The first 200 lines.
Dimohon perhatiannya... Pesawat dengan nomor penerbangan 217 dari Venice, Italia, saat ini telah tiba di terminal 34.
Silakan periksa semua bagasi dan koper anda di jalur 2 ...
JUST MARRIED
Aduh! Panas! Panas!
Besok aku mampir untuk mengambil barang-barangku.
Oh. Telpon dulu, karena kemungkinan aku sedang bercinta dengan orang asing!
45 menit antrian taksi. Ini benar-benar konyol.
Keju dan nasi!
Oh, ya. Oh, ya!
Wah kau berhasil membalasku. Iya kan, sayank? Terima kasih banyak!
Aku perlu tumpangan.
Minggir dari hadapanku.
Ouh!
Masuk!
Jalan dan ambil saja uang kembaliannya.
- Bisakah kau lebih mendekat? - Aku tak ingin cat mobilku tergores.
Apa yang kau lakukan di sini, Tom Leezak?
Buka pintu gerbangnya, Yuan.
Kau dan Tom tidak lagi bersama.
- Buka saja pintu gerbangnya, Yuan! - Oke.
Tas itu kelihatannya berat.
Bawa mobil bututmu keluar dari sini.
Baiklah, Tuan Putri!
Jangan katakan apapun.
- Apa ayah dan ibu ada di rumah? - Tidak, mereka sedang berada di Gedung Emfisema.
Tenang saja, Peewee. Kita akan bereskan kekacauan tadi.
Sarah...
Kyle...
Kyle!
Oke, aku sudah pulang, jadi kau boleh pergi kapan saja...
Ini Tom dan Sarah. Kami belum bisa beri kabar,
karena kami sedang berbulan madu di Eropa!
Kirimkan kado pernikahan yang besar, atau kami tak akan menghubungimu lagi. Aku serius.
Kyle. Aku terima pesanmu. Maaf bulan madunya berantakan.
Jangan bertegur sapa. Ketika kau pulang, kita akan lakukan beberapa terapi Budweiser.
Hai, Sarah, ini Peter. Kurasa aku akan menemuimu.
Tom, jika kau mendengarnya, aku turut rasakan kesedihanmu.
- Kemana saja kau, kawan? Kau di saluran 5. - Aku tadi jalan-jalan menenangkan pikiran.
Jadi? Apa yang terjadi?
Aku punya hubungan sempurna yang hancur gara-gara pernikahan.
Kau tahu sendiri kan? Kami begitu sempurna sejak pertama kali jumpa. Iya kan?
Ya. Namun pada kenyataannya itu memuakkan.
Terima kasih, Fred.
Biru 28! Biru 28!
Siap! Lempar!
Aku kosong! Aku kosong!
Sepak bola!
Ouch...
Maaf!
Kau baik-baik saja?
Ya. Aku tidak apa-apa.
Bersulang, Sarah McNerney.
Bersulang, Tom Leezak.
Lalu, apa yang kau lakukan saat kau bukan menjadi seorang Joe Montana?
Aku bekerja di Radio KNR,
"Stasiun informasi lalu lintas anda"
Jadi aku sedang berhadapan dengan seorang penyiar radio?
Tidak juga. Suatu hari nanti aku akan jadi seperti orang itu. Berharap di bidang olah raga.
Saat ini, aku hanya melaporkan soal lalu lintas.
Di stasiun radio, setiap minggunya.
Ketika karyawan tetapnya jatuh sakit.
- Jadi kau si Tom itu ya? - Ya. Kau pernah mendengarku di radio?
Ya, aku menelpon radio sekitar seminggu lalu. Sekitar jam 3 pagi.
Kau bilang jalan tol Pasadena sangat lancar, jadi aku pilih jalan itu,
dan terjebak di belakang truk tronton besar selama kurang lebih 3 jam.
Sarah dari Beverly Hills.
Yang sempat memanggilku... kepala batu.
Kami lumayan kepanasan.
Sangat kepanasan.
Jam 3 pagi? Itu adalah waktu tidurmu, kan?
Bagaimana kau bisa tahu? Aku sedang mengemas hasil lelang. Aku seorang pesuruh di Toko Sotheby.
Biar kutebak, jurusan Pemasaran Stanford. Berpakaian rapi di bangku depan.
- Sejarah Seni, Wellesley, barisan bangku belakang. - Oh, bangku belakang.
Keren! Aku juga. Jurusan Komunikasi, Akademi Komunikasi Burbank.
- Mau dengar lagu pertarungan? - Tidak, terima kasih.
- Aku sangat mahir soal itu. - Tidak, sungguh, terima kasih.
Pilihan yang tepat.
McNerney.
Kalau tidak salah, kau adalah putri Dan McNerney,
pemilik sebagian saham Lakers dan Dodgers McNerney?
Aku anggap itu adalah jawaban 'iya'.
Siap dipermalukan di permainan bola 8 ini?
Oh-ho-ho-ho. Kau sedang mimpi, Wellesley.
Setiap hari aku rutin berada di tempat billiard.
Oh. Kau sungguh percaya diri, hah. Iya kan, kelapa batu?
Bags, diamlah. Sssst!
- Wow. - Yeah.
Dan begitulah kisahnya. Sebulan kemudian, kita tinggal bersama.
Kenapa kita tidak menikah ketika cinta kita bersemi begitu erat satu sama lain?
Entahlah, sepuluh detik lagi.
Kenapa semua orang menikah?
Maksudku, apa itu masuk akal hidup dengan satu orang selama hidupmu?
Orang-orang berubah. Mereka tumbuh dewasa.
Tom, kau bisa mulai siaran.
Mungkin kita masih hidup bersama bila kita ajukan lamaran di saat yang tepat, tapi tidak...
lamaran itu sangat penting, dan aku mengacaukannya.
Tom!
Di sini Tom Leezak bersama radio KNR pada pukul 2.06 dini hari.
Pada jam seperti ini, diperkirakan ada 7 kendaraan yang melewati jalan-jalan raya di seluruh wilayah Southland,
jadi jika kalian ingin mengebut di jalan 405, jalanan itu terbuka lebar-lebar.
Tetaplah di saluran radio kami untuk informasi lalu lintas setiap 10 menit.
di KNR, stasiun radio informasi lalu lintas anda.
Kita selesai. Lihat kemari, Tom. Kau harus fokus, okey teman?
Lupakan soal lamaran itu. Lupakan soal pernikahan. Okey?
Bags...
Apa kau selalu mendengkur setiap saat? Kau seperti babi kecil yang ditumbuhi bulu-bulu.
Lihat aku. Akulah anjing terimut di dunia.
Akulah anjing terimut di dunia. Lempari aku bola. Akan kuambilkan sepanjang hari.
Bags, seriuslah, aku sedang ...
Bags, aku sedang membaca.
Itu ambil.
Itu tidak seperti Bags sedang mengejar burung-burung merpati.
Burung merpati ini sangat kejam. Itu seperti...
Bags, dia hanya... dia hanya lari mengejarnya.
Burung merpati itu mengejeknya.
Dan... mengomel-ngomel.
Mengomel?
Mengomel.
Maksudku, saat pertama lebih seperti... seperti mendengkur-dengkur.
Kau tahu bagaimana mereka... Maksudku, Bags... itu menjadi perhatiannya.
Dia memiliki sedikit toleranasi terhadap setiap gangguan.
Kemudian berubah jadi begini, seperti lengkingan...
Kau bohong.
- Apa? - Lobang hidungmu membesar saat kau berbohong.
Membesar! Membesar!
Hidungku tidak membesar. Aku tak berbohong.
Sayank, maafkan aku. Maaf. Aku terlalu berlebihan.
Berjanji kita berdua tak kan pernah saling berdusta.
Aku janji.
Aku sangat mencintaimu.
Dengar, Sarah...
Aku ingin menikah denganmu, Tom Leezak.
Aku ingin menikahimu juga.
Kenapa kau parkir Dodge-mu di depan pintu? Parkir di pinggir jalan saja!
- Buka pintu gerbangnya, Yuan. - Oke.
Ini dia!
Wuuu!
Ya, ya, ya...
Sungguh suatu kejutan.
- Selamat datang di keluarga kami, Tom. - Terima kasih, nyonya McNerney.
Oh, sekarang kau boleh memanggilku Pussy.
Terima kasih... Pussy.
Hebat! Mengagumkan!
Yuan, sampanye untuk semuanya!
Hentikan itu, Dickie!
Peewee. Putri bungsuku.
Gadis pemberontak kecilku.
Dan kamu, Tom Leezak. Kau...
Ya, kejutan hebat.
Terima kasih, Tuan McNerney.
Aku hanya... berharap bahwa aku bisa...
semuanya yang aku bisa...
untuk keluarga ini.
Ehmm, aku mencintai Sarah.
Itu saja yang perlu kutahu.
Kau benar-benar ketinggalan kereta, iya kan, Prentiss?
Ya, benar sekali, Dan.
Kau sudah pertaruhkan segalanya.
Seharusnya aku sudah memacari Sarah daripada menempatkan dia di kantor selama 19 jam sehari.
Bagaimanapun juga, kuucapkan selamat untuk kalian berdua.
Dari lubuk hati yang paling dalam.
Terima kasih, Peter.
- Kau pria beruntung. - Hei, aku tahu itu.
Ambil segelas arak dan mari kita minum.
Semuanya siap?
- Mengapa Peter Prentiss ada di sini? - Ayah ada bisnis dengan dia.
Baiklah. Untuk kesehatan, kekayaan, kebahagiaan.
Kesehatan, kekayaan, kebahagiaan.
Oke, Peewee. Lemparan keluar 10 yard.
Leezak, beri aku lemparan sudut 5 yard. Kau pasti bisa, kawan. Jangan kuatir soal itu.
- Tenang. - Apa maksudmu, tenang?
Mengapa hal-hal buruk terjadi pada orang baik, Bapa? Apakah itu juga tertulis di dalam kitab?
- Itu sudah ada yang mengatur. - Bahkan dalam Katholik!
- Dia keturunan Polandia! Ya, dia seorang Polandia. - Aku tahu, dan sudah kuberi peringatan padamu...
Mari kita lihat apa yang dilakukan Leezak.
Siap? Oke. Dan mulai!
- Satu-satu. Siap? - Mulai!
Kalian sudah siap semua?
Merunduk!
Siap!
Ooh!
Itu sungguh keras.
- Ya! - Begitulah yang aku maksud!
- Apa yang kau lakukan, Willie? - Aku menerkam.
Aku masih pegang pitaku. Aku baik-baik saja.
Oh, Peewee-ku. Begitu cepat kalian tinggal serumah.
Kalian tinggal bersama setelah 1 bulan, hidup bersama selama 9 bulan, dan...
sekarang kalian sudah bertunangan.
Oh, Ibu tahu kau mencintainya, tapi kau tahu...
terkadang tak cukup hanya cinta untuk sebuah pernikahan.
Kau harus cukup umur untuk mengenal dirimu sendiri,
apa yang kau inginkan, dan bagaimana dia sebenarnya.
Oh, Ibu, dia liar, penuh kejutan...
membuatku histeris, jarang orang seperti dia
dan yang terpenting dari semua itu, pendiriannya kuat dan mudah bergaul.
Dia segalanya untukku. Dan kami saling bergairah untuk...
Oh!
Ibu iri.
Baiklah. Pertama-tama kita besok memikirkan...
kita akan rencanakan pernikahan ini!
No comments yet. Be the first to leave one.