Specials

Release info

언니는 살아있다 Sister is Alive E03 170422 id-VIU
언니는 살아있다 Sister is Alive E04 170422 id-VIU
A Commentary by anyhow
[VIU Version] Perfectly synced for all versions. Saya hanya menyelaraskannya dengan semua versi dari episode 3

Tags

other
Published on: 2017-04-23
Downloads: 22
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Siapa kamu? Jawab aku.

Sedang apa kamu di kebunku?

Hei, berhenti!

Siapa kamu?

Siapa kamu?

Berbaliklah. Sekarang.

Lepaskan tudungmu.

Lepaskan itu.

Dal Hee.

Sedang apa kamu di sini?

Aku merindukanmu, Ki Chan.

Aku...

Masuklah.

"Episode 3"

Kamu tinggal di sini?

Pasti kamu sangat kesulitan.

Kamu masih memiliki foto ini?

Tentu saja. Itu yang paling kusukai.

Dal Hee. Aku tidak bermimpi, bukan?

Sulit dipercaya kamu ada di depanku sekarang.

Apa yang terjadi? Beri tahu aku.

Begini...

Kubilang kepadamu aku bekerja di salon rias wajah, bukan?

Pemiliknya dan suaminya sudah kembali ke Korea,

jadi, aku kemari.

Sekolahku juga sedang libur.

Sampai kapan kamu akan tinggal di sini?

Tergantung jadwal pemiliknya, jadi, aku belum yakin.

Omong-omong, bagaimana dengan bunga yang sedang kamu kembangkan?

Kamu berhasil?

Hasilnya belum keluar

karena itu membutuhkan waktu lama.

Kurasa aku sungguh bisa kali ini.

Benar juga. Apa namanya? Kosmetik Ruby?

Katamu mereka datang menemuimu. / - Benar.

Mereka mau kamu menjual apa?

Apa? Pasti catatan studiku.

Catatan studi harian berhargaku yang di dalamnya tertulis semua hal

yang kudapatkan selagi berusaha

dan gagal dalam penelitian selama lima tahun ini.

Catatan harian?

Tampaknya itu sangat penting. Kamu menjaganya tetap aman?

Bagaimana jika itu dicuri?

Tenang saja. Kusembunyikan di tempat aman.

Aku memang sedang menjaganya.

Apa pun yang terjadi,

aku tidak akan meneken kontrak dengan Kosmetik Ruby.

Tentu saja.

Aku mau melihatmu sukses dengan usahamu sendiri.

Terima kasih, Dal Hee. Kurasa aku akan sukses besar

karena kamu datang menemuiku.

Ya. Aku percaya kepadamu.

Benar juga. Jae Il akan segera menikah.

Dia menentukan tanggalnya hari ini.

Ini.

Hei, Pemarah. Pergi saja ke salon kecantikan.

Kakak tidak akan tampak lebih baik dengan semua ini.

Kakak bisa menyuruhmu.

Untuk apa pergi ke salon dan membuang uang?

Kakak harus menabung setiap sen agar bisa menikah.

Aku adik Kakak satu-satunya dan selalu Kakak manfaatkan.

Berbaring yang benar. Angkat dagu Kakak.

Aku hanya melakukan ini karena senang Kakak akan menikah.

Seperti ini?

Bagaimana dengan hadiah pernikahan?

Hadiah pernikahan?

Jae Il bilang kakak tidak perlu membeli apa pun.

Tapi kakak mau membelikan sesuatu yang bagus untuk orang tuanya

sebagai tanda terima kasih sudah membesarkan putranya.

Semua orang suka menerima hadiah.

Mereka bilang tidak mau apa-apa, itu berarti mereka menerima apa pun.

Jika orang tua kita masih hidup,

Jae Il akan sangat berterima kasih kepada mereka. Benar, bukan?

Apa maksud Kakak?

Ibu dan Ayah akan berterima kasih kepada Jae Il sudah mengambil Kakak.

Kamu benar.

Ibu selalu bilang dia khawatir tidak ada yang mau menikahi kakak.

Hai, Jae Il.

Astaga, kubilang tidak usah.

Orang tuaku tidak mengharapkan hadiah pernikahan.

Jika pernikahan kita bahagia

dan sikap kita baik kepada mereka, itu sudah cukup.

Aku tadinya mau meminta menantuku untuk membelikan semua ini.

Aku sial sekali.

Suamiku tidak baik dan sekarang, putraku tidak sama sekali membantu.

Astaga, sayang-sayangku.

Aku tidak bisa memiliki kalian di kehidupan ini.

Sampai jumpa di hidupku selanjutnya.

Kesayanganku.

Aku sudah menunggu teleponmu.

Kamu tidak akan kabur seperti ini, bukan?

Sedang kuusahakan mendapatkan uangnya. Tunggulah.

Jika kamu terus menggangguku, aku akan menghilang tanpa jejak.

Diam saja sampai aku yang meneleponmu.

Mereka mau kamu menjual apa?

Kurasa pasti catatan studiku.

Catatan studi harian berhargaku yang di dalamnya tertulis semua hal

yang kudapatkan selagi berusaha

dan gagal dalam penelitian selama lima tahun ini.

Maafkan aku, Ki Chan.

Aku sungguh

ingin memiliki hidup berbeda.

Tolong anggap ini sebagai caramu menolongku.

Apa kata sandinya?

Tanggal ulang tahunnya?

Atau ulang tahunku?

Astaga, cucu kesayangan nenek. Kamu ke mana saja semalaman?

Nenek sangat mencemaskanmu.

Bu Lee. Ambilkan aku minum.

Baik.

Kamu minum-minum lagi?

Kenapa kamu melakukan itu? Kesehatanmu bisa terganggu.

Pergi dan mandilah. Kita harus sarapan.

Nenek.

Ada apa, Sayang? Nenek di sini.

Aku sungguh harus pergi ke Amerika?

Tentu saja nenek juga tidak mau kamu pergi.

Tapi Pimpinan Goo berkeras. Nenek bisa apa lagi?

Lalu? Maksud nenek aku harus pergi?

Baiklah. Aku akan pergi.

Tapi aku tidak akan kembali kemari.

Nenek tidak akan melihatku lagi untuk selamanya.

Apa maksudmu? Kamu tidak akan kembali?

Aku bukan anggota keluarga ini. Tidak akan ada yang merindukanku.

Tidak ada yang memihakku.

Kenapa kamu bilang begitu? Nenek memihakmu.

Lantas, kenapa membiarkanku pergi?

Nenek adalah ibunya ayahku.

Nenek harus mencoba membujuknya agar tidak mengirimku pergi.

Bagaimana bisa nenek memihakku jika melakukan itu saja tidak bisa?

Nenek, tolong aku.

Aku sungguh tidak mau pergi ke Amerika.

Nenek bisa membenci dan memukuliku saja.

Tapi aku lebih memilih mati di sini.

Nenek, tolong bujuk Ayah.

Aku tidak mau hidup seperti itu lagi.

Astaga. Ini menyakitkan hati nenek.

Nenek, kumohon tolong aku. / - Astaga.

Bu, apa ada masalah?

Tidak ada apa-apa.

Siapkanlah sarapannya.

Kamu mau ada noda darah di meja makan nanti?

Maafkan aku. Tanganku licin.

Kamu memecahkan piring, jadi, hanya akan membawa sial.

Berhati-hatilah jangan sampai berpapasan dengan Pimpinan.

Baik, Bu. Aku akan berada di luar.

Bu, aku butuh tisu toilet!

Baiklah. Akan ibu ambilkan.

Ibu! / - Maaf.

"Cuacanya selalu berubah-ubah."

"Perangnya mungkin selesai, tapi cinta..."

Apa ini? Buahnya tidak segar. Aku mau jus yang segar.

Baiklah.

Ibu! / - Kamu baik-baik saja?

Sakit.

Ibu seharusnya menolongku lebih awal.

Astaga. Sakit sekali.

Sutradara, aku pernah menelepon Anda.

Belakangan ini, Deul Lae sudah melatih kemampuan beraktingnya.

Jadi, aku ingin tahu... / - Tidak ada apa pun untuknya.

Meskipun ada, tidak akan kuberikan untuknya.

Kudengar dia bahkan ditolak untuk proyek film.

Itu karena kesalahan kecilnya saat melakukan audisi.

Aku cukup yakin bukan karena kesalahan.

Dia merasa menjadi terkenal karena upayanya sendiri.

Semua orang membencinya.

Peran kecil saja tidak apa-apa.

Peran apa pun juga boleh.

Dia mau melakukan apa saja.

Maaf, tapi aku sedang sibuk. Kita bicara nanti saja.

Aku sungguh takut.

Haruskah kita menyewa pengawal?

Aku akan segera syuting film, jadi, akan sering berada di luar.

Deul Lae, soal film itu...

Mereka mempekerjakan orang lain untuk peran itu.

Kenapa?

Aku sudah membaca naskahnya berulang kali.

Sutradaranya gila atau apa?

Dia seharusnya memohon kepadaku agar mengambil peran itu.

Jangan marah.

Kamu selalu bisa mencari drama lain.

Ibu harus bekerja dengan benar.

Bu, apa Ibu membuat sutradaranya kesal?

Kubilang apa kepada Ibu?

Aku membutuhkan manajer profesional.

Ibu sudah ketinggalan zaman. Pekerjaan Ibu kurang cakap.

Pelankan suaramu.

Ibu sudah berusaha semampu ibu.

Ibu juga kelelahan.

Ibu bahkan tidak memberiku peran yang pantas. Lelah apanya?

Aku bekerja amat keras sampai kini, tapi Ibu akan mengacaukan semuanya.

Wajar saja aku marah!

Baiklah. Maafkan ibu.

Jika Ibu manajer biasa, pasti Ibu sudah kupecat.

Menyebalkan sekali.

Aku terlalu lama berdiam di rumah.

Haruskah aku pergi ke spa?

Bu, bersiaplah pergi ke spa.

Baiklah. Tentu.

Obat apa itu?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left