersiap-siap.
Cepatlah, cepatlah!
Sudah selesai?
Benar!
March, kami kembali!
Paman-Paman, selamat datang kembali!
Semuanya, hidangannya sudah selesai!
Sudah lama kita tidak memasak bersama-sama.
Ayo, semuanya makanlah!
Enak sekali.
Kalian hebat sekali.
Terima kasih atas pujiannya.
Keterampilannya bagus juga.
Oh iya, kapan kau berencana mengembalikan tubuh Bon?
Bon bilang, sampai kudapatkan kembali orangku, baru dikembalikan kepadanya.
Iya!
Kakek Pemabuk, Pioran dan Rean masih belum didapatkan kembali.
Benar, semuanya dibawa pergi oleh Kahaku.
Kahaku...
Fushi, bagaimana rencanamu untuk menghadapinya?
Aku masih belum memutuskan.
Namun, cepat atau lambat, aku akan mencarinya.
Mereka ingin kita pergi dalam sepuluh hari, itu keterlaluan sekali.
Padahal, awalnya kita sudah berjuang begitu keras.
Itu tidak apa-apa.
Kita habiskan hari yang tersisa untuk jalan-jalan di Renryrr saja!
Kita selalu ingin terlepas dari hidup yang penuh pertempuran, bukan?
Akhirnya, kita mendapatkan kebebasan.
Semuanya, apa yang ingin kalian lakukan selanjutnya?
Apa maksudnya?
Mimpi-mimpi kalian.
Sesuatu yang kalian mau dan yang ingin kalian lakukan,
sesuatu yang belum bisa kalian lakukan sebelumnya.
Apa? Jika kubilang mau jadi muda, kau akan memberikannya kepadaku?
Aku ingin punya dua kaki dan pinggang yang kuat untuk menikmati hidupku kembali.
Jika begitu, aku ingin sebuah ruangan khusus untuk latihan otot!
Dapur yang luas juga boleh.
Dapur boleh juga!
Sebenarnya ada kalanya, aku berharap bisa membuat roti yang enak.
Jika ada kesempatan, aku juga mau membuka toko.
Hairo, aku juga merasakan hal yang sama.
Aku juga mau ruang studio menempa pedang milikku, habiskan sisa hidupku di sana.
Aku mau wanita yang mesum.
Semuanya egois sekali.
Yang kuinginkan tentu saja adalah kedamaian dunia.
Benar, jika dunia belum damai,
mimpi kita akan sulit untuk diwujudkan.
Jika dunia sudah damai, apa aku bisa menjadi orang dewasa?
Apa aku bisa menjadi Mama?
Benar, tentu saja, kau bisa mewujudkan mimpimu.
Jika begitu, apakah mimpi Fu-chan juga bisa terwujud?
Apakah mimpi Fu-chan itu?
Mimpiku adalah mewujudkan mimpi semuanya.
Fushi.
Membicarakan soal mimpi bukanlah hal yang memalukan.
Aku juga pernah sama sepertimu untuk suatu waktu.
Pada saat ini, Kakek Pemabuk akan bilang minum sake saja.
Gugu, aku serius.
Jadi, aku ingin dunia di luar Renryrr, juga bisa menjadi damai.
Sebelum itu, aku akan terus bertarung di sini.
Kuharap, bisa membawakan dunia yang damai untuk kalian semua.
Mungkin di dunia ini masih ada Nokker yang tersisa.
Namun...
Jika begitu, aku juga akan menetap di sini.
Boleh, bukan, Fushi?
Tidak, Gugu.
Aku ingin agar kau bisa bebas.
Aku harus mengakar di seluruh tempat,
tidak tahu ini akan menghabiskan waktu berapa tahun.
Meski akan menghabiskan waktu berapa tahun, aku tidak keberatan.
Namun, Gugu, aku mengerti.
Jika aku terus memperluas diriku,
kesadaranku akan tersebar secara perlahan.
Sampai saat itu, aku bahkan tidak akan bisa berbicara seperti biasa.
Apakah maksudnya itu...?
Maksudmu, kita akan berpisah lagi?
Bagaimana jika kau kehilangan kesadaranmu?
Siapa yang akan melindungimu...?
Tidak akan.
Sudah tidak akan terjadi lagi.
Jika begitu, biarkan aku membantumu.
Jika aku mati, jangan membuatku hidup kembali,
kau terus menggunakan tubuhku saja.
Fushi, tunggu sebentar!
Kau mau menghabiskan berapa tahun untuk melakukan hal itu,
bagaimana dengan kami pada saat itu?
Jika kalian tidak keberatan,
meski harus kehilangan nyawa kalian yang sekarang,
tunggu setelah Nokker lenyap dari dunia ini.
Aku berencana untuk menghidupkan kembali kalian semua.
Lalu, bagaimana dengan Eko?
Kau mau membiarkannya sendirian?
Eko juga... sudah mati...
Mustahil, pagi ini aku masih melihatnya...
Itu saat membuat persiapan makan.
Rasa sakit di tubuh Eko telah menghilang.
Kenapa kau tidak memberi tahu kami lebih awal?
No comments yet. Be the first to leave one.