The first 195 lines.
Putri.
Putri, berhati-hatilah.
Berbahaya!
Cepat turun.
Apakah tidak ada
cara lain selain dijodohkan?
Hamba menjawab Yang Mulia.
Jika kita tidak menggunakan perjodohan untuk menghindari perang,
maka pasukan kerajaan Zhou Utara akan menerobos masuk
Kerajaan Xiao kita.
Bahkan,
Lin'an.
Mohon Yang Mulia,
mempertimbangkan masak-masak.
Indah sekali.
Kenapa nona belum datang juga?
Nona.
Aku di sini. Nona!
Nona, hati-hati!
Nona, apa kamu terluka?
Nona, ayo berdiri.
Cepat berdiri.
Nona.
Kamu tidak apa-apa, 'kan?
Aduh, kiosku.
Ayo pergi.
Yang Mulia.
Jangan ganggu aku.
Ini mengenai Putri Zhaohe.
Katakan.
Putri Zhaohe,
tak tahu mengapa membuat sebuah burung yang bisa terbang
dan keluar istana dari gerbang kota.
Sekumpulan orang tak berguna!
Hamba bersalah.
Yang Mulia, mohon ampun.
Hamba segera mengutus orang mengejar Putri.
Tunggu dulu.
Kali ini,
biarkan saja dia.
Keluar, kembalikan uangku.
Keluar. - Cepat keluar!
Cepat keluar.
Qingfeng.
Sekarang kita dua bersaudara
belum sampai di tahap yang begitu sengsara.
Pemuda yang pemberani,
dengan berani melangkah maju.
Maju menghunus pedang,
mundur juga menghunus pedang.
Kembalikan uangku.
Kembalikan uangku.
Semuanya,
kalian adalah orang yang berbudaya dan beradab.
Semuanya.
Semuanya,
tolong dengarkan aku dulu.
Dengarkan aku dulu.
Aku tahu aku berutang banyak pada kalian.
Mohon tenang saja,
hutang kami pada kalian
pasti akan kukembalikan beserta bunganya.
Sejujurnya,
Gedung Muyu kami telah mendapatkan
dukungan besar dari keluarga kaya Zhao di Lin'an.
Keluarga Zhao? - Keluarga Zhao di Lin'an?
Yang benar?
Semuanya, kalian bisa tenang.
Mohon berikan aku waktu tiga minggu.
Tidak bisa.
Kalau begitu, tiga hari. Tiga hari.
Jika tiga hari kemudian
aku masih berutang bahkan satu peser pun,
kalian bisa menghancurkan dan menjual rumah ini.
Bagaimana?
Apa keluarga Zhao sungguh bersedia mengembalikan utangmu?
Tak peduli benar atau tidak,
aku berikan kamu waktu tiga hari.
Aku akan menepati janjiku.
Semuanya,
siap-siap saja menerima uang.
Ayo pergi. - Silakan kembali.
Silakan kembali.
Hanya tiga hari.
Baik, tiga hari.
Tiga hari, ya. - Tiga hari.
Luo Ye, kamu lagi-lagi membual.
Leluhurku...
Sedangkan kita,
sama sekali tidak punya hubungan dengan keluarga Zhao,
tapi kamu membohongi mereka begini?
Tindakanmu ini sungguh tak pantas.
Jika aku tidak berkata begitu,
kita tidak akan bisa keluar rumah,
kita bisa mencari uang di mana?
Ayo pergi.
Ke mana?
Mencari uang.
Mari, mari. Taruhan besar atau kecil.
Setelah bertaruh tidak boleh diganti.
Nona, jika Anda ingin bertaruh,
aku bisa menemanimu bermain di rumah.
Kenapa harus ke tempat seperti ini?
Aku tertarik dengan
eksterior rumah judi ini dalam perjalanan ke kuil leluhur.
Waktu itu merasa sangat unik.
Semakin dipikir semakin menarik.
Begitu melihat bagian dalamnya,
baru merasa arsiteknya
sungguh seorang yang berbakat.
Mengikuti Anda keluar,
hanya demi melihat sekilas desain rumah judi ini.
Menurutku semuanya hanyalah batu bata, ubin dan kayu.
Tak semudah yang kamu lihat.
Cepat lihat.
Empat arah posisi rumah judi ini
dipenuhi berbagai pintu papan berongga.
Dengan begini bisa mengatasi
masalah sirkulasi udara internal.
Juga dapat membagi rata aula ini
menjadi empat area yang teratur.
Lagi pula, terdapat bunga yang berbeda di tiap pintu.
Lihat, bunga plum itu,
jika aku tidak salah, bagian atasnya
terdiri dari 18 kelopak
dengan bentuk yang berbeda di setiap kelopaknya.
Benar-benar ditautkan dengan rapat, sangat ringan dan praktis,
menjadi kesatuan utuh.
Cara seperti ini
hanya pernah kubaca dalam buku bekas konstruksi dulu.
Hari ini bisa dibilang mataku telah terbuka.
Ini bukan hanya teknik konstruksi,
namun harus disebut seni konstruksi.
Aku tidak begitu mengerti.
Namun kelihatannya memang bagus juga.
Kalau tidak mengerti jangan sok pintar.
Kamu bilang aku sok pintar?
Kalau begitu beritahu aku,
apa kamu memahami setiap kalimat
yang aku ucapkan tadi?
Desain Gedung Seribu Emas ini menyolok dan kasar,
dipenuhi dengan gaya buruk dan sok pintar,
tak ada sedikit pun keindahan yang bisa dikatakan
namun bisa saja kamu puji berlebihan seperti itu.
Aku sungguh kagum padamu.
Nona, jangan marah.
Baik. Kalau begitu, beri tahu aku,
siapa kamu?
Apa kamu mengerti mengenai arsitektur?
Apa kamu mengerti mengenai struktur pembangunan rumah?
Apa kamu mengerti tentang desain keseluruhan dan terpisah?
Apa kamu mengerti mengenai
keterampilan pengaturan tata letak?
Orang tak berpengetahuan paling suka mengeluarkan komentar yang salah,
menjadi lelucon orang-orang.
Hasilnya semua karena kurang pengetahuan.
Desain yang begini kacau
juga bisa dianggap sebagai benda berharga.
Apa lagi,
meskipun aku tidak mengerti arsitektur,
namun sebagai orang luar
juga memiliki kebebasan untuk memberi pendapat.
Desain Gedung Seribu Emas ini di mataku
tak ada nilainya sedikit pun.
Apa? Coba ulangi sekali lagi.
Ia harus dibongkar.
Menurutku kamulah yang harus dibongkar.
Nona, jangan berdebat dengan orang gila ini.
Kamu jangan pergi.
Jangan pergi.
Nona.
Kalau kamu mampu, bangunlah Gedung Seribu Emas!
Menurutku bahkan kamar kecil pun tidak bisa kamu buat!
Tenanglah.
Tak pantas marah dengan orang seperti ini.
Dia kabur cepat sekali.
Mari lihat-lihat.
Kenapa kamu keluar?
Di dalam ribut sekali.
Bagaimana denganmu?
Rencana terakhirmu ini
adalah pembayaran akhir Gedung Seribu Emas ini?
Tentu tidak bisa.
Aku hanya sekalian melihat-lihat.
Pembayaran akhir sekecil ini, aku tidak butuh.
Ayo,
aku bawa kamu cari yang besar.
Ayo.
Kecil, kecil. Dengarkan aku, kecil.
Cepat sedikit.
Yang kecil.
Setelah bertaruh tidak boleh diganti.
Bertaruh besar atau kecil? - Akan dimulai.
Besar.
Tunggu sebentar.
No comments yet. Be the first to leave one.