The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Sebelumnya di Dynasty:
Cristal!
Tolong!
Begini, kalian mungkin pemilik kelab ini,
tapi aku yang menentukan, artinya kalian akan memakai kruku.
Aku dapat balasan dari informan lain yang punya Blackberry lama North.
Ayahmu tidak dibunuh.
Kau mencari jawaban yang tak ada!
- Investigasi ini belum selesai. - Sudah.
- Aku harus pergi. - Liam…
Hei, apa kau…
Lepaskan aku!
TIGA HARI SEBELUMNYA
Kau di mana?
Aku tanya kau mau apa, kau terus mengabaikanku.
Jujur saja, kau bukan penculik yang ramah.
Kau terlalu banyak bicara. Tutup mulutmu dan tunggu bos.
Ada bos, bagus. Lihat, tak sulit, 'kan?
Siapa nama pria itu?
Nama wanita itu…
Katy.
Kau seharusnya menghentikan penyelidikanmu saat ada kesempatan.
- Kau Senator North… - Kepala staf, ya.
Katy Lofflan. Kau ingat aku, aku tersanjung.
Sudah kuduga North penjahat.
Kau menggemaskan. Kau pikir North dalang perdagangan orang dalam itu?
Si bodoh itu tak bisa menggelar permainan bridge.
Aku yang menentukan. Dari dahulu.
Kau yang memerintahkan ayahku dibunuh?
Aku kemari bukan untuk mengenang. Tapi menyelesaikan masalah. Kau.
Saat kau beri tahu North kau punya transkrip wawancara
dengan salah satu ajudannya,
kau tak memberiku pilihan.
Dia mungkin bisa menempatkanku di peristiwa tertentu.
Jika SEC mendapatkan itu, mereka akan membuka ulang investigasi.
- Tak ada bukti konkret… - Yang tak bisa kau temukan.
Tapi FBI lebih teliti, dan tinggal menunggu waktu saja
mereka akan mengaitkanku dengan kematian ayahmu,
bukan North, dan itu akan buruk.
Tanpa transkrip itu pun, aku punya bukti yang mengaitkanmu…
- Dengan jaringan itu. - Dahulu.
Peretas yang membantuku meretas surelmu
juga menghapus jejak digital investigasimu.
Informasi yang kau simpan di cloud menghilang.
- Kau tetap perlu komputer pribadiku. - Tampan dan pintar…
Kau paket lengkap.
Aku lebih baik mati daripada memberikan komputer itu.
Kau setengah benar.
Tapi jika kau mau istrimu tetap hidup, ikuti perintahku.
Nolan Jamison.
Lama tak bertemu, Temanku.
Kau suka kopi dicampur wiski.
- Seingatku. - Kau tahu aku.
Aku suka dikagetkan di pagi hari. Aku heran kau menghubungiku.
Tak bisa dua taipan teknologi berkumpul sesekali?
Jika salah satunya memberi tahu apa yang dia inginkan.
Menurut rumor, kau mengerjakan hal yang besar
di bidang sumber energi hemat bahan bakar.
Aku tak mengomentari rumor.
Tapi yang ini benar, dan itu revolusioner.
Aku selalu mencari cara hemat biaya di ColbyCo.
Berapa kau jual?
Pelan-pelan, Colby, itu masih dalam tahap pengembangan.
Maksudku seluruh perusahaanmu.
Sebutkan hargamu. Semua orang punya harga.
Kau berpikir besar. Kuakui itu.
Tapi aku belum ingin melepaskan apa pun.
Tak seperti kau dengan Alexis. Kudengar perceraian itu.
- Sayang sekali. - Ya, itu…
Jalan kami berbeda.
Entah kenapa kau lepaskan orang secantik itu.
Aku dan Alexis tetap dekat.
Bagaimana jika kita bertiga pergi minum malam ini?
Kalian mengobrol,
dan kita diskusikan tawaran lebih formal untuk perusahaanmu.
Pergi minum tak ada salahnya.
Bersulang.
Bagaimana perasaanmu? Kau membuatku cemas.
Bukan hanya kau. Percayalah.
- Aku takut. - Kita akan kalahkan ini bersama.
Baiklah, aku baru saja dapat hasil tesmu
dan tumornya menekan otakmu,
dan menyebabkan kau pingsan.
Untung ada dokter memberi tahu yang sudah jelas.
Sayangnya, kondisimu akan memburuk. Kejang, kerusakan saraf.
Kupikir pengobatannya berhasil mengecilkan tumor.
Pelan-pelan. Harus lebih mengecil lagi untuk bisa dioperasi.
Tapi tanda vitalmu stabil. Jadi, kita punya sedikit waktu.
Saat waktunya tiba, kau yang akan mengoperasi?
Aku pernah ditugaskan beberapa kali di bagian saraf.
- Tapi bukan dokter saraf. - Terima kasih.
Kau sudah membantu.
Aku mau dokter bedah terbaik di dunia,
Wanda Scott di Pusat Kanker Rifkin-Rhodes, dia orangnya.
Dokter Scott yang terbaik.
Kami pernah bertemu beberapa kali.
Tunggu apa lagi? Telepon dia.
- Ada masalah? - Tidak. Semua hebat.
Kenapa mengira ada masalah?
Terakhir kau menyiapkan sarapan sendiri
saat membakar pantri karena Oven Easy-Bake pada 1999.
Baik, pada kardusnya tak ditulis
tak bisa dipakai untuk Florentine telur.
- Kau ingin membicarakannya? - Aku mengajukan keluhan.
Maksudku, kau mau membicarakan apa sebenarnya yang mengganggumu?
Liam tak pulang semalam.
Kami bertengkar setelah pesta Senator North.
Dia yakin senator itu menyuruh ayahnya dibunuh
setelah mengancam mengungkap perdagangan orang dalam.
Benarkah? Aku memilih pria itu.
Tenang. Bukan dia.
Tapi Liam tak mau melupakannya.
Dia pergi menemui informan lain semalam.
- Aku belum dengar kabar darinya lagi. - Aku yakin dia tak apa-apa.
Liam serius dengan pekerjaannya.
Kurasa kau tak perlu cemas.
Aku bukan cemas, tapi marah.
Dia akan segera pulang, lalu kau bisa meneriakinya.
Itu juga ucapanmu soal Kirby. Tapi perselisihan kalian belum selesai.
Kau sudah bicara dengannya
sejak kau usir dia dari wastu, dan dia kabur bersama mantan kekasihnya?
Belum.
Keputusanku benar.
Kukatakan kepadanya
jika dia sudah siap membuat perubahan dalam hidupnya,
aku akan membantunya.
Dia tak membalas teleponku.
- Mungkin itu dia. - Bukan, ini Liam.
- Di mana kau? - Fallon, hei.
Maaf, aku tak menelepon. Aku amat sibuk.
Ya, aku tahu. Menulis artikel yang akan menang Pulitzer.
- Kenapa kau tak pulang semalam? - Informan itu punya banyak info…
Untuk artikelku.
Jadi, kami bicara sambil pindah ke beberapa bar
seperti awalnya pesta lajangmu.
Baiklah.
Karena sudah larut, aku menginap di Hotel Georgian Terrace.
Kabar bagus, aku menemukan pembeli untuk artikel ini.
Aku perlu laptopku untuk menyelesaikannya.
Bisa kau antar pukul 17.00?
Kau minta aku mengantarkan laptopmu?
Ya, aku mau ambil sendiri.
Tapi aku harus pergi mengejar sumber terakhir.
Kau paham, 'kan, Sayang?
Aku paham. Baiklah, akan kuantarkan pukul 17.00.
Bagus, Tuan Ridley.
Kau hebat berbohong kepada istrimu.
- Lihat, semuanya baik-baik saja. - Tidak. Tak ada yang baik-baik saja.
Liam diculik.
Baik, bagus, terima kasih.
- Kau sudah menelepon dr. Scott? - Dia sedang liburan.
Tapi berkat koneksiku,
kutemukan dia di pondok di Pegunungan Smoky.
- Apa katanya? - Setelah liburan.
Dia akan datang untuk konsultasi.
- Semua akan baik-baik saja. - Tak semua.
Kenapa kau merahasiakan ini?
Ayah bisa mendatangkan dokter terbaik. Kita mungkin tak akan mengalami ini.
- Itu bukan keputusanku… - Cukup!
Kau membahayakan hidupnya. Jika dia mati, itu salahmu.
Kupikir Liam gila. Tapi ternyata tidak.
Dia ternyata benar selama ini.
Ucapanmu membingungkan.
Kenapa kau mengira Liam diculik?
Kata Liam malamnya seperti awal pesta lajangku.
Malam itu dimulai saat Kirby dan Sam menculikku.
Dia panggil aku "sayang".
Dia tahu aku tak suka panggilan kesayangan itu.
Itu kode bahwa dia dalam masalah.
- Itu dasar teorimu? - Percayalah. Aku benar.
Penculik Liam mau komputernya pukul 17.00.
Artinya Liam punya bukti mereka bersalah.
Jika ini benar, kau sudah pertimbangkan menyalin data itu.
- Baru menyerahkan komputer itu? - Mustahil.
Saat kami diretas,
kata Jeff ada cara untuk tahu
jika ada fail yang disalin dari komputer. Mereka akan tahu.
Mereka membunuh ayah Liam karena tahu.
Satu-satunya alasan Liam masih hidup
karena laptop itu ada.
Maka opsi satu-satunya adalah menemukan Liam sebelum tenggat itu,
lalu gunakan jaminan kita agar dia kembali dengan selamat.
Aku tahu harus mulai dari mana.
Senang melihat kau menikmati uang cerai kita.
Ya. Aku perlu berterima kasih kepadamu.
Maka waktuku tepat.
Ini kesempatanmu membalas kebaikanku.
Kalian beristirahatlah. Mantanku perlu perhatianku.
- Kau pernah bertemu Nolan Jamison? - Ya.
Aku menawar perusahaannya.
Sepertinya dia menyukai asetmu.
Aku mau kau ikut kami pergi minum malam ini.
Agar tawaranku diterima.
Nolan "Kapten Tim Kutu Buku" Jamison.
Aku tak mau.
Sudah kuduga ini respons awalmu. Itu sebabnya kubayar
kalung zamrud seharga enam digit untukmu setelah ini.
Kurasa Nolan tak berbahaya.
Kini kutu buku keren. Tapi…
No comments yet. Be the first to leave one.