Release info

화양연화ㅡWhen-My-Love-BloomsㅡE13-NEXT
화양연화ㅡWhen-My-Love-BloomsㅡE14-NEXT
A Commentary by skysoultan
Ep. 13

Tags

other
Published on: 2020-06-08
Downloads: 22
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Bongkar

Anda mengganti pemilik rumah?

Betul.

Episode 13

Sepertinya pemilik rumah baru berencana membongkarnya.

Bukan.

Membongkar tanpa pemberitahuan kepada penyewa?

Aku baru masuk belum sebulan.

Makanya itu.

Tapi pemilik rumah baru ini kenapa tidak menjawab telepon?

Lalu bagaimana?

Kamu tunggu sebentar saja.

Tidak mungkin langsung dibongkar, kan?

Aku kirim alamat padamu. Tolong kamu bantu aku periksa sertifikat rumahnya sebentar.

Tunggu sebentar.

Apakah kamu tidak memastikannya ketika pindah?

Tentu saja sudah pastikan.

Lalu untuk apa suruh aku periksa?

Meninjau

Untuk apa suruh aku lihat lagi?

Eh.

Ada apa?

Apakah kamu menandatangani kontrak dengan wanita ini?

Siapa?

Pemilik rumahnya adalah... Jang Seokyong.

Uhm.

Terima kasih.

Itu... kali ini Manajer Jang pergi berwisata bersama Sekretaris Kim.

Bukannya pergi dinas, aku merasa aneh.

Kapan pulangnya?

Aku sudah tanyakan ke ruangan Sekretaris. Katanya belum memesan tiket pulang.

Inilah tujuan awalku.

Semakin kalian begini,

aku semakin ingin hidup sesuai sifat asliku.

Yoon Jisoo

Bongkar

Dia sengaja pergi.

Pergi?

Aku sudah tanyakan pada kantor.

Mereka bilang sekarang ini Jang Seokyong sedang dinas di luar negeri.

Kamu, berjalan sesuai gaya kamu saja.

Karena, aku berencana bertindak sesuai gayaku sendiri.

Senior Jaehyun...

Jangan biarkan dia mengetahuinya.

Makanya.

Jangan biarkan senior Jaehyun mengetahuinya.

Makanya aku mencari orang yang mirip dengan profesional.

Hai.

Cepatlah naik, Tuan.

Aku tidak pernah berjalan yang begini curam... Bahkan sangat jarang berjalan.

Lihat kamu ini. Asalkan tidak bicara, pasti akan lebih mudah.

Kenapa? Sebenarnya kenapa begini terhadapku?

Rupanya kamu, senior.

Bongkar

Sepertinya kalian sudah salah cari orang.

Aku adalah pengacara khusus perceraian.

Cari aku ketika nanti bercerai saja. Aku pergi.

Waktu bercerai pasti akan mencari senior.

Kita masuk dulu baru bicara.

Tunggu sebentar. Tunggu sebentar.

Sempit sekali.

Kakek.

Uhm. Masuk, masuk, masuk.

Kenapa? Mau uang?

Kakek. Bisakah Anda mencegah mereka?

Mencegah apa?

Soal perceraian ayah dan ibu.

Kenapa aku harus berbuat begitu?

Kalau mereka bercerai, aku akan merasa sangat malu.

Memalukan?

Memang sangat memalukan.

Usia seperti kamu ini sudah hampir mengerti semua. Aku beri tahu kamu semuanya saja.

Kali ini ayahmu yang ingin bercerai, bukan ibumu.

Tidak hanya bercerai semudah itu.

Dia begitu karena ada wanita lain yang disukainya di luar sekarang ini.

Meskipun dunia kamu mungkin akan hancur.

Tapi orang seperti ayahmu,

dia bahkan rela melakukan apapun

demi menelan perusahaan yang didirikan pada masa Kakek itu.

Orang yang masuk ke keluarga ini dengan tangan kosong.

Aku berbaik hati mendidiknya hingga berhasil.

Ya sudahlah kalau tidak bisa tunduk seumur hidup.

Dia malah menusuk Kakek dari belakang.

Tapi apakah aku harus mencegah perceraian mereka?

Kenapa harus dicegah? Kenapa?

Dengan kesempatan ini, mending langsung mengganti namamu menjadi Jang Joonseo saja.

Kenapa? Tidak bersedia?

Kalau begitu, kamu juga pergi dengan ayahmu saja.

Kondisi seperti sekarang ini,

sama sekali tidak perlu tanyakan pada pengacara kelas atas aku ini.

Hal ini 100%, 100% adalah ilegal.

Panas sekali.

Yang dimaksud istri Jaehyun adalah

aku tidak peduli legal atau tidak, aku tanggung semua biayanya.

Tutup rapat mulut kamu, aku ingin hancurkan gigimu.

Selain menghancurkan gigi, bisakah kamu bicara yang lebih profesional?

Apa?

Uhm... oh...

Iya.

Kalau ingin penyewa pindah, bisa melakukan sebuah gugatan.

Tapi dia baru pindah belum sebulan.

Pertama, tidak berhutang uang sewa. Kedua, tidak melanggar hukum.

Ini tidak mudah juga.

Lagi pula, waktunya juga akan diulur panjang.

Betul, yang seperti begini.

Ada lagi, Jisoo.

Kalimat pertama yang didengar ketika masuk akademi hukum adalah,

bagi yang diam atas hak mereka, bahkan hukum pun tidak bisa melindungimu.

Nomor yang Anda hubungi tidak tersambung. Menghubungkan pesan suara untuk Anda.

Joonseo.

Apakah ada yang ingin kamu katakan?

Tidak.

Hanya saja Ibu tidak ada di rumah, aku merasa bosan.

Apakah kita ingin melakukan apa bersama?

Tidak.

Apakah mau tidur di sini?

Tidak tahu.

Wah, sudah lama tidak tidur bersama putraku.

Dulu masih bisa tidur bersama dan mandi bersama.

Tidak ada apa-apanya.

Sebuah mal terkenal di Seoul terjadi keruntuhan.

Mal Seoul runtuh

Hari ini aku dan ibu akan pergi ke mal untuk membetulkan jam tangan.

Kami belikan kue strawberi untukmu saja.

Bagi yang diam atas hak mereka, bahkan hukum pun tidak bisa melindungimu.

Sudah merepotkan perjalanan menuju kemari.

Tapi hal yang akan kalian lakukan semua termasuk tindakan ilegal.

Kalau melakukan pembongkaran sekarang,

kalian akan sanksi hukum atas tuduhan

tersangka memasuki rumah tanpa izin dan merusak aset.

Siapa? Apa yang dia lakukan?

Asalkan aku menekan menelepon, mereka akan segera tiba.

Aku akan berdiri di sini, tidak akan bergerak.

Kamu minggir.

Hati-hati aku akan menyeretmu pergi.

Kamera pengintai akan merekam semuanya.

Dasar, apa-apaan ini sebenarnya?

Bongkar

Pemberitahuan pembongkaran

Bulan September tahun 1994

Lap yang bersih.

Sekolah dasar samping rel kereta

A

B

A B

- Aku bisa. Aku bisa. - Aku bisa.

Beginikah?

Sekolah dasar di samping rel kereta, sungguh berharap bisa terus berjalan.

Takutnya tidak akan berjalan lama.

Paling lama 2 bulan.

Berkat kamu, aku mulai ada impianku sendiri.

Karena belajar sejak kecil,

lalu mendengar orang bilang sedikit berbakat,

akan mudah masuk universitas yang bagus, makanya aku utamakan belajar piano.

Tapi aku tidak pernah berpikir mau lakukan apa setelah lulus.

Aku ingin mengajari anak-anak bermain piano.

Bukan sekolah piano yang biasanya.

mengajari anak yang berbakat tapi tidak mampu belajar

seperti sekolah rel kereta kita.

Bisa belajar dengan gratis dan bisa bermain.

Sekolah piano seperti begini.

Sungguh hebat.

Sekolah dasar

Surat peringatan

Ada apa sebenarnya?

Orang-orang jahat itu...

Anak-anak tidak berhentinya menangis.

Mereka tetap saja tidak peduli. Melempar meja dan kursi berantakan.

Senior. Apakah kita hanya bisa tinggal diam?

Apakah perlu membuat vas bunga?

Kalau tidak, aku pergi carikan sedikit balok saja.

Anak ini benar-benar... Sepertinya kamu ingin membuat onar.

Apakah kamu tidak pulang?

Bagaimana bisa pulang?

Bagaimana kalau mereka menerobos masuk lagi?

Penghuni yang tersisa itu masih banyak anak kecil.

Apakah kamu tidak takut saat itu?

Kalau biasanya, aku mungkin akan takut.

Tapi ada anak-anak di sana,

sedangkan aku adalah wali mereka.

Mereka hanya mengandalkan aku sendiri, aku pun tidak takut apapun.

Apakah ini juga suasana hati senior ketika membawaku kabur?

Lebih sulit dari ini.

Setidaknya anak-anak akan patuh, sedangkan kamu...

Aku berkata satu kata, kamu harus membalas 10 kata.

Apakah ada?

Kapan?

Jelas-jelas aku sangat patuh.

Berikan tanganmu padaku.

Melakukannya dengan bagus.

Tapi Jisoo,

kelak kamu jangan datang kemari lagi.

Kenapa?

Di sini akan semakin berbahaya.

Lagi pula, sekolah sudah hancur, kamu tidak perlu keluar juga.

Lalu senior?

Aku tentu saja harus datang.

Bisa saja suatu saat akan diserang lagi.

Kenapa aku harus pilah-pilih, khusus mengikuti yang mudah?

Apakah karena aku wanita?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left