The first 200 lines.
Aku tahu ini akan terjadi.
Hei, kau datang.
Kemari, duduk di sini.
KHUSUS PEGAWAI YANG BERWENANG
Hei, buka jendelanya, biarkan udara segar masuk.
Baik.
Jadi, kau mencari Soo-min?
Untuk apa?
Apa kau Jangkrik?
Joo Tae-gyeong, berarti agung dan cerdas.
Aku punya nama luar biasa, jadi, jangan panggil aku Jangkrik.
Sekarang katakan. Untuk apa?
Kami ingin bertemu Soo-min.
Karena suamimu?
Tapi sebenarnya, Nona Cantik,
aku seorang pebisnis
dan tidak seharusnya mengungkapkan informasi klienku.
Ayolah, kau tahu itu.
Mungkin kita bisa membicarakannya setelah kau kembalikan ponsel Soo-min.
Jelaskan dahulu.
Lalu kami berikan ponselnya.
Apa-apaan... Aku tak percaya ini.
Hei.
Kau terdengar sangat tangguh.
Membuatku ingin mematahkan semangatmu.
Hei, geledah mereka.
Ya, Pak.
Jika berani menyentuhku, habislah kau.
Ini aku.
Jika sepuluh menit tak kutelepon, serahkan ponsel itu ke polisi.
Beri tahu itu bukti prostitusi di bawah umur, serta lokasiku.
Apa?
Apa yang terjadi?
Beri tahu aku. Apa peranku di sini?
Halo...
Kau lebih berani dari yang terlihat.
Dengar.
Bagaimana kalau tinggal denganku?
Bagaimana menurutmu?
Lihat, ini alasanku suka orang kaya.
Mereka sangat santai.
Kau terlihat murah saat putus asa.
Sekarang biarkan kami bertemu Lee Soo-min.
Kami juga tak tahu di mana dia.
Sungguh.
Aku bersumpah.
Dia yang paling populer di sini.
Kurasa dia kabur dengan seorang pria. Dia mengabaikan kami sejak itu.
Apa ini orangnya?
Bagaimana kau mengenalnya?
Jadi, kau istrinya?
Jadi, kau istri dr. Park.
Kiumai.
Berkat klien VIP dari sana,
gadis-gadisku sangat sehat, meski tak terlihat begitu.
Kami memberikan layanan dan mereka memberi layanan medis.
Kami saling membantu dengan spesialisasi kami.
Apa dia...
juga klienmu?
Astaga. Aku galau.
Aku suka saat gadis cantik menangis. Mereka makin cantik.
Astaga, haruskah kubuat dia menangis?
Aku akan menaikkan taruhan.
Informasi butuh uang di zaman sekarang. Kau harus bayar lebih, Nona.
Lihat? Sudah kuduga.
Kami menyalin semua data di ponsel.
Jika kau katakan yang sebenarnya, kami akan menghapusnya.
Aku tak berbohong. Dokter Park, si berengsek itu...
Sungguh tak ada apa-apa dengannya.
Lalu apa foto di tempat parkir ini?
Dokter Park mengomeli klien VIP kami,
jadi, kupikir harus kuberi pelajaran.
Tapi aku sadar lebih baik menjadikannya VVVIP kami.
Lakukan dengan benar. Satu kesalahan, akan kubunuh kau.
Baik.
Hei.
Jangan mengacau seperti kali terakhir.
- Baik. - Mengerti?
Ya.
Kenapa dia tidak turun dari mobil?
Apa dia takut seperti pengecut?
Jangan mengemudi seperti itu.
Bisa bantu aku berdiri?
Tolong?
Apa-apaan...
Apa yang kau lakukan? Berdirilah. Dia sudah pergi.
Hei, kenapa?
Ada apa? Apa yang dia katakan?
Jadi, hanya itu yang kau ketahui
tentang kejadian antara mereka?
Ya, itu saja.
Entah kenapa, dia menjadi marah dan mau mencoba lagi.
Aku hampir tak bisa menghentikannya. Dia tak seperti dirinya.
Sebenarnya,
beberapa orang bisa dilihat
bahwa jika kau main-main dengan mereka, habislah kau.
Lee Soo-min...
Kapan kali terakhir kau melihatnya?
GARIS POLISI - DILARANG MELINTAS
Kurasa dia bahkan tak menggali dalam.
Lengannya mencuat dari tanah.
Itu mengerikan.
Kudengar mayat pria ditemukan di dekat Waduk di sana.
Sekarang mayat gadis remaja.
Astaga.
Omong-omong, kudengar pria itu bunuh diri.
Ya.
Terima kasih, Pak.
Antar dia.
- Sebelah sini. - Baik.
Kau menemukan sesuatu?
Sebenarnya...
Ini aneh.
Dia terlihat seperti siswa, tapi tidak membawa barang-barang siswa.
Tak satu pun dari itu membantu mengidentifikasinya.
Bukankah ada yang ingin kau katakan?
Dia bilang suamiku tak ada kaitannya dengan Lee Soo-min.
Berarti tak ada alasan untuk suamiku diperas
dan suamiku tak punya alasan untuk membunuh suamimu dari awal.
Kau tahu itu selama ini, bukan?
Apa kau memakai Lee Soo-min untuk memeras uang dariku?
Berpikirlah sesukamu.
Aku sangat bodoh
sudah percaya ucapanmu dan meragukan suamiku.
Jika kau pikir aku orang jahat yang berbohong untuk memeras uang
dan kau orang tak bersalah yang ingin melindungi keluargamu,
tapi sayangnya menjadi terlibat denganku,
apa kau merasa lebih baik?
Kau meragukan suamimu karenaku?
Itu tidak benar.
Bu Moon Ju-ran.
Kau yang datang ke rumah duka.
Kau yang mencariku ke rumahku.
Serta kau yang ingin ikut denganku mencari Lee Soo-min!
Kenapa? Apa alasannya?
Pasti ada alasannya.
Kenapa sangat sulit bagimu memercayai suamimu?
Tunggu.
Bukan itu.
Dirimu sendiri.
Dirimulah yang tak kau percayai.
Mana minumanku?
Ini.
Biar kubukakan.
Aku harus mati.
Aku harus mati.
Aku harus mati.
Aku harus mati.
Tidak, aku ingin hidup.
Aku ingin hidup.
Aku harus mati.
Aku harus mati.
Aku harus mati.
Bu, apa kau masih merasa pusing atau sakit di perutmu?
Tidak, aku merasa lebih baik sekarang.
Kau mengalami anemia dalam kehamilan, maka kau diinfus zat besi sekarang.
Setelah selesai, kau akan dipindahkan untuk USG.
Kau pasti sangat khawatir.
Panjang serviksmu telah sedikit memendek.
Tapi ini bisa berubah dalam sehari, jadi, kita akan tunggu dan lihat.
Biar kulihat.
Perkembangan bayimu tampak hebat,
jadi, aku bingung kenapa kau tak merasakan pergerakan bayimu.
Tapi beberapa ibu terlambat merasakannya, jadi, jangan terlalu khawatir.
Pada tahap ini, bayi mulai merasakan apa yang dirasakan ibunya.
Jadi, kusarankan kau mencoba bersikap positif dan bahagia.
Bayi bisa merasakan yang kurasakan?
Menarik, bukan?
Saat ibunya sedih, bayi ikut sedih.
Saat ibunya senang, bayi juga senang.
Bayimu tahu persis yang kau rasakan.
Bagaimana mengatakannya? Itu seperti...
Saksi.
Itu seperti saksi.
Apa?
- Bu Kang Eun-hye. - Ya.
- Bu Jang Ji-yeong. - Ya.
Hei, aku di dokter kandungan sekarang.
Bu Chu Sang-eun, resepmu sudah siap.
Sebentar.
Berapa harganya?
Wanita yang datang bersamamu sudah membayarnya.
Apa kau mau kuitansinya?
Apa?
Maaf. Nanti kutelepon lagi.
AYAH SEUNG-JAE
Hei, Sayang.
Apa kau sibuk?
Tidak. Aku bisa bicara.
Aku hanya ingin menyapa.
Apa kau sudah makan siang?
Aku makan sup pollack dengan dr. Geon-wu.
Itu yang tidak pedas, yang kau suka.
Ayo ke sana dengan Seung-jae kapan-kapan.
Hari ini syuting, bukan? Kau pasti lelah.
Aku baik-baik saja.
Setelah kesepakatan Rumah Sakit Myeongjin ditangani, aku akan berhenti.
Aku terlihat jelek di TV.
Semua pasienku bilang aku lebih tampan aslinya.
Mereka benar.
No comments yet. Be the first to leave one.