Young Lady and Gentleman

Young Lady and Gentleman (신사와 아가씨)

Download Indonesian Subtitle

Release info

신사와-아가씨-Young-Lady-and-Gentleman-E46-NEXT-VIU
A Commentary by Anangkaswandi
Moment epik di episode ini, ketika nona cho mendatangi rumah nona park

Tags

other
Published on: 2022-03-07
Downloads: 43
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Nona Cho.

Kenapa kamu berbohong kepadaku?

Apa?

Tidak terjadi apa-apa di antara kita malam itu.

Aku menjauhkanmu, alih-alih memelukmu.

Jadi, bagaimana bisa terjadi sesuatu di antara kita?

Pak Lee.

Apa ingatanmu

sudah kembali?

Jawab saja pertanyaanku.

Tidak terjadi apa-apa di antara kita hari itu.

Sa Ra, tenanglah.

Ingatannya tidak sepenuhnya kembali.

Jika benar,

dia tidak akan mengorek jawaban dariku.

Baiklah.

Aku pasti salah.

Itu baru kali pertama.

Kita pergi ke vila berkali-kali setelah itu.

Nona Cho,

aku memeriksa dengan pengurus di sana.

Hanya saat itulah kita pergi ke vila bersama.

Menurut dia, kita tidak menginap.

Jadi, kenapa kamu masih berbohong kepadaku?

Nona Cho.

Apa itu benar-benar anakku?

Pak Lee,

bagaimana kamu bisa menanyakan itu?

Kamu terus berbohong

membuatku bertanya-tanya apakah anak itu bahkan anakku.

Nona Cho,

keluarlah dari rumah untuk saat ini.

Begitu anak itu lahir,

kita harus menguji DNA-nya.

Aku akan membahas masalah ini lagi

saat tahu bayi itu anakku.

Pak Lee.

Benar. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Ingatannya belum kembali.

Dia hanya ingat sedikit,

jadi, tidak perlu takut.

Sa Ra, kapan kamu kembali?

Baru saja.

Kenapa? Apa ada masalah?

Tentu saja tidak.

Aku hanya ingin makan gochujang Ibu saja.

Ibu beli apa? - Daging perut.

Ibu, bisa panggangkan untukku

agar aku bisa menikmatinya dengan nasi?

Tentu. Ibu akan memanggang...

Kamu yakin tidak ada apa-apa?

Tentu saja.

Karena kini aku hamil, Pak Lee merawatku dengan baik.

Nona Cho

hanya memanfaatkan bayi yang belum lahir sebagai jaminan sekarang.

Waktu ada di pihakmu.

Tunggu saja sampai bayinya lahir.

Kamu selalu bisa bertindak saat itu.

Bayi itu mungkin bukan anakku,

tapi ada juga kemungkinan itu benar.

Jika anak itu tahu

aku menyangkalnya sebelum dia lahir,

pasti dia akan sakit hati.

Young Guk.

Semua ini terjadi karena aku tidak ingat.

Kenapa aku masih tidak ingat?

Kenapa?

Kenapa aku di sini?

Pak Lee!

Nona Park?

Kenapa kamu datang selarut ini?

Apa kamu di sini

untuk menemuiku?

Tidak.

Aku berharap bertemu dengan Se Chan dan Se Jong

dan membawanya pulang jika mereka sudah lebih baik.

Mereka mungkin sudah tidur karena ini sudah larut,

jadi, aku akan pergi.

Benarkah?

Begitukah?

Ya, tentu.

Aku hanya datang untuk melihat anak-anak.

Nona Park,

maaf sudah merepotkanmu, tapi aku berterima kasih.

Terima kasih sudah menjaga anak-anakku.

Seharusnya aku tidak menempatkanmu di posisi ini.

Tidak masalah.

Tidak perlu merasa terbebani.

Lagi pula, ini kesenanganku.

Bibi mereka, Se Ryeon, juga ada di sini,

jadi, jangan terlalu mencemaskan anak-anak.

Tentu. Terima kasih.

Aku akan datang lain kali untuk menjemput anak-anak.

Kamu harus masuk. Aku akan pergi.

Pak Lee.

Aku tahu itu semua bohong.

Kamu datang ke sini karena merindukanku.

Pak Lee,

aku akan selalu di sini menunggumu.

Jadi,

jika kamu ingin menemuiku,

datanglah kapan saja.

Seperti kataku.

Aku percaya kepadamu.

Nona Park.

Kita sepakat untuk tidak melakukan ini lagi.

Aku benar-benar datang untuk menemui Se Chan dan Se Jong.

Jadi, jangan salah paham.

Aku harus pergi.

Bagaimana dengan Nona Cho?

Dia bermalam di rumah ibunya.

Cari tempat tinggal untuk Nona Cho.

Baik, Pak.

Kamu tidur?

Ibu! Aku sudah bangun.

Aku tidak tidur. - Maafkan aku.

Apa ibu membangunkanmu?

Tidak, Ibu. Omong-omong, apa ini?

Ibu membuatkanmu sarapan.

Kamu tidak seperti kami, jadi, ibu pikir kamu mau makan ini.

Ibu memasakkanmu sarapan siang.

Ibu menemukan resepnya di internet.

Ibu. Terima kasih banyak.

Rotinya masih hangat.

Kamu harus mengoleskan mentega dan selai selagi hangat.

Baiklah.

Apa? Apa ada masalah?

Begini... Aku hanya tidak makan selai.

Aku makan roti dengan cuka balsamik dan minyak zaitun.

Balsamik? Apa itu?

Ibu akan pergi ke toserba dan segera membelinya.

Astaga, tidak perlu.

Aku akan membelinya sendiri.

Aku akan memilih yang kusuka.

Itu bukan sesuatu yang bisa dibeli di toserba mana pun.

Omong-omong, di mana Dae Bum?

Kamu tertidur lelap, jadi, dia tidak mau membangunkanmu.

Dia hanya diam-diam makan sup taoge

dan berangkat kerja.

Ibu, apa ini?

Ini kopi instan.

Aku tidak minum kopi instan.

Aku lebih suka Americano.

Apa? Maafkan ibu.

Ibu harus bagaimana? Ibu tidak tahu.

Kami hanya punya kopi instan. Apa yang harus kita lakukan?

Tidak apa-apa, Ibu. Aku akan minum teh hijau saja.

Kami punya teh hijau.

Tunggu sebentar. Ibu akan segera membawakannya.

Tidak perlu, Ibu. Biar aku saja.

Tetaplah di sini dan makan.

Ibu akan segera membawakanmu teh hijau.

Silakan makan.

Ibu...

Aku sangat terharu.

Di mana teh hijaunya?

Kurasa aku pernah melihatnya di sini.

Untuk apa teh hijau?

Se Ryeon bilang dia tidak minum kopi instan.

Kamu melayani majikan atau apa?

Kamu akan menjadi pelayan menantumu?

Dia tidak suka kopi instan.

Ibu belum pernah melihat ibu mertua sepertimu.

Aku bukan pembantunya, Bu.

Aku hanya bersikap baik kepada menantuku.

Dia pengantin baru.

Namun, dia tidur sampai pukul sebegini.

Apa yang bisa disukai darinya?

Lalu kamu memasak sarapan untuknya

dan membawakannya dengan nampan?

Hei, kenapa kamu seperti ini?

Pasti ada sesuatu. Katakan.

Ibu, diamlah. Se Ryeon bisa mendengar Ibu.

Ibu, Se Ryeon memiliki saham di Grup FT.

Saham? Apa itu?

Apa itu seperti anak lembu emas?

Ya. Itu anak lembu emas.

Bukan hanya satu anak lembu emas.

Itu seperti sekelompok anak lembu emas yang berbaris.

Apa? Benarkah?

Astaga.

Jadi, bagaimana bisa aku tidak menghargai Se Ryeon?

Kalian sedang apa?

Kamu di sini, Bu Shin.

Halo, Bu Jang. - Halo.

Hei. Ini teh hijaunya. - Baik, Bu.

Tunggu. Tidak, terima kasih.

Aku sudah minum teh.

Tidak, ini untuk Se Ryeon.

Dia menginginkan Americano,

tapi kami tidak punya biji kopi di sini.

Begitu rupanya.

Omong-omong, Se Ryeon tidak mengeluhkan kamarnya?

Dia tidak pernah berada di tempat seperti ini,

jadi, dia menyebutnya nuansa retro atau semacamnya.

Dia bilang dia menikmati pengalaman baru.

Astaga.

Dia pasti sangat mencintai Dae Bum.

Yeon Sil, apa mereka sudah mendaftarkan pernikahan mereka?

Apa? Kurasa belum.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left