The first 200 lines.
"Belum pernah ada bar kudapan seperti ini"
"Ini restoran kesukaan Kids These Days"
"Selamat datang di bar kudapan masa kini"
Tidak ada siapa-siapa, bahkan seekor semut pun tidak ada.
Aku sangat kesal.
Jangan masukkan tanganmu ke saku.
"Shin Young adalah pemilik bar kudapan yang marah"
Sayang, aku ada rapat penting hari ini.
"Jae Seok suami kekanak-kanakan dengan potongan rambut trendi"
Sudah kubilang kurangi eomuk di tteokbokki-nya.
Astaga, dia kaku sekali.
"Jung Hwan adalah koki terkenal dari restoran Michelin"
Haon! - Ada apa, Ibu?
Kim Haon!
Aku sedang menulis lirik, berhenti memanggilku.
"Haon adalah anak SMA, bermimpi menjadi penyanyi hiphop"
Kim Haon!
"Ini bar kudapan aneh yang akan menyapa anak masa kini hari ini"
Aku yakin dia akan jadi orang yang terkenal di dunia.
Menurutmu begitu? - Ya.
Lepaskanlah kacamatamu. - Untuk apa?
Jika ingin bicara melantur, lepas kacamatamu.
Ada pelanggan di luar.
Apa maksudmu? Tidak ada siapa pun di luar.
"Jalan tampak lengang"
Hidupku menjadi hancur sejak bertemu denganmu!
"Dia terhanyut dalam sandiwaranya"
Di siang hari...
"Dia lupa dialognya"
Kamu membuatku kesal. - Bu, jangan menangis.
Sayang, jangan seperti itu. - Ya?
Mari jual bar kudapan ini. - Ya?
Siapkan 30 juta dolar untukku.
"30 juta dolar"? - Ya, dengan 30 juta dolar itu...
Bantu ayahmu melepas kacamatanya. - Baik, Bu.
Hei! Kamu...
"Dia dipegangi putranya"
Sungguh, Sayang!
Sayang... - Kamu ingin mengelola bisnis?
Bisnis apa yang kamu maksud?
Bisnis apa? - Bu...
Bisnis apa yang sangat ingin kamu kelola itu?
Bu. - Astaga.
Apa? - Sebaiknya pukul dia dengan ini.
Bagus, Koki.
Astaga! Si berengsek itu!
Karena perlakuanmu kepadaku, bahkan koki kita mengabaikanku.
Dia bahkan lebih muda dariku.
Astaga!
Halo. - Aku mau...
Selamat datang. - Selamat datang.
Silakan duduk. - Ambil kursinya.
Kami harus duduk di mana? - Silakan duduk di sini.
Baiklah, mari duduk di sini. - Duduklah di mana pun maumu.
Ini restoran enak? - Kita kedatangan pelanggan.
Tempat ini
sangat terkenal di kalangan bintang media sosial.
Mereka datang untuk mengunggahnya ke media sosial mereka.
Kamu yakin? Tempat ini? - Ya.
Nenek, kami mau memesan.
Aku belum setua itu.
Dia bukan nenek. - Maafkan aku.
Kamu mau makan apa?
Seluruh keluarga ini membuatku takut.
Kami tidak menakutkan. - Mungkin...
Itu konsep mereka? - Mungkin saja.
Bagaimana dengan gimbap, tteokbokki, dan sundae?
Aku suka itu! - Kami pesan itu saja.
Sundae kami tidak terlalu enak.
Apa? - Apa yang kamu lakukan?
Sungguh tidak enak? - Sundae-nya...
Kami yang akan memutuskan itu.
Baiklah. - Karena kekasihku
baru kembali dari Paris
setelah mengadakan pameran. - Begitu rupanya.
Dia sangat ingin menyantap makanan Korea.
Aku sangat ingin makan tteokbokki.
Begitu rupanya. - Kalian berdua pasangan?
Kalian pasangan? - Kalian bukan bibi dan keponakan?
Kupikir begitu. - Itu...
Dia 12 tahun lebih tua dariku.
Begitu rupanya. Dia lebih tua! - Sudah kuduga.
Aku mencintainya. - Rentang usia kalian sama.
Mengencani pria lebih muda jadi tren umum saat ini.
Begitu rupanya. Kalau begitu,
tolong siapkan tteokbokki, - Baik, Bu.
gimbap, dan sundae untuk mereka.
Apa aku perlu membuat menu spesial hari ini?
Jangan terlalu banyak. - Baiklah.
Kamu tahu harus apa, bukan? - Baiklah.
Sudah berapa lama kalian berkencan?
Kami sudah tiga tahun berkencan.
Benarkah? - Ya.
Kami punya perlombaan dan jika kalian menang,
makanannya gratis.
Kalian ingin mencobanya? - Ya, tentu saja!
Aku mau mencoba! - Mereka datang untuk makan.
Seperti apa perlombaannya? - Itu bagus.
Baiklah. - Mari mulai.
Seperti permainan kue stik, - Ya?
jika jaraknya kurang dari 1 cm, semuanya gratis.
"Permainan kue stik"? - Ya.
Tapi dengan tteokbokki. - Karena kalian di bar kudapan.
Tapi bagaimana caranya?
Bagaimana jika kalian peragakan, lalu kami lakukan?
Kamu ingin kami memperagakan? - Ide bagus!
Perlihatkanlah kepada kami. - Baiklah. Aku tidak keberatan.
Jika kalian meminta peragaan, mari jangan lakukan saja.
Tunggu. - Tidak.
Kenapa? - Apa yang kamu lakukan, Sayang?
Tunggu sebentar. - Aku tidak keberatan!
Kenapa kamu ingin kami lakukan? - Jung Hwan, tteokbokki-nya!
Kami belum pernah lakukan dengan tteokbokki, jadi kami ingin lihat.
Jangan lakukan ini kepada kami. - Bukankah kalian pasangan?
Kami pasangan.
Kenapa kamu tampak terintimidasi? - Kami sangat akrab.
Benar. - Kita lakukan dengan tteokbokki?
Tentu saja, seperti inilah
kami melahirkan Haon.
Begitu rupanya. - Kuberi tahu saja.
Aku ingin melihatnya. - Baiklah.
Kami tidak melakukan ini. Kalian harus lakukan jika mau makan gratis.
Kenapa kamu menjadi sangat marah?
Aku tidak marah, Sayang.
Kita akan mulai dari sini. - Kita akan memakannya,
jadi kenapa kamu menyentuhnya dengan tanganmu?
Pegang saja dengan mulutmu.
Aku sungguh tidak keberatan.
Istrimu sangat keren.
Itu bukan masalah bagiku. - Ada rumor
mengenai kami di lingkungan ini.
Berhenti bicara. Mari kita mulai. Lepaskan kacamatamu.
Ada dua tteokbokki di sana. - Mari mulai.
Kami akan menunjukkan caranya,
dan kalian harus meniru kami. - Baiklah.
Mari kita buat singkat saja. - Baiklah.
Perhatikanlah. - Siap.
Jangan tertawa.
Pemiliknya... - Jangan potong kuenya lebih dahulu.
Tunjukkan kemampuan kalian, Ayah dan Ibu.
Bagus.
Ayo, Ayah! - Astaga.
Astaga. - Ayo, Ayah.
Condongkan mulut Ayah.
Majulah. - Astaga.
Astaga. - Sayang.
Lagi.
Mari lakukan, Ayah.
Kamu bilang kamu menyisakan 1 cm.
Ayah, lakukanlah.
Ayah, ayo. - 1 cm...
1 cm, ayo. - Ayah harus maju.
Ayo.
"Ini tidak masuk akal"
Tidak tersisa apa pun. - Astaga.
Ini sungguh 1 cm.
Mereka pasti sangat saling mencintai.
Ada bekas lipstik di sini.
Lihat. - Pasti dia memakan sisi ini.
Kalian sudah melihatnya? - Ya.
Kalian pasangan yang mesra. - Kami baru saja memperlihatkannya.
Aku tidak keberatan.
Bagaimana kita bisa mengalahkan ini?
Mari menyerah saja dan bayar makanannya.
Baiklah. - Bukan begitu?
Kami akan bayar makanannya. - Kami tidak bisa mengalahkan ini.
Kamu bergurau, bukan? - Apa maksudmu?
Kenapa kamu menangis? - Aku akan membayar.
Dengar, Bu. - Baiklah.
Hei. - Kenapa?
Aku paham kamu dari Paris, tapi...
Aku akan membayar. - Apa masalahmu?
Maksudku, - Kami tidak mau melakukannya.
kalian pikir kami melakukan promosi ini demi uang?
Astaga.
Terima kasih sudah memperlihatkan betapa bahagianya kalian.
Jangan katakan
kalian sungguh berpikir ini restoran bar kudapan.
Kalau begitu, tempat apa ini?
Ini acara ragam. - Baiklah.
Sayang, mari lupakan saja. Bayar saja makanannya.
Kami akan membayar. - Membosankan sekali.
Aku akan mengajarkanmu
cara menyisakan 1 cm dari tteokbokki ini.
"Seperti inilah caranya"
Sayang, apa yang kamu lakukan?
Apa... - Sayang!
Dia pasti sangat membutuhkan. - Apa yang kamu lakukan?
Mereka pelanggan kita.
Ada apa dengannya? - Kenapa kamu lakukan itu kepadanya?
Maafkan aku, Sayang. Aku secara tidak sadar menggigit.
Akhirnya sudah tiba. - Makanannya sudah siap.
Astaga. - Sudah tiba.
Itu tampak enak. - Astaga.
Aku menyediakan paru-paru kiri khusus untukmu.
Aku harus coba itu lebih dahulu. - Paru-paru kiri?
Ya. Ini... - Sayang, buka mulutmu.
Ya. Ini... - Sayang, buka mulutmu.
"Makanannya penuh garam"
Salju turun di sundae.
No comments yet. Be the first to leave one.