Release info

차달래부인의사랑 MadamChaDalRae'sLove E51 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-11-13
Downloads: 8
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Tidak apa-apa.

Kini tidak apa-apa.

Aku akan menanyakan lagi.

Seberapa banyak yang kamu ketahui mengenai atasanmu?

Aku sungguh tidak tahu apa-apa.

Kalau tidak tahu, bagaimana kamu bisa menenangkannya secepat itu?

Ibuku melakukan itu untukku saat aku ketakutan ketika kecil, jadi...

Apa yang ditakutkan anakku?

Apakah reporter itu?

Kurasa lampu kilat kameranya.

Saat itu mulai menyala, Pak Oh tiba-tiba...

Dia menjadi gelisah dan kesulitan bernapas.

Lampu kilat kameranya?

- Apakah dia mengatakan hal lainnya? - Tidak.

Kalau begitu, apakah hal serupa terjadi

saat pengarahan investornya?

Dia tidak menyukai tempat kecil atau tertutup.

Kenapa kamu membiarkan pintunya terbuka?

Berjaga-jaga kalau Ibu mencoba menangkapku.

Hanya kita di perusahaan ini

yang tahu kalau Seo Jin sakit.

Tolong rahasiakan.

Bagaimana rasanya kembali?

Perasaanmulah yang lebih penting.

Bagaimana penampilanku?

Bagaimana mengatakannya, ya?

Aku bisa melihatmu mencapai titik terendah dalam hidupmu.

Benarkah?

Kamu tidak seperti terdahulu.

Aku suka kini kamu bisa menunggu dan bersabar.

Terima kasih. Aku berutang semuanya padamu.

Apakah kamu akur dengan pemain lainnya?

Kurasa aku jauh lebih tua sekarang.

Aku harus belajar menerimanya.

Hyun Jung membuatmu kesal?

Bagaimana kamu tahu?

Begini, itu kekuatannya.

Harus punya harga diri untuk tampil menonjol di panggung.

Cobalah bersikap positif mengenai hal itu.

Anggap saja itu kekuatanmu.

Tentu. Aku memang menganggapnya begitu.

Tunggulah di sini sebentar.

Hai, ini aku.

Latihan baru saja berakhir dan sutradaranya memujiku.

Benarkah? Selamat.

Kamu terus dihantam dan berhasil melewati itu semua.

Hanya hal baik yang akan terjadi sekarang.

Ayo merayakannya dengan minum.

Kenapa repot-repot?

Baiklah.

Ayo bicara lagi nanti.

Sampai jumpa.

Aku gila. Kenapa aku meneleponnya?

Kebiasaan lama sulit dihilangkan.

Dia yang pertama kupikirkan saat ada kabar baik.

Astaga.

Master, sedang apa kamu di sini?

Apakah sutradaranya pergi?

Dia tidak akan lama.

Kenapa kamu ke sini?

Aku ke sini untuk membahas sesuatu dengannya.

Aku melihatmu latihan dan penampilanmu tampak cukup baik.

Kamu melihatku?

Aku hanya satu dari banyak pemain. Memang sehebat apa aku bisa tampil?

Itu sebabnya kamu hebat.

Kamu bicara seperti itu, tapi berusaha dengan baik.

Aku tidak mengira orang dengan ego besar sepertimu,

akan sangat penuh kasih.

Ada sesuatu yang sangat ingin kuketahui.

Bolehkah aku bertanya?

Apa yang mau kamu tanyakan kepadaku?

Sejujurnya, apakah aku...

Ada apa denganmu?

Apakah aku

jauh lebih baik daripada Hyun Jung?

Tidakkah aku punya suara yang lebih baik?

Tahukah kamu bersikap sangat dangkal?

Dari semua yang kutemui sejauh ini, tidak seorang pun yang sedangkal,

tapi seterus terang dirimu.

Jadi, kamu tidak suka hal itu dariku?

Kamu sangat manis.

Belum pernah ada yang menyebutku manis.

Mereka biasanya menyebutku seksi.

Aku muak akan hal itu.

Apa yang membuat Master Sagong tertawa terbahak-bahak?

Apa yang kamu katakan?

Sesuatu yang sulit dipercaya hingga membuatku harus tertawa.

Melontarkan komentar konyol untuk menghindari masalah

adalah salah satu pesonanya.

Kami akan pergi makan malam. Kamu akan ikut kami?

Apakah aku diperbolehkan?

Ya, itu mengenai pekerjaan.

Ikutlah dengan kami.

Kalau begitu, baiklah.

Pria lebih suka menghabiskan uang daripada wanita saat sudah tua.

Dia tidak pernah mengeluarkan uang, tapi menelepon saluran belanja TV?

Aku tidak percaya apa yang terjadi.

Apa yang dibelinya?

Halo.

Kamu bekerja lembur hari ini?

Aku akan segera pergi.

Apakah kamu masih kesal mengenai kemarin?

Tidakkah melegakan pencurinya

tidak mengambil barang?

Kurasa ada masalah dengan ponselku.

Aku tidak bisa menemukan riwayat panggilan darimu.

Lihatlah.

Lupakan saja.

Kalau kamu datang untuk membuat alasan, keluarlah.

Bok Nam, aku sungguh minta maaf.

Aku akan lebih berhati-hati mulai sekarang.

Halo?

Tidak ada mobil yang bisa masuk atau keluar karena mobilmu.

Bagaimana kamu bisa parkir begini dan memakai rem tangan?

Astaga, aku sungguh minta maaf.

Aku akan memindahkan mobilku sekarang.

Halo?

Ada apa?

Aku tadi pergi mengambil barang

dan benar-benar lupa di mana memarkir mobilku.

Benarkah?

Semuanya salahmu.

Kamu tidak menjaga tokoku,

jadi, aku tidak berpikir jernih.

Apa?

Bagaimana kamu bisa mengatakan itu?

Anggap saja aku lupa soal kemarin.

Kamu juga tidak bisa melimpahkan kesalahanmu padaku.

Baiklah, lupakan saja. Hentikan.

Namun, Bok Nam.

Ini sulit dipercaya.

Bok Nam.

Tidak ada di sini. Aku tidak mengerti.

- Ada apa? - Mari cari tahu.

Aku memperlakukannya dengan hormat dan membantunya,

jadi, bagaimana dia bisa memperlakukanku seperti ini?

Sulit dipercaya.

- Siapa yang kamu maksud? - Suami Jin Ok.

Aku tidak percaya.

Bok Nam? Kenapa dia?

Dia bilang meneleponku kemarin dan memintaku menjaga tokonya.

Namun, aku tidak pernah menerima panggilannya.

Dia menyalahkanku karena tokonya dirampok kemarin.

Dirampok?

Dia hanya kehilangan sedikit uang.

Aku memeriksa riwayat panggilanku

untuk membuktikan tidak bersalah. Lihatlah.

Tidak ada catatan kami berbicara kemarin.

Ini sangat menyebalkan.

Dia pasti sedikit kebingungan.

Kamu jauh lebih muda. Jangan mencoba meyakinkannya kamu tidak bersalah.

Aku tidak berusaha meyakinkannya. Hanya saja ini tidak adil.

Dia bersikeras menelepon padahal tidak.

Hidup tidaklah adil saat kamu memikirkannya.

Kamu lebih muda, jadi, mengalahlah padanya.

Turuti saja ucapan Ibu.

Hubungan kalian baik-baik saja sampai saat ini.

Ya, Ayah. Dae Young juga mengajari kami.

Itu sebabnya ayah memang mengalah pada akhirnya.

Namun, dia pasti menjadi pelupa. Dia parkir sembarangan

dan juga menyalahkan itu pada ayah.

Apa? Apakah dia sudah pikun?

Bagaimana dia bisa menyalahkanmu untuk hal itu?

Benar. Aku sangat baik kepadanya.

Mari makan malam.

Aku akan makan dan ceria.

Apa ini?

Hei. Apa ini?

Kamu membeli sesuatu dari saluran belanja TV.

Benarkah?

Apakah aku akan memesan benda seperti itu?

Labelnya mencantumkan namamu.

"Kim Bok Nam"?

Astaga. Aku tidak percaya ini.

Kamu bersikap tidak seperti biasa. Memalukan sekali.

Apakah kamu membeli itu untukku?

Aku tidak membelinya.

Baiklah.

Berapa kamu membelinya?

Singkirkan tanganmu. Coba kulihat.

Sepertinya cukup mahal.

Kalau mau membeli pakaian dalam, kamu seharusnya menanyakanku dahulu.

Warna dan desainnya sama sekali tidak cocok untukku.

Kembalikanlah besok.

Mengelola bisnis yang asing sendirian

pasti menjadikanku sedikit aneh.

Makanlah makan malammu.

Aneh sekali.

Apa? Kamu akan memproduksi musikal?

Aku belum memutuskannya, tapi

aku sedang membahasnya dengan Sutradara Park.

Kamu seorang guru sekolah.

Dia akan berhenti begitu itu sudah disetujui.

Kamu juga bermimpi di bidang musik?

Kakek dan ayahnya mengajari banyak murid.

"Seopyeonje" bisa segera diproduksi.

Astaga, bukan itu.

Aku belum mahir.

Jadi, bagaimana penampilan murid nakalku?

Apakah dia baik-baik saja?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left