The first 200 lines.
Kapten, di mana kau ?
Aku ke sana bersama keluarga saudariku.
Kami hampir sampai.
Ini jalan yang benar ?
Aku lewat sini lusinan kali.
Jalan lain penuh mobil.
Tolong beri kami tumpangan.
Aku punya puteri kecil. Aku punya istri juga.
Tolong bawa kami ke Pelabuhan.
Kumohon padamu..,..
Aku tak digigit ! Aku tak digigit !
Jika kami terlihat berbahaya, Tolong bawa puteri kami.
Pak ?
Kumohon ! Kumohon padamu !
Pak ! Kumohon !
Jung-seok..,..
Jangan bicara sampai kita naik di kapal !
Bisa ceritakan mengapa Virus mematikan ini menyebar, Paul ?
Sayangnya, kita tak punya banyak informasi..,..
Selain fakta itu dimulai Di pabrik biologis di Korea Selatan.
Masih tak jelas kapan tepatnya Virus tak dikenal itu akhirnya merebak.
Tentu saja, Kekacauan meletus di Korea Selatan.
Dan banyak orang mulai percaya kabar burung..,..
Yang beredar online..,..
Soal wilayah aman jauh di Selatan..,..
Busan ? Apa itu ucapan yang benar ?
Tepat. Banyak orang evakuasi ke sana.
Tapi akhirnya, tak ada tempat yang aman.
Tapi ada satu tempat yang Sangat aman di Semenanjung Korea.
Tepat. Kuyakin kau mengacu ke Korea Utara.
Mungkin ada untungnya Itu terjadi sebelum penyatuan kembali.
Begitulah.
Berapa lama sampai pemerintah Korea Selatan kehilangan segala kendali ?
Hanya satu hari.
Tolong bergerak perlahan !
Ini Alpha One
Cepat !
Hati - hati !
Ini Alpha Two
Ada 40 warga sipil menunggu naik
Paman.
Kau baik saja, Dong-hwan ?
Ya.
Mana Chul-min ?
Dia pergi mengambil barang bantuan.
Bukankah seharusnya sekarang Kita tiba di Jepang ?
Kuyakin kita hampir sampai. Jangan khawatir.
Kapten !
Ada apa ?
Kita dialihkan ke Hong Kong.
Mengapa mendadak ?
Mereka tak bilang alasannya.
Aku harus memeriksa sesuatu.
Permisi.
Biar kutanyakan. Periksa apa yang terjadi.
Ya, pak.
Permisi.
Permisi.
Pak !
Pak !
Apa benar kita dialihkan ke Hong Kong ?
Tolong kembali ke tempatmu.
Kami harus memahami situasinya, pak !
Semua orang gelisah.
Tolong kembali ke tempatmu Dan tunggu perintah selanjutnya.
Pak !
Kita punya masalah.
Kita menemukan orang terinfeksi Di dek kabin bawah.
Kita dapat mi instan juga ?
Selanjutnya. Taruh tasmu di sini.
Bagus.
Selanjutnya.
- Infeksi ! - Apa ?
Ada apa ?
Tak apa, Ibu di sini.
Tarik nafas, Dong-hwan. Ibu tak akan pergi.
Kau akan baik saja.
Tatap Ibu.
Ibu tetap di sini bersamamu.
Aku harus bagaimana ?
Pamanmu ada di sini, Dong-hwan.
Kak..,..
- Aku harus bagaimana ? - Kita harus pergi.
Kita harus pergi, cepat !
- Cepat ! - Pamanmu..,..
Kita harus pergi !
Kita harus pergi.
Kak !
Kak !
Kak ! Kak !
Sayang !
Tidak !
Bahkan ada satu kasus inang yang terinfeksi..,..
Yang ditemukan di kapal penyelamat terakhir Yang menuju ke Hong Kong.
Setelah itu, negara sekitar..,..
Memutuskan tak lagi menerima Pengungsi.
Akibatnya, Korea dikarantina sepenuhnya.
Ya, ini sudah empat tahun.
Ya. Empat tahun.
Semenanjung
Hong Kong
Bangunkan dia.
Hei ! Bangun !
Hentikan !
Kami tak mau berkelahi.
Bos ingin bertemu denganmu.
Oi !
Ayo.
Apa yang kau lakukan di sini ?
Mari pergi.
Lepaskan aku.
Hyung !
"Hyung"
Itu artinya "Saudara" kan ?
Kalian berdua bersaudara ?
Tidak, tidak.
Dia saudaranya mendiang istriku.
Bukan kandung.
Seperti kisah tragis nyata.
Duduklah.
Entah kenapa dengan Orang dari Semenjung..,..
Kau..,.. Punya kesan tertentu.
Kau punya banyak kisah menyedihkan..,..
Langsung ke bisnis.
Harus kukatakan "Negaramu" atau "Semenanjung" ?
Aku sudah dengar kabar burungnya..,..
Sepertinya ada orang yang kembali ke sana..,..
Ke Semenanjung untuk membuat takdirnya sendiri.
Zombie tak peduli soal emas atau uang..,..
Yang tergeletak di sana tak dijaga.
Kurasa itu cerdik.
Wauw.
Kau mau kami kembali ke sana ?
Apa kau sudah gila ?
Kawanku..,..
Pikiranku masih waras, terima kasih.
Baik.
Jadi..,..
Negara tetangga di sekitar Semenanjung..,..
Mengendalikan setiap kapal Dan pesawat yang menyeberangi perbatasan.
Bagaimana caramu masuk atau keluar ?
Sudah diatasi.
Kalian tak perlu khawatir soal Penjaga Pantai.
Selama kita membayar mereka..,..
Kapalnya bisa masuk, Kapalnya bisa keluar.
Kenyataannya, secara teknis, Kami punya Uang di dalam truk.
20 juta dolar.
Sampai kami kehilangan di setengah perjalanan. Kapan terakhir kali kita..,..
Di Jembatan Omok.
Mok-dong ?
Apa ?
Kurasa itu tak sulit.
Kalian pergi saat malam hari..,..
Kalian ambil truknya, Kembali bawa uang itu..,..
Dan jangan khawatir soal zombie itu.
Kudengar mereka buta di malam hari.
Jadi..,..
Berapa banyak uang yang kami dapat ?
Ya, ya, ya.
Itu pertanyaan-nya 'kan ?
Separuh.
Begitulah, jika kalian kembali hidup - hidup.
Artinya 2,5 juta per orang.
Dengarkan aku.
Kalian tak tahu kapan atau bahkan..,..
Pemerintah akan mengabulkan Status pengungsi pada kalian..,..
Jadi kalian harus membuat masa depan sendiri.
Pikirkan !
Kita hanya perlu naik kapal Dan membawa truknya pulang.
Apa sulitnya itu ?
Cuma perlu waktu setengah hari.
Apa kau gila ? Kau mau kembali ke sana ?
Kau mau tetap hidup di sini, Diperlakukan seperti sampah ?
Kau seharusnya membiarkanku mati Bersama Istri dan puteraku !
Mengapa kau melakukan itu ?
Jika kubiarkan kau mati, Semua orang di kapal itu juga mati.
Apa aku salah ?
Itu keputusan masuk akal.
Keputusan masuk akal apanya.
Kau sudah berusaha ?
Jung-seok..,..
Kau juga tersiksa !
Kau menyerah !
Terserah, lupakan.
Baik.
Aku akan pergi ke sana..,..
Supaya kau bisa melakukan semaumu.
Kita jangan bertemu lagi.
Ini sulit bagi kita berdua.
Dadah. Dadah.
Bukankah mereka bajingan dari Semenanjung ?
- Apa ? - Tempat asal virus itu !
Kau biarkan mereka di sini ?
Minggir.
- Lepaskan aku. - Hentikan.
Kau peduli ke sesama ?
Hentikan.
Dia terinfeksi ?
Sudahlah, hentikan.
Aku tak mau uang kalian, pergilah !
No comments yet. Be the first to leave one.