The first 200 lines.
- Kami juga melakukan ini. - Apa itu?
Diam sebagai senjata. Membuat orang tak nyaman dan akhirnya bicara.
Aku tetap dibayar baik kau bicara atau tidak, Teresa.
CBI sudah membayarmu selama 5 minggu, ini sudah biasa.
Biasa seperti kau harus menemuiku setelah penembakan? Tentu.
Bukan biasa seperti aku harus meloloskanmu.
Aku bahkan tak menembak Tanner, tapi Jane.
Kau meloloskan Jane setelah sekali sesi pertemuan.
Kesehatan mentalnya bagus.
Sekarang aku ingin melihat sertifikat praktikmu.
Aku sedang tangani enam kasus, dua kasus harus kuberi kesaksian.
Bukan berarti tak ada yang perlu kaubicarakan.
Ibumu wafat saat kau 12 tahun, punya 3 adik laki-laki...
Ayah pecandu alkohol dan kasar, kini juga telah wafat.
Di situ tak tertulis 'kasar'.
Tapi memang benar, 'kan?
Kopi ini rasanya seperti sampah. Sungguh.
- Apa sudah selesai? - Belum.
Mari bicarakan yang ingin kaubicarakan.
Apa yang kaulakukan untuk bersenang-senang?
- Bersenang-senang? - Hal saat kau tak bekerja.
Apa hubungannya dengan...
Ini Lisbon. Aku segera ke sana.
Tugas memanggil. Aku mengerti.
Dr. Carmen?
Kenapa kau tak meloloskan aku?
Karena ada sesuatu yang lebih dulu ingin kaukatakan padaku.
Sampai bertemu minggu depan.
Bagaimana kita dapat kasus ini?
Operator menerima panggilan tak dikenal berkata ada mayat.
Jaraknya dua blok dari kita. Maka di sinilah kita.
- Tapi ada satu masalah. - Mayatnya tak ada?
- Mayatnya tak ada. - Semoga bukan di tempat sampah.
Cari mayatnya di sekitar, kita lihat kalian dapat apa.
- Hari pemeriksaan psikiater, ya? - Tidak.
Benar. Ada garis di antara kedua alismu.
Dia membuatmu kesal. Lagi pula, baumu agak seperti cerutunya.
Aku kesal karena aku lupa ponsel-ku.
- Cho, kau lihat sesuatu? - Nihil.
Tahukah kau jika kau menimbang semua makhluk hidup di Bumi...
Seperempat jumlah keseluruhannya adalah berat semut?
- Semutnya banyak sekali. - Memang.
- Cho, dapat sesuatu? - Tak ada tanda-tanda adanya mayat.
Kalau begitu periksa tempat sampah, lalu kita pergi dari sini.
- Terakhir aku yang melakukannya. - Aku baru saja beli setelan ini.
Baiklah, mari kita undi. Siap? 1, 2, 3!
Musim gugur ini kering, ya? Tak ada hujan.
Gersang sekali.
Oleh karena ini para semut itu mencari tempat lembab di mana saja.
Lalu kenapa tak di tempat sampah yang basah dan bau?
Tepat. Karena di suatu tempat lain ada yang lebih...
- Rigsby? Tolong bantu di sini! - Yang benar saja.
Sepertinya 3 tembakan dari jarak dekat ke dada.
Bentuk segitiga yang sempurna.
Tak ada selongsongnya. Sepertinya sudah diambil penembaknya.
- Pekerjaan seorang profesional. - Aku tak bisa temukan KTP-nya.
Panggil forensik, suruh periksa sidik jarinya.
- Siapa dia? - Namanya William McTeer...
Dari San Fransisco, pemerkosa anak kecil berantai...
- Dipenjara 6 tahun Pelican Bay. - Bagaimana kau tahu itu?
Aku yang mengirimnya ke sana.
Kita di dekat Marie's Donuts. Ada yang mau Bear Claw setelah ini?
Boleh saja.
Kita sedang ada kasus. Kau pikir aku sempat untuk bermain-main?
Hidup adalah permainan. Kau punya banyak waktu untuk itu.
Aku akan membaca pikiranmu.
Aku ingin kau tarik napas dalam-dalam...
Dan keluarkan.
Bisakah kau berkonsentrasi?
Sebut nama presiden di abad ke-20 sebanyak-banyaknya.
Sekarang.
Coolidge, Wilson, Roosevelt...
Eisenhower, Truman...
- Kennedy, Nixon, LBJ. - Bagus.
Tarik napas lagi...
Dan keluarkan.
Konsentrasikan pada bagian bawah gelas yang mana saja.
Aku sedang mendengarkan pikiranmu.
Tak usah berteriak. Aku bisa mendengarmu.
Buka matamu.
Peluang tebakanmu benar 25 persen.
Kita bisa seharian melakukan ini dan aku akan selalu benar.
Berikan padaku. Bagaimana kau melakukannya?
Kau yang beri tahu aku, Lisbon.
Pikiran kita selaras.
Bahkan sekarang aku merasakan sesuatu. Aku mulai dapat...
Sebuah nama panggilan.
'Santa Teresa'.
Kenapa tak pernah cerita padaku bagaimana kau kenal Agen Bosco?
Lihat, satu lagi. Lisbon bagaikan seorang bintang untuk sesaat.
Rambutnya kenapa?
- Kenapa dengan rambutku? - Tak apa-apa.
Kasus McTeer melejitkan kariermu dan kau tak pernah cerita.
Kau seperti pahlawan super dengan identitas rahasia.
Kau ingin tahu kenapa? Baiklah.
McTeer berkeliaran di daerah Bay selama 18 bulan.
Dia menyerang 7 anak perempuan yang berumur antara 6 dan 9 tahun.
Saat itu aku Inspektur SFPD yang menangkapnya.
Aku yang memeriksa dan menjebloskannya.
Kini apa yang kau dapat?
BFS menemukan pistol penembak di tempat sampah tak jauh dari TKP.
Kini mereka sedang memeriksa sidik jarinya.
'Tindakan Inspektur Lisbon dinilai sebagai tindakan heroik...
Oleh pemerintah kota dan koleganya di SFPD.'
Kata penyelianya, Letnan Samuel Bosco?
'Inspektur Lisbon melakukan hal yang patut dipuji, melacak...
- Dan menangkap bajingan ini'. - Itu cukup bagus.
Kalian harus berakting bersama. Kau bisa meniru Barbra Streisand?
- Jangan menggodaku. - Aku sudah dengar tentang McTeer.
Aneh, 'kan? Tangani kasusnya lagi, setelah bertahun-tahun?
Terlalu lama.
Sudah bicara dengan Dreyer? Dia akan jadi tersangka utamaku.
Dreyer Whelan, ayah dari korban terakhir...
Katy, usia 7 tahun. Berjanji membunuh McTeer setelah dibebaskan.
Sudah kuhubungi. Dia sedang kemari dari Marin.
Kautangani ini. Kabari aku jika kau butuh bantuan.
- Demi masa lalu. - Demi masa lalu.
Ini alamat McTeer.
Kata petugas pembebasnya dia punya pacar. Bicaralah dengannya.
Dia punya pacar?
- Aku akan ikut dia. - Ide bagus.
Rigsby, periksa teman-teman McTeer sesama paedofil.
Terutama yang baru pindah dari San Fransisco ke Sacramento.
Tentu, Bos.
Cho dan aku ada rapat dengan Wakil Jaksa Agung.
Tidak jika sebelumnya aku terjebak di padatnya lalu lintas.
Nn. Derask, apa hubunganmu dengan William McTeer?
- Dia tunanganku. - Tunangan?
Kau ada masalah dengan itu?
Dia hanya tak paham kenapa ada yang mencintai napi paedofil.
Bukan sosok calon suami ideal.
Bill adalah pria yang baik. Pemberi nafkah yang baik.
Dan dia memperlakukan aku bagai seorang ratu.
Dan semua tuduhan di San Fransisco itu palsu.
Polisi wanita itu yang menjebaknya.
Balas dendam, begitu Bill menyebutnya.
Jebakan itu harus dibersihkan, Tanya. Bagian itu tersumbat...
Mereka polisi, soal Bill. Adikku datang untuk perbaiki bak cucianku.
- David. - Patrick.
- Hei. - Itu Grace.
- David, kau kenal William McTeer? - Aku bertemu dia beberapa kali.
Dia memperlakukan Tanya dengan baik.
Baiklah, aku sudah menyambungnya dan kau bisa memakainya, T.
- Senang bertemu kalian. - Sama-sama.
Kau tahu siapa yang mungkin ingin melukai William?
Ini mungkin tak penting, tapi...
Dia baru bertengkar dengan atasannya minggu lalu.
Pulang dengan kesal. Katanya atasannya mau menghabisinya.
Siapa atasannya?
Seseorang yang tak penting, entahlah.
Kalau tak salah nama perusahaannya XXXYZ.
Tak jauh dari Winley, dekat jalan raya.
- Ibu! - Emily, bagaimana sekolahmu?
Aku bisa menghitung perkalian enam. Mau dengar?
Mungkin nanti, ya?
Bill tak seperti yang kau kira.
- Emily, aku Patrick. Apa kabar? - Baik.
Hari yang menyenangkan, bukan? Perkalian enam, ya?
Bagaimana kalau kau ke dapur dulu dan bantu Paman David?
Tak apa-apa, Sayang.
Sampai jumpa.
Kurasa McTeer tak menyentuh Emily.
- Benar, 'kan? Sudah kubilang. - Karena dia mempersiapkannya.
Kau tak tahu apa yang kaubicarakan.
Kau bertemu Bill di pusat perbelanjaan, 'kan?
Dekat tempat bermain atau bioskop. Saat itu Emily bersamamu?
- Dulu dia bekerja di sana. - Ya. Pria sejati.
Tak seperti pacarmu yang lain. Tak pernah memaksamu bercinta.
Bukan cinta pada pandangan pertama. Dia baik pada Emily, perhatian.
Tak ada orang yang seperti itu padamu saat kau tumbuh dewasa.
Bill ingin menjadi ayah. Apa putriku tak boleh punya ayah?
Belakangan, dia bertanya apa dia boleh mengajak Emily bepergian...
Seperti berkemah, untuk pererat ikatan antara ayah dan putrinya.
Dia memaksamu untuk memperbolehkan, walau hanya sedikit...
Tapi cukup untuk mengganggu pikiranmu.
Pikiran mengganggu yang sangat kecil dan meresahkan.
Bahwa apa yang kaurasakan dalam hati mungkin benar.
William McTeer terlalu bagus untuk jadi kenyataan.
Kau layak dapat pria baik, Tanya.
Jika kau tak bisa yakinkan itu bagi dirimu sendiri, berpura-puralah...
Demi kebaikan Emily.
- Apa sudah selesai? Aku lapar. - Ya.
Kalian akan jadi saksi kunci dari beberapa kasus bulan lalu.
Lisbon, kau dapat Howard dan Eng. Cho, kau Ringman, Daly, Freed.
- Freed membuatku kesal. - Pastikan utarakan itu di mimbar.
Teresa, kau ingat Howard. Dia dan sindikatnya mencuri...
Ratusan juta dolar dari rekening banyak orang melalui internet.
Lalu dia sembunyikan uangnya dan membunuh rekannya.
- Aku ingat, dia mengerikan. - Dia akan masuk penjara.
Berkat Agen Lisbon dan keahliannya yang tenang dan santai.
- Itulah aku. Tenang dan santai. - Untung ini bukan kasusnya Jane.
Ingatkan dia, dia tak bisa ancam orang dengan bom untuk mengaku.
- Tanpa topeng karet, tanpa... - Kita punya masalah.
BFS sudah dapat sidik jari dari senjata pembunuh McTeer.
- Dan itu masalah? - Ya.
Bos, sidik jari itu milikmu.
Sidik jarimu ada di magasin dari senjata milik pembunuh.
Sekarang katakan kenapa aku tak boleh muntah di kamar mandi?
Ini pasti kesalahan lab. Mereka bekerja terlalu keras, kurang dana.
Tahun lalu ini pernah terjadi pada LAPD. Suruh uji lagi saja.
No comments yet. Be the first to leave one.