The first 200 lines.
== tikacika25 ==
Kalian baik-baik saja?
Ayo, sayang.
Kemari, sayang. Biar ibu periksa.
Kemarilah.
Apa kepalamu sakit? Kepalamu terbentur mobil?
Tak apa.
Bawalah dia.
Tempatnya dua mil ke arah utara. / Tidak.
Katanya seseorang akan menemui kita.
Baik, ikutlah ibumu. / Bagaimana denganmu?
Bagaimana denganmu? Tidak. / Tak apa. Pergilah!
Lari!
Aku akan menyusul. / Ayo.
Lebih cepat. Perhatikan langkahmu.
Hati-hati.
Perhatikan jalannya.
Ke kiri, sayang.
Ayo. Lekaslah.
Ke kiri. Bagus.
Kau melihatnya?
Kalian lihat wanita itu?
Dia ke sana.
Tunggu di sini, sayang.
Ayo, sayang. Anak pintar.
Kita sembunyi di sini. Cepat.
Tundukan kepalamu. Anak pintar.
Sekarang tenanglah. Jangan berisik.
Periksa balik pohon itu.
Ibu?
Tenang, sayang.
Tenanglah.
Aku tidak melihatnya.
Cari di sana!
Bagus. Anak pintar.
Ibu!
Ibu, mereka datang!
Jalan!
Hentikan dia!
Kami mendapatkannya! / Tidak!
Ibu! / Tidak!
Bawa dia! / Tidak! Hannah! Jangan! Kumohon!
Tolong jangan bawa dia! Tidak!
Ibu! / Tidak!
Hentikan! Tidak! Jangan!
Tidak! Kumohon!
Ibu! / Tolong jangan...
Tidak!
Sebuah kursi.
Meja,
lampu meja.
Ada jendela bertirai putih,
dan kacanya anti pecah.
Bukanlah kabur dari sini yang mereka takutkan.
Seorang handmaid takkan bisa pergi jauh.
Jalan keluar lain yang mereka takutkan.
Jalan keluar dengan serpihan tajam.
Atau selembar seprai dan lampu gantung.
Aku tak mau memikirkan jalan lain itu.
Lebih sulit menghiraukannya saat Hari Upacara,
memikirkannya saja sudah bisa merusak peluangmu.
Namaku Offred.
Aku punya nama lain yang kini sudah terlarang.
Banyak sekali hal yang dilarang saat ini.
Akhirnya kau tiba juga.
Silakan duduk.
Aku jarang melakukan ini, jadi cukup sekali ini saja.
Jadi.
Bersama yang dulu tidak berhasil?
Tidak, Bu.
Tidak beruntung.
Ini penempatan keduamu?
Ya, Bu.
Bagus.
Handmaid kami terdahulu seperti anjing,
tapi bukan jenis yang cerdas.
Aku berharap kau sudah tahu aturannya.
Ya, Bu.
Jangan panggil aku bu.
Kau bukan seorang Martha.
Lihat apa yang mereka bawa.
Handmaid baru.
Halo.
Terberkatilah buah kandungmu.
Semoga Tuhan membukakannya.
Aku Komandan Waterford.
Damai bersamamu.
Semoga Tuhan membuatku layak.
Benar.
Baiklah.
Bagus.
Senang bertemu denganmu.
Senang bertemu denganmu juga.
Berdirilah.
Aku tak mau terlalu sering melihatmu.
Kau paham?
Ya, Bu... Ya.
Panggil aku Nyonya Waterford.
Dia suamiku hingga maut memisahkan.
Jangan berpikir macam-macam.
Jika aku mendapat masalah, kau pun akan kena masalah.
Rita membuat roti sendiri.
Itu tugas para Martha.
Menjunjung kembali nilai-nilai tradisional.
Itulah yang mereka perjuangkan.
Selalu datang saat aku sedang mengerjakan sesuatu.
Tunggu di sana.
Kau cuma mau kopi pagi ini?
Ada panggilan tugas.
Aku akan bekerja di kantorku.
Ada masalah?
Akan ada panggilan konferensi dari komandan lapanganku.
Lalu akan ada rapat.
Selalu ada rapat.
Benar, pulanglah lebih awal nanti malam.
Tentu saja.
Aku tahu itu sulit, tapi tetaplah percaya.
Kita akan diberi ganjaran.
Aku janji.
Komandan sedang suka makan telur.
Pastikan beli telur yang segar,
jangan seperti yang kemarin.
Beritahu penjualnya untuk siapa telurnya
dan mereka tidak akan main-main.
Baiklah.
Terima kasih.
Kau mau berdiri di sana saja seharian?
Bersikap tak sopan,
membuat temanmu di luar menunggu.
Aku ingin bilang pada Rita, Ofglen bukan temanku.
Kami bicara tak lebih dari 50 kata
selama dua bulan sejak aku di sini.
Aku ingin mengatakan bahwa aku sangat yakin
bahwa Ofglen penganut beriman
yang sangat patuh.
Di bawah pengawasan Sang Mata Ilahi (The Eye).
Maaf.
Dia sopir Komandan.
Tinggal di garasi.
Posisi bawah. Tak pernah bermasalah dengan wanita.
Kau mau belanja?
Tidak, aku mau ke bar Oyster House, Nick.
Kau mau ikut? Ya.
Jika kau ke All Flesh,
jangan beli daging ayam.
Kubaca kadar dioksinnya tinggi.
Aku akan ke Loaves and Fishes.
Jika begitu jangan beli tuna.
Ada merkurinya?
Bukan, aku tidak suka tuna.
Mungkin dia kesepian.
Mungkin dia mengawasiku.
Mungkin dia seorang Eye.
Damai bersamamu.
Terberkatilah buah kandungmu.
Semoga Tuhan membukakan.
Offred?
Kau baik-baik saja?
Ya.
Penganut beriman berengsek.
Baik, terima kasih.
Terima kasih sudah bertanya.
Kemana-mana kami harus berdua.
Katanya untuk melindungi kami.
Untuk menjalin persahabatan.
Omong kosong.
Tak ada yang namanya teman di sini.
Itu mustahil.
Sebenarnya kami saling mengawasi.
Dia mata-mataku
dan aku mata-matanya.
Tuhan mengirim kita cuaca yang indah.
Yang aku terima dengan sukacita.
Kudengar, perang berjalan dengan lancar.
Berkat bantuan-Nya.
Kita mengalahkan pemberontak lainnya.
Mereka memiliki benteng di Blue Hills.
Kita memusnahkannya.
Terpujilah.
Carikan yang bernilai seni.
Oh, ya.
Offred.
Kita harus pergi.
Hei.
Di bawah pengawasan Sang Mata Ilahi.
Kalian sudah lihat? Ada jeruk.
Terpujilah.
Perang di Florida pasti berjalan baik.
Nyonya-mu menyukai jeruk.
Pastikan dia tahu kau yang membelinya.
Jangan biarkan Martha yang dipuji.
Aku tak ingin dipuji karena jeruk.
Katakan pada penjualnya kau dari Komandan Waterford.
Dia memiliki nama besar.
Namanya ada di berita.
Aku tidak membacanya. Sungguh...
Kita harus beli jeruknya sebelum kehabisan.
Terpujilah rahmat-Nya.
Ambillah.
Aku tak butuh jeruk.
No comments yet. Be the first to leave one.