The first 200 lines.
Episode 15
Apa yang kulakukan hari ini...
...tak ada hubungannya dengan aku menyukaimu.
Aku hanya...
Aku hanya ingin menghiburmu.
Dengan tulus.
Karena kupikir kau mungkin akan merasa kurang nyaman,...
Aku sengaja menjauh darimu.
Tapi hari ini,
Aku tak bisa menjauh darimu.
Jangan sampai kau terluka.
Yang terjadi pada Dong Jin, bukan kesalahanmu.
Jangan lakukan ini.
Banyak hal yang menggangguku dan membuatku kesal. Tapi kau...
Hei!
Kau...
Kenapa kau tiba-tiba...?
Tiba-tiba apa?
Apa yang kaulakukan?
Aku mencoba menghiburmu.
Benar.
Itu bisa saja menghibur, tapi...
Kau juga memelukku ketika kau menghiburku.
Kau memelukku ketika aku bersedih karena kakakku,
Dan kau juga memelukku ketika kau ingin memberiku semangat.
Itu sebabnya aku juga...
Apa benar kau memelukku hanya untuk menghibur?
Sungguh?
Sungguh.
Kau tak kedinginan?
Sedikit.
Apa sebaiknya kita ke dalam saja?
Tidak, aku lebih suka berjalan bersamamu, ibu.
Karena ini mengingatkanku ketika aku berjalan bersama ayah setiap hari.
Yeong Seo, kau merindukan ayahmu?
Kau ingin ibu membelikanmu minuman hangat?
Ya.
Tunggu ibu di bangku ini, ya?
Ibu akan segera kembali.
Kau berisik sekali.
Kurasa akan turun hujan.
Langit sangat cerah.
Bulan tampak seukuran pizza.
Kalau dipikir-pikir, tampak seperti pizza keju biasa tanpa topping .
Maaf aku marah padamu tentang Dong Jin.
Itu sama sekali tak menggangguku.
Mulai sekarang jangan melakukannya lagi.
Baiklah.
Shi On, mengenai kita...
Menurutmu kita bisa kembali bersahabat seperti dulu?
Aku akan melakukannya.
Sejak kecil, orang-orang merasa tak nyaman bersamaku.
Jadi aku lebih memahami rasanya menjadi beban bagi seseorang.
Aku sangat sangat tahu bahwa kau tak merasa nyaman bersamaku.
Aku benar-benar tak suka kau merasa seperti itu.
Aku bukannya merasa tak nyaman.
Aku hanya ingin menikmati waktuku bersamamu.
Mungkin aku egois.
Setelah tahu bagaimana perasaanmu terhadapku, aku malah ingin kita kembali seperti dulu...
Jika kau merasa tak nyaman, kita tak perlu melakukannya.
Aku takkan merasa seperti itu.
Aku takkan merengek seperti anak-anak karena aku menyukaimu.
Seiring waktu berlalu, kedewasaanku juga akan terus bertumbuh.
Apa kau tak berpikir akan sulit melewati fase itu?
Itu sama sekali takkan sulit.
Aku ingin terus makan makanan lezat dan minum bersamamu.
Tak bisa melakukan semua itu akan membuatku lebih putus asa.
Terima kasih, Shi On.
Omong-omong, tadi kau...
Kenapa?
Lupakan saja.
Ya?
Apa?
Apa yang terjadi?
Dia mengalami cedera serius akibat kekerasan acak di taman.
Dia mengalami perdarahan hebat. Segera berikan transfusi darah!
Ada perdarahan hebat di sekitar hati.
Pasti ada cedera lain selain luka pada ileum dan pankreas.
Walinya?
Untungnya lukanya ringan dan sedang dirawat di sebelah.
Yeong Seo! Anakku, Yeong Seo!
Segera ambil sinar-x dan persiapkan ruang operasi.
Baik.
Ibu mohon, Yeong Seo.
Bagaimana seseorang tega melukai anak sekecil ini?
Yeong Seo!
Profesor!
Aku sudah dengar dalam perjalanan. Segera pindahkan ke ruang operasi!
Baik.
Ada kerusakan pada hati, organ internal, dan duodenum,
Selain hemoperitoneum, dia mengalami infeksi di sekitar duodenum dan peritonitis.
Pertama, temukan dan atasi perdarahannya, kemudian jahit area duodenum.
Baik.
Cauter.
Di bagian ini.
Sekarang yang terakhir. Gunting mayo.
Jahit.
Terima kasih.
Kerja bagus, Dokter.
Jangan terlalu cemas dan sebaiknya Anda beristirahat.
Omong-omong, apa Anda sudah menangkap pelakunya?
Dia langsung melarikan diri setelah melakukannya.
Ayahnya adalah seorang petugas pemadam kebakaran.
Dia meninggal dalam tugas saat berusaha memadamkan api dua tahun yang lalu.
Satu-satunya keluargaku yang masih hidup sekarang adalah Yeong Seo.
Pria itu bukan manusia.
Dia benar-benar gila.
Walau dia gila, apa dia boleh melakukan itu?
Ingat seorang anak yang datang awal tahun ini karena kasus kekerasan acak?
Pelakunya memukul kepala si anak dengan sebuah batu, 'kan?
Apa ada korban lain?
Ada 6 orang, semuanya dewasa. Untungnya, cedera mereka ringan.
Tak bisa dimaafkan. Dia harus ditangkap dan dihukum.
Itu belum cukup! Mereka harus melakukan hal yang sama padanya!
Kalian sudah bekerja keras.
Tidak, Profesorlah yang paling bekerja keras.
Dr. Han dan Dr. Park yang akan menangani Lee Yeong Seo.
Kalian harus sering memeriksanya, Dr. Cha, kau juga mengawasinya.
Baik.
Kau ingin mengantarku lagi?
Ya.
Kau sudah berterus terang sekarang.
Aku tak mau membeli palu lagi!
Toko perkakas jaraknya melewati tiga halte bus.
Itu sangat jauh.
Jangan merasa tidak nyaman.
Karena dunia adalah tempat yang kejam dan menakutkan,
Aku yang lebih kuat, harus melindungi orang lemah sepertimu.
Seperti katamu... Dunia ini memang kejam.
Tapi apa kau benar-benar kuat?
Aku lebih kuat dari yang terlihat. Aku bisa membelah apel dan membuka kaleng tuna sekali buka.
Wow, kau sekuat Hercules!
Omong-omong, Dokter...
Ya?
Kuharap kau ingin makan sesuatu yang lezat besok.
Aku yang traktir.
Sungguh?
Ya.
Pikirkan apa yang ingin kau makan.
Baiklah.
Aku pulang sekarang. Kembalilah bekerja.
Hati-hati di jalan.
Ya.
Ini sudah cukup bagiku.
Melihat senyum di wajahmu,
Dan selalu berada di dekatmu.
Itu sudah cukup bagiku.
Rasanya kedewasaanku telah tumbuh sebesar 15 cm.
Kenapa kau di sini bukannya tidur?
Maafkan aku, In Hae.
Tidak.
Dokter melakukannya untuk kebaikanku. Maaf aku sudah marah pada Dokter.
Tidak, aku bisa mengerti kenapa kau marah.
Aku marah bukan karena Dokter merahasiakannya dariku.
Aku hanya kesal karena kupikir hubunganmu dengan kakakku takkan mungkin berhasil.
Apa maksudmu?
Sebelumnya, Dokter bilang suka pada kakakku...
...dan saat itu ada harapan. Tapi sekarang sudah tak ada lagi.
Kenapa seorang dokter mau berpacaran dengan seseorang yang bekerja di tempat seperti itu?
In Hae.
Walau Dokter bilang sudah tak menyukai kakakku lagi, aku tak bisa berkata apa-apa.
Aku juga sangat terkejut, tapi...
Aku semakin tahu, seberapa besar In Young menyayangimu...
...dan rela berkorban untukmu.
Dia bahkan rela melakukan pekerjaan yang sulit itu demi adiknya tercinta.
Sejujurnya, sulit melakukan hal itu walau demi keluarga.
Kau akan tahu setelah kau dewasa.
Aku orangnya agak aneh.
Aku lebih percaya sesuatu yang tak terlihat dari pada yang terlihat.
Hak yang paling berharga dalam dunia ini tak terlihat oleh mata kita.
Memangnya aku seekor sapi?
Kau hanya memberiku semangkuk bubur untuk kumakan?
Beri aku nasi!
Tidak! Anda harus terus memakan itu.
Kata siapa tidak boleh?
Jika kau punya nomor telepon restoran China segera beri padaku.
Tidak!
Hei, kau tak boleh pergi begitu saja!
Benar!
Shi On!
Pergilah ke luar, dan belikan ayah semangkuk sosis darah rebus.
Bawakan sekarang!
Aku tak bisa.
Jika ayah menelan sesuatu selain bubur, tenggorokan ayah akan sakit.
Dasar tolol. Orang sepertimu tahu apa?
Aku sangat tahu. Aku seorang Dokter.
Harap patuhi semua perintah dokter. Tanpa kecuali!
Dasar brengsek!
Kenapa Anda tak memberitahukannya padaku?
Bahwa Presdir Jeong bertanggung jawab atas kematian ayahku.
Siapa yang memberitahumu?
Apa itu penting?
Aku melakukannya karena kupikir kau mungkin akan lebih terluka mendengarnya...
...karena kau masih rapuh. Ayahmu juga tak ingin kau mengetahuinya.
Tapi Anda tetap harus memberitahuku walau belakangan.
Maafkan aku.
Apa segalanya bisa diperbaiki dengan permintaan maaf?
Kenapa Anda selalu membuatku menjadi pihak yang jahat?
Profesor.
Ada apa?
No comments yet. Be the first to leave one.