The first 200 lines.
Episode 16- Find Yourself
Trio dengan satu kartu.
Bom!
Ya!
Aku pulang.
Halo, Yuan Song. Maaf mengganggu.
Kepala Besar menyarankan untuk mengejutkanmu.
Benar, kami tidak bisa melakukan apa pun.
Kalian berdua ini kenapa?
Kalian lanjutkan. Aku akan ganti baju.
Kau akhirnya pulang.
Aku sedang buang sampah dan bertemu mereka di luar.
Kenapa kau bilang kau pembantu?
Aku tidak bilang,
tapi lihat penampilanku.
Mereka langsung berasumsi aku pembantu.
Aku tidak bisa memberi tahu mereka bahwa aku ini pacarmu.
Canggung sekali.
Akan lebih canggung saat mereka tahu nanti,
apalagi setelah kau bilang bahwa kau pembantu.
Kalau begitu...
Aku tua dan tak bisa berpikir lurus!
Aku tak bisa berpikir banyak.
Tetap saja, seharusnya kau tidak bilang itu.
- Aku harus bagaimana? - Yuan Song!
Apa kau sudah selesai?
Baiklah.
Ayo selesaikan masalah ini dahulu.
Keluarlah.
Bagaimana denganmu?
Aku bisa melakukan apa?
Aku pembantu.
Jadi, aku harus lanjut beres-beres.
Hibur teman-temanmu.
Pergilah!
Kenapa kalian tidak bilang akan datang?
Kami ingin mengejutkanmu
dan bertemu pacarmu.
Bukankah Profesor He bertemu dia kemarin?
Tapi yang kami lihat hanya pembantu saat tiba.
Kapan kalian bertemu Profesor He?
Semalam,
Cai Minmin menginap di rumahnya.
Bagaimana itu bisa terjadi?
Kisahnya menyedihkan.
Aku tidak mau mengenangnya.
Bagaimanapun, terima informasi itu secara harfiah.
Dia hanya menampungku semalam.
Benar!
Mi buatan ibunya sangat lezat!
Aku mau sarapan juga, tapi dia mengusirku secara kasar.
Dia memang orang baik.
Menurutku dia bukan orang baik.
Lebih tepatnya, dia memiliki sisi polos.
Mungkin dia benar-benar menyukaiku.
Apa pembantu itu kerja dengan benar?
Tidak mungkin. Profesor He suka wanita dewasa.
Itu tidak penting.
Pria suka wanita cantik dan gadis manis.
Benar.
Sesuatu yang lucu juga terjadi.
Saat aku menggosok gigi di kamar mandinya,
kakaknya Profesor He masuk!
Dia mau meminjam pisau cukur untuk mencukur kakinya.
Profesor He sangat kaget!
Bu, bisa tambah teh?
Terima kasih.
Tugasmu bukan membuat teh.
Pergilah saat selesai.
Baiklah.
Selamat bersenang-senang.
Pembantu itu aneh sekali.
Dia mengendap-endap.
Memang aneh sekali.
Hei, Yuan Song!
Ayo bermain poker tiga kartu!
Mulai tanpa aku. Aku lupa membayarnya.
- Apa? - Apa?
Kenapa kau keluar?
Temanmu...
Kenapa kau melihatku seperti itu?
Apa kau mau menggigitku?
Aku berubah pikiran.
Aku akan berhenti jadi magang.
Aku mau mengumumkan hubungan kita.
Apa kau gila?
Jika mau menggila seperti itu, jangan libatkan aku.
Lebih gila jika merahasiakan ini.
Kau tak menikah. Jadi, kenapa kau harus merasa bersalah?
Hari ini bukan saat yang tepat untuk ini.
Kau benar, tapi kenapa aku menyembunyikanmu kemarin?
Kenapa jika Profesor He tahu?
Jika dia mau menghajarku, biarkan.
Aku menyukaimu. Itu tidak memalukan.
Apa harus seperti ini?
Bisa negosiasi?
Tidak bisa.
Baiklah, aku mengerti.
Terserah dirimu.
Lepaskan aku terlebih dahulu.
Pria dan wanita
berasal dari dua negara berbeda
dan tidak ada juru bahasa.
Kita sama sekali tidak saling mengerti.
Aku dan istriku sedang perang dingin.
Dia tak mengacuhkanku dan ogah memasak untukku.
Aku hanya bisa mengajak putriku keluar ke restoran ayam goreng favoritnya.
Anak berusia delapan tahun makan ayam goreng setiap hari...
Bisa bayangkan betapa senangnya dia?
Dia bilang aku ayah terbaik di dunia.
Jika aku menceraikan ibunya, dia pasti mau tinggal bersamaku.
Istriku juga bilang jika aku tidak mengakui kesalahanku,
dia akan kembali ke orang tuanya dan meninggalkan putri kami.
Dia tidak masuk akal!
Tidak bolehkah aku mendisiplinkan putraku?
Dia terlalu memanjakannya.
Karena itu dia tidak pernah mematuhi kami.
Jika kami terlalu banyak minta, dia kesal.
Jika kami mengabaikannya, dia akan hidup seperti pengemis.
Tidak bisakah dia patuh dan mendengarkan aku?
Seperti Minmin.
Dia anak yang sangat baik.
Berhenti.
Minmin itu suka melamun.
Keluarganya kaya. Jadi, dia bisa melamun saja.
Hobinya hanya membelanjakan uang.
Keluargamu pasti telah berbuat kebaikan.
Omong-omong,
Minmin adalah panutan putriku.
Saat putriku berusia 18 tahun, aku akan menitipkannya pada Minmin.
Biarkan Minmin mengajarinya cara membelanjakan uang.
Aku khawatir...
Aku khawatir putriku menjadi liar seperti kakaknya.
Yang berusaha jadi putramu patut dikasihani.
Apa kau pernah mencobanya?
Apa kau berusaha memanfaatkanku?
Jika kau ayahku,
kakakku akan menangis bersamamu setiap hari.
Kau orang yang membeli perusahaan lain dengan mudah.
Jadi, jangan mengeluh di depan orang miskin seperti kami.
Atau aku hanya bisa iri dan tertawa.
Tertawa?
Apa kau masih bisa tertawa?
Apa kau berpacaran dengan wanita idamanmu?
Dia mengajakku main bulu tangkis pada hari Sabtu.
Apa artinya itu?
Artinya dia suka olahraga.
Kita hemat 120 yuan dengan menggunakan enam voucer itu.
Chang Huan, kau hemat sekali!
Dia memang selalu pelit.
Apa aku pelit?
Bukankah aku baru saja mentraktir dua babi ke barbeku?
Kau dengar itu? Dia memanggilmu babi.
Zodiakku memang babi.
Tapi kau makan terlalu sedikit tadi.
Aku yang terus memakan semuanya sendirian.
Aku akan main bulu tangkis. Jadi, tidak boleh makan terlalu banyak.
Apa kau akan main bulu tangkis dengan kencan buta?
Itu lumayan menarik.
Kenapa tidak ada taksi di sini?
Chang Huan.
Karena kita bebas malam ini,
kenapa kita tidak main bulu tangkis juga?
Itu akan membantu pencernaan.
Dia akan pergi kencan buta.
Apa kita mau berada di sana?
Kita diam di pinggir saja dan pura-pura jadi orang asing.
Kita bisa menilai prianya juga.
Cong Xiao, kami tidak akan mengganggumu.
Apa kau keberatan?
Tentu aku keberatan.
- Qingqing. - Ya?
Kau suka bermain video gim, bukan?
Ada kafe internet di sana.
Komputer mereka bagus.
Kita berdua saja?
Kita berdua bisa membentuk tim.
Tentu, tapi aku belum pernah main di komputer sebelumnya,
- kau harus mengajariku. - Baik.
Itu mudah dipelajari.
Baiklah.
Taksiku datang, aku berangkat.
- Dah. - Dah.
Semoga sukses!
Ayo pergi ke kafe internet.
Ayo!
Hei.
Fanxing!
- Kau di sini. - Ya.
- Bawa pakaian olahraga? - Ya.
Apa bauku seperti barbeku?
Sedikit.
Untungnya aku bawa parfum.
Di mana ruang gantinya?
Di sana.
- Aku akan ganti baju. - Baiklah.
- Hei. - Hei.
Bukankah janji kita pukul 15.30?
Ini baru pukul 15.00.
Aku tak suka membuat orang menunggu.
No comments yet. Be the first to leave one.