The first 200 lines.
Halo,
selamat datang di hotline telepon fantasimu.
Apa yang harus kami lakukan, Pak?
Memperkosa.
Apa?
Aku mau mencabulimu.
Pak!
Pak... Tolong jangan.
Tutup mulutmu.
Aku akan mencengkrammu.
Kau tidak bisa lari.
Lalu aku akan mencekik lehermu.
Pak, tolong.
Dan mendorongmu ke tempat sampah.
Aku akan merentangkan kakimu.
Dan memasukkan penisku ke dalam vaginamu yang basah karena terkencing.
Aku takut, Pak.
Ayo teriak!
Lebih keras!
Pak?
Sialan!
Pak?
Sudah selesai, Pak?
Siapa namamu lagi?
Amanda.
Amanda Tolentino.
Kau tahu pekerjaan ini, kan?
Shift kerja sampai malam hari, larut malam.
Ya, Bu.
Aku tidak keberatan.
Kau berpenampilan bagus.
Tapi...
Kecantikan tak berarti di sini.
Kau mengerti?
Suaramu,
nada bicaramu,
proyeksimu,
itulah yang penting.
Oke?
Jika kau siap,
pegang ini.
Sekarang, bicara padaku...
seolah-olah kau sungguh bergairah.
Apa?
Bicaralah seolah kau sedang terangsang..
Genit, menggoda, berbisik.
Telepon aku...
sayang.
Beri tahu aku,
'hei sayang...'
'kau sangat seksi.'
Hei sayang, kau seksi sekali.
Hei sayang, samakan nada bicaraku, Amanda.
Hei sayang, kau seksi.
Hei sayang, kau seksi sekali.
Ya, sangat seksi.
Aku tidak tahu, Ricandro,
rasanya banyak sekali yang berubah, dari tatapanmu...
- Pada caramu menyentuhku. - Dijual, koran!
- Anabelle, cintaku... - Semuanya sudah berubah.
Annabelle!
Bertemu di bawah pohon Kalachuchi?
Ya, Annabelle.
Ayo kita kembalikan semuanya.
Terima kasih.
Koran, koran!
Koran, koran!
Koran, koran!
Kau kesepian, sedih, dan tidak punya siapa pun untuk diajak bicara?
Telepon saja aku, aku akan mengubah duniamu.
Apa yang kau tunggu? Hubungi nomor yang tertera di layarmu.
Kenapa kau pulang larut malam?
Lalu lintas macet.
Dua jam hanya untuk sampai EDSA.
Ayo makan.
Jawablah.
Halo?
Halo?
Pablo ada?
Oh maaf.
Dia sudah lama tidak tinggal di sini.
Kau punya nomor telepon barunya atau...
Tidak ada.
Aku sungguh tidak tahu ke mana dia pindah.
Kekacauan apa yang kau alami kali ini, Pabs?
Penipuan lainnya.
Sialan.
Itu investasi,
aku dapat diskon.
Tiba-tiba,
mereka kehabisan dana, apa yang bisa kulakukan?
Katakan saja kau mempertaruhkan uang kita.
Berapa lama aku harus membantumu?
Jangan khawatir.
Jika pemogokan di pabrik sudah reda, aku akan kembali bekerja..
Berapa lama?
Aku tidak tahu.
Yang kutahu, aku tidak akan kembali sebelum mereka menyetujui semuanya.
Terlalu beresiko, aku bisa jadi sasaran.
Dan selain itu...
Aku berusaha mencari pekerjaan, hanya saja tidak ada hasilnya.
Yang akan kau dapatkan hanyalah penipuan.
Tapi itu tidak masalah.
Aku akan mengurus kita saat ini.
Hah?
Aku sudah punya pekerjaan.
Sialan.
Benarkah?
Tunggu.
Ke mana sebenarnya kau pergi?
Kupikir kau hanya pergi berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Kenapa?
Menurutmu kita masih punya uang untuk belanja kebutuhan?
Sudah kubilang kan?
Aku akan melamar pekerjaan.
Kau mungkin terlalu mabuk mengingatnya.
Tapi kenapa kau mencari pekerjaan?
Menurutmu apa yang sedang kulakukan?
Hanya bermalas-malasan?
Pabs, aku tidak bilang itu.
Lalu kenapa kau mencari pekerjaan?
Kenapa tidak?
Aku hanya mau membantu karena kita sudah menikah, kan?
Mungkin aku bisa bekerja sementara kau tinggal di rumah.
Aku salah, Pabs?
Kita berjuang membayar listrik dan sewa.
Aku berpikir aku menemukan cara untuk membantu.
Maaf.
Aku juga minta maaf.
Aku hanya malu.
Selamat.
Terima kasih.
Apa-apaan ini?
Kupikir pemadaman ini sudah berakhir?
Kita satu-satunya yang tidak punya listrik.
Sepertinya kita terputus.
Kau akan ditugaskan satu kamar kerja masing-masing pada sistem komputer kita.
Tersedia majalah porno untuk kebutuhanmu.
Pengatur waktu untuk memantau semua durasi panggilanmu.
Mengerti?
Setiap penelepon membayar 70 peso per menit.
Dan kau akan mendapatkan komisi 5% pada setiap panggilan yang diselesaikan.
Tantangannya adalah bagaimana kau bisa memperpanjang panggilan dari setiap peneleponmu.
Ingat, untuk memastikan kualitas pada setiap panggilan telepon yang kau terima,
setiap percakapan akan direkam.
Kita menjual fantasi pada orang-orang yang sedang dalam masa paceklik.
Yang penting adalah bagaimana kau menjalankan semua panggilan agar mereka tetap terhubung.
Halo?
Halo.
Bicaralah padaku, sayang.
Uhh, ya, sayang.
Aku di sini untukmu.
Apa yang mau kau lakukan?
Siapa namamu?
Hmm...
Cherry.
Dan kau?
Bojo.
Panggil aku Bojo.
Nama yang bagus, Bojo.
Katakan seperti apa penampilanmu, Bojo.
Uhh?
Hah?
Aku mau membayangkanmu, Bojo.
Menurutmu seperti apa wajahku, berdasarkan suaraku?
Hmm...
menurutku...
kau tampan...
dan berkulit halus.
Kau tinggi.
Mungkin...
Mungkin kau terlihat seperti Giordano Franco.
Hah?
Siapa itu?
Dia seorang bintang yang seksi.
Dia terkenal.
Dia enak sekali.
Dari film perjalanan seks, kan?
Dia seseksi itu?
Ya, seseksi dirimu.
Kau bahkan lebih cantik.
Apa yang kau kenakan?
Celana bikini putih.
Kau hampir bisa melihat penisku.
Aku ngaceng saat ini.
Kepalanya mencuat.
Hisap saja.
Sekarang?
Kita baru memulai, dan kau sudah mulai memanas.
Tentu saja.
Aku mau mencicipimu.
Buka pakaianku dulu.
Apa yang kau kenakan sekarang?
Bikini.
Bikini dua potong.
Pegang aku erat.
Aku akan melepas BH-mu pelan-pelan.
Kalau begitu aku akan memakanmu.
Oh, sial!
Nah, aku buka celana dalammu...
No comments yet. Be the first to leave one.