The first 200 lines.
diterjemahkan oleh: dander
Banjarmasin, 22 Februari 2014.
8 Juli, 1986
Aku mau nanya.
Jangan takut.
Maaf.
Maafkan aku.
Ya Tuhan.
Sial!
Timo.
Apes dah.
Ya Tuhan.
Tolong.
Tolong.
Buang itu!. Buang!
23 TAHUN KEMUDIAN
JUMAT
- Sinikka, buka pintunya. - Berapa kali sudah kukatakan?
- Jangan bohong. - Aku tidak main hookie.
- Gimana dengan suratmu? - Sudah sampai ke sekolah.
Emangnya hari ini sekolah buka? Buka pintu.
- Mau ke mana kamu? - Latihan tenis.
- Tidak boleh. Kamu di sini saja. - Ayah mau mengantarku?
- Ayah tidak mau. - Kenapa?
Aku lagi sibuk, dan kita belum selesai membicarakan ini.
- Ini omong kosong. - Ya, semuanya omong kosong.
Kampret.
Kampret katanya.
Marie?
Tidak, aku lagi ada masalah di rumah.
Benarkah? Phillip juga datang?
Ayo!
David!
Datang juga akhirnya. Baguslah.
Ini. Aku membawanya.
Thanks.
David.
David.
- Senang kamu bisa datang. - Hi. - Hi.
Ya.
David, ikuti aku. Ini ada salad kentang yang maknyos.
Ini.
Kenapa dia tadi?
Dia David Jahn. Istrinya meninggal karena kanker.
Teman-teman, silakan tambah lagi. Kita tidak akan semuda ini lagi.
Elena, silakan masuk. Bagus. Kami kehabisan anggur merah. Ayolah.
Ini aku.
Maaf tentang yang tadi.
Aku akan tidur di tempat Marie. Kami akan ke danau besok.
Aku akan pulang sore nanti. Jangan khawatirkan aku,
dan jangan marah sama aku. Aku mencintai kalian.
Hentikan...
Hentikan.
Pidato!
Ini tidak masuk akal. Aku kebanyakan minum. Bisakah kau berhenti.
Tadi hikaf. Kalian harus. Kalian harus.
Setelah 44 tahun...
Setelah 44 tahun
ini berakhir sebelum benar-benar dimulai,
beginilah kepolisian.
- Aku senang bisa kembali... - Apa?
Aku senang bisa kembali.
Aku kerja lagi.
Aku sudah minta supaya sistem komputer diperbarui.
- Itu sia-sia saja. - Semoga berhasil.
- Aku sudah mencobanya tahun tadi. - Mereka akan mendengarkanku.
Tentu saja. Mereka selalu mendengarkan orang bodoh.
Aku tau kamu selalu berpikir begitu.
Aku tau kamu tidak ingin aku naik pangkat.
Mintalah sambil merengek.
Tau nggak?
Pantesan anakmu masuk RSJ, ayahnya aja begini.
Dasar gundul!
Keluar!
Keluar, dasar...
Gundul!
Iblis setan gundul!
Dia itu aneh. Suatu saat dia baik,
beberapa saat kemudian bisa jadi menyebalkan.
Elke baru sebelas tahun. Kami tidak beda jauh.
Mungkin, tapi tetap saja
anak itu merepotkan kita.
Bersulang.
- Apa kau punya anak? - Dulu aku punya seorang putri.
Maaf, aku tidak tau.
Dia dibunuh.
Beberapa tahun lalu.
Saat itu dia baru berumur 11 tahun, aku sangat merasa kehilangan.
- Dia tidak mengangkat. - Apa yang terjadi dengannya?
- Akan kupanggil Marie. Siapa namanya? - Biarkan dia bersenang-senang.
Aneh sekali. - Kau tidak suka dihubungi ayahmu.
Marie, hubungi aku. Di mana kalian teman-teman?
Jeez, this is total crap. I'll head home then. Great.
Sial, pasti di sekitar sini.
Aku mau menunjukkannya sebelum kamu pergi.
Kasus ini mengorbankan pernikahanku.
Mereka membuangnya!
Pigsty!
Ini ya?
Ya, itu.
Namanya Pia.
Umurnya baru 11 tahun.
Dia diperkosa dan dibunuh di lapangan,
di dekat rumahnya.
Lalu kami menemukan mayatnya,
di danau.
Kami belum menemukan pembunuhnya.
Si otong melihat mobil merah waktu itu,
yang tidak pernah kami temukan juga. Mungkin saja ada hubungannya.
Ketika kami menemukannya,
tubuhnya tenggelam di danau.
Dengan sangat menyesal kami memberitahu orangtuanya.
Juli tanggal 8.
- Ya. - Hari ini tanggal 8.
Kau benar.
- Apa semuanya baik-baik saja? - Semuanya baik-baik saja. Maaf.
Lanjutkan tidur.
Hari ini melelahkan sekali.
Kamu mengunjungi pacarmu lagi?
Tidak, tidak hari ini.
Aku punya kejutan buat Malte.
Apa itu?
Kau akan lihat besok.
SABTU
Jana.
Tidak masalah. Apa ini?
Terimakasih telah mengubungi kami.
Jika kami ada pertanyaan, Aku akan memanggilmu.
Kau tinggal di sana, kan? Aku akan singgah. Ini bosku. Makasih.
Sedang apa dia?
- He's the only one I could get hold of. - Oh great.
Apa yang sudah kau dapatkan?
Tidak banyak. Ada petani yang menemukan sepeda.
Di sana. Sebelahnya ada tas gym. Persis di tempat David,
ada ceceran darah di batu,
dan sehelai rambut.
- Met pagi. - Pagii.
Dulu ada anak kecil yang dibunuh di sini.
Ya, aku tau.
Aneh sekali.
Setelah beberapa tahun, kenapa ini terjadi lagi di tempat yang sama?
Itu pasti kebetulan.
- Sinikka tidak mengangkat teleponnya. - Mungkin dia masih tidur.
Karl.
Yeah.
Nggak apa-apa.
- Serang! - Aku perlu bantuan. Tolong! Tolong!
- Lepaskan dia. - Lepaskan. - Tidak.
- Tidak. - Lepaskan dia.
Okay, ini dia.
- Jadi, berapa skornya? - Mereka main asal-asalan.
Sebenarnya, 23 tahun yang lalu,,
tanggal 8 Juli 1986, Pia yang baru berumur 11 tahun
diperkosa dan dibunuh di sini. Kemudian, ada anak yang melihat mobil merah,
tapi pembunuhnya tidak pernah tertangkap. Hari ini, polisi menemukan sepeda perempuan
dan tas gym di tempat yang sama. Kemungkinan dia disiksa.
Kasusnya kurang lebih sama.
Pada awalnya, korban tidak ditemukan.
Seminggu kemudian, mayatnya ditemukan di danau.
Pelakunya belum tertangkap.
Polisi masih menetapkannya sebagai kasus orang hilang.
Jika ada petunjuk,
laporkan ke polisi setempat.
Aku mau minum.
Sakit ya?
Aku akan keluar.
Okay.
Tidak, kupikir
ini bisa... Mungkin saja akan membantu kita.
Ya. Mungkin ini akan membantu kita mengidentifikasinya.
Tidak, kupikir tidak begitu.
Damn.
Tidak ada apa-apa. Tidak ada apa-apa di sini.
Terus mencari.
Sial.
Apa yang kalian lakukan? Hanya karena dia tenggelam di sini.
Pasti anak-anak itu mengerjai kita dan sedang tertawa di belakang sana.
Mungkin Krischan bisa membantu.
Lupakan orangtua itu.
Kami menemukannya.
- Apa? Di mana? - Maksudku...
Kami mengenalnya. Ayahnya memanggil kita.
- Dan mengenali sepedanya. - Lalu apa yang kamu bilang?
Kamu akan datang nanti.
Oh, sial. Aku tidak suka itu.
Akan kulakukan.
Siapa nama anak perempuan tadi?
Sinikka Weghamm.
Okay. Sampai jumpa.
- Hello, Krischan. - Hello. Ada kabar baru?
Tidak, sayang sekali.
Krischan, aku tahu ini aneh,
tapi kamu tidak boleh lewat.
- Warga sipil dilarang lewat. - Kamu jangan macam-macam.
Maaf.
Maafkan aku.
Ini perintah Grimmer.
Kuyakin ini akan memalukan.
Ini sudah sering terjadi.
Dia pergi sebentar, kemudian,
No comments yet. Be the first to leave one.