Mahal ko ang Mahal Mo

Mahal ko ang Mahal Mo

Download Indonesian Subtitle

Release info

Mahal ko ang Mahal Mo 2024 WEBRip id
A Commentary by Kudalumping
Durasi: 00:48:31

Tags

webdl
Published on: 2024-05-31
Downloads: 440
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Jadi, sekali lagi, kita perlu memastikan kita terlihat di semua platform

dan mengatasi semua keluhan pelanggan di media sosial tepat waktu.

Karena sebagus apapun materi pemasaran kita,

jika layanan pelanggan kita seperti sampah,

itu tidak masalah.

Oke?

Ayo kita kerjakan. Kalian setuju denganku?

- Ya Bu! - Bagus!

Oke, cepatlah karena kita ada rapat nanti.

- Sampai jumpa, Bu! - Terima kasih.

Kau luar biasa seperti biasa, Bu!

Semoga tahun ini bisa dipromosikan jadi Senior Brand Manager ya?

Semoga. Dan tentu saja, aku akan mengajakmu.

Terimakasih Bu.

Eh...

- Bu... - Ya?

Bu, aku tidak bermaksud bergosip.

Tapi...

Dua hari yang lalu, sepertinya aku melihat pacarmu...

- Khalil? - Ya Bu.

Aku menonton film dengan pacarku.

Lalu, sepertinya aku melihatnya

dengan perempuan lain.

Kata pacarku, mungkin saudaranya.

Tapi mereka tampak sangat manis...

Atau mungkin itu bukan Khalil?

Dia tidak terlalu suka menonton film.

- Dia selalu tertidur. - Mungkinlah, Bu...

Aku minta maaf, Bu.

Tak perlu minta maaf. Tidak apa-apa.

Aku tahu tidak mungkin dia Khalil,

seingatku, dia bahkan mengirimiku video.

Aku mungkin salah mengira, dia pasti orang lain.

Oke, makan siang dulu. Kita ada pertemuan jam 2 siang.

Oke. Terimakasih Bu.

Hai sayang, kami sudah sampai di restoran favorit kita.

Aku membawa mereka ke sini,

agar mereka bisa merasakan makanan enak.

- Teman-teman, sapa pacarku... - Hai Sayang!

Idiot!

Kita makan malam saja, kami mulai sebentar lagi.

Juga, aku mungkin pulang terlambat.

Sampai jumpa...

Bagaimana dia bisa di bioskop jika dia di restoran?

Sayang!

Maaf, lalu lintasnya padat. Aku tidak tahu jalan di Buendia ditutup.

Tidak apa-apa. Yang penting kau ada di sini sekarang.

Tidak, ini salahku.

Aku berjanji akan menebusnya.

Bagaimana pertemuanmu dengan teman sekantormu?

Kau lupa memberitahuku.

Itu klien Amerikamu, kan?

Ya. Maaf, aku tidak sempat memberitahumu,

karena pertemuannya sangat menegangkan

tapi pada akhirnya, kami dapat kesepakatan.

- Pacarmu ini jago! - Selamat, Sayang...

Terimakasih sayang.

Aku beruntung kau pengertian.

Selalu ingat,

Aku melakukan ini untuk masa depan kita.

Saat aku kaya,

kita akan punya lebih banyak waktu bersama.

Sayang...!

Rasanya enak sekali.

Aku merindukan ini.

Ahhhh!

Ponselmu...

Abaikan saja, itu hanya kerjaan. Aku hampir klimaks!

Terima kasih sayang...

Aku mencintaimu.

- Dasar jalang! - Ah! Ouch!

- Kau perusak hubungan! - Lepaskan aku!

Siapa kau? Apa yang kau bicarakan...

- Dasar pelacur! - Lepaskan!

Menjauhlah dari pacarku! Menjauhlah dari Khalil!

Lepaskan aku!

Apa yang kau bicarakan?

Khalil pacarku, selama tiga tahun!

Tiga tahun?

Apa? Kau tuli?

Aku perlu mengulanginya?

Khalil sudah jadi pacarku selama tiga tahun!

Bu, kau perlu aku menelepon polisi?

Tidak perlu.

Dia bajingan!

Dia membuatku percaya akulah satu-satunya pacarnya.

Ternyata aku hanya selingkuhannya?

Aku tidak pernah membayangkan aku berada dalam situasi ini.

Ini memalukan!

Kapan kau bertemu Khalil?

Sembilan bulan lalu...

Awalnya hanya seks biasa.

Saat dia tahu aku tidak menyukai aturan.

Saat itulah dia mulai merayuku.

Kami merayakan ulang tahun bulanan kami baru-baru ini.

Maaf, siapa namamu tadi?

Carmina, kan?

Kau ke bioskop bersama Khalil baru-baru ini?

Bioskop? Aku tidak suka nonton...

- Di mana kau merayakannya? - Di restoran.

- Di Ortigas? - Makati.

Ouch.

Kau sudah makan, sayang?

Halo, penggemar kecantikan!

Ini Beauty Bliss Toner yang baru!

Jika kau ingin memiliki kulit yang lebih cerah,

halus, dan cantik,

pesan sekarang!

- Bu? Bu? - Apa yang kau tunggu?

Ini kopimu.

Kau mengenali perempuan ini?

Tidak Bu.

Dia bukan perempuan yang kau lihat bersama Khalil di bioskop?

Tidak Bu.

Dari apa yang kuingat,

perempuan yang kulihat punya warna kulit yang berbeda,

jauh dari perempuan ini.

- Apa kau yakin? - Ya Bu.

- Oke, terima kasih, Beth. - Terimakasih Bu.

- Jangan lupa melakukan apa yang kuminta. - Oke, Bu.

Aku merasa dia punya perempuan lain.

Siapa yang kau kirimi pesan?

Aku jadi cemburu, kau tahu.

Apa maksudmu? Ini hanya pembeliku.

Pengiriman tertunda minggu ini.

Pembeli, ya?

Mungkin kau menduakanku...

Aku sangat setia padamu,

Beginikah caramu memperlakukanku?

Kau gila!

Nanti saja.

Ayolah manfaatkan waktu sebaik-baiknya.

Aku akan sibuk beberapa hari mendatang.

Tadi malam, aku mendengarnya bicara saat di kamar mandi.

Kedengarannya dia bertemu dengan seseorang di Taguig.

Menurutmu itu perempuannya yang lain?

Entahlah.

Bagaimana menurutmu?

Kalian sudah bersama lebih lama, kan?

Aku tidak mau terus berpikir berlebihan.

Aku tidak mau berspekulasi lagi.

- Kenapa kita tidak mencoba memergokinya? - Apa rencanamu?

- Kita akan memojokannya... - Mau ke mana nanti?

- Bagaimana? - Makati. Makan malam bersama teman kuliah.

- Sudah merindukanku? Maaf aku tidak bisa menjemputmu. - Kita akan memeriksa

setiap tempat yang sering dia kunjungi.

Saat dia bilang dia di Makati, dia pasti tidak di sana.

Kenapa? Karena dia tahu kita mungkin akan ke sana bersama perempuan lain.

- Dan jika kau bilang kau di Taguig, - Tidak apa-apa, Sayang.

- Dia tidak akan pergi ke sana juga. - Aku ada rapat di Makati.

- Tepat sekali. - Selamat menikmati dan bersenang senang!

Leslie, kau jenius!

Hai sayang!

Ada pemasok yang harus kutemui.

Bisa kau menjemputku?

Oh, maaf, sayang. Kenapa kau baru memberitahuku sekarang?

Ada sepupu dari Amerika yang berkunjung. Kami makan malam di BGC...

Aku akan ke kondominiummu nanti.

Oh, tidak apa-apa, sayang. Aku akan memesan taksi.

Oke sayang.

Dia tidak akan di Ortigas atau Taguig.

Sayang, kau sudah selesai?

Kami mungkin terlambat untuk reservasi.

Perubahan rencana. Aku tidak mau ke Taguig lagi.

Apa? Kenapa tiba-tiba berubah?

Kau bilang terakhir kali kita akan ke Makati. Ke mana kita akan pergi sekarang?

Itu rahasia..

Teruskan.

Dia menyebutkan semua tempat nongkrongnya biasa, kecuali yang ini.

Jadi, aku yakin dia ke sini.

Kami juga makan di sini untuk acara-acara khusus.

Dia pernah membawamu ke sini sebelumnya?

Kau yakin tentang ini?

Kami sudah pernah di sini. Percaya padaku.

- Ayo kita selesaikan ini. - Kau yakin?

Aku yakin!

Percayalah, mereka ada di sini.

Itu! Mereka di situ!

Lihat? Sudah kubilang mereka di sini!

- Tentang proyekmu, selamat. - Ayo kita lakukan?

Terima kasih sayang.

- Tentu. - Kencan malam ini sangat menyenangkan.

Ayo ke tempat lain untuk pencuci mulut?

Kau baik-baik saja?

Kau kenal mereka?

Tidak sayang. Ayo ketempat lain?

Kenapa kau bertingkah seperti ini?

Sayang!

Permisi...

Pacarku sepertinya agak tidak nyaman dengan kehadiran kalian.

- Bisa kalian pergi? - Apa?

Kami di sini hanya untuk makan...

Apa pacarku mengenal kalian?

- Kenapa kau tidak bertanya padanya? - Aku bertanya pada kalian!

- Kau mau jawaban? - Ya! Kau tuli?

Sayang...

Wah sayang?

Kau menambahkan 'ang'?

Kau kehabisan panggilan, Khalil?

Apa yang kau bicarakan?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left