The first 200 lines.
Kau tak apa-apa?
Ya.
Aku baik-baik saja.
Semuanya baik-baik saja.
Apa jadwal hari ini?
Ujian NICET tingkat dua.
Kedengarannya serius sekali.
Ya, itu tingkat tersulit.
Hei.
Hei.
Apa itu NICET tingkat dua?
NICET tingkat dua, tes pencegahan kebakaran.
Itu kurang lebih... Harus dipasang di atas kompor.
Apa?
Aku sungguh minta maaf. Aku hanya...
Jangan pernah meminta maaf.
Aku mau kau tahu, ini sangat menyenangkan.
Sampai-sampai aku...
Kau menunggu kabar buruknya.
Itu dia.
- Mau tahu rahasia? - Ya.
Tak ada yang mengawasi kabar buruk.
Aku tahu.
Baik. Jadi, sistem itu ada di atas kompor...
Sistem itu di atas kompor
dan harus berbunyi jika ada yang terbakar
yang bisa tak terkendali.
Jadi, di atas Richie?
Ya. Fak akan memeganginya
dan Richie tiba-tiba terbakar. Ada api di mana-mana.
Sistem pencegah mematikan saluran gas
dan akan menyemprot Richie dengan senyawa sodium potasium bikarbonat.
Lalu kami bariskan balon, jika balonnya mengembang...
Jika itu bocor, gagal.
Jika itu bocor, kami gagal, jika tidak...
Kalian mencapai tingkat dua.
- Kami berhasil. - Kalian berhasil.
Ya.
Aku boleh bertanya?
Apa ini hal paling membosankan yang pernah kau dengar?
- Tidak, ini sangat menarik. - Sungguh?
Seberapa sering bisa membahas soal sodium potasium bikarbonat?
Mungkin sesering kau mengharapkan balon tidak meledak.
Ada lagi yang kau pikirkan?
Yang kupikirkan, kau sangat cantik.
Semoga berhasil, Bear.
Kami belum buka, Bu.
Terima kasih, Pak.
Aku mencari orang tua galak bernama Tina.
Aku Tina. Bisa kubantu?
Dahulu ada restoran bagus di sini.
Apa yang terjadi dengannya?
Mereka terpaksa tutup.
Kudengar ada terlalu banyak jalang tua yang bekerja di sini dan tak sanggup lagi.
Mungkin beberapa jalang tua suka bersikap jalang.
Mungkin mereka bahagia dengan keadaan mereka.
Mungkin mereka tak mau terlalu banyak berubah.
Mungkin mereka merasa takut, ngeri.
Ya, masuk akal.
Seorang jalang tua memang akan berpikir seperti itu.
Karena itu mereka mengelilingi diri dengan para bajingan tangguh
yang mengurus dan memotivasi mereka.
Ini jadi lantatur?
Ya, mereka mau menjual produk asli lewat sini,
tetapi mereka kesulitan mencari pekerja.
Terlalu banyak perubahan.
Tidak, terlalu banyak pekerja keras.
Semuanya mau menjadi Top Jeff.
Namun, yang mereka cari adalah bajingan penderita artritis
yang keras kepala, kekanak-kanakan, dan tak dewasa
untuk menjalankan bisnis ini pada siang hari.
Aku mungkin punya kenalan.
Kirimkan infonya.
DUA MINGGU SEBELUM BUKA
Apa yang kau pikirkan?
Tes pencegahan kebakaran. Kau?
Mengendalikan zona. Menjaga ketenangan. Menciptakan ruang. Rasa percaya.
Bagaimana caranya?
Entahlah. Sulit tanpa saluran gas.
Benar.
Kapan orang itu datang?
Lupakan saja. Itu pertanyaan bodoh.
Pengantaran datang lima menit lagi. Ada staf baru satu jam lagi
dan kita dua minggu lagi buka. Jika tes berikutnya ini gagal,
- matilah kita. Tepat sekali. - Matilah kita.
Penyerang terbaik bisa mereset dan beradaptasi dalam sekejap.
Buku?
Buku, ya.
Kita bisa melakukan itu.
Harus bisa.
Biar kukatakan satu hal sebelum kau mentertawakanku.
Tak ada yang tertawa, G.
Aku mengerti.
Bajingan Madison 11.
Baiklah.
Jarak 171 kilometer ke Chicago.
Dengan bensin penuh.
Setengah bungkus rokok.
Gelap. Kita memakai kacamata hitam.
Teruskan.
KOTA CHICAGO IZIN LEDING
KOTA CHICAGO IZIN BANGUNAN
TEMAN + KELUARGA
Aku sungguh mengira itu akan berhasil.
Aku tidak.
Ya, pencegah kebakarannya bekerja,
tetapi gasnya tak mau mati.
Itu bukan apa pun yang kau lakukan.
Di belakang.
Astaga!
Sial! Neil!
Carmy akan mengurusnya.
Baik. Dia jelas tak melakukannya, jadi...
Selesaikan saluran gasnya dahulu, Koki.
Matilah aku.
Kita masuk kerja begitu saja. Tak menyapa siapa pun.
- Apa itu tradisi Denmark? - Tenanglah.
- Aku berencana mengejutkanmu. - Tak lagi menyapa?
- Dengan apa? - Dengan ini. Satu dari tiga.
Kau pakai minyak zaitun.
Hei! Sudut.
- Dekstrosa. - Terima kasih, Koki.
Ini akan menarik.
Bagus sekali. Hei, apa kabar? Baik?
Hai. Tidak terlalu. Kulkasnya masih rusak.
- Keparat. Benar. Sial! - Ya.
Maaf. Aku hanya...
Aku mengalami serangan panik parah semalam
dan aku cerita tentang kejadian saat Natal kepada Claire.
Ibuku mengemudikan mobilnya di dalam rumah.
- Siapa itu Claire? - Seorang teman wanita.
Maaf. Seorang teman wanita?
Kau kira dia pacarku?
Baik. Berikutnya. Ibumu mengemudikan mobilnya melewati rumah?
Ya. Rumah kami. Situasinya sangat kacau.
Kami selalu membuat cannoli setelah makan malam Natal.
Aku jadi benci cannoli karena itu kukaitkan
dengan keluargaku yang aneh dan kacau.
Aku bicara dengan Claire semalam
dan menyadari mungkin itu bisa kuambil kembali,
kumodifikasi sendiri. Cannoli itu. Kalian paham?
Baiklah, ya.
- Itu sehat. - Terima kasih. Ya.
Aku memikirkan cannoli, dan lebih spesifik lagi, yang gurih.
Baik. Seperti pakai mousse mortadella?
Dilapisi parmesan.
Ya. Dicelup di pistasio.
- Itu bagus, bukan? - Siap.
Terima kasih, Koki.
Sial. Mereka staf baru. Siap?
- Tidak. - Bagus, aku pun tidak.
- Tina? - Koki.
Hei. Para staf baru datang.
Aku datang.
Marcus?
Ya?
Lezat.
- Baiklah, ini Daniela, Josh, dan Connor. - Sehijau apa?
Hijau tua.
Kau mau mereka melakukan apa?
Olah sayuran segar itu dan...
- Isi kulkas lowboy. - Ya.
- Ya. - Baiklah.
Jemput skuadmu, T.
Baiklah. Ya, Koki.
TEMBOK JATUH TEMPAT INI PAYAH
Ayo, Anak-Anak Baru.
- Ya, Koki. - Ya, Koki!
Gom Xanthan
Aku tahu kau tak bisa memberiku waktu persis,
tetapi jika kubilang, "Tes pencegah kebakaran
"mungkin dilakukan antara pukul 13.00 dan 15.00"?
Apa itu akan akurat?
Kau tak tahu pasti. Aku mengerti.
Kau pakai jas?
Tidak, bukan kau. Terima kasih atas sedikit bantuanmu.
Maaf. Kau pakai jas?
Ya, aku pakai jas sekarang.
Aku mengerti. Bisa kubantu?
Aku boleh duduk?
Silakan duduk.
Katakanlah.
Aku...
Aku mau minta maaf.
Atas?
Semuanya, kurasa.
Baiklah. Tunggu.
Hei, bisakah seseorang yang terdekat dari kantorku masuk?
Ada apa, Nat?
Gary, Richie mau minta maaf kepadaku dan aku butuh saksi.
- Tentu saja. - Ya.
Silakan.
- Aku serius. - Ya, aku juga.
Lanjutkanlah. Ayo.
Baiklah.
Sejak lama, aku belum menemukan tempat yang cocok, kau tahu?
Aku memaksakan diri ke banyak tempat dan hal
di mana aku jelas-jelas tak cocok
dan kurasa itu
membuat situasinya lebih buruk.
No comments yet. Be the first to leave one.