Release info

수요미식회 tvN Wednesday Food Talk E190 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Host: Jun Hyun-moo, Shin Dong-yup, Shin A-young. Guest: Park Ha-na, Kangnam. NOTE: Subtitle hanya tersedia mulai episode 188. Download video di www.rerips.com. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-01-17
Downloads: 5
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Selamat datang di episode ke 190 dari Wednesday Gourmet.

Selamat datang.

"Selamat datang di Wednesday Gourmet"

"Park Ha Na, Kangnam"

Topik untuk hari ini adalah

hidangan sehat yang memunculkan rasa dari bumbunya.

Ini adalah tiga hidangan terkenal dari masakan Jepang.

"Hidangan Jepang dibuat dengan hati-hati oleh jari-jemari ahli"

"Sushi adalah sebuah karya seni di atas piring"

"Rasa yang dalam menangkap indra rasa kita"

"Ada berapa banyak hidangan Jepang yang sudah kalian coba?"

"Kami mengumumkan hidangan Jepang yang sedang terkenal"

"Ini adalah kolaborasi dari hidangan tradisional Jepang"

"Dengan beberapa hidangan fusi"

"Inilah hidangan lezat yang diinginkan anak-anak"

"Tiga hidangan dari hidangan Jepang yang terkenal"

- Tiga hidangan Jepang? - Ya, benar.

Kamu mengejutkanku. Kukira kamu berkata sesuatu padaku.

- Aku mengenalkan topiknya. - Benar.

Kenapa kamu mengatakan itu saat menatapku?

Apa kamu tahu kalau hidangan Jepang menjadi terkenal belakangan ini?

Banyak restoran Jepang yang muncul,

dan banyak orang menikmatinya.

- Itu menjadi biasa. - Ya.

hidangan itu dahulu dikira sebagai hidangan yang sangat mahal.

Apa pendapatmu, Ha Na? Apa kamu suka hidangan Jepang?

Aku biasanya mencari hidangan yang tidak berat

dan tidak membuat wajahku membengkak keesokan harinya.

Aku sadar kalau hidangan Jepang seperti sushi

- cocok dengan itu. - Benar.

Sushi mana yang paling kamu suka?

Aku suka ikan rendah lemak.

"Ikan rendah lemak penuh dengan kolagen lembut"

Ikan berlemak sedikit terlalu berminyak untukku.

- Seperti ikan sebelah? - Aku suka porgy.

Jadi kamu suka porgy?

Kamu suka hidangan mewah dan mahal.

Aku sudah ingin makan itu.

"Memikirkannya saja membuat Ha Na berliur"

- Kangnam, kamu orang Jepang. - Ya.

Kamu mungkin sering makan hidangan Jepang daripada kami.

Aku mengatakannya ke penulis terkait masalah itu.

- Aku rasa kamu salah orang. - Kenapa?

Karena ibuku orang Korea,

aku selalu makan hidangan Korea di rumah.

- Aku selalu makan Kimchi rebus - Kamu benar.

- Kamu benar. - di rumah.

Tolong beri kami Sayuri setidaknya sekarang.

- Sayuri? - Ya, Sayuri.

Ya, dia bisa makan hidangan Jepang dengan sering karena dia juga kaya.

Sungguh. Dia lebih kaya daripada yang kukira.

Namun kamu pasti punya hidangan favorit.

Sering berganti. Aku suka ramen.

"Sup kental dan mi saling bertemu"

"Ramen adalah makanan kebanggaan Jepang"

Aku suka Okonomiyaki juga.

"Luarnya kering sedangkan dalamnya lembut"

"Okonomiyaki adalah versi jepang dari kue panas"

Tampaknya tidak terlalu berbeda bagiku.

- Astaga. - Ya.

Joon Woo, apa kamu punya hidangan favorit?

- Aku punya lidah anak kecil. - Benarkah?

- Begini... - Namun kamu seorang chef.

Aku memikirkan apa yang paling kusuka di antara hidangan Jepang.

Adalah Takoyaki.

- Rasanya enak. - Itu juga bagus.

- Rasanya sangat enak. - Takoyaki

- adalah tentang sausnya. - Aku setuju.

- Benar, bukan? - Tidak, yang terpenting bahannya.

- Gurita di dalamnya pun penting. - Ya.

"Setelah menaruh potongan besar dari gurita"

"Adonan yang melimpah dituangkan"

Membaliknya membutuhkan keterampilan.

- Membuatnya terlihat cantik. - Ya.

"Saus teriyaki manis dan mayones asam ditambahkan"

"Banyak katsuoboshi di atasnya dan rasa asam"

"Takoyaki yang bulat dan lucu. Bahkan anak-anak menyukainya"

Salah satu impian terbesarku adalah pergi ke Osaka

dan makan takoyaki.

- Aku belum pernah ke Jepang. - Belum pernah?

- Belum pernah. - Kamu belum pernah ke Jepang?

- Tunggu. - Benarkah?

- Bukankah kamu tinggal di sana? - Jadi rumor itu benar.

Kudengar dia dilarang ke luar negeri.

- Kudengar begitu. - Benarkah?

Benarkah?

"Bercanda"

- Itu... - Benarkah?

Aku selalu ingin pergi tapi aku belum punya kesempatan.

Aku biasanya menikmati takoyaki di Hongdae.

Aku mengantre di truk.

Namun takoyaki di Korea

seenak yang ada di Jepang.

- Banyak orang yang sudah merasakan. - Campuran instan dari takoyaki

dijual dengan laris secara daring.

- Itu diimpor. - Takoyaki campur.

- Kita juga bisa membeli cetakannya. - Mereka menjual cetakannya juga.

- Kita bisa memasaknya di rumah. - Benarkah?

Cukup terkenal di kalangan anak muda.

Belakangan ini di Jepang, Okinawa, Okinawa, Okinawa, takoyaki

Dia tidak bisa bahasa Jepang.

- Dia sudah lupa. - Dia tidak fasih berbahasa Jepang.

Aku kembali dari Jepang kemarin.

Aku tidak bisa berbicara bahasa Jepang yang layak dengan ayahku.

Itu normal kita punya masalah saat mengobrol dengan ayah.

Aku hanya tidak bisa jelas.

- Ambil kelas Jepang di Jongno. - Kurasa aku harus melakukannya.

- Aku kembali ke Korea kemarin. - Benarkah?

Takoyaki juga masih terkenal di Jepang.

Ada toko swalayan besar

di samping stasiun TV Odaiba.

Ada toko takoyaki baru di sana.

Itu menunjukkan seberapa besar orang suka takoyaki di Jepang.

Begitu.

Seperti yang kamu bilang, menjadi lebih mudah

untuk banyak makan hidangan Jepang yang berbeda di Korea

seperti hidangan Jepang dan penutup, dan bahkan menjadi favorit.

Kelihatannya ada banyak tanda toko

yang berbahasa Jepang.

Di 2014, ada 7.740

restoran Jepang di Korea,

berdasarkan Kantor Statistik Nasional.

Dan di 2018, jumlahnya mencapai 17.290.

- Angkanya berlipat. - Dalam empat tahun?

Benar. Pertumbuhan terbesar dalam angka

sepanjang tahun ini ditemukan di kafe,

lalu restoran cepat saji,

diikuti oleh restoran Jepang.

Melihat jumlah restoran Jepang

yang mengganda dalam beberapa tahun,

pasti ada banyak orang yang suka hidangan Jepang.

Juga dikatakan kalau orang Korea cenderung makan

lebih banyak boga bahari daripada negara lain.

Ini dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB.

Di 2017, rata-rata konsumsi tahunan boga bahari

di Korea sebanyak 58.4 kg per orang.

Itu adalah angka tertinggi di dunia.

"Konsumsi boga bahari tahunan di Korea sebesar 58.4 kg per orang"

Norwegia terkenal dengan hidangan lautnya yang berkualitas bagus.

- Benar. - Dan mereka hanya di tempat kedua.

- Astaga. - Rata-rata dunia yakni 20.2 kg.

Dibandingkan dengan rata-rata itu,

orang Korea tiga kali lebih banyak makan hidangan laut,

yang terbilang cukup banyak.

Dan karena orang Korea suka hidangan laut, sangat jelas

kita jatuh cinta dengan hidangan Jepang yang termasuk boga bahari.

- karena mereka banyak makan itu. - Benar.

Mereka bilang makin kamu tahu,

makin enak rasanya.

Dan tentu saja, kita tidak bisa melupakan sushi

saat berbicara tentang hidangan Jepang.

Mari lihat secara detail tentang sushi,

sepotong seni di piring kita.

"Seni lahir dari jari-jemari chef"

"Yang punya ribuan rupa"

"Hidangan paling cantik"

"Sushi"

Kesan pertama bertahan sangat lama.

Apa kamu ingat kesan pertamamu?

Aku di kelas empat. Aku masih ingat dengan jelas,

Ayahku pulang dengan mabuk,

dan dia membawa sisa sushi untuk ibuku.

Aku secara membabi buta mencoba sepotong karena katanya mahal.

Aku hanya mencobanya.

Tekstur licin dan rotasi di mulutku

membuatku kaget. Namun ada satu hal yang aku suka.

Apa kamu tahu wadah kecap yang berbentuk ikan?

"Pria yang tua ingat"

- Itu dari masa lalu. - Benar.

Aku belum pernah melihatnya selama beberapa waktu.

Satu-satunya yang ada di pikranku yakni untuk cepat mengosongkannya

- untuk memakainya sebagai mainan. - Maksudmu yang tutupnya merah?

Aku sangat terbawa. Aku hanya meludahi ikannya dan membuangnya.

- Itu hidangan mahal. - Anak-anak benci teksturnya.

Belakangan ini, sushi sangat biasa,

tapi itu dahulu hidangan yang sangat mahal.

Tidak semua orang bisa menikmatinya.

Itu dahulu terkenal sebagai hidangan mewah.

Di akhir '90-an dan awal 2000-an,

sushi hanya tersedia di hotel mewah

atau restoran Jepang.

Di pertengahan 2000,

banyak restoran prasmanan sushi dan ban berjalan sushi yang dibuka,

menarik lebih banyak pelanggan.

Restoran ban berjalan sushi sangat sensasional.

Yang menarik pelanggan adalah

bahwa mereka bisa mengambil hidangan dari ban berjalan

dan mengambilnya ke meja mereka sendiri.

"Rasanya senang untuk melihat dan memilih"

"Kamu memilih yang kamu makan di ban berjalan"

Orang-orang mulai datang

ke restoran ban berjalan sushi.

Aku ingat harganya berbeda

- untuk setiap warnanya. - Benar.

Ketika aku tidak punya uang,

aku selalu mengambil yang murah, seperti sushi telur.

Atau sushi kepiting.

"Jika punya uang sedikit, ambil sushi yang terjangkau ini"

Kamu tahu, aku masih ingat piring-piring berwarna cokelat.

Kebanyakan warna gelap dengan pinggiran berwarna emas.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left